Sabtu, 25 April 2026

Hal-Hal yang Dipelajari Saat Sendiri

Tepatnya jalan sendiri alias solo trip.

Btw, aku pernah cerita di sini, kalau tahun 2018 aku perdana solo trip dengan agenda utama nonton Konser Winner. Tentunya trip di-stretch jadi seminggu karna aku aji mumpung kesana kemari mencoret wishlist di ibukota hehe. Tahun 2022, empat tahun kemudian dari trip pertama, aku kembali solo trip. Kali ini tujuannya ke Jogjakarta dengan agenda utama JAFF17. Lagi-lagi trip dijadikan seminggu.

Dan percaya ga percaya, aku yang seumur hidup biasa sendirian, kalau solo trip gini ada sepi dan sedihnya juga lohhhh. Haha. Bahkan di tengah keramaian, ya terutama di tengah keramaian.

Hari-hari pertama solo trip tentu euforia yaa. Berada di Bandara, naik pesawat sendiri tuh sangat therapeutic buat aku. Aku berasa wow AKU BISA & AKU SUKA!! Kalau di keluarga kan aku passenger princess ya yang apa apa dah disediakan, trus kalau trip sama teman tuh aku people pleaser banget alias ga punya opini alias terima aja sama semua keputusan bersama. Jadi dengan jalan-jalan sendiri aku bisa atur pace, aku bisa memenangkan preferensi aku dari yang mainstream sampai yang paling unik dan nyeleneh sekalipun. Ini jeleknya aku sih, kalau debat itu selalu mikirnya hitam-putih, kalah-menang. Padahal ga harus dipikir gitu kan, tapi yaa, gimana ya sist ngubahnya?!?? T_T

Bagian paling kusuka tentunya bagian mengkhayal yang biasanya jadi pemicu ide cerita (dari novel-novel yang tidak pernah juga kutulis *sad

Jadi ya itulah euforianya. Terutama kalau aspek hari pertama itu include coba hal-hal baru ya seperti naik KA Bandara, coba walking tour, dll. Trus hari ketiga, grafik mulai menurun. Boleh ga sih ini percaya zodiak? Tapi aku berasa Cancer banget aja, segitunya ga bisa mengendalikan mood karna dari hari ketiga inilah kesepian melanda. Bahkan walaupun aku di tengah pasar yang penuh dengan manusia. Berasanya hampa aja. In worst case scenario, hari ketiga ke atas ini ada aja kelakuanku yang di luar nalar. Antara tiba-tiba diam doang di penginapan seharian atau ngubah itinerary. Buat aku si kaum mendang mending sih ini sangat merugikan karna kan jadi ga efisien huhu, tapi namanya liburan kan intinya pengen rileks, jadi ya udah sih. Yang penting tujuan rileksnya itu tercapai.

Fast forward ke dua hari terakhir yang aku rasakan adalah mellow. Mellow liburan ini mau selesai, jadi different kind of mellow dengan yang sebelumnya. Dan rasa mellow ini tipis aja karna yang dirasakan selanjutnya di sisa liburan adalah excited. Ngebut coba makanan X, oleh-oleh Y, nongkrong di Z. Aku semangat lagi saat bangun pagi (flow aku kalau liburan adalah aku bangun pagiii, habis subuh sudah langsung beraktivitas) sampai mengakhiri hari.

Hufttt begitulah grafik emosiku saat liburan yang turun naik sesuka hati. Penasaran kalau kalian lagi liburan sendiri apakah kayak aku atau tipe yang lempeng-lempeng aja???

Namanya Ghea Indrawari

Aku udah tau Ghea dari lama. Seingat aku, pertama kenal karna dari lagu dia yang judulnya "Kamu Anggap Apa". Years ago. Trus lagunya ada yang viral yaitu "Jiwa Yang Bersedih", dan aku suka juga. Makin ke sini, jadi tau lagu-lagu dia yang lain dan jadi terobsesi. Kayaknya level obsesinya udah sama kayak dulu aku dengerin Hanin Dhiya melulu hehe. Satu hal yang aku mau note soal lagu-lagu Ghea adalah liriknya. Luv banget, hampir semua terasa ketulusannya. Dan juga walau kebanyakan ga bisa dikategorikan lagu religi tapi liriknya menurutku Islam banget. Bahkan untuk lagu-lagu cintanya menurutku masih Islam deh, aku sukaaaa!

