Sabtu, 31 Januari 2026

Life is Far From Boring

Untuk memperingati ultah ke-30, aku bikin proyek seru seruan sendiri yang judulnya seperti di atas. Life is far from boring. Terinspirasi dari video kolase kecantikan Han Sohee dan Adinia Wirasti dengan latar lagu Gemintang Hatiku, Fradita mikir "mau juga ih dibikinin begitu". Tapi karna sadar diri ga akan ada juga yang mau bikinin, jadi aku bikin sendiri deh hehe. Hidup itu simple, kalau ga ada yang akan melakukan hal itu buat kamu, ya udah kamu lakuin sendiri aja :P

Di perjalanan, ngumpulin video dan foto untuk template itu malah jadi momen refleksi aku 30 tahun ke belakang. Aku merasa aku sangaaaat disayang Allah :') Dikelilingi keluarga dan teman-teman baik, dikasih rejeki stabil finansial, sesekali traveling ke luar kota dan nonton konser, lancar dalam berkarir, punya hobi dan komunitas yang sehat. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Mau aku tulis memento juga di sini untuk foto dan video yang akhirnya aku pilih biar ada kenangan arti dari momen-momen itu lebih dalam lagi :)

Disclaimer, tentu tidak ada hidup yang sempurna ya karna kisah cintaku ampas sekaliiiii :)))) Tapi ya literally cuma itu loh yang ampas jadi ya mana mungkin aku sedih berlarut karna itu aja ya kannn :))))

Oh iya, proyek ini menurutku menantang banget karna aku harus merangkum 30 tahun hidupku ke dalam template video yang cuma berdurasi 16 detik. Jadi sebenarnya banyaaak sekali bagian dari hidupku yang tidak tertuang, terutama soal "people". Padahal apalah arti hidupku tanpa orang-orang di dalamnya ya kannn? So, shoutout to my parents, my brothers and sister, my nephew, my friends and colleagues, even my crushes for being there for me throughout the last 30 years!



Kalau ditanya makanan favorit sih aku punya banyaaaak. Ada Sate Ayam, Bubur Ayam, Pasta, Burger, Risol. Tapi ada satu spesifik makanan yang aku tuh SECINTA itu, tapi tetap harus rela dalam setahun cuma punya waktu kurang dari 30 hari menikmatinya. Dan makanan itu adalah kue Bingka Berandam yang Acilnya hanya jualan pas bulan Ramadhan! Bingka Berandam ini adalah kue basah khas Banjar ya, dia tuh lembut, manis tapi tetap ada gurihnya. Video ini aku buat beberapa waktu setelah aku lulus kuliah dan kembali ke Loa Janan for good. Happyyyy sekali waktu itu punya kesempatan hari-hari makan ini lagi, setelah 4 tahun merantau di Banjar. Btw, di Banjar ada juga yang jualan ini tapi surprisingly ga nemuin satupun yang seenak Acil yang jualan di Loa Janan. Waktu kerja di Damai dulu juga sempat ada masa-masa ga bisa nikmatin ini tiap hari :') Trus 5 tahun nikmatin kembali, eh sekarang aku merantau lagiiii :') Emang bener banget ungkapan yang bilang, BE PRESENT, karna heyyy waktu tuh emang ga bisa diulang kembali!!! Video ini aku masukkan ke dalam proyekku karna berhasil menangkap potret Fradita yang happy sesederhana makan makanan enak hehe. Ya pokoknya aku tuh gitu tauuu, bahagiaku sederhana aja :P


Salah satu fakta mengejutkan yang aku temukan di ultah ke 30 tuh adalah... aku suka belajar :P
Tentu saja asalkan subjek pelajarannya aku tertarik yaaa. Dan di masa-masa ini saat sebenarnya ga ada kewajiban juga buat belajar hal baru (well, kecuali pekerjaan karna pekerjaan aku mewajibkan aku buat selalu update sama isu dan teknologi baru), aku bakal tetap kulik hal-hal seperti parenting, film Indonesia, politik, skincare, finance, yaaa karna aku tertarik aja. Dan yang beberapa tahun terakhir ini juga aku dalami adalah... Islam <3 Rediscovering Islam as an adult feels sooooo magical huhu, makanya aku masukkan momen ini juga ke dalam proyekku. Di foto itu aku habis nge-resume 1 episode Tafsir Al Mishbah, makanya di foto juga terlihat ada Al-Qurannya, karna konsepku aku ngaji dulu (ayat yang dibahas per episode), baca terjemahannya, baru ngeresume dari penjelasan videonya. Selain itu di tahun lalu aku juga mulai kelas ngaji/bahasa Arab. In between, dalam beberapa tahun terakhir aku pun lumayan sering baca buku literatur Islam.


As a big big fans of Transum, tentu saja harus ada foto aku selfie dengan setelan ternyaman yaitu jaket, masker dan headset hehe. Selain soal transum, potret ini juga menangkap kecintaan aku sama traveling. Mau itu sendiri (yang bikin aku punya kebebasan melakukan apapun), sama keluarga, sama teman, sama strangers, ke city, ke alam, kulineran, dll dsb. Oh iya specifically juga traveling yang road trip ya lewat darat, yang mana kita bakal berhenti tiap makan dan sholat, dan jadinya punya waktu buat observing dari satu titik ke titik lain di Indonesia :D


Ga ada foto sama "people" tapi ada foto sama kucing aku dong, Melon, hehe. Adopting him is one of the biggest changes in my life. Dari Melon, aku belajar bertanggung jawab sama satu nyawa di hidup ini. Dari mulai perawatan sehari-harinya dia, vaksin, steril, dan yang paling peer menurutku adalah ngajak main dia tiap hari. Karna kan aku udah mencerabut dia nih dari akarnya sebagai hewan liar dengan dia tinggal di rumah, jadi rasanya ga adil banget kalau aku anggurin sehari-hari :')


Ini video BTS pas aku fotobox sendiri H-1 ultah ke-30. Udah lamaaaa banget punya keinginan mau fotobox sendiri, nah baru pas itu kejadian. Kebetulan ada 1 film menarik di bioskop dan ada Selfie Time yang baru buka di Big Mall, jadilah siang itu aku agendakan. My Salon Premiere juga baru buka, jadi sebelum fotobox kita cobain deh cuci catok di sana biar lebih paripurna. Tidak lupa dress up centil pakai baju seksi dikit (Fradita banget wkwk). Meskipun pas udah dijalani ternyata ga seseru itu fotobox sendiri ya wkwk. Aku masih prefer ramean lah kalau fotobox, yang penting udah ga penasaran lagi aja gimana rasanya fotobox sendirian.


Kalau disuruh milih salah satu pemotretan aku yang paling cantik tuh ya ini deh, waktu foto2 random di sebuah hostel di Balikpapan sama Ayuning. Paduan antara pencahayaan bagus, outfit ok dan karna Ayuning jago plus aku nyaman berada di dekat dia. Kegiatan ini juga lumayan Fradita core nih, suka bikin pemotretan ala ala. Bukan yang 1 background, 1 pose dan fotonya bejibun yaaa. Kalau aku tipikal yang suka eksplor set, eksplor gaya, hasilnya liat nanti aja. Thanks to my teenage years yang dihabiskan dengan bolak balik majalah Gogirl, Girlfriends dan Kawanku ^^


I loveeee this candid pic of mine taken by Mba Ani. Love how tiny I looked. Love the background (sinefil sekali bukaaaaan). Love the way I carried so much stuff at once. Love how I sipped my favorite drink of all time. Sebuah foto yang sangat representatif untuk menggambarkan Fradita di kala weekend.


