Jumat, 02 Mei 2014

Mourn. Cry. And Move On.

Hello.

Beberapa minggu ini terasa lebih mellow dibanding hari hari biasanya. Bahkan beberapa kali aku dibuat nangis.

Dunia emang makin ganas ya. Orang orang makin kejam. Takuuuuuut banget, memikirkan bahwa aku, atau adik adikku, atau siapapun kesayanganku akan bersinggungan dengan orang orang jahat itu :(

1. Kasus pelecehan anak SD di JIS.
Ya ampuuuuun bacanya tengah malam setelah penasaran liat link beritanya bertaburan di Twitter. Membaca dan membayangkan bagaimana tingkah laku anak itu setelah mengalami semua kejadian yang dia alami. I just can't. Membayangkan itu anakku, adikku, I just can't. Aku punya dua adek cowok kan, jadi nyesss aja pas bacanya.

Membayangkan anak itu bilang sama Mamanya kalo dia tahan tahan kencing sampe ngompol karena takut kalo ke WC ada orang jahat.

Ya ampun itu matahin hati bangetttt. Anak kecil sampe ketakutan gitu :(

2. Kasus hilangnya Pesawat MH370
Gak mau muluk muluk mikirin soal berbagai teori konspirasi kenapa pesawat itu bisa hilang, aku mikirin yang ditinggalkan aja udah beberapa kali nangis :(


Baca link di atas dan tengah malam nangis tersedu sedu ingat Abah :(

Terakhir, hari ini, waktu liat grafik ini.


Aku gak tahan ya Allah... They're human too, just ordinary people like me. Ada anak tiga tahun yang ditinggalkan ayahnya dan selalu nanya "where is daddy?", itu Mamanya jawab gimana cobaaaa? T_T Trus ada yang lagi liburan, business trip, ngunjungin keluarga, everybody is human and it's scary because they're real like real real. It's just so sad to even think about it :(

3. Kasus tenggelamnya kapal Ferry Sewol di Korea
Terutama kenyataan kalo ada satu kelas yang lagi school trip, terus mayoritas dari anak anak SMA itu harus meregang nyawa di kapal itu.

Basah, gelap, sunyi, dingin. Berjam jam, karena keadaan cuaca dan posisi kapal emang susah banget untuk dilakukan evakuasi.

Ya ampun anak anak SMA loh, gak kebayaaaang T_T

Trus juga kenyataan kalo kapten dan beberapa kru kapal sengaja menyelamatkan diri duluan dan meninggalkan semua penumpang lain di kapal yang jelas jelas bakal tenggelam. Nah kan sedih kenapa ada orang orang yang sebegitu tega :(

Baca netizenbuzz berhari hari dan nangis juga beberapa kali T_T

Terutama artikel yang ini, some personal stories of the family... T_T Trus bayangin jadi diver yang menemukan ratusan mayat juga bikin ngilu hati :( : http://netizenbuzz.blogspot.com/2014/04/updates_24.html





Heartbreaking photos are heartbreaking.....

4. Kasus Mendikbud yang mengabaikan kemampuan anak anak bangsa sendiri. Kemampuan anak SMA untuk menulis esai dan kemampuan anak SMK untuk bikin mobil.

Ini lebih menyebalkan daripada menyedihkan sih. But I was cried once I read this : http://tolakujiannasional.com/2014/04/24/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-dilematika-ujian-nasional/

Teringat sama ketakutan aku tiga tahun yang lalu. Ketakutan semalam sebelum UN, saat aku gak tau harus ngapain besoknya. Jujur tanpa kepastian atau bohong dengan segala resiko yang ada. Peluang untuk curang udah terbuka lebar, jauh sebelum hari H. Aku bukan tipe yang apa apa curhat sama Mama, tapi jujur malam itu aku gak tahan banget dan akhirnya setengah nangis bilang sama Mama masalahku. Mamaku tipe orangtua liberal yang selalu membebaskan anaknya memilih sendiri berbagai keputusan dalam hidupnya. Jadi malam itu aku disuruh mengikuti hatiku. And I did. Aku memilih jujur tanpa kepastian.

Ketakutan selama UN, ketakutan tidak menggunakan HP di saat semua orang di sekelilingku menggunakannya. Ketakutan waktu mengerjakan mata pelajaran MTK, mata pelajaran yang aku akui merupakan kelemahanku. Dan kemudian ketakutan sehari sebelum Pengumuman. Ketakutan tidak lulus, ketakutan mengecewakan banyak orang dan tentunya ketakutan mengecewakan diri sendiri. I'm definitely not an easy person to be pleased. Dan kalo sesuatu gak sesuai dengan keinginanku, akunya lebay keselnya and it sucks. Sakitnya awet bertahun tahun.

Dan setelah nilai keluar dan walau aku terbukti lulus, ketakutan itu tidak hilang begitu saja. Ketakutan mengecewakan seluruh dunia dengan nilai nilaiku yang hancur dibanding nilai orang lain. Ketakutan aku gak akan bisa ikut bersaing dengan nilai Matematika sehancur itu.