Btw, Ghea ini singer songwriter ya, jadi semua lirik lagunya ya dia sendiri yang nulis. Dan menurutku dia masih underrated banget di skena musik tanah air.

Oleh karna kecintaan itu, aku tergerak buat bikinin setlist ala aku kalau one day Ghea bikin konser.

>>> Depression Era

Tiga lagu teratas di era ini tuh favoritku banget dan menurutku satu jiwa banget. Lagu depresi Ghea ini walau liriknya menurutku Islam banget (terutama di tiga lagu pertama), tapi ga ada satupun yang secara gamblang nyebutkan Tuhan gitu, kecuali di lagu Teramini dan itupun cuma di satu line.

1. Melangitkanmu

Aku terutama suka banget sama bagian yang ini karna relate banget. Makasih Ghea udah mengejawantahkan semua kegalauan di hidup aku dan di titik ujung selalu ada optimisme (exactly what I think what Islam all about <3). Tuhan yang dekat dengan kita sedekat nadi ini menurutku Islam bangettt. Trus aku juga suka banget bagian "renggut pilu ini", karna itu kayak puitis banget, sesuatu yang jarang didapat di lagu Indonesia modern imo.
Lihat aku yang penuh luka

Berantakan sekali

Bolehkah aku meminta

Renggut pilu ini

Jauh aku mencari tempat mengadu

Padahal kau dekat denganku

Dan kubersumpah

Tiada yang lain selain dirimu

2. Teramini

Jatuh bangun dan berdarah-darah

Terbawa arus tak tentu arah

Tuhan benarkah kau mendengarku

Kemana pergi doa-doaku

Ingin menyerah

Namun hati kecilku terus berbisik

Bertahanlah

Ingat kau sudah sampai sejauh ini

B aja sama reffnya (jujur kata Teramini itu aneh banget Ghe), tapi openingnya ini aku loveee. Dan lumayan remarkable juga karna sampai dijadiin judul film loh potongan liriknya ini.

3. Berdamai

Kurang setuju sama dua kalimat terakhir di reff sih sebenarnya, karna menurutku ga perlu bertemu dengan kemalangan untuk mengingat Tuhan dan berdoa hehe. Tapi selain itu aku tetap suka lagu ini dan masuk dalam segitiga bermuda lagu terbaik Ghea. Terutama dua kalimat awal di reff, waduh itu penguatku banget dalam banyak kesempatan aku merasa iri sama kebahagiaan orang lain : "Terima bukan ini saatnya, terima bukan kaulah orangnya." Aku percaya, Tuhan pasti punya alasan kenapa bukan aku orangnya :)

Apa maksudnya semua sia-sia

Pengorbananmu tak ada gunanya

Sekarang lihat kau di mana

Siapa yang sudah keras berusaha

Kalimat afirmasi positif iniiii, aku suka sekali, Ghea <3

Ku ingatkan lagi betapa besar hatimu

Menerima bukan hal yang mudah

Ini juga suka sekali <3

4. Jiwa Yang Bersedih

Ini lagu dah jadi terlalu mainstream nih, jadi di aku udah ada bosennya, izinnn. Tapi tidak bisa dipungkiri betapa paripurnanya lirik lagu ini :') Bahkan sampai di titik terakhir di mana lagi-lagi Ghea menyelipkan optimisme di tengah kepahitan hidup ini.

Selama ini kau hebat

Kau pasti kan didengar

5. Masa Mudaku Habis

Huhuuuu sempat sleep on this gem karna judulnya yang menurutku agak cringe. Tapi ternyata liriknya bagusss. Mana MVnya hits too close to home lagi, sampai nangis kecil nontonnya.

Ke mana perginya masa-masa yang indah?

Mengapa waktu begitu cepat berlalu?

Kini yang tersisa, aku yang harus bisa

Menjalani pahit manis hidup ini

6. Apa Itu Konsep Bahagia?

Salah satu lagu pertama yang buat aku suka sama Ghea. Love banget liriknyaaaa. Self love at its finest.

