Btw, aku pernah cerita di sini, kalau tahun 2018 aku perdana solo trip dengan agenda utama nonton Konser Winner. Tentunya trip di-stretch jadi seminggu karna aku aji mumpung kesana kemari mencoret wishlist di ibukota hehe. Tahun 2022, empat tahun kemudian dari trip pertama, aku kembali solo trip. Kali ini tujuannya ke Jogjakarta dengan agenda utama JAFF17. Lagi-lagi trip dijadikan seminggu.
Dan percaya ga percaya, aku yang seumur hidup biasa sendirian, kalau solo trip gini ada sepi dan sedihnya juga lohhhh. Haha. Bahkan di tengah keramaian, ya terutama di tengah keramaian.
Hari-hari pertama solo trip tentu euforia yaa. Berada di Bandara, naik pesawat sendiri tuh sangat therapeutic buat aku. Aku berasa wow AKU BISA & AKU SUKA!! Kalau di keluarga kan aku passenger princess ya yang apa apa dah disediakan, trus kalau trip sama teman tuh aku people pleaser banget alias ga punya opini alias terima aja sama semua keputusan bersama. Jadi dengan jalan-jalan sendiri aku bisa atur pace, aku bisa memenangkan preferensi aku dari yang mainstream sampai yang paling unik dan nyeleneh sekalipun. Ini jeleknya aku sih, kalau debat itu selalu mikirnya hitam-putih, kalah-menang. Padahal ga harus dipikir gitu kan, tapi yaa, gimana ya sist ngubahnya?!?? T_T
Bagian paling kusuka tentunya bagian mengkhayal yang biasanya jadi pemicu ide cerita (dari novel-novel yang tidak pernah juga kutulis *sad
Jadi ya itulah euforianya. Terutama kalau aspek hari pertama itu include coba hal-hal baru ya seperti naik KA Bandara, coba walking tour, dll. Trus hari ketiga, grafik mulai menurun. Boleh ga sih ini percaya zodiak? Tapi aku berasa Cancer banget aja, segitunya ga bisa mengendalikan mood karna dari hari ketiga inilah kesepian melanda. Bahkan walaupun aku di tengah pasar yang penuh dengan manusia. Berasanya hampa aja. In worst case scenario, hari ketiga ke atas ini ada aja kelakuanku yang di luar nalar. Antara tiba-tiba diam doang di penginapan seharian atau ngubah itinerary. Buat aku si kaum mendang mending sih ini sangat merugikan karna kan jadi ga efisien huhu, tapi namanya liburan kan intinya pengen rileks, jadi ya udah sih. Yang penting tujuan rileksnya itu tercapai.
Fast forward ke dua hari terakhir yang aku rasakan adalah mellow. Mellow liburan ini mau selesai, jadi different kind of mellow dengan yang sebelumnya. Dan rasa mellow ini tipis aja karna yang dirasakan selanjutnya di sisa liburan adalah excited. Ngebut coba makanan X, oleh-oleh Y, nongkrong di Z. Aku semangat lagi saat bangun pagi (flow aku kalau liburan adalah aku bangun pagiii, habis subuh sudah langsung beraktivitas) sampai mengakhiri hari.
Hufttt begitulah grafik emosiku saat liburan yang turun naik sesuka hati. Penasaran kalau kalian lagi liburan sendiri apakah kayak aku atau tipe yang lempeng-lempeng aja???
Aku udah tau Ghea dari lama. Seingat aku, pertama kenal karna dari lagu dia yang judulnya "Kamu Anggap Apa". Years ago. Trus lagunya ada yang viral yaitu "Jiwa Yang Bersedih", dan aku suka juga. Makin ke sini, jadi tau lagu-lagu dia yang lain dan jadi terobsesi. Kayaknya level obsesinya udah sama kayak dulu aku dengerin Hanin Dhiya melulu hehe. Satu hal yang aku mau note soal lagu-lagu Ghea adalah liriknya. Luv banget, hampir semua terasa ketulusannya. Dan juga walau kebanyakan ga bisa dikategorikan lagu religi tapi liriknya menurutku Islam banget. Bahkan untuk lagu-lagu cintanya menurutku masih Islam deh, aku sukaaaa!
