Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2025

Review Bioskop di Jakarta

Update per tanggal 14 September 2026.

Lagi - lagi bikin direktori buat diri sendiri, sudah sejauh mana hobi menonton ini membawa aku berkelana di Ibu Kota ^^

1. Hollywood XXI

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Widya Chandra Telkomsel

Harga saat weekend : 35k

Kelebihannya tentu saja, bioskop ini relatively paling dekat dari tempatku. Aksesnya bisa naik TJ tanpa transit, trus jalurnya juga BRT dan kalau weekend sepi. Dua kelebihan lainnya yang bikin bioskop ini jadi lebih lebih superior adalah harganya yang termurah sekota dan karna kompleksnya ga nempel mall jadi walking distancenya minimal. Tapi perihal ga nempel mall ini jadi kekurangan juga karna opsi jajannya kurang (kadang bisa jadi kelebihan sih, karna bisa ngehemat). Selain itu, mushollanya jele huhu. Tapi dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Hollywood ini masih jadi top of mind aku kalau mau nonton

2. Lippo Mall Nusantara Cinepolis (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Semanggi

Harga saat weekend : 25k-50k, ini ga tau dah hitungannya gimana, harganya bisa bervariasi gini

Secara jarak, cuma satu halte lebih jauh dari Hollywood. Walau di dalam mall, tapi walking distancenya ga terlalu banyak karna ada akses lift, trus haltenya juga persis di depan bangunan mall. Meski harus diakui ini mall besar ya, jadi agak lieur juga kalau buru-buru.

3. Agora Mall XXI (Lt. 3)

Akses transum dari Halte Cikoko : Naik 9/9A/9C, turun di Pancoran/Simpang Kuningan. Transit naik 9D, turun di Tosari 2. Rute ini yang paling dikit jalan kakinya, walau bisa juga pakai alternatif transum lain.

Harga saat weekend : 65k (IMAX)

Walking distancenya jauhhhh, jadi harus spare time kalau mau nonton di sini. Aku masuk dari Halte Tosari 2 ya, jauh pokoknya masuk ke kompleks mallnya. Trus nanti bisa naik eskalator (cuma naik 2 lantai dan jalurnya ga ribet). Pilihan tenant makannya ga banyak tapi menarik dan classy. Dari hasil riset kecil-kecilan aku, IMAX Agora ini emang paling dekat dan paling murah, jadi kalau mau nonton IMAX lagi emang most likely di sini sih huhu.

4. Bassura XXI (Lt. 2)

Akses transum dari Halte Cikoko : Ada TJ, tapi tetap harus transit Jaklinko. Btw, daerah Bassura ini ga ramah pejalan kaki jadi mending dari awal naik Ojol aja dah.

Harga saat weekend : 50k

Sekali ngide kesini karna ngejar Cinema Visit wkwk. Jujur langsung trauma sih karna tidak ramah transum huhu. Harganya pun B aja, walking distance juga lumayan. Musholla lumayan ok sih, tapi ya harusnya bisa lebih baik lagi.

5. Blok M Square XXI (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9A/9C/dkk, transit di Pancoran, P11. Selain rute ini juga ada beberapa opsi lain karna Blok M mah akses transumnya surgaaaa. Untuk ke Blok M Square sendiri prefer TJ daripada MRT, karna walking distance lebih singkat.

Harga saat weekend : 50k

Tempat apapun di Blok M ga worry soal akses transum dan pilihan konsumsi lah ya ^^ kekurangannya mungkin di walking distance yang lumayan karna ini bioskopnya ada di Lt. 5. Ada sih akses lift, tapi kalau weekend kan Blok M rame banget ya, peer juga. Pas lagi santai sih seru sekali karna pilihan tenant di sini sangat beragam dan pembagiannya lumayan rapi jadi kita sebagai pengunjung ga bingung.

6. Blok M Plaza XXI (Lt. 6)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9C, turun di Bundaran Senayan. Lanjut MRT. Ini udah rute terbaik karna walking distance-nya paling minimal.

Harga saat weekend : 60k

Sedikit lebih mahal dari Blok M Square karna mall-nya juga emang lebih bagusan dikit ^^ Tapi ya permasalahannya sama ya, walking distancenya mayan, dan akses lift walau ada tapi orangnya juga bejibun.