Sudahlah sudah

Cukup sampai di sini ku berhenti

Membunuh jiwaku sendiri untuk kau cintai

Tak akan lagi ku hidup membenci diri sendiri

Sudahlah sudah

Cukup sampai di sini ku berhenti

Biar kucari cara lain untuk dicintai

Sekali lagi ku hidup untuk diriku sendiri

7. Terima Kasih Sudah Bertahan

Pertama kali dengar lagu ini karna jadi soundtrack film Home Sweet Loan. Suka banget sama liriknya yang very uplifting.

Tapi aku percaya bahwa kau mampu

Ada yang berbeda darimu

Kau lebih dari itu

Sedap banget dengerin lagu ini sambil ngaca untuk memulai hari. Kayak duhhh, makasih banget loh diriku udah bertahan sejauh ini :'

Percaya, serahkan sisanya kepada semesta

Semua akan indah pada waktunya

Huhu lirik di atas salah satu contoh kenapa aku bilang lagu-lagu Ghea tuh mostly Islam banget. 

8. Setengah Mati

Ini lagu pesanan buat Soundtrack film, tapi aku percaya lagu ini punya resonansi kuat sama hidupnya Ghea sendiri (berdasar apa yang aku dengar dari podcast yang dia bintangi). Oleh karna itu liriknya bisa dalem banget huhuuu *tenggelam

Selain mau note soal liriknya yang penuh rima, aku juga mau shoutout sama satu bagian di mana tiba-tiba musiknya mati dan yang tersisa cuma suara lirih Ghea. Ih aku suka kali bagian itu, sangat pas sama vibe dan tujuan lagunya.

Tolong bilang ini hanya mimpi

Ku merindukanmu setengah mati

Tuhan Kau tau aku menyayanginya

Tapi ternyata Kau lebih sayang dia

>>> Butterfly Era

1. Manusia Paling Bahagia

Dari semua lagu di set Butterfly Era jujur ini least favorite karna menurutku musiknya paling berisik. Tapi aku suka banget pilihan kata di liriknya. Bener-bener pas menggambarkan orang yang jatuh cinta :)

Tapi denganmu, langitku jingga

Senyumku semekar bunga-bunga

2. Malaikat

Salah satu kesamaan aku dan Ghea adalah status kita sebagai anak perempuan pertama yang zodiaknya water signs. Menurutku, fakta ini tuh ngaruh banget kenapa lirik-liriknya Ghea jadi kena banget di aku. Nah di lagu ini, Ghea menceritakan soal gimana rasanya jatuh cinta sama orang yang manis dan baik banget sampai dia mengibaratkan pasangannya sebagai malaikat. Duhhh, emang yang pantas didapatkan (anak) perempuan (pertama) tuh ya soft spoken lover boy, ya kannn? Amin! :P

Mata yang sendu

Dan tutur kata yang syahdu

Makhluk apa kamu ini?

Not gonna lie, kadang struktur kata maupun kalimat yang dibuat Ghea tuh ga konvensional kayak gini, dan emang ganggu dikit. Tapi vibenya tuh selalu dapat aja di aku sih. 

Tanpa syarat kau mencintaiku

Barat ke timur, laut di darat

Tak habis cintamu 

3. Oh Tuhan!

Dari semua lagu cintanya ini yang paling ga Islam wkwkwk. Maksa banget apaan, gimana kalau cowonya ga baik Gheee :P

Tapi aku maafin karna ya kadang emang pas jatuh cinta tuh ya bego aja sih haha. Di salah satu interview, Ghea bilang lagu ini terinspirasi dari kecintaan dia sama BTS Jin, dan aku sebagai sesama fangirl relate banget. Ini exactly yang kurasakan dulu pas lagi cinta-cintanya sama Winner Seunghoon hehe. Btw, lagu ini underrated banget, harusnya bisa jadi lagu kebangsaan buat siapa aja yang lagi berhubungan beda agama ceunah.

Dunia seakan berpaling dariku

Kemudian kau datang

Dan berpihak padaku

Denganmu ku bebas menjadi diriku

Kau kuatkan lemahku

Aku punya segalanya

4. 1000x

This one legendary song huhuuuuu.