I'm not much of a beach person, tapi sekalinya ketemu yang bagus banget ya aku tentunya langsung jatuh cinta. Masalahnya kan pantai bagus di Indonesia itu menurutku harus effort ya hehe. Sejauh ini aku baru puas sama Kepulauan Derawan, Biduk-Biduk dan Bira. Mesti lebih sering berkelana sih ini artinya karna aku jarang wisata ke pantai ^^ Yang ke Biduk-Biduk terutama aku masukkan di proyekku karna itu salah satu jalan-jalan paling impulsif dan paling "ngepas", to the point kita ada tuh momen makannya Indomie aja dan di pinggir jalan. Tapi karna sama teman-teman juga itu aku paling lepas, tiap hari mandi ga pernah di kamar mandi, selalu nyebur wkwk. Terus di foto ini juga pose aku awkward banget tapi ga lepas dari ambisi aku untuk selalu memanfaatkan properti yang tersedia on the spot :)


Di suatu maghrib di Banjarbaru, aku nemu spot ini sama Rahmi pas lagi keluar jalan beli makan. Kebetulan palette warnanya itu mirip sama baju yang lagi aku pakai dan sebagai orang yang tumbuh besar mengidolakan Diana Rikasari, tentu saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lagi-lagi bikin pemotretan ala-ala hehe. I really love colors (thanks to Diana's influence, and maybe SNSD too), dan foto ini menurutku sangat merepresentasikan kecintaan aku itu.


Beberapa tahun terakhir, aku tuh sangat into skincare. Kayaknya kembali lagi ke kesukaan aku sama warna di mana produk skincare sekarang kan packagingnya lucu-lucu banget ya. Makeup dan wewangian juga packagingnya lucu, tapi aku paling suka skincare karna urgensinya menurutku paling tinggi di antara tiga itu. Trus di-combine sama nasionalisme aku (yang sebenarnya ga pernah ga ada wkwk), aku ngerasa aku bisa all out dukung produk lokal tuh dari sini, karna industrinya kan lagi growing juga. Eh ndilalah sekarang isu ini pun makin dekat sama kerjaanku sehari hari. Tuhan baik sekali lah, ngaturin semuanya itu :))


Another photo from Biduk Biduk trip. Foto ini lumayan menggambarkan style aku sehari2 yaitu jeans dan kaus, trus kausnya juga sangat sinefil ya yaitu official merchandise Visinema. Trus juga representasi lagi lah aku tuh sesuka itu jalan jalan loh ^^


Definitely not a good cook, but I like to experiment in the kitchen. Dengan catatan harus sendirian aja bersama musikku, hence the headset :P Aku tuh jarang banget masak, tapi ini salah satu momen langka pas aku lagi pengen duplikasi resep nasi bakarnya Chef Devina hehe. Masih terus berdoa suatu hari aku bisa punya dapur yang bener-bener punyaku sendiri jadi aku bisa memaksimalkan kegemaranku ini bereksperimen dalam hal masak-memasak. Aku selalu berpikir kalau aku punya dapur sendiri aku bakal suka kegiatannya, dan kalau jam terbangku tinggi tuh aku beneran bisa masak yang enak gitu lohhhh.


Tipikal hidup Fradita di malam hari dengan buku-bukuku, hotpantsku, dan semua warna warni di kamarku :)


Foto diambil pas aku pertama kali ke event Big Bad Wolf dan happy sekali waktu itu liat satu GOR besar isinya buku semua. Ini foto candid dari Rahmi yang menurutku sangat representatif sama hidupku yang mostly dihabiskan dengan sok akrab sama anak-anak ini hehe. I'm awkward with babies, tapi anak-anak SD yang udah bisa diajak ngomong gitu aku sukaaaa. Pokoknya Fradita banget lah ini fotonya, hidup dikelilingi buku-buku :)


I love it when a single photo can capture so many things about me in a frame. Ada aku yang suka baca buku, yang suka colors, yang suka traveling.


Walau jumlahnya dikit dibanding foto-foto (berusaha) cantik, tapi aku tuh punya juga ya foto bizarre macam begini wkwk. Aku masukkan juga di proyek ini sebagai penanda kalau aku bisa konyol dan aku ga malu punya jejak digital kekonyolan itu. Foto ini juga menunjukkan banyak banget personality aku. Ya tiba tiba ada papan tulis di kamarlah, ada poster Winner segede gaban di samping kasur (harus banget di samping kasur, biar bangun2 liat sayang2ku! :P), a little bit of pink, a little bit of yellow.


Born and raised in Samarinda, I am always proud of it. Dan foto ini salah satu representasi nyata dari kebanggaan aku itu. Dengan segala perih-perihnya, semua keironisan dari eksploitasi yang aku saksikan sehari-hari #foreversad I love the people, I love the heterogeneity, I love the food. Btw, background Jembatan Mahakam dan Big Mall (fav mall in the city!) itu aku dapat pas naik Kapal Wisata Pesut. Fun fact, dari semua jenis wisata di Samarinda, ini masih jadi top of mind aku buat dikenalin ke turis. Selain itu yang jadi favoritku juga adalah Islamic Center dan kuliner nasi kuning di malam hari.


Hehe, aku tuh lumayan tertutup sama what kind of career that I have, padahal sebenarnya aku happy kali loh sama apa yang aku punya dari 2017 ini. 8 tahun kerja di industri yang lumayan beririsan dengan industri ekstraktif (hiks) dan mainly ngurusin administrasi, aku seperti menemukan passionku. Ngurusin administrasi (beresin dari yang berantakan jadi rapi), routine work, kerjaan yang lumayan 50:50 antara ngurusin angka dan orang, back office (jadi ga perlu berpenampilan menarik). Dan jujur aja, emang uangnya gurih di industri itu. Foto ini sendiri terasa monumental aja buat kenangan 30 tahun Fradita hidup. Trus ini juga salah satu bukti value yang aku punya dalam hidup yaitu walau kerja ujan-ujanan dan becek, belain pakai jas hujan, aku tetap masih jalanin rutin dan masih sempat-sempatnya minta foto buat mengabadikan kerecehan yang terjadi. Mungkin kayak hal kecil, tapi etos kerja yang gitu tuh rasanya core value aku banget uwuuu.


Meski ga kelihatan, foto ini diambil pas aku nonton konser Tulus. Bahagiaaaa sekali waktu itu. Di usia dewasa ini kan jarang-jarang ya bisa suka sama satu album, nah ini aku suka sama semua lagu di album Manusia T_T Bener-bener deh bisa nonton konser ini tuh aku merasa dicinta banget sama Allah. Karna timingnya rasanya pas banget dan semua lagu yang dibawakan tuh aku tau dan mostly aku suka. Waktu itu juga aku sebenarnya udah pasrah nonton sendiri, karna sounding sama beberapa teman ga ada yang mau nonton huhu. Tapi last minute Dana akhirnya mutusin buat nonton, jadi deh aku bisa punya foto ini. Pulang pergi juga sama Dana jadi orang rumah ga ribet. Tapi gongnya tetap adalah guest starnya Dere! Yang lumayan aku tau juga lagu-lagunya! Trus aku juga suka di foto ini aku pakai kutubaru, jenis kebaya favorit aku.