7. Epicentrum XXI 

Akses transum dari Halte Cikoko : Bisa naik LRT ataupun TJ (transit) dan turun di Rasuna Said. Dari situ masih jalan kaki 800 m sih, tapi trotoarnya lebar, suasananya rindang dan ramai

Harga saat weekend : 40k

Kata orang-orang bioskop ini punya sound terbagus di Jakarta, dan meski aku udah coba aku ngerasa B aja (emang aku yang ga ahli haha). Yang aku suka bangunan bioskop ini terpisah dari mall utama dan dia di lantai ground jadi aksesnya mudah. Mallnya sendiri walau kecil tapi lumayan lengkap, tenant makanan beragam dan terjangkau. Musholla juga ok.

8. Kalibata City Square Cinepolis

Akses transum dari Halte Cikoko : Naik Jaklinko 43B dari Stasiun Cawang ke Bus Stop di depan Kalibata City Square. 

Harga saat weekend : 50k

Walking distancenya juaraaaa, aku suka aku suka. Trus karna aksesnya Jaklinko kan jadi gratis yaa, meski musti sabar sabar sama driver Jaklinko yang nginjak gas kayak ga ada hari esok. Pilihan tenant makanan sangat ramah buat rakyat jelita. Tenant non makanan juga lengkap dan beragam, trus mallnya kicik jadi semua tempat tuh kayak cuma beberapa langkah aja gitu. Studionya juga kicik.

9. PGC XXI (Lt. A/7)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9A, turun di halte Cililitan. Ada juga opsi turun di halte dalam mall, tapi TJnya transit (lupa TJ no berapa)

Harga saat weekend : 45k

Akses transumnya ok sekali. Selain terjangkau via TJ, bisa juga naik Jaklinko dari Cikoko. Tapi yang Jaklinko aku belum pernah coba ya jadi belum bisa kasih review. Kalau turun di halte dalam mall tuh enak, langsung ada akses lift (wajib naik lift karna bioskopnya di Lt 7 wkwk). Kalau ga dari situ kayaknya bakal bingung sih karna PGC ini padat ya, dan walking distancenya jadinya bakal jauh huhu. Btw, ini bioskopnya di area rooftop jadi bisa dibilang dia misah gitu dari bagian mall. Di sekitarnya ada Indomaret dan Alfamart. Peer kalau nonton malam kali ya, pas serentak orang-orang pulang karna aksesnya harus naik lift dan liftnya terbatas. 

10. Senayan City XXI (Lt. 5)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9C, turun di halte Bundaran Senayan

Harga saat weekend : 65k

Walking distancenya masih bearable lah meski haltenya ga persis depan mall banget, jalan kaki kurang dari 500 m. Ada nyebrang juga, tapi ada zebra cross dan traffic light buat pejalan kaki. Karna jalan kaki ke sini aku jadi nemuin Warung Sate di seberang mallnya :D Ini salah satu mall termewah yang aku datangin, tapi pilihan tenantnya tetap ada yang rakyat jelita friendly kok. Btw, kalau ga mau masuk mall, dia juga ada akses lift di teras mall yang langsung ke lantai bioskop.

11. Senayan Park Cinepolis (Lt. M)

Akses transum dari Halte Cikoko : 9/9C/9A, turun di halte Gerbang Pemuda. Transit 1B/1F, turun di halte Palmerah. Transit 1B/1F, turun di halte Taman Ria.  

Harga saat weekend : 50k

Walking distance so so lah ya, walau Halte Taman Ria persis di depan Spark, tapi untuk ke bioskop harus masuk mall dan naik lift lagi. Trus ada 2 jenis Cinepolisnya ya, kalau VIP itu lebih premium dan pastinya lebih mahal. Aku suka di sini karna pilihan tenantnya beragam. Paling salah satu kekurangan fatalnya adalah di Palmerah itu TJnya suka ngetem huhu. Jadi kalau mau nonton di sini musti spare waktu, karna ngetemnya ini ga bisa diprediksi berapa lama.