Suka banget banget banget! Ini level lagu cintanya buat aku sama dengan Bentuk Cinta, Angkasa dan Month of June. Pokoknya kapanpun didengerin bisa bikin aku pindah mode dari yang mode netral jadi mode butterfly :)

Kadang aku iri melihat mereka

Tercipta seperti pasangan yang sempurna

Saling mencintai dan begitu bahagia

Dan dipuja puji insan yang memandangnya

Lalu aku memandangmu dan tersadar

Betapa beruntungnya

Ada cinta seperti cintamu kepadaku

Mana tipikal liriknya applicable ga cuma buat lover, tapi juga buat semuanyaaa. Buat cinta ke orang tua, teman, even pets.

Dan bila aku terlahir seribu kali lagi

Di dunia yang lain

Aku tak peduli

Kau akan kucari

Sampai kau tau betapa kau kucintai

Bucin level dewa, water signs bangetttt :P

Cukup aku milikmu

Kau milikku

Sampai jadi debu

Sampai akhir waktu

Kau tetap milikku

Bintang di malamku

Detak di jantungku

Bintang di malamku dan detak di jantungku tuh jenius banget huhu.

>>> Honorable Mention

Sebenarnya yang di bawah ini aku sukanya biasa aja makanya ga sampai masuk di setlist imajinerku, tapi yaa tetap pengen shoutout ke lagu-lagu Ghea. Jadi aku masukin videonya aja yaa.


Rabu, 22 April 2026

Tepi Rasa - Muashan

Suka banget lagu ini, yang saking indienya, ga ada satu laman web pun yang memuat liriknya hehe. Jadi akan kutuliskan sendiri aja di diary onlineku ini ^^ Effort banget karna sepanjang lagu hampir ga ada kalimat berulang (baru nyadar karna ditulisin). Please dengerin lagu ini juga yaaaa. Penasaran kalau menurut kalian meaningnya gimana... Buat aku sendiri, lagu ini speaks volume :"


***


Langit diam tak berkata

Hanya bayangmu yang tersisa

Kita pernah jadi waktu

Yang tak ingin berlalu


Jejak langkah di ujung hujan

Masih kuraba dalam ingatan

Meski musim berganti

Kau tetap tinggal di sini.


Di tepi rasa, yang tak bernama

Kita duduk tanpa suara

Tak perlu kata, cukup hening kita baca

Seperti rindu, yang malu bicara


Aku menulis namamu

Di antara kelopak ragu

Tapi angin membawa pergi

Sebelum sempat kutitip lagi


Ada tanya tak sempat tuntas

Kau simpan di balik batas

Kita jauh tapi tak benar hilang

Seperti malam menunggu terang


Di tepi rasa, yang tak bernama

Kita tinggal sebagai sisa

Tak saling punya, tapi tak pernah lupa

Di antara diam dan doa, bersahut-sahutan..

Andai waktu bisa menepi

Aku ingin tinggal sebentar lagi

Dalam sunyi yang kita bagi

Tak ada yang harus pergi


Lembut belaian

Kita tak selesai

Tapi juga tak hilang

Hanya berubah

Jadi kenang

Yang tak sempat dibilang

Senin, 09 Maret 2026

Refleksi Terbaik Abad Ini

Tulisan di bawah ini sungguh salah satu refleksi terbaik yang pernah aku tulis soal diriku dan karakterku. Jadi walau ini sebenarnya TMI banget, aku tetap pengen taruh di blog (dan kuputuskan buat sensor sebagian teks :P).  Doakan aku cepat berdamai aja ya, kalau suatu saat harapan yang satu ini bener bener ril ga bisa kegapai haha. Dari awal nyadar kok memang berat banget, dan dari awal juga selalu berharap ini romansanya cuma ada di kepala aku aja :)

***

Rasanya seperti dihukum sama Tuhan.

Tuhan yang saking sayangnya sama aku, selalu punya cara untuk mengingatkan kalau aku sudah di luar batas. Dan batas yang berkali-kali aku langgar adalah menjadi sok tau.

“Oh X lucu, kerja di Tambang, anak tunggal, I think we would work,” eh ternyata dia ga suka sama aku wkwk.

“Y lucu, kayaknya suka aku, kerjaan ok, ga ngerokok, suka olahraga,” lah ternyata value hidupnya ga banget, ga cocok banget dan aku pribadi ga mau ngabisin forever sama orang kayak dia. Takooot.