Foto kedua aku sebagai passenger princess!! Yang mana cukup menjelaskan lah ya betapa aku sangat suka peran itu hehe. Mau naik bis, pesawat, mobil, truk, motor, apapun, yang penting aku jadi passenger princess ^^


Apalah arti hidup tanpa kebahagiaan - kebahagiaan kecil? Buat aku bikin video seru-seruan dengan ngelakuin challenge konyol sama teman-teman itu udah cukup banget buat nambah nafas kehidupan. One breath at a time! Aku ingat video ini diambil di kosan pas aku kuliah di Gg. Purnama. Udah berbulan-bulan aku liat tempat sampah yang gede banget itu dan mikir sendiri ini kayaknya kalau aku masuk muat deh hehe. Nah malam itu kebetulan jadwal kita (aku, Ayuning, Rahmi) kayaknya kosong dan tempat sampahnya juga kosong, jadilah video legend ini diambil.


Aku suka banget nyalon. Sukanya tuh level di mana aku suka semua jenis treatment yang ada, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dari yang enjoyable (creambath) sampai yang bikin meringis (facial). Sukanya juga di level aku sangat adventurous, aku bisa ke salon yang muahal banget sampai yang salon rumahan yang handuknya apek wkwk. Saking adventurousnya, agenda salon juga biasa masuk di itineraryku kalau ke luar kota. Momen di foto adalah waktu aku cobain Salon Rinjani pas lagi solo trip di Jogja.
Trivia 1 : Karna kecintaanku sama salon ini, film Joko Anwar favoritku masih A Copy of My Mind
Trivia 2 : Salon yang paling kucinta sejauh ini : Salon Annisa di Banjarbaru dan Salon Kirei & Salon Marwah di Samarinda.


Ingat banget foto ini diambil pas aku nonton Sri Asih di hari pertama tayang, jadi ini fotonya diambil pas weekday tepat setelah pulang kantor. I love playing dress up and I love watching movies, dan menurutku dua hobi ini bisa banget dikawinin kalau karakter filmnya tuh kuat banget jadi bisa aku translasikan ke baju apa yang akan aku pakai pas nontonnya :) 


Harus banget memasukkan foto Fradita sama Sate, makanan favoritku sepanjang masa. Shoutout untuk Sate USAI sate paling enak di Samarinda!!!


Salah satu momen paling membahagiakan di hidup aku sebagai fangirl Film Indonesia yang sukses adalah saat berhasil naik haji ke JAFF Jogja hehe. Banyak banget hal di foto ini yang aku suka sih, mulai dari pohon kamboja di belakangnya, my pink kutubaru, my skinny jeans, tas Samarinda kesayangan, ah semuanya suka deh. Btw, di hari itu aku take foto banyak banget dibantu sama Mey, dan surprisingly bagus semuaaa. Bener2 deh chemistry aku sama Mey sebagus itu apa gimana haha, makasih banyak Meyyy! Setelah semingguan bolak balik Empire sendirian, di hari terakhir bisa ditemani menikmati vibenya ^^


Ya harus ada lah ya representatif selfie pakai filter IG di proyek ini hehe :P

Selasa, 27 Januari 2026

One True Love

Kalau ada salah satu hal paling konsisten dalam hidupku, itu adalah rasa cinta yang mendalam sama SNSD. Kalau mau lebih spesifik sih, sama vokalnya SNSD OT9. Dari 2012 loh, dan sekarang sudah 2026. SNSD sendiri debut di tahun 2007, jadi aku bisa dibilang (sangat) telat mengenal mereka. Bahkan tahun 2012 itu menurutku udah bukan peak mereka lagi. Trus kalau dibilang terobsesi, kayaknya aku lebih gila gilaan waktu suka Winner, tapi yeah, ternyata sekarang kalau bosan ya balik ke lagu lagu OT9 hehe.

Semua rilisan OT8 aku lumayan suka, tapi lagu-lagu OT9 ga ada duanya T_T

Paduan Taengsic sih terutama. Aku tuh sampai di poin nontonin video kompilasi harmonisasi mereka dan ga sampai di akhir video aku pasti udah nangis karna KANGEN BANGET TAUUUUU. Trus aku suka banget gimana secara keseluruhan warna suara mereka itu setipe sama Jessica yang kuat banget. Jadi ketika nyanyi bersembilan tuh masih masuk aja. Gara-gara nulis ini juga aku jadi balik lebih dengerin lagu OT9 dan menurutku kekuatannya emang ketika nyanyi bersembilan, trus mereka kasih adlibs. Karna orangnya banyak dan (most of them) capable kasih adlib, jadi variasinya banyak dan kita sebagai pendengar ga bosen sama sound-nya SNSD. Selalu nunggu-nunggu apa yang mau dikasih di lagu selanjutnya gitu. Belum lagi once in a while mereka mengeluarkan senjata paling ampuhnya yaitu duet Taengsic (wkwk balik ke sini lagi). Selain di lagu The Great Escape, favoritku juga di lagu Girls's Generation (bisa didengarkan di sini). Trus most of the time, suara mereka in tunes, even bukan vocal line pun ngambil nada tinggi suaranya ga goyang. Btw, ini aku bicara sotoy aja ya cuma berdasarkan pendengaran aku yang tidak seberapa haha.

Trus di luar dari melodi, SNSD juga berpengaruh sama banyaaaaak sekali aspek di hidupku. Yang kelihatan jelas tentu dari pilihan baju, semua aksesoris, skincare, tata rambut dan makeup. Ada 1 item yang baru-baru ini aku beli tuh yaitu glitter di mata biar mau nyamain eye makeup Jessica waktu comeback Genie. Apa coba ya kan wkwk. Di luar itu aku juga banyak banget menerapkan value yang aku liat di SNSD ke hidupku sendiri. Dari cara mereka memperlakukan sesama girlgroup baik yang seangkatan, senior dan junior. Ga ada aura pick me samasekali imo. Pembawaan mereka ke boygroup juga, respectful tapi asik dan ga kaku. Trus etos kerja. Nah ini, at their peak, kita tau mereka tuh diforsir abisss ya kan. Mungkin kesempatan tidur sehari juga cuma 2-3 jam kali. Tapi ya on screen mereka tetap asik aja. Kalau kata Seohyun di Intimate Note sih ya palsu banget, tapi begitu masuk dunia kerja kan kita ngerti lah yaaaa wkwk. 

Kebayang sih kalau suatu hari nanti OT9 tuh reuni lagi aku butuh cuti 1 hari cuma buat menangisi semua itu. Iya aku tau ini lebay banget, tapi sumpah every once in a while aku tuh mikirin ini dan berharap ini tuh beneran bisa kejadian.