***

Wow ga nyangka 3 bulanan di sini ternyata udah ke 11 bioskop!!! Haha. Tentu aja faktor utamanya karna aku suka nonton film Indonesia ya, dan layar film Indonesia tuh lumayan nyebar huhu. Maunya sih selalu nonton di Hollywood aja tapi apa daya. Tapi overall, dari list ini aku sadar tiket bioskop di Jakarta mah murah murah yaaa kalau dibandingkan sama daerah asalku di Samarinda. Let's see 3 bulan dari sekarang apakah akan bikin list lagi dengan bioskop-bioskop baru lagi hehe. Kalau kalian, bioskop andalan buat nonton di Jakarta apa? Let me know!

Kamis, 10 April 2025

Kulineran Keliling Kalsel

Berhubung ingin yapping soal libur Lebaran tapi bingung yapping di mana. Maunya yang bisa diliat crush tapi tetap terhindar dari tatapan sinis orang soal hidupku yang B aja ini tapi juga ga mau dilihat sama orang yang ga akrab-akrab banget, aku memutuskan kembali ke Blog. Dari semua socmed yang aku punya, ga ada yang bisa memenuhi semua kriteria di atas juga (wkwk sad), jadi ya yapping di sini bolehlah biar ada jejaknya juga di dunia digital yang fana ini.


Day 1 :

Hari pertama diawali dengan Sholat Idul Fitri trus sempat keliling ke tempat keluarga. Ke rumah Rinda, ke rumah Aya (makan martabak kari), ke rumah Faris (makan Soto Banjar). Berlanjut open house di rumah dan aku makan macam-macam mulai dari Bakso, Buras, Lupis dan aneka kue kering. Malamnya aku nonton Norma di City Centrum, berhubung ada promo buy 1 get 1 dan ada Deby yang lagi liburan di rumah. Happy karna filmnya tidak sejelek yang dibayangkan.


Sebenarnya banyak lagi foto keluarga tapi up ini aja yang ada di HP

Day 2 :

Paginya masih lanjut makan makanan Lebaran. Setelah makan siang, aku antarin Deby ke kantor lamanya buat beres-beres, akunya lanjut buat isi bensin dan cuci motor berhubung besok mau ditinggal lama. Trus sorenya aku dan Deby jalan-jalan ke Big Mall. Keluar masuk store, foto di fotobox. Terakhir ditutup dengan late lunch makan ricebowl. Btw, aku happy banget dapat 1 item masing-masing di Luludi, Jrep dan Uniqlo dan semuanya diskon. Yay!

Teksturnya oke, tapi rasa agak sedikit hambar. Gyozanya enaaak. 

Apapun circlenya, fotobox aktivitasnya wkwk

Day 3 :

Sebelum subuh aku dan Mama Abah berangkat ke Banjar, Deby juga balik dari liburannya. Hari ini jadwalnya jalan terus sampai ke Birayang yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sepagian aku ga terlalu nikmatin jalan karna aku semi mabuk huhu. Pusing banget dan hampirrrr banget muntah. Jam makan siang kami nyampai daerah Kuaro dan aku langsung makan Sate Mix (Ayam & Kambing) di RM Rojo Koyo. Btw, ini tujuan liburan terutama buat kulineran ya, jadi dokumentasi kulinernya sangat lengkap wkwk. Mungkin yang suatu saat mau kulineran di Kalsel bisa cek post ini buat cari referensi.

Alasan aku suka sekali ke Banjar tuh karna di sini bahasa daerahnya masih sangat alive & kicking! Semua mua press release pakai bahasa Banjar, bahkan kalau belanja di mall sekalipun. Di Bandara juga bahasa Banjar jadi bahasa ketiga yang digunakan di pengumuman.