Setelah dua yang terakhir itu, aku pikir aku yakin banget apa yang aku mau : *** dan ***. Aku, si yakin, selalu mikir kalau dua filter ini jelas dan keliatan banget, jadi aku ga bakal tuh kecebur suka sama orang yang lewatin bare minimum ini aja enggak. Udah beberapa kali cowo ganteng lewat, ya karna emang ybs *** ataupun ybs ***.

But, boy was I wrongggg.

Sekarang tiba-tiba aja aku suka sama orang yang udahlah *** dan ***. Semua red flag lewat gitu aja, dan malah kupu-kupunya memilih muncul di setiap kebaikan orang ini lewat di hariku. Why oh whyyyyy. Banyak banget orang baik lain di hidup aku loh, dan entah kenapa kupu-kupunya muncul paling banyak lewat orang ini.

Aku berusaha merasionalisasi ini semua dengan berusaha mencari2 kenapanya. Kebetulan ini juga bagian paling favoritku ketika lagi merasa jatuh cinta sih wkwk. Alurnya mirip lah sama yang dulu2. Pertama, orangnya visibly banget laugh at my jokes (yang mana bs di-counter kalau ya selera humornya aja mirip hehe). Kedua, orangnya agak mepet ngerapet (counter-nya : bisa aja dia emang lagi bosen dan butuh teman). Btw, bagian mepet ini awalnya aku juga merasa geer sendiri, tapi kemudian divalidasi sama satu orang temen huhu. Kedua hal itu dilakukan di saat aku bener2 jadi diri aku sendiri ya, makanya rasa yang didapat itu seaman dan senyaman itu karna ya aku hidup biasa aja, tapi aku ngerasa aku matter gitu di hidup dia T_T Karna aku merasa matter sebagai diri sendiri, otomatis aku udah merasa paling aman dan nyaman di dekat dia. Hal ketiga, yang biasa aku anggap sebagai bonus, adalah orangnya baik banget, ga hanya ke aku aja. Aku liat dan dengar sendiri kebaikannya ke orang2. Sejauh ini, tiga hal itu emang kuncian banget sih buat aku bisa suka sama orang T_T

Aku percaya semua rasa suka, kagum, nyaman, itu datangnya dari Tuhan. Aku percaya, dengan semua ketidakidealan yang terjadi ini pasti ada hikmah yang bisa aku ambil. Mungkin melalui perasaan”terlarang” ini aku jadi sadar kalau semua checklist itu ga ada artinya karna ternyata kenyamanan aku lah yang nomor satu. Dan rasa nyaman dan aman ini yang harusnya aku perjuangkan, alias next time kalau ketemu laki ideal tapi ga bisa buat aku nyaman dan aman ya kayaknya ga layak yaa buat dikejar. Jadi next time aku ga hanya fokus cari cowo yg menuhin checklist itu aja, tapi juga gimana orang itu menimbulkan perasaan2 spesifik di diri aku. Dan perasaan itu menurutku ga akan timbul kalau dari awal aku ga jujur sejujurnya dengan menjadi diri aku sendiri. Aku yang berisik, kadang2 sarkastik, nerd dll lah dari yang baik sampai yang jelek. Jadi penting banget ya Dita, untuk selalu jadi diri sendiri!!! Ga usah terlalu self aware gitu lah mau ketemu laki2 manapun wkwk.

Udah sih, mudah2an itu hikmahnya ya.

Maafin ya Tuhan sama sikap sok tauku. Insya Allah aku fokus sama perasaannya aja, karna toh orangnya juga ga mungkin bisa digapai kan. Makasih hukumannya yang walau bikin meringis ini, tapi disampaikan dengan manis. Udah lama kayaknya ga ngerasain kupu2 di perut, jadi jujur sehappy itu sih akhirnya ngerasain lagi :’)

Sabtu, 14 Februari 2026

Kaleidoskop Film Indonesia x Dita Tahun 2025

1. 1 Kakak 7 Ponakan

Sutradara : Yandy Laurens

Perusahaan Produksi : Cerita Films, Mandela Pictures, Legacy Pictures, Visual Media Studio, Volix Pictures, INFIA, Stick Earn, Masih Belajar Pictures, Rhaya Flicks 