Ketakutan yang cuma disebabkan satu hal. UN. Dan segala kehancuran sistem yang menyertainya.
Trus baca itu, baca komentar merendahkan Menteri Pendidikan (orang yang harusnya jadi panutan kita semua dalam hal pendidikan) mengenai anak anak bangsa itu, it just made me lose faith in that person.

***

So what can we do then? Berdoa. Berdoa untuk hati hati yang pernah merasa tersakiti agar disembuhkan dan dilapangkan. Berdoa untuk trauma trauma yang ada agar dihilangkan seiring waktu berjalan. Berdoa agar tidak ada lagi cerita menyedihkan mengenai orang orang jahat. Berdoa untuk dunia yang lebih baik.

Dan kembali mengulangi kalimat yang menjadi judul postingan ini.
Mourn. Cry. And Move On.

Selasa, 15 April 2014

Galau di Malam Selasa

I think I just need to write more so I can be sane enough in this crazy world. Lately been busy with college stuff, friendship issue, and Soshi too. Haha asik ya gak ada boy nya di daftar kesibukan. Soooo, mari nulis mari nulis! Sekarang bahas lagu lagu yang ada di playlist ku dulu ya :p

  • Love Song For No One - John Mayer
I started to love this man ever since I knew that two of my favorite people (lebih tepatnya my favorite writers. Haha orang orang favoritku emang biasanya juga merupakan penulis favoritku. Ya maaf sini anaknya gampang banget jatuh hati sama rangakaian kata :p) love him to death too. Dan dari sekian banyak rekomendasi, ini salah satu lagu JM yang aku suka selain Your Body is A Wonderland, Who Says, Perfectly Lonely dan Edge of Desire. Liriknya ngolooook banget buat jomblo haha. Tapi aku juga suka sisi optimisnya yang unik dan fresh dan JM banget. Lagu ini cocok didengarkan buat para single on daily basis biar selalu bersemangat dan berasa ada temannya. Even John Mayer once felt lonely too :D

  • Total Eclipse of The Heart - Ost Glee
Oh goshhh, listening to this song reminds me of howwww much I loved Glee. Sekarang sih males banget nontonnya. Meh abis. Tapi dengerin lagu lagu covernya sih tetap ya hehe. Glee itu paling gemilang pas season 1-3. Tapi begitu season 4, begitu dia nyeritain kehidupan Rachel di New York ya kelar dah, hilang fokus. Sama kayak Gossip Girls juga, habis anak anak itu lulus ya udah gak jelas lagi ceritanya ngarah ke mana :( Lagu ini cocok didengarkan tiap lagi pengen menyayat hati aja. Vokalnya Rachel sama Jessie di sini emang golden banget deh. Always love this couple's chemistry, sometimes even better than Finchel's (terutama pas adegan diteplokin telor ituuuu).

  • Dengan atau Tanpamu - Jimmy
This song represents the word 'flawless', flawlessly. Cintaaaa banget sama suara Jimmy, sama flow lagu ini, sama maknanya. Emang lagu lagu FTV itu paling bisa ya menembus rongga rongga hati yang terdalam haha. Anyway buat yang gak tau Jimmy, dia ini salah satu finalis Indonesian Idol loh. Lagu ini cocok buat para pencinta di mana pun kalian berada :)

  • Selalu Ada Cinta - Indri AFI
Entahlah ya ini subjektif atau gimana, tapi aku cintaaaa banget sama lagu ini. Indri AFI FTW! Indri ini finalis AFI circa 2005, salah satu angkatan AFI yang paling aku suka sampe beli albumnya haha. Ya gitu deh diriku ya, kalo udah suka sesuatu ya sukaaaa banget. Nah AFI ini salah satu korbannya. Dan Indri ini salah satu finalis yang paling aku suka of all time. Suka banget suaranya tiap nyanyi apa aja, jadi no wonder ya lagunya di album AFI ini aku puja banget. Lagu ini cocok didengarkan tiap pengen dengar suara yang bagus karena seriusan deh suaranya Indri bagus banget. Trus buat yang pengen santai menikmati sweet moment atau lagi jatuh cinta lagu ini cocok banget deh.

  • Trebles Finals - Ost Pitch Perfect
I said this one and I wanna say it again, I love Pitch Perfect! Terutama sama lagu lagunya ya. Terutama lagi sama grup yang namanya Treblemaker. Itu cowok cowok bikin eargasm banget deh emang haha. Dan penampilan di Final ini asik banget deh. Mulai dari ballad-nya, rap-nya, semuanya enak didengar. Live action-nya juga enak ditonton. Bikin joget joget sendiri pas nonton :D Lagu ini cocok didengarkan buat pecinta film musikal atau grup glee macam diriku. Kalo suka lagu mash up juga bisa nih. Dan iya, jangan lupa ya nonton Pitch Perfect, totally recommended!