Gunung Halat alias perbatasan Kaltim-Kalsel yang sekarang tampilannya modern, walau please banget toiletnya bau pesing T_T

1 Porsi Sate Mix, dengan kondimen bumbu kacang, cacahan kol dan acar nanas. Yum!

Sekitar jam 5 sore, kami nyampai di Birayang yang udah jauh lebih modern dari yang aku ingat terakhir kali ke sini. Btw, saking lamanya tuh aku bahkan ga ingat tahun berapa terakhir kali aku kesini. Wishlistku di sini sebenarnya mau coba kue2 di Toko Hj Muria dan Sate Uwa Rasak, tapi karna baru H+3 masih pada tutupan huhu. Jadi di Birayang mainly ngumpulan sama keluarga, ziarah ke makam Datu dan sempat jalan kaki bentar habis Subuh sama Mama :D

Walau di rumah Keluarga aja, tapi tetap berpetualang rasa karna keluargaku di sana jago masak!! Makanan andalannya adalah Ayam Pinyit dengan sambalnya yang khas ada daun kemanginya. Segar.

Makam Datu Perempuan dari Abahnya Abah

Day 4 :

Hari kedua kita udah pamitan dari pagi banget karna ngejar mau sarapan di Kandangan. Makan apa? Tentunya makan Katupat di Katupat Kandangan Karindangan :D

Sedih ga dapat telor, tapi ikan haruannya mayan juga lah. Yang jelas kuahnya enak banget gurih

Dari Kandangan, kita jalan terus ke Andhika yang ada di Kabupaten Tapin, ini kampung Abahnya Mama. Malam kedua agendanya masih di tempat keluarga tepatnya di tempat sepupu kedua aku. Aku juga udah ga ingat kapan terakhir kali ke rumah keluarga di Tapin ini, saking lamanya. Kayaknya lebih lama dari terakhir aku ke Birayang deh. Happynya lagi-lagi keluarga di sini juga jago masak. Senang banget dimasakin dari telur bebek masak ceplok sama ikan jelawat goreng. Enak semua!

Ikan Jelawat Goreng, so far kayaknya ini ikan sungai favoritku. Lemaknya minim!

Day 5 :
Pagi-pagi dimulai dengan menemukan makam Datu dari Abahnya Mama di depan rumah sepupuku. Doa bentar, trus kita sempat ke beberapa rumah keluarga. Setelah sarapan kita lanjut perjalanan ke arah Martapura/Banjarbaru (ini kota dempetan jadi disebutnya barengan hehe). Agenda nostalgia di kampung halaman selesai, saatnya nostalgia masa kuliah aku hehe.

Makam Datu Laki dari Abahnya Mama

First thing first kita ke Martapura dulu tepatnya ke daerah Mesjid Agung dan Pasar buat lunch dan Jumatan. Rameee banget bubaran Jumatan di mesjid ini tuh. Trus seperti biasa kalau ke Pasar sini aku wajib belanja, apa aja dah yang penting ada yang dibeli haha #retailtherapy


Favorit ortu

Favorit aku

Lunch hari itu aku makan Sate Banjar dengan kuah sop (sebuah paduan paling enak sedunia huhu). Ini tenant makanannya di bagian pujasera dan yang paling ujung kanan yang dekat orang jualan jengkol, tempatnya persis di bawah pohon besar.

Sisa hari kami habiskan dengan wisata religi ke Sekumpul dan Palampayan. Walau nginap di Banjarbaru, tapi malamnya kami makan di daerah Martapura lagi tepatnya di Soto Anang. Sebenarnya mau coba Soto Arjuna atau Soto Uwah tapi penuh banget malam itu dan kami ga kebagian tempat huhu. Habis makan, kita antar Abah nyari tempat pijat refleksi. Trus karna dapat tempatnya di Panglima Batur yang mana pedestrian favoritku (karna isinya toko baju dan unique eateries dengan trotoar lebar!), maka aku minta Mama buat cabut duluan, tapi sebelumnya jalan kaki dulu ke King Play. Rencana mau cobain burgernya (wishlist dari lama hehe), tapi sayang udah sold out aja. Jadi aku beralih beli minuman kalengannya aja. Setelah itu kita langsung ngojol ke Hotel deh.

Pesanan Mama, Soto Ayam add on Ayam Bapukah

Pesananku : Ayam Bakar + Nasi Sop. Glorious portion and love the taste!

Minuman kaleng yang aku beli di King Play. Porsinya memang besar makanya harganya 35.000, tapi imo kemanisan bingit. Ini tuh almond choco milk.