Ya sekian tumpahan emosi malam ini yang super lebay tapi juga super aku banget hehe. Aku tau banget sih semua yang aku tulis di atas tuh penuh bias karna ya emang udah ngefans lama sama SNSD. Tapi tetap aku selalu ngerasa aku butuh outlet untuk menumpahkan semua rasa ini jadi ya aku tuliskan saja :)

Jumat, 05 September 2025

Review Bioskop di Jakarta

Lagi - lagi bikin direktori buat diri sendiri, sudah sejauh mana hobi menonton ini membawa aku berkelana di Ibu Kota ^^

1. Hollywood XXI

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Widya Chandra Telkomsel

Harga saat weekend : 35k

Kelebihannya tentu saja, bioskop ini relatively paling dekat dari tempatku. Aksesnya bisa naik TJ tanpa transit, trus jalurnya juga BRT dan kalau weekend sepi. Dua kelebihan lainnya yang bikin bioskop ini jadi lebih lebih superior adalah harganya yang termurah sekota dan karna kompleksnya ga nempel mall jadi walking distancenya minimal. Tapi perihal ga nempel mall ini jadi kekurangan juga karna opsi jajannya kurang (kadang bisa jadi kelebihan sih, karna bisa ngehemat). Selain itu, mushollanya jele huhu. Tapi dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Hollywood ini masih jadi top of mind aku kalau mau nonton

2. Lippo Mall Nusantara Cinepolis (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Semanggi

Harga saat weekend : 50k

Secara jarak, cuma beberapa halte lebih jauh dari Hollywood. Walau di dalam mall, tapi walking distancenya ga terlalu banyak karna ada akses lift, trus haltenya juga persis di depan bangunan mall. Meski harus diakui ini mall besar ya, jadi agak lieur juga kalau buru-buru.

3. Agora Mall XXI (Lt. 3)

Akses transum dari Halte Cikoko : -

Harga saat weekend : 65k (IMAX)

Aku baru sekali ke sini dan waktu itu ga pakai transum jadi ga bisa review soal akses transumnya (harusnya dari Cikoko paling ok naik KRL trus lanjut jalan kaki). Walking distancenya jauhhhh, jadi harus spare time kalau mau nonton di sini. Kalau ga salah ini aku masuk dari Halte Tosari 2 ya, jauh pokoknya masuk ke kompleks mallnya. Trus nanti bisa naik eskalator (cuma naik 2 lantai dan jalurnya ga ribet). Pilihan tenant makannya ga banyak tapi menarik dan classy. Dari hasil riset kecil-kecilan aku, IMAX Agora ini emang paling dekat dan paling murah, jadi kalau mau nonton IMAX lagi emang most likely di sini sih huhu.

4. Bassura XXI (Lt. 2)

Akses transum dari Halte Cikoko : Ada TJ, tapi tetap harus transit Jaklinko. Btw, daerah Bassura ini ga ramah pejalan kaki jadi mending dari awal naik Ojol aja dah.

Harga saat weekend : 50k

Sekali ngide kesini karna ngejar Cinema Visit wkwk. Jujur langsung trauma sih karna tidak ramah transum huhu. Harganya pun B aja, walking distance juga lumayan. Musholla lumayan ok sih, tapi ya harusnya bisa lebih baik lagi.

5. Blok M Square XXI (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9A/9C/dkk, transit di Pancoran, P11. Selain rute ini juga ada beberapa opsi lain karna Blok M mah akses transumnya surgaaaa. Untuk ke Blok M Square sendiri prefer TJ daripada MRT, karna walking distance lebih singkat.

Harga saat weekend : 50k

Tempat apapun di Blok M ga worry soal akses transum dan pilihan konsumsi lah ya ^^ kekurangannya mungkin di walking distance yang lumayan karna ini bioskopnya ada di Lt. 5. Ada sih akses lift, tapi kalau weekend kan Blok M rame banget ya, peer juga. Pas lagi santai sih seru sekali karna pilihan tenant di sini sangat beragam dan pembagiannya lumayan rapi jadi kita sebagai pengunjung ga bingung.

6. Blok M Plaza XXI (Lt. 6)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9C, turun di Bundaran Senayan. Lanjut MRT. Ini udah rute terbaik karna walking distance-nya paling minimal.

Harga saat weekend : 60k

Sedikit lebih mahal dari Blok M Square karna mall-nya juga emang lebih bagusan dikit ^^ Tapi ya permasalahannya sama ya, walking distancenya mayan, dan akses lift walau ada tapi orangnya juga bejibun.

7. Epicentrum XXI 

Akses transum dari Halte Cikoko : Bisa naik LRT ataupun TJ (transit) dan turun di Rasuna Said. Dari situ masih jalan kaki 800 m sih, tapi trotoarnya lebar, suasananya rindang dan ramai

Harga saat weekend : 40k

Kata orang-orang bioskop ini punya sound terbagus di Jakarta, dan meski aku udah coba aku ngerasa B aja (emang aku yang ga ahli haha). Yang aku suka bangunan bioskop ini terpisah dari mall utama dan dia di lantai ground jadi aksesnya mudah. Mallnya sendiri walau kecil tapi lumayan lengkap, tenant makanan beragam dan terjangkau. Musholla juga ok.

8. Kalibata City Square Cinepolis

Akses transum dari Halte Cikoko : Naik Jaklinko 43B dari Stasiun Cawang ke Bus Stop di depan Kalibata City Square. 

Harga saat weekend : 50k

Walking distancenya juaraaaa, aku suka aku suka. Trus karna aksesnya Jaklinko kan jadi gratis yaa, meski musti sabar sabar sama driver Jaklinko yang nginjak gas kayak ga ada hari esok. Pilihan tenant makanan sangat ramah buat rakyat jelita. Tenant non makanan juga lengkap dan beragam, trus mallnya kicik jadi semua tempat tuh kayak cuma beberapa langkah aja gitu. Studionya juga kicik.

9. PGC XXI (Lt. A/7)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9A, turun di halte Cililitan. Ada juga opsi turun di halte dalam mall, tapi TJnya transit (lupa TJ no berapa)

Harga saat weekend : 45k

Akses transumnya ok sekali. Selain terjangkau via TJ, bisa juga naik Jaklinko dari Cikoko. Tapi yang Jaklinko aku belum pernah coba ya jadi belum bisa kasih review. Kalau turun di halte dalam mall tuh enak, langsung ada akses lift (wajib naik lift karna bioskopnya di Lt 7 wkwk). Kalau ga dari situ kayaknya bakal bingung sih karna PGC ini padat ya, dan walking distancenya jadinya bakal jauh huhu. Btw, ini bioskopnya di area rooftop jadi bisa dibilang dia misah gitu dari bagian mall. Di sekitarnya ada Indomaret dan Alfamart. Peer kalau nonton malam kali ya, pas serentak orang-orang pulang karna aksesnya harus naik lift dan liftnya terbatas. 

10. Senayan City XXI (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9C, turun di halte Bundaran Senayan

Harga saat weekend : 65k

Walking distancenya masih bearable lah meski haltenya ga persis depan mall banget, jalan kaki kurang dari 500 m. Ada nyebrang juga, tapi ada zebra cross dan traffic light buat pejalan kaki. Karna jalan kaki ke sini aku jadi nemuin Warung Sate di seberang mallnya :D Ini salah satu mall termewah yang aku datangin, tapi pilihan tenantnya tetap ada yang rakyat jelita friendly kok. Btw, kalau ga mau masuk mall, dia juga ada akses lift di teras mall yang langsung ke lantai bioskop.

11. Senayan Park Cinepolis (Lt. M)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Gerbang Pemuda. Transit 1B/1F, turun di halte Palmerah. Transit 1B/1F, turun di halte Taman Ria.  