Btw, Ghea ini singer songwriter ya, jadi semua lirik lagunya ya dia sendiri yang nulis. Dan menurutku dia masih underrated banget di skena musik tanah air.
Oleh karna kecintaan itu, aku tergerak buat bikinin setlist ala aku kalau one day Ghea bikin konser.
>>> Depression Era
Tiga lagu teratas di era ini tuh favoritku banget dan menurutku satu jiwa banget. Lagu depresi Ghea ini walau liriknya menurutku Islam banget (terutama di tiga lagu pertama), tapi ga ada satupun yang secara gamblang nyebutkan Tuhan gitu, kecuali di lagu Teramini dan itupun cuma di satu line.
1. Melangitkanmu
Aku terutama suka banget sama bagian yang ini karna relate banget. Makasih Ghea udah mengejawantahkan semua kegalauan di hidup aku dan di titik ujung selalu ada optimisme (exactly what I think what Islam all about <3). Tuhan yang dekat dengan kita sedekat nadi ini menurutku Islam bangettt. Trus aku juga suka banget bagian "renggut pilu ini", karna itu kayak puitis banget, sesuatu yang jarang didapat di lagu Indonesia modern imo.
Lihat aku yang penuh luka
Berantakan sekali
Bolehkah aku meminta
Renggut pilu ini
Jauh aku mencari tempat mengadu
Padahal kau dekat denganku
Dan kubersumpah
Tiada yang lain selain dirimu
2. Teramini
Jatuh bangun dan berdarah-darah
Terbawa arus tak tentu arah
Tuhan benarkah kau mendengarku
Kemana pergi doa-doaku
Ingin menyerah
Namun hati kecilku terus berbisik
Bertahanlah
Ingat kau sudah sampai sejauh ini
B aja sama reffnya (jujur kata Teramini itu aneh banget Ghe), tapi openingnya ini aku loveee. Dan lumayan remarkable juga karna sampai dijadiin judul film loh potongan liriknya ini.
3. Berdamai
Kurang setuju sama dua kalimat terakhir di reff sih sebenarnya, karna menurutku ga perlu bertemu dengan kemalangan untuk mengingat Tuhan dan berdoa hehe. Tapi selain itu aku tetap suka lagu ini dan masuk dalam segitiga bermuda lagu terbaik Ghea. Terutama dua kalimat awal di reff, waduh itu penguatku banget dalam banyak kesempatan aku merasa iri sama kebahagiaan orang lain : "Terima bukan ini saatnya, terima bukan kaulah orangnya." Aku percaya, Tuhan pasti punya alasan kenapa bukan aku orangnya :)
Apa maksudnya semua sia-sia
Pengorbananmu tak ada gunanya
Sekarang lihat kau di mana
Siapa yang sudah keras berusaha
Kalimat afirmasi positif iniiii, aku suka sekali, Ghea <3
Ku ingatkan lagi betapa besar hatimu
Menerima bukan hal yang mudah
Ini juga suka sekali <3
4. Jiwa Yang Bersedih
Ini lagu dah jadi terlalu mainstream nih, jadi di aku udah ada bosennya, izinnn. Tapi tidak bisa dipungkiri betapa paripurnanya lirik lagu ini :') Bahkan sampai di titik terakhir di mana lagi-lagi Ghea menyelipkan optimisme di tengah kepahitan hidup ini.
Selama ini kau hebat
Kau pasti kan didengar
5. Masa Mudaku Habis
Huhuuuu sempat sleep on this gem karna judulnya yang menurutku agak cringe. Tapi ternyata liriknya bagusss. Mana MVnya hits too close to home lagi, sampai nangis kecil nontonnya.
Ke mana perginya masa-masa yang indah?
Mengapa waktu begitu cepat berlalu?