Day 6 :
Kita sarapan masih di sekitaran Banjarbaru tepatnya di Waroeng Bandjar, ini wishlist Abahku. Tempatnya sangat pewe dan aku suka banget konsepnya yang elevate sajian sarapan tradisional di tempat yang nyaman dan estetik. Terbukti ternyata bisnisnya jalan karna pagi itu rame banget loh sama konsumen keluarga besar. Kayaknya total aku liat ada 3 kai-kai di hari itu (untuk gambar betapa festive kondisi restonya hehe).

Pesanan kami yang pokoknya harus coba beragam menu haha. Kami pesan Nasi Kuning, Pundut, Lontong (semuanya pakai lauk Telur Itik), Lupis, Apam Berenda, Laksa (ga ada di gambar)

Kelar sarapan, kami ngide ke Riam Kanan tepatnya ke tempat wisata Bukit Matang Kelandan. Ternyata ruameeee sekali, sampai dapat parkirnya jauh banget. Karna kita emang mau ngejar lunch di Banjarbaru, jadi setelah kasak kusuk tanya-tanya kita memutuskan buat ke atas bukit PP naik ojek aja wkwk. Sangat tidak PA alias Pecinta Alam yaaa. Turned out selain menghemat waktu, ini juga bikin keseruan tersendiri karna medannya bikin adrenalin terpacu! Seru banget! Pas naik aku sampai ga berani rekam-rekam karna sibuk pegangan. Pas turun setelah menguasai medan baru akhirnya ngerekam, jadi deh ada memori digitalnya dan bikin core memory lagi sama ortu :D

Walau ke atas naik ojek, tapi tetap first thing first di bukit adalah jajan Indomie! :P

My pic didn't do the view justice ya mon maappp. Aslinya kece kok! Trus selain bisa ke Bukit, ada opsi naik kapal juga, mancing, camping. Udaranya juga segar karna ini masih satu area sama Tahura.

Habis berwisata, kita kembali ke Banjarbaru karna mau cobain RM Pondok Garuda! Tentu saja pas nyampe udah rameeee banget dan kita kebagian parkir yang paling jauh.

What we ordered!

Kita pesan beragam menu lagi ya : Patin Bakar (Abah), Ayam Kremes (aku), Ayam Kampung Bakar (Mama), Hintalu Betanak, Terong Santan, Oseng Telur Ikan, Sayur Rebung, Sayur Asam Banjar

Setelah makan siang yang bikin kami kekenyangan mampus, kami balik ke hotel buat istirahat. Ntar keluar lagi pas cari makan malam. Aku sengaja sat set di sore hari biar bisa keluar duluan karna pengen window shopping di toko-toko gemes terdekat. Alhamdulillah sempat ke 2 toko dan beli dompet juga jadinya!
Tokonya

Yang ke tokonya (wkwk)

Ga lama, aku dijemput sama Mama dan Abah dan kita memutuskan buat ke Q Mall. Di sana ya cuma sholat Maghrib dan liat-liat tokonya aja. Oh sama aku beli mainan juga buat hadiah ultah ponakan. Dari Q Mall, kita kembali ke Banjarbaru dan dinner di RM Nasi Itik Tenda Biru yang ada juga cabangnya di Banjarbaru dekat Bundaran. Aku males makan Itik, syukurnya di dekat situ ada Kebablasan, pas juga aku belum pernah coba. Habis makan ya balik lagi deh ke hotel!

Aku pesan Paket Kebab Reguler add on Telur + Es Kopi Susu. Enak!

Nasi Itik, Mama dan Abahku suka

Day 7 :
Mulai hari ini perjalanan otw pulanggg. Tapi pagi-pagi aku masih sempat jalan ke Murjani ngeliat CFD, maunya cari gorengan tapi ga ada orang yang jual gorengan huhu. Malah beli Dimsum Mentai, ga Banjar banget :P

Jam 7an kita dah jalan buat mampir sarapan di Martapura tepatnya di RM Noor Aida. Ini lokasinya di jalan poros Martapura-Binuang dan memang spesialisasinya buat jadi RM persinggahan gitu. Selain sarapan, bisa juga beli oleh-oleh di sini (our family's favorite!)