Harga saat weekend : 50k

Walking distance so so lah ya, walau Halte Taman Ria persis di depan Spark, tapi untuk ke bioskop harus masuk mall dan naik lift lagi. Trus ada 2 jenis Cinepolisnya ya, kalau VIP itu lebih premium dan pastinya lebih mahal. Aku suka di sini karna pilihan tenantnya beragam. Paling salah satu kekurangan fatalnya adalah di Palmerah itu TJnya suka ngetem huhu. Jadi kalau mau nonton di sini musti spare waktu, karna ngetemnya ini ga bisa diprediksi berapa lama.

***

Wow ga nyangka 3 bulanan di sini ternyata udah ke 11 bioskop!!! Haha. Tentu aja faktor utamanya karna aku suka nonton film Indonesia ya, dan layar film Indonesia tuh lumayan nyebar huhu. Maunya sih selalu nonton di Hollywood aja tapi apa daya. Tapi overall, dari list ini aku sadar tiket bioskop di Jakarta mah murah murah yaaa kalau dibandingkan sama daerah asalku di Samarinda. Let's see 3 bulan dari sekarang apakah akan bikin list lagi dengan bioskop-bioskop baru lagi hehe. Kalau kalian, bioskop andalan buat nonton di Jakarta apa? Let me know!

Minggu, 24 Agustus 2025

In Frame With Ernest - The Remarkable Guests

Sebenarnya ini lebih ke upaya Fradita bikin direktori dari episode-episode In Frame With Ernest. Hi Koh Ernest, please notice me as your fans :) So far, belum ada yang ngalahin In Frame dalam hal "menggali ilmu soal perfilman Indonesia sedalam-dalamnya". Tiap pertanyaan Koh Ernest bener-bener terasa genuine, terlihat sekali dia beneran mau belajar dari narasumber. Ga pernah ada 1 episode pun yang dia look down sama narasumbernya. Bahkan di episode-episode promo pun, Koh Ernest selalu bisa bikin titik temu dari dia yang mau belajar dan marketing filmnya tetap jalan.

Oh sama satu lagi, selain buat direktori, postingan ini akan jadi wadah aku untuk memberikan shoutout ke film/series Indonesia favoritku!


1. Angga Dwimas Sasongko

Angga ini founder Visinema, selain juga masih aktif sebagai Penulis, Sutradara dan Produser. Beberapa film favoritku dari Angga sebagai sutradara adalah Hari Untuk Amanda, Mencuri Raden Saleh & Heartbreak Motel.

Part 1

Part 2


2. Reza Rahadian

Salah satu Aktor terbaik yang hadir di perfilman Indonesia, karya favoritku dari dia adalah My Stupid Boss. Selain itu Reza juga pernah melakoni peran sebagai Sutradara dan Ketua Komite FFI.

Part 1

Part 2


3. Prilly Latuconsina & Umay Shahab

Duo ini adalah founder Sinemaku, PH yang sampai sejauh ini belum ada menelurkan satupun film yang aku suka (LOL). Mereka ini kayak dynamic duo, ala Mira Lesmana dan Riri Riza, dengan Prilly berperan sebagai Produser (juga dikenal sebagai Aktris) dan Umay sebagai Sutradara (juga dikenal sebagai Aktor). 

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4


4. Bene Dion Rajagukguk

Bene Dion Rajagukguk dikenal di dunia film sebagai Penulis Skenario, Comedy Consultant dan Sutradara. Salah satu trivia menarik tentang Bene adalah 3 film panjang yang dia direct sejauh ini bervariasi dari segi genre dan PH yang memproduksi, favoritku adalah Ngeri Ngeri Sedap.

Part 1

Part 2


5. Joko Anwar

Joko Anwar adalah Sutradara dengan reputasi tinggi di perfilman tanah air. Selain itu, Joko Anwar juga dikenal sebagai Penulis Skenario yang mempunyai tema beragam di semua karyanya. Peran Joko Anwar lainnya adalah sebagai Aktor dan Produser. Sejauh ini, film buatan Joko Anwar favoritku adalah A Copy of My Mind dan Skenario favoritku dari beliau adalah Arisan!.

Part 1

Part 2

Part 3


6. Mira Lesmana

Mira Lesmana adalah founder dari Miles Films yang telah menelurkan banyak sekali film box office yang dicintai banyak orang seperti Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta?, Laskar Pelangi dll. Mira Lesmana sebagian besar duduk di kursi Produser, tapi juga memiliki kredit sebagai Penulis Skenario.

Part 1

Part 2

Part 3


7. Anggy Umbara

Anggy Umbara adalah sutradara film Indonesia yang punya ciri khas sendiri dalam tiap karyanya. Salah satu karya tersukses Anggy adalah Warkop DKI Jangkrik Boss Part 1 yang pernah menjadi film terlaris di Indonesia sebelum rekornya dipecahkan KKN di Desa Penari tahun 2022 lalu.

Part 1

Part 2

Part 3


8. Adhisty Zara

Personally, aku merasa punya kedekatan sama Zara ini karna film kedua dan ketiganya adalah salah satu alasan aku jadi mengikuti Sinema Indonesia di tahun 2019 lalu. Terutama saat dia berperan sebagai karakter Euis di Keluarga Cemara ya, wah itu bagus banget!! Meski setelah itu, film-film dan seri-seri dia B aja, tapi aku masih tetap memperhitungkan Zara sebagai talenta yang karyanya patut ditunggu.

Part 1

Part 2


9. Awi Suryadi

Awi Suryadi adalah Sutradara Film Terlaris no.2 di Indonesia, KKN di Desa Penari. Awi juga terkenal sebagai salah satu sutradara dengan spesialisasi horor, meski di awal karirnya sebenarnya punya film dengan beragam genre. Salah satu karya beliau yang paling membekas di hatiku yaitu Kisah Tanah Jawa : Pocong Gundul.

Part 1

Part 2


10. Kimo Stamboel

Sutradara, Produser dan Penulis Skenario yang dari awal karir sudah mengkhususkan diri dalam film genre. Mengawali karir menjadi bagian dari duo The Mo Brothers (bersama Timo Tjahjanto) dan menelurkan klasik berupa Rumah Dara, Kimo terus produktif menelurkan karya baik cerita adaptasi maupun orisinal. Karya favoritku dari beliau adalah serial misteri Teluh Darah.

Part 1

Part 2


11. Putri Marino

Arguably, Putri Marino adalah living legend aktris Indonesia. Debutnya fantastis sekali di Posesif, lalu film maupun series lainnya makin mengukuhkan talenta Putri di bidang seni peran itu di atas rata-rata. Beberapa favoritku lainnya dari Putri adalah : Layangan Putus, Gadis Kretek dan One Night Stand. 

Part 1

Part 2

Part 3


12. Laura Basuki

Satu par dengan Putri Marino, ada Laura Basuki yang sudah lebih senior di dunia akting. Berbagai peran telah dia coba, dan favoritku adalah saat dia berperan sebagai Susi Susanti di Susi Susanti : Love For All dan Ino di Nana, film terakhir mengantarkan dia memenangkan Silver Bear di Berlinale.

Part 1

Part 2

Part 3


13. Ody Harahap

Ody Harahap dikenal sebagai Sutradara dengan spesialisasi komedi dan drama. Selain itu, dia juga memiliki kredit sebagai Penulis Skenario. Salah satu film dia yang paling aku suka adalah Orang Kaya Baru The Movie.