Kini yang tersisa, aku yang harus bisa
Menjalani pahit manis hidup ini
6. Apa Itu Konsep Bahagia?
Salah satu lagu pertama yang buat aku suka sama Ghea. Love banget liriknyaaaa. Self love at its finest.
Sudahlah sudah
Cukup sampai di sini ku berhenti
Membunuh jiwaku sendiri untuk kau cintai
Tak akan lagi ku hidup membenci diri sendiri
Sudahlah sudah
Cukup sampai di sini ku berhenti
Biar kucari cara lain untuk dicintai
Sekali lagi ku hidup untuk diriku sendiri
7. Terima Kasih Sudah Bertahan
Pertama kali dengar lagu ini karna jadi soundtrack film Home Sweet Loan. Suka banget sama liriknya yang very uplifting.
Tapi aku percaya bahwa kau mampu
Ada yang berbeda darimu
Kau lebih dari itu
Sedap banget dengerin lagu ini sambil ngaca untuk memulai hari. Kayak duhhh, makasih banget loh diriku udah bertahan sejauh ini :'
Percaya, serahkan sisanya kepada semesta
Semua akan indah pada waktunya
Huhu lirik di atas salah satu contoh kenapa aku bilang lagu-lagu Ghea tuh mostly Islam banget.
8. Setengah Mati
Ini lagu pesanan buat Soundtrack film, tapi aku percaya lagu ini punya resonansi kuat sama hidupnya Ghea sendiri (berdasar apa yang aku dengar dari podcast yang dia bintangi). Oleh karna itu liriknya bisa dalem banget huhuuu *tenggelam
Selain mau note soal liriknya yang penuh rima, aku juga mau shoutout sama satu bagian di mana tiba-tiba musiknya mati dan yang tersisa cuma suara lirih Ghea. Ih aku suka kali bagian itu, sangat pas sama vibe dan tujuan lagunya.
Tolong bilang ini hanya mimpi
Ku merindukanmu setengah mati
Tuhan Kau tau aku menyayanginya
Tapi ternyata Kau lebih sayang dia
>>> Butterfly Era
1. Manusia Paling Bahagia
Dari semua lagu di set Butterfly Era jujur ini least favorite karna menurutku musiknya paling berisik. Tapi aku suka banget pilihan kata di liriknya. Bener-bener pas menggambarkan orang yang jatuh cinta :)
Tapi denganmu, langitku jingga
Senyumku semekar bunga-bunga
2. Malaikat
Salah satu kesamaan aku dan Ghea adalah status kita sebagai anak perempuan pertama yang zodiaknya water signs. Menurutku, fakta ini tuh ngaruh banget kenapa lirik-liriknya Ghea jadi kena banget di aku. Nah di lagu ini, Ghea menceritakan soal gimana rasanya jatuh cinta sama orang yang manis dan baik banget sampai dia mengibaratkan pasangannya sebagai malaikat. Duhhh, emang yang pantas didapatkan (anak) perempuan (pertama) tuh ya soft spoken lover boy, ya kannn? Amin! :P
Mata yang sendu
Dan tutur kata yang syahdu
Makhluk apa kamu ini?
Not gonna lie, kadang struktur kata maupun kalimat yang dibuat Ghea tuh ga konvensional kayak gini, dan emang ganggu dikit. Tapi vibenya tuh selalu dapat aja di aku sih.
Tanpa syarat kau mencintaiku
Barat ke timur, laut di darat
Tak habis cintamu
3. Oh Tuhan!
Dari semua lagu cintanya ini yang paling ga Islam wkwkwk. Maksa banget apaan, gimana kalau cowonya ga baik Gheee :P
Tapi aku maafin karna ya kadang emang pas jatuh cinta tuh ya bego aja sih haha. Di salah satu interview, Ghea bilang lagu ini terinspirasi dari kecintaan dia sama BTS Jin, dan aku sebagai sesama fangirl relate banget. Ini exactly yang kurasakan dulu pas lagi cinta-cintanya sama Winner Seunghoon hehe. Btw, lagu ini underrated banget, harusnya bisa jadi lagu kebangsaan buat siapa aja yang lagi berhubungan beda agama ceunah.