Setelah itu, kita lanjut jalan lagi untuk kemudian belok dikit ke Margasari. Judulnya, tiba-tiba naik klotok!

En route ke kampung orang

Kami buru-buru ke tujuan selanjutnya yaitu lunch di Kandangan tepatnya di Pondok Prasmanan Adya. Di sini menunya buanyakkk banget dan super lengkap, selain ada makanan berat juga ada dessert tradisional macam Lempeng, Kolak dan Rujak Buah.

Aku pesan Ayam Bakar aja, porsinya gokillll. Kalau ga salah ini harganya 35.000 segede ini.

Akhirnya Mamaku dapat wishlistnya yaitu Ikan Papuyu Bakar + Cacapan

Kelar dari kekenyangan di Kandangan, kita otw lagi menuju Amuntai. Singgah di Amuntai ini harusnya mencari Sate Itik / Itik Tanpa Tulang (karna khas dari daerah itu), sayangnya end up sama Sate Ayam karna malam Senin itu Amuntai sepi bangatttt. Ada sih warung-warung yang menjual Itik Tanpa Tulang, tapi tampak gelap dan parkirnya susah, jadi kami pilih Sate Masni aja yang paling ujung. Harusnya ada Sate Itik, tapi kata acilnya sekarang Itik juga susah dicarinya (nah loh).

Makan Sate di Banjar wajib add on Sup Ayam, nyaman banarrr. Tekstur bumbunya halus dan rasanya sangat manis.

Dua kali beli es krim ini sepanjang perjalanan

Day 8 :
Oke kali ini beneran pulang! Sebelum Subuh kami dah check out di Penginapan di Amuntai. Tujuan pertama ke Tanjung dulu buat sarapan di Nasi Kuning & Lontong Sayur Warung Mama Akbar. Setelah itu, kita langsung cusss pulang menuju Kaltim. Ngelewatin Jembatan Pulau Balang, trus masuk Tol Balsam di Karang Joang, exit di Simpang Pasir Palaran. Udah deh liburannya selesai, besoknya langsung ngantor :(



Makan Mie Rebus di Perbatasan masih ada Telur Itik yay!

Jarang-jarang ada makanan Samarinda yang berhasil diekspor yaitu Kerupuk Mihun + Bakwan Sambal Petis!

Di Warung Mama Akbar, naskunnya enak, bumbu habangnya manisss. Lontong sayurnya juga enak, manisss.


Jumat, 02 September 2022

Hari Sampis

Mungkin karna faktor U atau memang aku anaknya segampang itu bosan sama rutinitas, kalau liburan sendiri tuh aku pasti punya hari sampis. Alias hari di mana aku bakal buang semua rutinitas dan keriaan, trus mleyot aja gitu mengabaikan itin yang sudah rapi dibuat berbulan bulan sebelumnya. Berhubung kegiatan ini solo juga ya jadi ga bakal ada yang protes maka hari sampis ini pun terasa sah-sah saja hehe.

Dari pagi udah kecentilan ga jelas gonta ganti baju, pertanda hari sampis akan dimulai wkwk

Berhubung kemarin sudah sukses naik Transjakarta, maka hari ini rencananya aku bakal pakai mode transportasi ini lagi buat jalan jalan. Yang di kemudian jam aku bakal menyesalinya :P

Jadi ya udah tuh jalan kaki lagi kita setengah kilo ke Halte Sarinah. Celingak celinguk liatin mba dan mas SCBD, siapa tau ada yang ganteng hehe. Tujuan pertama hari itu adalah ke Galeri Nasional. Masih konsisten ya kakak, dengan persona mba mba gemes pecinta seni :P Dan masih konsisten juga mengandalkan paduan Google Maps dan mass transportation, yang mana ternyata ke Galnas ini rutenya ribet *emot sedih* Sungguh deh jadi pelajaran kalau di negeri ini musti super cermat kalau mau mengandalkan transportasi umum karna sarana dan prasarana masih terbatas.