Part 1

Part 2


14. Gina S. Noer

Salah satu Penulis Skenario paling berpengaruh di Perfilman Indonesia selama 10 tahunan terakhir. Melakoni debutnya dengan Dua Garis Biru (my all time favorite), Gina S. Noer sekarang juga aktif sebagai Sutradara. Karya-karya Gina lain yang sudah aku tonton dan jadi favoritku antara lain : Posesif, Keluarga Cemara, Like & Share, Kulari Ke Pantai dan Hari Untuk Amanda (wow banyak ya hehe).

Part 1

Part 2


15. Lucky Kuswandi

Lucky Kuswandi mungkin tidak seproduktif itu, tapi sejauh ini beberapa filmnya jadi favoritku banget, antara lain Dear David dan Selamat Pagi, Malam. Tentu saja aku akan selalu menunggu karya-karya beliau ke depannya.

Part 1

Part 2


16. Kamila Andini

Kamila Andini adalah Penulis Skenario dan Sutradara yang konsisten menelurkan karya dengan ciri khas POV perempuan dari berbagai latar dan budaya di negeri ini. Kamila Andini menurutku sangat berjasa mengenalkan Sinema Indonesia Modern ke aku pas aku pertama nonton film pendeknya Sendiri Diana Sendiri. Salah satu keunikan lain dari Kamila adalah latar belakang keluarganya yang film banget yaitu Bapaknya Garin Nugroho dan Suaminya Ifa Isfansyah (just google these two living legends).

Part 1

Part 2


17. Padri Nadeak

Episode pertama dengan narasumber yang bukan sutradara, aktor, penulis skenario maupun produser! Padri Nadeak adalah Sinematografer yang sudah wara-wiri menghasilkan karya di Sinema Indonesia. Beberapa scene notable dari filmografinya adalah long take Dua Garis Biru dan Ngeri-Ngeri Sedap. Oh iya aku mau note juga di episode ini ada ngomongin soal serikat pekerja, menurutku ICS adalah serikat pekerja paling established di industri ini sekarang. 

Part 1

Part 2


18. Abimana Aryasatya

Salah satu Aktor Indonesia yang punya perjalanan panjang di Industri, selain itu juga pernah beberapa kali menjadi Produser. Peran beliau yang paling ikonik menurutku di film Gundala dan Warkop DKI Reborn.

Part 1

Part 2

Part 3


19. Ryan Purwoko

Ryan Purwoko adalah salah satu Editor paling establised di Industri Perfilman Indonesia saat ini. Kalau di Letterboxd, beliau sudah punya kredit di 94 film (wow ga tuh). Selalu suka kalau Ernest ngundang orang teknis gini karna pertanyaan-pertanyaannya fresh banget buat aku yang awam dunia filmmaking.

Part 1

Part 2


20. Syaifullah Praditya

Kali ini aspek filmmaking yang di highlight adalah soal Sound Design, pembahasannya lumayan teknis banget tapi tetap ramah buat pemula. Syaifullah Praditya ini terutama sering banget berkarya bareng Imajinari, filmnya antara lain Ngeri Ngeri Sedap, Agak Laen dan Jatuh Cinta Seperti di Film Film.

Part 1

Part 2


21. Alim Sudio

Alim Sudio menurutku salah satu Penulis Skenario di Indonesia yang paling produktif (dan terjawab deh di episode ini kenapa beliau bisa seproduktif itu). Most of the time sih aku B aja sama film-filmnya dia, mungkin beberapa yang jadi favoritku itu : Kembang Api dan Heartbreak Motel. Fun fact juga selain Penulis Skenario, Alim juga punya kredit sebagai Aktor, Sutradara, Produser dan Production Design.

Part 1

Part 2


22. Monty Tiwa

Keramat masih jadi film horor favoritku sepanjang masa, even though Monty pembuatnya sendiri udah jera bikin horor wkwk. Seringnya Monty mengerjakan film drama komedi, dan aku suka juga kok. Beberapa yang notable : Test Pack, Mendadak Dangdut (Monty menulis film originalnya, dan menyutradai film adaptasinya, and I love both!) & Shy Shy Cat. 

Part 1

Part 2


23. Lele Laila

Penulis Skenario fenomenal Indonesia yang aktif terutama di skena Horor. Aku pribadi sih berharap Lele suatu saat nulis komedi ya karna ternyata di interview ini ybs kocak abiesz. Atau full drama religi oke juga mengingat background keluarganya.

Full


24. Riri Riza

Riri Riza adalah sosok legenda hidup di Perfilman Indonesia. Dia menjadi partner Mira Lesmana dalam membangun Miles Films, punya kredit sebagai Penulis Skenario, Produser dan Sutradara. Karya penyutradaraan beliau yang paling kusuka : Kulari Ke Pantai & Bebas.

Full


25. Oka Antara

Aktor favoritku sepanjang masaaaa. Selain itu menurutku Oka Antara masih menempati tahta nomor 1 manusia terganteng di Indonesia, meski sekarang ada temannya yaitu Emir Mahira hehe. Berdasarkan fakta tersebut, film Oka Antara ini selalu aku nanti. Tapi aku juga punya beberapa judul favorit yaitu : Hari Untuk Amanda (ikonik), Sang Penari (masterpiece), Queen Bee (personal favorite), Aruna & Lidahnya (favorite character!) dan Noktah Merah Perkawinan.

Full


26. Fajar Nugra

Aktor dengan latar belakang stand up comedian, notable perannya menurutku di Kupu-Kupu Kertas sih, di film ini lumayan luntur banget image komedinya si Fajar.

Full


27. Fajar Nugros

Memiliki kredit sebagai Penulis Skenario, Produser dan Sutradara, Fajar Nugros beserta istrinya juga membentuk IDN Pictures bersama group IDN. Aku berterima kasih banget sih sama IDN Pictures karna proyek film - filmnya lumayan memberikan warna yang cukup banyak ke perfilman Indonesia, semoga konsisten trus ya sampai ke depannya. Untuk karya pribadi Nugros sendiri yang lumayan memorable : Srimulat : Hil Yang Mustahal dan Terbang.

Full


28. Madunazka

Salah satu aspek paling bikin penasaran kalau nonton Behind The Scene film itu menurutku soal keberadaan orang-orang yang sibuk megangin Boom, nah Madunazka ini adalah Head of Department para Boomer ini atau title resminya itu Sound Recordist. Sama seperti episode Saifullah Praditya, episode ini juga sangat teknikal.

Full


29. Sulung Landung

Manajer Aktor dengan brand Agensi Avatara88 yang di dalamnya ada nama besar seperti Dion Wiyoko, Julie Estelle, Adinia Wirasti dll. Menarik juga pilihan guest ini karna Ernest sendiri punya agensi sendiri yaitu Hahaha Corp. 

Full


30. Hadrah Daeng Ratu

Dibanding episode lain yang tamunya Sutradara, episode bersama Hadrah Daeng Ratu ini salah satu yang paling less teknikal dan kerasa banget nyambi episode promo hehe. Ya gapapa sih, tapi menurutku harusnya bisa lebih dikulik lagi apalagi mengingat background Hadrah yang udah kesana kemari banget sebelum jadi Sutradara.

Full


31. Aldi Haryopratomo

Kayaknya ini episode favoritku! Lucu banget mengingat sebelum aku nonton video ini aku kan ga tau ya siapa itu Aldi Haryopratomo (unlike episode2 lain yang aku pasti tau siapa orang film itu), dan peran dia juga bisa dibilang harusnya "jauh" dari dunia film karna dia adalah Komisaris Visinema. Tapi menarik di episode ini industri Sinema Indonesia itu diliat sebagai big picture.