Dunia seakan berpaling dariku
Kemudian kau datang
Dan berpihak padaku
Denganmu ku bebas menjadi diriku
Kau kuatkan lemahku
Aku punya segalanya
4. 1000x
This one legendary song huhuuuuu.
Suka banget banget banget! Ini level lagu cintanya buat aku sama dengan Bentuk Cinta, Angkasa dan Month of June. Pokoknya kapanpun didengerin bisa bikin aku pindah mode dari yang mode netral jadi mode butterfly :)
Kadang aku iri melihat mereka
Tercipta seperti pasangan yang sempurna
Saling mencintai dan begitu bahagia
Dan dipuja puji insan yang memandangnya
Lalu aku memandangmu dan tersadar
Betapa beruntungnya
Ada cinta seperti cintamu kepadaku
Mana tipikal liriknya applicable ga cuma buat lover, tapi juga buat semuanyaaa. Buat cinta ke orang tua, teman, even pets.
Dan bila aku terlahir seribu kali lagi
Di dunia yang lain
Aku tak peduli
Kau akan kucari
Sampai kau tau betapa kau kucintai
Bucin level dewa, water signs bangetttt :P
Cukup aku milikmu
Kau milikku
Sampai jadi debu
Sampai akhir waktu
Kau tetap milikku
Bintang di malamku
Detak di jantungku
Bintang di malamku dan detak di jantungku tuh jenius banget huhu.
>>> Honorable Mention
Sebenarnya yang di bawah ini aku sukanya biasa aja makanya ga sampai masuk di setlist imajinerku, tapi yaa tetap pengen shoutout ke lagu-lagu Ghea. Jadi aku masukin videonya aja yaa.
Suka banget lagu ini, yang saking indienya, ga ada satu laman web pun yang memuat liriknya hehe. Jadi akan kutuliskan sendiri aja di diary onlineku ini ^^ Effort banget karna sepanjang lagu hampir ga ada kalimat berulang (baru nyadar karna ditulisin). Please dengerin lagu ini juga yaaaa. Penasaran kalau menurut kalian meaningnya gimana... Buat aku sendiri, lagu ini speaks volume :"
Tulisan di bawah ini sungguh salah satu refleksi terbaik yang pernah aku tulis soal diriku dan karakterku. Jadi walau ini sebenarnya TMI banget, aku tetap pengen taruh di blog (dan kuputuskan buat sensor sebagian teks :P). Doakan aku cepat berdamai aja ya, kalau suatu saat harapan yang satu ini bener bener ril ga bisa kegapai haha. Dari awal nyadar kok memang berat banget, dan dari awal juga selalu berharap ini romansanya cuma ada di kepala aku aja :)
***
Rasanya seperti
dihukum sama Tuhan.
Tuhan yang
saking sayangnya sama aku, selalu punya cara untuk mengingatkan kalau aku sudah
di luar batas. Dan batas yang berkali-kali aku langgar adalah menjadi sok tau.
“Oh X lucu,
kerja di Tambang, anak tunggal, I think we would work,” eh ternyata dia ga suka
sama aku wkwk.
“Y lucu,
kayaknya suka aku, kerjaan ok, ga ngerokok, suka olahraga,” lah ternyata value
hidupnya ga banget, ga cocok banget dan aku pribadi ga mau ngabisin forever
sama orang kayak dia. Takooot.
Setelah dua
yang terakhir itu, aku pikir aku yakin banget apa yang aku mau : *** dan ***. Aku, si yakin, selalu mikir kalau dua filter
ini jelas dan keliatan banget, jadi aku ga bakal tuh kecebur suka sama orang
yang lewatin bare minimum ini aja enggak. Udah beberapa kali cowo ganteng lewat,
ya karna emang ybs *** ataupun ybs ***.
But, boy
was I wrongggg.