Setelah naik turun TJ dan bahkan sempat nunggu agak lama di halte Menteng (sumpah ini sedih banget), akhirnya nyampe Galnas juga. Saat itu hari udah lumayan terik. Dan terus ternyata Galnas tutup. Lahhhh sediiii. Kata Bapak Satpam tutup sehari aja karna ada maintenance listrik, besok buka lagi. Tapi langsung buyar deh mood buat jalan hari itu. Dan entah kenapa ga kepikiran ganti plan ke Museum Macan (another heaven for art enthusiast like meee), tapi malah ke.. Pasar Santa! Wkwk.

Random, tapi aku dah sering dengar soal Pasar ini dari beberapa tahun yang lalu. Sayangnya aku kurang riset dan layaknya manusia Smd, nampaknya orang Jkt tuh bosenan juga ya karna pada waktu itu Santa udah lumayan sepiiii. Ketika aku datang tuh dah waktu makan alias siang bolong (blunder, karna setelah aku baca-baca lagi kebanyakan toko di Santa bukanya dari sore. Dan tidak setiap hari). Aku ada keliling 5 kali tapi ga tau mau makan apa dan mau ngapain, ujung ujungnya aku makan di nasi pecel gitu. Syukurnya enakkk. Trus lanjut beli es kopi di kedai sebelahnya. Habis makan aku keliling di lantai bawah dan berujung beli pernak pernik buat bikin fan letter ke sesama IC. Tuh kan sampis, hehe, hambur-hambur uang dengan alasan receh dan ga ada di rencana awal!

Selanjutnya aku balik ke hotel karna ngantukkk. Wkwk. Btw, pp di Pasar Santa itu aku naik Gojek ya karna dah ga sanggup transit transit TJ. Walaupun duh, abang abang gojek di Jakarta ini kenapa ugal ugalan sekaliii. Padahal aku dah bilang aku ga buru-buru tapi tetap diajakin motornya naik trotoar pas putar balik O.O

Hari sampis basically tuh ya leyeh leyeh aja di kasur, scrolling timeline Twitter dan makan minum enak.

Jadi habis tidur siang aku gofood minuman terenak di dunia yang kini sudah punah dari peradaban :'(

Sambil nunggu di lobi, liat koleksi buku hostelnya. Lah temanya menarik ya sist

Malamnya kita Gofood makanan yang ga ada di Samarinda hehe. Untungnya sesuai selera ^^

Akhirnya hari sampis berakhir juga :P

Cerita hari 1 : sini, hari 2 : sini, hari 3 : sini.

Kamis, 12 Mei 2022

Ramadhan dan Lebaran

Pertama - tama, perkenankan aku mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri semuanyaaaa. Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman pembaca...

Seperti judulnya, aku mau bikin post yang bentuknya seperti photo essay untuk kapsul memori bagaimana aku menghabiskan bulan Ramadhan dan Lebaran di tahun 2022 ini. Ya secara garis besarnya lah ya. Mari langsung kita mulai!

Let's start with how I looked like a day before the holy month started :P

Ini kalau ga salah buka puasa hari pertama. Mamaku waktu itu buat Gorengan Platter gini yang jauhhh lebih keren dari gorengan platter kafe manapun. Semuanya enak *nangis

Fradita punya 1001 wishlist tempat makan dan GQ ini selalu jadi top list karna menunya banyak hihi. Senang banget Ramadhan kemarin ada promo diskon 25% jadi bisa traktir orang rumah makan fancy. Yang jadi star of the day tuh Truffle Pasta & Iced Popcorn Caramel Latte :9 btw, ini muka kita ga sengaja masuk jadi kontennya mereka hehe.

Nah kalau ini bukber sama si Debong, alias teman jalan dan foya-foya aku di hari biasa. Bulan Ramadhan kemarin kita beberapa kali buka di luar (ya, masih dalam rangka ngejar checklist tempat makan aku haha). Ini foto di Premium Palate yg instagrammable, star of the day sih Oriental Noodle, kopi rum dan chouxnya! Kenangan malam itu kita juga kebanjiran yang buat Deby harus nginap di rumahku dan kita malah jadi curhat2an sampai tidur jam 1 wkwk, padahal besoknya kita kerja :P

Awww sebulanan kemarin juga aku dibikin bahagia banget sama series Pachinko ini, terutama 3 episode pertama yang menurutku perfection after perfection. Dari segi akting, storytelling, pacing, production design, semuanya perfect monangesss. Pokoknya sebisa mungkin nonton 8 episodenya ya teman-teman, please ini tuh bagus banget T_T