Full


32. Dipa Andika

Dipa Andika adalah partner Ernest baik di Hahaha Corp Artist Management maupun di Imajinari. Dipa Andika juga punya kredit sebagai Produser di semua film Imajinari. Btw, satu fakta menarik soal Imajinari adalah tahun 2024 lalu mereka berhasil mengawinkan Film Panjang Terbaik FFI dan Film Terlaris dengan masing-masing filmnya adalah Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dan Agak Laen.

Full

Kamis, 10 April 2025

Kulineran Keliling Kalsel

Berhubung ingin yapping soal libur Lebaran tapi bingung yapping di mana. Maunya yang bisa diliat crush tapi tetap terhindar dari tatapan sinis orang soal hidupku yang B aja ini tapi juga ga mau dilihat sama orang yang ga akrab-akrab banget, aku memutuskan kembali ke Blog. Dari semua socmed yang aku punya, ga ada yang bisa memenuhi semua kriteria di atas juga (wkwk sad), jadi ya yapping di sini bolehlah biar ada jejaknya juga di dunia digital yang fana ini.


Day 1 :

Hari pertama diawali dengan Sholat Idul Fitri trus sempat keliling ke tempat keluarga. Ke rumah Rinda, ke rumah Aya (makan martabak kari), ke rumah Faris (makan Soto Banjar). Berlanjut open house di rumah dan aku makan macam-macam mulai dari Bakso, Buras, Lupis dan aneka kue kering. Malamnya aku nonton Norma di City Centrum, berhubung ada promo buy 1 get 1 dan ada Deby yang lagi liburan di rumah. Happy karna filmnya tidak sejelek yang dibayangkan.


Sebenarnya banyak lagi foto keluarga tapi up ini aja yang ada di HP

Day 2 :

Paginya masih lanjut makan makanan Lebaran. Setelah makan siang, aku antarin Deby ke kantor lamanya buat beres-beres, akunya lanjut buat isi bensin dan cuci motor berhubung besok mau ditinggal lama. Trus sorenya aku dan Deby jalan-jalan ke Big Mall. Keluar masuk store, foto di fotobox. Terakhir ditutup dengan late lunch makan ricebowl. Btw, aku happy banget dapat 1 item masing-masing di Luludi, Jrep dan Uniqlo dan semuanya diskon. Yay!

Teksturnya oke, tapi rasa agak sedikit hambar. Gyozanya enaaak. 

Apapun circlenya, fotobox aktivitasnya wkwk

Day 3 :

Sebelum subuh aku dan Mama Abah berangkat ke Banjar, Deby juga balik dari liburannya. Hari ini jadwalnya jalan terus sampai ke Birayang yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sepagian aku ga terlalu nikmatin jalan karna aku semi mabuk huhu. Pusing banget dan hampirrrr banget muntah. Jam makan siang kami nyampai daerah Kuaro dan aku langsung makan Sate Mix (Ayam & Kambing) di RM Rojo Koyo. Btw, ini tujuan liburan terutama buat kulineran ya, jadi dokumentasi kulinernya sangat lengkap wkwk. Mungkin yang suatu saat mau kulineran di Kalsel bisa cek post ini buat cari referensi.

Alasan aku suka sekali ke Banjar tuh karna di sini bahasa daerahnya masih sangat alive & kicking! Semua mua press release pakai bahasa Banjar, bahkan kalau belanja di mall sekalipun. Di Bandara juga bahasa Banjar jadi bahasa ketiga yang digunakan di pengumuman.

Gunung Halat alias perbatasan Kaltim-Kalsel yang sekarang tampilannya modern, walau please banget toiletnya bau pesing T_T

1 Porsi Sate Mix, dengan kondimen bumbu kacang, cacahan kol dan acar nanas. Yum!

Sekitar jam 5 sore, kami nyampai di Birayang yang udah jauh lebih modern dari yang aku ingat terakhir kali ke sini. Btw, saking lamanya tuh aku bahkan ga ingat tahun berapa terakhir kali aku kesini. Wishlistku di sini sebenarnya mau coba kue2 di Toko Hj Muria dan Sate Uwa Rasak, tapi karna baru H+3 masih pada tutupan huhu. Jadi di Birayang mainly ngumpulan sama keluarga, ziarah ke makam Datu dan sempat jalan kaki bentar habis Subuh sama Mama :D

Walau di rumah Keluarga aja, tapi tetap berpetualang rasa karna keluargaku di sana jago masak!! Makanan andalannya adalah Ayam Pinyit dengan sambalnya yang khas ada daun kemanginya. Segar.

Makam Datu Perempuan dari Abahnya Abah

Day 4 :

Hari kedua kita udah pamitan dari pagi banget karna ngejar mau sarapan di Kandangan. Makan apa? Tentunya makan Katupat di Katupat Kandangan Karindangan :D

Sedih ga dapat telor, tapi ikan haruannya mayan juga lah. Yang jelas kuahnya enak banget gurih

Dari Kandangan, kita jalan terus ke Andhika yang ada di Kabupaten Tapin, ini kampung Abahnya Mama. Malam kedua agendanya masih di tempat keluarga tepatnya di tempat sepupu kedua aku. Aku juga udah ga ingat kapan terakhir kali ke rumah keluarga di Tapin ini, saking lamanya. Kayaknya lebih lama dari terakhir aku ke Birayang deh. Happynya lagi-lagi keluarga di sini juga jago masak. Senang banget dimasakin dari telur bebek masak ceplok sama ikan jelawat goreng. Enak semua!

Ikan Jelawat Goreng, so far kayaknya ini ikan sungai favoritku. Lemaknya minim!

Day 5 :
Pagi-pagi dimulai dengan menemukan makam Datu dari Abahnya Mama di depan rumah sepupuku. Doa bentar, trus kita sempat ke beberapa rumah keluarga. Setelah sarapan kita lanjut perjalanan ke arah Martapura/Banjarbaru (ini kota dempetan jadi disebutnya barengan hehe). Agenda nostalgia di kampung halaman selesai, saatnya nostalgia masa kuliah aku hehe.

Makam Datu Laki dari Abahnya Mama

First thing first kita ke Martapura dulu tepatnya ke daerah Mesjid Agung dan Pasar buat lunch dan Jumatan. Rameee banget bubaran Jumatan di mesjid ini tuh. Trus seperti biasa kalau ke Pasar sini aku wajib belanja, apa aja dah yang penting ada yang dibeli haha #retailtherapy


Favorit ortu

Favorit aku

Lunch hari itu aku makan Sate Banjar dengan kuah sop (sebuah paduan paling enak sedunia huhu). Ini tenant makanannya di bagian pujasera dan yang paling ujung kanan yang dekat orang jualan jengkol, tempatnya persis di bawah pohon besar.