Sekarang
tiba-tiba aja aku suka sama orang yang udahlah *** dan ***. Semua red flag lewat gitu aja, dan malah
kupu-kupunya memilih muncul di setiap kebaikan orang ini lewat di hariku. Why
oh whyyyyy. Banyak banget orang baik lain di hidup aku loh, dan entah kenapa
kupu-kupunya muncul paling banyak lewat orang ini.
Aku
berusaha merasionalisasi ini semua dengan berusaha mencari2 kenapanya. Kebetulan
ini juga bagian paling favoritku ketika lagi merasa jatuh cinta sih wkwk. Alurnya
mirip lah sama yang dulu2. Pertama, orangnya visibly banget laugh at my
jokes (yang mana bs di-counter kalau ya selera humornya aja mirip hehe).
Kedua, orangnya agak mepet ngerapet (counter-nya : bisa aja dia emang lagi
bosen dan butuh teman). Btw, bagian mepet ini awalnya aku juga merasa geer
sendiri, tapi kemudian divalidasi sama satu orang temen huhu. Kedua hal itu
dilakukan di saat aku bener2 jadi diri aku sendiri ya, makanya rasa yang
didapat itu seaman dan senyaman itu karna ya aku hidup biasa aja, tapi aku
ngerasa aku matter gitu di hidup dia T_T Karna aku merasa matter sebagai
diri sendiri, otomatis aku udah merasa paling aman dan nyaman di dekat dia. Hal
ketiga, yang biasa aku anggap sebagai bonus, adalah orangnya baik banget, ga
hanya ke aku aja. Aku liat dan dengar sendiri kebaikannya ke orang2. Sejauh
ini, tiga hal itu emang kuncian banget sih buat aku bisa suka sama orang T_T
Aku percaya
semua rasa suka, kagum, nyaman, itu datangnya dari Tuhan. Aku percaya, dengan
semua ketidakidealan yang terjadi ini pasti ada hikmah yang bisa aku ambil.
Mungkin melalui perasaan”terlarang” ini aku jadi sadar kalau semua checklist
itu ga ada artinya karna ternyata kenyamanan aku lah yang nomor satu. Dan rasa
nyaman dan aman ini yang harusnya aku perjuangkan, alias next time kalau ketemu
laki ideal tapi ga bisa buat aku nyaman dan aman ya kayaknya ga layak yaa buat
dikejar. Jadi next time aku ga hanya fokus cari cowo yg menuhin checklist
itu aja, tapi juga gimana orang itu menimbulkan perasaan2 spesifik di diri aku.
Dan perasaan itu menurutku ga akan timbul kalau dari awal aku ga jujur
sejujurnya dengan menjadi diri aku sendiri. Aku yang berisik, kadang2
sarkastik, nerd dll lah dari yang baik sampai yang jelek. Jadi penting banget
ya Dita, untuk selalu jadi diri sendiri!!! Ga usah terlalu self aware gitu lah
mau ketemu laki2 manapun wkwk.
Udah sih,
mudah2an itu hikmahnya ya.
Maafin ya
Tuhan sama sikap sok tauku. Insya Allah aku fokus sama perasaannya aja, karna
toh orangnya juga ga mungkin bisa digapai kan. Makasih hukumannya yang walau
bikin meringis ini, tapi disampaikan dengan manis. Udah lama kayaknya ga
ngerasain kupu2 di perut, jadi jujur sehappy itu sih akhirnya ngerasain lagi
:’)
Perusahaan Produksi : Cerita Films, Mandela Pictures, Legacy Pictures, Visual Media Studio, Volix Pictures, INFIA, Stick Earn, Masih Belajar Pictures, Rhaya Flicks