Sama Sparkle gengsss, banyak yang berhalangan (including you, Dila, kalau baca ini wkwk). Senang banget catching up with my brightest gals, gosipin satu Samarinda. Cobain tempat baru pula ya kan di Meat Love. Trus habis itu aku jalan sama Elsa juga ke Gramed (duh tipikal waktu SMA kan kalau ke mall ya ke gramed :')) dan aku beli buku Ika Natassa terbaru, yang syukurnya, aku suka. Waktu itu jalan Minggu malam tapi ga berasa cape menyambut Seninnya.

Ini bukber keluarga disponsori pengantin baru yang adalah adikku sendiriiii. Asik AYCE. Tempatnya instagrammable juga. Highlightnya pas aku sholat maghrib karna ternyata musholla di Mesra tuh jauh dan oldies banget, walau jujur cantik :') Tapi serem, beneran :')

Buka bersama teman-teman kantor (sekali-kali ya spill kerja di mana hehe)

Nah kalau ini bukber sama teman-teman Damai yang diniatin di weekdays. Tentu saja aku bukanya pakai Starbucks dulu, sholat maghrib dulu, baru late dinner sama mereka di Solaria.

Senang sekali Ramadhan tahun ini berkesempatan coba ganja dan bumbu hitam ini di saat bersamaan. Endeus benerrr, pantes warungnya ramai. Murah pula dan nunggunya ga terlalu lama. Ini lokasinya di Cendana ya namanya Ayam Bebek Ganja Bumbu Hitam Bang Zack.

Nyobain Ganja itu sama sepupu aku, pasanganku nontonin film horor hehe. Pokoknya kalau ada film horor high profile aku pasti langsung ngajakin Faza ini. Coba tebak kita nonton apa?? Yap betul KKN di Desa Penari!! Hari pertama karna kebetulan waktu itu dah libur dari kantor jadi bisa nonton siang, dilanjut nonton Gara-Gara Warisan setelahnya. Nyoba bioskop baru juga di Mall City Centrum. Seru banget lah hari itu, nonton film2 bagus, foto2 di mall instagrammable dan ditutup buka puasa di tempat makan yang baru dan okeeee.

Nah ini wishlist nomor satu aku tahun ini. Alhamdulillah banget sama Tuhan dikabulin makan di sini. Mostly makanannya B aja sih, tapi takjub sama variannya karna banya bangettt. Favorit aku mihunnya, sushi yang pakai grilled chicken, siomay sama kolaknya. Lapis surabaya juga enak tapi perut dah begah banget pas makan ini :')

Another sepupuan time!! Kali ini dari pihak Abah aku, dan dadakan banget, habis buka diajakin, 15 kemudian langsung dah di jalan haha. Jalan sama Dia, Eva (yang lagi mudik dari Solo) dan Aya. Seru banget keliling Big Mall window shopping dan ditutup minum Teh 2 Daun andalan hehe.

My mom's prideeee. Aku gabung karna aku mau ambil yang aku suka-suka aja hehe. Buras dengan serundeng daging, dicampur dengan bakso dan tahu bakso. So yum,,, you gotta try it for yourself~

Liburan dalam rangka cuti bersama yang sangat panjang~ H+2 kita ke Batulicin via Tana Grogot. Kuliner sih B aja, tapi pemandangannya luv ya (suka aku tuh pantai2 di Pagatan dan Kotabaru!) dan jadi bisa icip icip hotel yang sekarang udah beragam banget di sana. 

Kalau foto sebelumnya di Batulicin, ini di Kotabaru, tepatnya di Siring Laut Kotabaru. Equal sama Tepian Mahakam tapi imo lebih inklusif (which is good!).

Foto ini diambil karna gemes sama barang-barang di minimarket lokal Kotabaru. Definisi bahagia itu sederhana ala aku. Akhir kata, semoga mentalitas ini bisa tetap lestari yaa.

Jauh kota di Irian Jaya,
Indah sungguh cendrawasih.
Cukup sekian dari saya,
Untuk perhatiannya, terimakasih.