Sisa hari kami habiskan dengan wisata religi ke Sekumpul dan Palampayan. Walau nginap di Banjarbaru, tapi malamnya kami makan di daerah Martapura lagi tepatnya di Soto Anang. Sebenarnya mau coba Soto Arjuna atau Soto Uwah tapi penuh banget malam itu dan kami ga kebagian tempat huhu. Habis makan, kita antar Abah nyari tempat pijat refleksi. Trus karna dapat tempatnya di Panglima Batur yang mana pedestrian favoritku (karna isinya toko baju dan unique eateries dengan trotoar lebar!), maka aku minta Mama buat cabut duluan, tapi sebelumnya jalan kaki dulu ke King Play. Rencana mau cobain burgernya (wishlist dari lama hehe), tapi sayang udah sold out aja. Jadi aku beralih beli minuman kalengannya aja. Setelah itu kita langsung ngojol ke Hotel deh.

Pesanan Mama, Soto Ayam add on Ayam Bapukah

Pesananku : Ayam Bakar + Nasi Sop. Glorious portion and love the taste!

Minuman kaleng yang aku beli di King Play. Porsinya memang besar makanya harganya 35.000, tapi imo kemanisan bingit. Ini tuh almond choco milk.

Day 6 :
Kita sarapan masih di sekitaran Banjarbaru tepatnya di Waroeng Bandjar, ini wishlist Abahku. Tempatnya sangat pewe dan aku suka banget konsepnya yang elevate sajian sarapan tradisional di tempat yang nyaman dan estetik. Terbukti ternyata bisnisnya jalan karna pagi itu rame banget loh sama konsumen keluarga besar. Kayaknya total aku liat ada 3 kai-kai di hari itu (untuk gambar betapa festive kondisi restonya hehe).

Pesanan kami yang pokoknya harus coba beragam menu haha. Kami pesan Nasi Kuning, Pundut, Lontong (semuanya pakai lauk Telur Itik), Lupis, Apam Berenda, Laksa (ga ada di gambar)

Kelar sarapan, kami ngide ke Riam Kanan tepatnya ke tempat wisata Bukit Matang Kelandan. Ternyata ruameeee sekali, sampai dapat parkirnya jauh banget. Karna kita emang mau ngejar lunch di Banjarbaru, jadi setelah kasak kusuk tanya-tanya kita memutuskan buat ke atas bukit PP naik ojek aja wkwk. Sangat tidak PA alias Pecinta Alam yaaa. Turned out selain menghemat waktu, ini juga bikin keseruan tersendiri karna medannya bikin adrenalin terpacu! Seru banget! Pas naik aku sampai ga berani rekam-rekam karna sibuk pegangan. Pas turun setelah menguasai medan baru akhirnya ngerekam, jadi deh ada memori digitalnya dan bikin core memory lagi sama ortu :D

Walau ke atas naik ojek, tapi tetap first thing first di bukit adalah jajan Indomie! :P

My pic didn't do the view justice ya mon maappp. Aslinya kece kok! Trus selain bisa ke Bukit, ada opsi naik kapal juga, mancing, camping. Udaranya juga segar karna ini masih satu area sama Tahura.

Habis berwisata, kita kembali ke Banjarbaru karna mau cobain RM Pondok Garuda! Tentu saja pas nyampe udah rameeee banget dan kita kebagian parkir yang paling jauh.

What we ordered!

Kita pesan beragam menu lagi ya : Patin Bakar (Abah), Ayam Kremes (aku), Ayam Kampung Bakar (Mama), Hintalu Betanak, Terong Santan, Oseng Telur Ikan, Sayur Rebung, Sayur Asam Banjar

Setelah makan siang yang bikin kami kekenyangan mampus, kami balik ke hotel buat istirahat. Ntar keluar lagi pas cari makan malam. Aku sengaja sat set di sore hari biar bisa keluar duluan karna pengen window shopping di toko-toko gemes terdekat. Alhamdulillah sempat ke 2 toko dan beli dompet juga jadinya!
Tokonya

Yang ke tokonya (wkwk)

Ga lama, aku dijemput sama Mama dan Abah dan kita memutuskan buat ke Q Mall. Di sana ya cuma sholat Maghrib dan liat-liat tokonya aja. Oh sama aku beli mainan juga buat hadiah ultah ponakan. Dari Q Mall, kita kembali ke Banjarbaru dan dinner di RM Nasi Itik Tenda Biru yang ada juga cabangnya di Banjarbaru dekat Bundaran. Aku males makan Itik, syukurnya di dekat situ ada Kebablasan, pas juga aku belum pernah coba. Habis makan ya balik lagi deh ke hotel!

Aku pesan Paket Kebab Reguler add on Telur + Es Kopi Susu. Enak!

Nasi Itik, Mama dan Abahku suka

Day 7 :
Mulai hari ini perjalanan otw pulanggg. Tapi pagi-pagi aku masih sempat jalan ke Murjani ngeliat CFD, maunya cari gorengan tapi ga ada orang yang jual gorengan huhu. Malah beli Dimsum Mentai, ga Banjar banget :P

Jam 7an kita dah jalan buat mampir sarapan di Martapura tepatnya di RM Noor Aida. Ini lokasinya di jalan poros Martapura-Binuang dan memang spesialisasinya buat jadi RM persinggahan gitu. Selain sarapan, bisa juga beli oleh-oleh di sini (our family's favorite!)



Setelah itu, kita lanjut jalan lagi untuk kemudian belok dikit ke Margasari. Judulnya, tiba-tiba naik klotok!

En route ke kampung orang

Kami buru-buru ke tujuan selanjutnya yaitu lunch di Kandangan tepatnya di Pondok Prasmanan Adya. Di sini menunya buanyakkk banget dan super lengkap, selain ada makanan berat juga ada dessert tradisional macam Lempeng, Kolak dan Rujak Buah.

Aku pesan Ayam Bakar aja, porsinya gokillll. Kalau ga salah ini harganya 35.000 segede ini.

Akhirnya Mamaku dapat wishlistnya yaitu Ikan Papuyu Bakar + Cacapan

Kelar dari kekenyangan di Kandangan, kita otw lagi menuju Amuntai. Singgah di Amuntai ini harusnya mencari Sate Itik / Itik Tanpa Tulang (karna khas dari daerah itu), sayangnya end up sama Sate Ayam karna malam Senin itu Amuntai sepi bangatttt. Ada sih warung-warung yang menjual Itik Tanpa Tulang, tapi tampak gelap dan parkirnya susah, jadi kami pilih Sate Masni aja yang paling ujung. Harusnya ada Sate Itik, tapi kata acilnya sekarang Itik juga susah dicarinya (nah loh).

Makan Sate di Banjar wajib add on Sup Ayam, nyaman banarrr. Tekstur bumbunya halus dan rasanya sangat manis.

Dua kali beli es krim ini sepanjang perjalanan

Day 8 :
Oke kali ini beneran pulang! Sebelum Subuh kami dah check out di Penginapan di Amuntai. Tujuan pertama ke Tanjung dulu buat sarapan di Nasi Kuning & Lontong Sayur Warung Mama Akbar. Setelah itu, kita langsung cusss pulang menuju Kaltim. Ngelewatin Jembatan Pulau Balang, trus masuk Tol Balsam di Karang Joang, exit di Simpang Pasir Palaran. Udah deh liburannya selesai, besoknya langsung ngantor :(



Makan Mie Rebus di Perbatasan masih ada Telur Itik yay!

Jarang-jarang ada makanan Samarinda yang berhasil diekspor yaitu Kerupuk Mihun + Bakwan Sambal Petis!

Di Warung Mama Akbar, naskunnya enak, bumbu habangnya manisss. Lontong sayurnya juga enak, manisss.