Genre : Drama, Family
Tersedia di layanan streaming : Netflix
2. Keadilan
Sutradara : Lee Changhee, Yusron Fuadi
Perusahaan Produksi : JNC Media Group, MD Pictures, Innikor Pictures
Genre : Action, Drama, Crime, Thriller
Tersedia di layanan streaming : Netflix
3. Agak Laen : Menyala Pantiku!
Sutradara : Muhadkly Acho
Perusahaan Produksi : Imajinari, Jagartha, Trinity Entertainment Network, Legacy Pictures, Navvaros, A&Z Films, Agak Laen
Genre : Drama, Mystery, Crime, Comedy
Tersedia di layanan streaming : -
4. Patah Hati Yang Kupilih
Sutradara : Danial Rifki
Perusahaan Produksi : Sinemaku Pictures, Legacy Pictures, Masih Belajar Pictures, Applause Entertainment, Kuy! Studios, NextG Investment
Genre : Drama, Romance
Tersedia di layanan streaming : -
5. Sore : Istri dari Masa Depan
Sutradara : Yandy Laurens
Perusahaan Produksi : Cerita Films, Imajinari, Miles Films, Jagartha, Trinity Entertainment Network, Studio Artemis, Slingshot Pictures, Dwidaya Amadeo Gemintang
Genre : Science Fiction, Drama, Fantasy, Romance
Tersedia di layanan streaming : Netflix
6. Tinggal Meninggal
Sutradara : Kristo Immanuel
Perusahaan Produksi : Imajinari, Legacy Pictures, Jagartha, Trinity Entertainment Network, TIX ID
Genre : Drama, Comedy
Tersedia di layanan streaming : Netflix
7. Dopamin
Sutradara : Teddy Soeriaatmadja
Perusahaan Produksi : Starvision Plus, Karuna Pictures
Genre : Romance, Drama, Crime, Thriller
Tersedia di layanan streaming : Netflix
8. Dia Bukan Ibu
Sutradara : Randolph Zaini
Perusahaan Produksi : MVP Pictures
Genre : Drama, Horror
Tersedia di layanan streaming : Netflix
9. Jumbo
Sutradara : Ryan Adriandhy
Perusahaan Produksi : Visinema Studios, Anami Films, Springboard Entertainment
Genre : Family, Animation, Drama, Comedy, Fantasy
Tersedia di layanan streaming : Netflix
10. Pangku
Sutradara : Reza Rahadian
Perusahaan Produksi : Gambar Gerak, Red Sea Fund, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, White Light Awards, JAFF Market
Genre : Drama
Tersedia di layanan streaming : Netflix
Honorable mentions :
Sah! Katanya.... (Loeloe Hendra) tersedia di Vidio
Maryam : Janji dan Jiwa yang Terikat (Azhar Kinoi Lubis) tersedia di Netflix
Tumbal Darah (Charles Gozali)
Pesugihan Sate Gagak (Etienne Caesar, Dono Pradana) tersedia di Netflix
Samsara (Garin Nugroho) tersedia di Netflix
Some key takeaways :
1. List ini merupakan list film favorit aku ya, jadi tentunya penilaian sangat subjektif sesuai dengan selera aku aja. Total film Indonesia rilisan tahun 2025 yang aku tonton tuh 72. Sumpah emang berasa banyak banget aku ke bioskop tahun ini wkwk. In numbers, film yang aku tonton di bioskop sebanyak 51, dan yang aku tonton di streaming (tahun ini cuma nonton via Netflix karna ga ada langganan yang lain) sebanyak 21. Di mana 5 di antaranya memang film original Netflix.
2. Absennya sutradara perempuan di list tahun ini sangat disayangkan sih. Sebenarnya Naya Anindita di Komang juga udah oke, tapi tetap masih kalah menurut aku sama kontender lain.
3. Aku suka di tahun ini tuh banyak banget original stories!! Dari Tinggal Meninggal, Patah Hati yang Kupilih, sampai Tumbal Darah. Genrenya beragam banget dari coming of age, horor, sampai dark comedy. Semoga di tahun - tahun selanjutnya industri ini tetap bisa punya ruang untuk cerita orisinal.
4. Sebuah tulisan dari Alexander Matius, Program Director JAFF, juga bagian dari Visinema, yang menurutku bisa jadi forecast buat Industri film ke depan. Dengan akurat menggambarkan perubahan behaviour penonton film Indonesia, dan ini aku rasakan sendiri di diri aku.