Genre : Drama, Family

Tersedia di layanan streaming : Netflix

2. Keadilan

Sutradara : Lee Changhee, Yusron Fuadi

Perusahaan Produksi :  JNC Media Group, MD Pictures, Innikor Pictures

Genre : Action, Drama, Crime, Thriller

Tersedia di layanan streaming : Netflix

3. Agak Laen : Menyala Pantiku!

Sutradara : Muhadkly Acho

Perusahaan Produksi :  Imajinari, Jagartha, Trinity Entertainment Network, Legacy Pictures, Navvaros, A&Z Films, Agak Laen

Genre : Drama, Mystery, Crime, Comedy 

Tersedia di layanan streaming : -

4. Patah Hati Yang Kupilih

Sutradara : Danial Rifki

Perusahaan Produksi : Sinemaku Pictures, Legacy Pictures, Masih Belajar Pictures, Applause Entertainment, Kuy! Studios, NextG Investment

Genre : Drama, Romance

Tersedia di layanan streaming : -

5. Sore : Istri dari Masa Depan

Sutradara : Yandy Laurens

Perusahaan Produksi : Cerita Films, Imajinari, Miles Films, Jagartha, Trinity Entertainment Network, Studio Artemis, Slingshot Pictures, Dwidaya Amadeo Gemintang

Genre : Science Fiction, Drama, Fantasy, Romance

Tersedia di layanan streaming : Netflix

6. Tinggal Meninggal

Sutradara : Kristo Immanuel

Perusahaan Produksi : Imajinari, Legacy Pictures, Jagartha, Trinity Entertainment Network, TIX ID

Genre : Drama, Comedy

Tersedia di layanan streaming : Netflix

7. Dopamin

Sutradara : Teddy Soeriaatmadja

Perusahaan Produksi :  Starvision Plus, Karuna Pictures

Genre : Romance, Drama, Crime, Thriller

Tersedia di layanan streaming : Netflix

8. Dia Bukan Ibu

Sutradara : Randolph Zaini

Perusahaan Produksi :  MVP Pictures

Genre : Drama, Horror

Tersedia di layanan streaming : Netflix

9. Jumbo

Sutradara : Ryan Adriandhy

Perusahaan Produksi : Visinema Studios, Anami Films, Springboard Entertainment

Genre : Family, Animation, Drama, Comedy, Fantasy

Tersedia di layanan streaming : Netflix

10. Pangku

Sutradara : Reza Rahadian

Perusahaan Produksi : Gambar Gerak, Red Sea Fund, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, White Light Awards, JAFF Market

Genre : Drama

Tersedia di layanan streaming : Netflix

Honorable mentions : 

Sah! Katanya.... (Loeloe Hendra) tersedia di Vidio

Maryam : Janji dan Jiwa yang Terikat (Azhar Kinoi Lubis) tersedia di Netflix

Tumbal Darah (Charles Gozali)

Pesugihan Sate Gagak (Etienne Caesar, Dono Pradana) tersedia di Netflix

Samsara (Garin Nugroho) tersedia di Netflix


Some key takeaways :
1. List ini merupakan list film favorit aku ya, jadi tentunya penilaian sangat subjektif sesuai dengan selera aku aja. Total film Indonesia rilisan tahun 2025 yang aku tonton tuh 72. Sumpah emang berasa banyak banget aku ke bioskop tahun ini wkwk. In numbers, film yang aku tonton di bioskop sebanyak 51, dan yang aku tonton di streaming (tahun ini cuma nonton via Netflix karna ga ada langganan yang lain) sebanyak 21. Di mana 5 di antaranya memang film original Netflix.
2. Absennya sutradara perempuan di list tahun ini sangat disayangkan sih. Sebenarnya Naya Anindita di Komang juga udah oke, tapi tetap masih kalah menurut aku sama kontender lain.
3. Aku suka di tahun ini tuh banyak banget original stories!! Dari Tinggal Meninggal, Patah Hati yang Kupilih, sampai Tumbal Darah. Genrenya beragam banget dari coming of age, horor, sampai dark comedy. Semoga di tahun - tahun selanjutnya industri ini tetap bisa punya ruang untuk cerita orisinal.
4. Sebuah tulisan dari Alexander Matius, Program Director JAFF, juga bagian dari Visinema, yang menurutku bisa jadi forecast buat Industri film ke depan. Dengan akurat menggambarkan perubahan behaviour penonton film Indonesia, dan ini aku rasakan sendiri di diri aku.