  • Jauh Mimpiku - Peterpan
Tiap dengerin lagu ini, otomatis pikiran langsung menerawang ke Bali, memikirkan Melya, Chandra, Mia dan Johan. Tiap dengerin lagu ini langsung kebayang cafe dan rumah sakit berganti gantian. Langsung keingat sama batas tipis perasaan. Haha, lagu ini emang jadi semacam sountrack pas aku bikin cerita tentang empat orang di atas, yang judulnya "Semua Tentang Kita". Waktu aku lagi suka sukanya sama Peterpan.

Tiap denger lagu ini langsung pengen nangis deh, membayangkan jadi salah satu dari mereka yang mana cintanya gak berbalas. Melya suka Chandra, Chandra suka Mia, Mia suka Johan dan Johan suka Melya. Nah jahat banget ya aku bikin ceritanya. Haha. Duh jadi pengen nulis fiktif lagi kaaaan. Kangen masa masa nangis bego saking mendalami cerita :') Lagu ini cocok didengarkan setiap kali merasa galau. Simple as that.

  • Made In The USA - Demi Lovato
Dulu diriku sempat jadi die hard fans-nya Disney Teen Shows gitu loh. Nonton sitkomnya tiap hari (hello David Henrie!), nonton HSM berkali kali sampai mabuk. Dan tentunya juga nonton Camp Rock berkali kali. Gak nonton yang kedua sih btw, pas jaman yang kedua keluar udah dimonopoli sama Chuck Bass :p Nah, dulu sih alasannya nonton Camp Rock demi cowok di bawah ini aja


Tapi Demi selalu aku ingat deh dengan ekspresinya pas nyanyi yang total tapi ganggu itu dan suaranya yang oke pas nyanyiin This Is Me. Still best of all her songs :) Demi ini salah satu penyanyi USA favoritku deh karena dia itu gak attention seeker. Lady Gaga, Miley Cyrus ya suaranya bagus tapi gak enak dilihat video klipnya. Nah kalo Demi enggak. Lagu ini cocok didengarkan di saat lagi santai aja. Karna lagu ini seriously very easy listening. Dan liriknya juga manisss banget, cocok deh buat yang jatuh cinta. Hehe.

Now, let's talk about current issues, shall we?

Pertama, Indonesia baru aja menyelenggarakan Pemilu Anggota Dewan tanggal 9 kemaren. Dan aku dengan tragisnya golput aja gitu. Derita banget ya, padahal ini kan Pemilu pertama buat aku dan aku tuh udah niat pengen berpartisipasi bahkan sejak SD kelas 6 :( Tapi ya semoga aja hasil pemilu ini barokah buat Indonesia ya. Biar kita punya negara lebih baik lagi ke depannya :) 

Trus masalah bully di Twitter, duh beberapa orang itu emang arogan dan songong begitu kok. Jadi sabar aja ya :( Aku juga gak ngerti kenapa sebagian (sebagian aja loh, karena sebagian lagi aku juga suka) punya banyak fans padahal menurutku mereka sama kosongnya sama kebanyakan orang. Makanya aku pribadi sih berusaha untuk lebih banyak baca dan menyerap informasi aja. Zaman sekarang ilmu sesat makin banyak di mana mana :D

Daaaaan, Running Man is coming to Indonesiaaaa *kayang kayang kesenangan*

Sama PJS, sama Rio, duh aku bahagiaa banget deh. Kalo boleh jujur juga pas pertama kali baca beritanya langsung nangis. Haha cengeng ya tapi beneran deh excited. Gak mungkin bisa ke Jakarta buat ketemu langsung, tapi aku bakal puas aja kok ntar nonton di RCTI sama SBS.

Akhir kata, see you very very soon Unnie and Oppa. Enjoy Jakartaaaa! :D

Selasa, 11 Maret 2014

3 Januari 2014

Jadi ceritanya, sebagai seorang manusia aku tuh udah mau berumur 20 tahun dan... belum pernah pacaran. Iya belum pernah. Samasekali.

Dulu sih aku gampang panik kalo membahas hal ini. Tapi semakin tua, semakin gak peduli dan gak mau tau dan lebih lebih gak mau memperbaiki diri. Bodo amat lah kalo kata Lini. Kalopun khilaf lagi peduli, lebih kepada menyalahkan orang orang yang demanding sama statusku, teman teman yang terlalu laku (iyaaaaa aku emang jahat kok hahahaha) dan Allah yang gak adil. Nah minta ditampar banget ya?

Dan beneran kejadian deh tanggal 3 Januari lalu. Aku ditampar habis habisan sampe nangis aja gak bisa saking sedihnya. Iya, sesakit itu.

Jadi sebagai informasi aja, aku tuh orangnya bisa dibilang sombong lah ya. Negatif sih, tapi aku sendiri punya pembelaan. Sebagai manusia, udah gak terhitung deh berapa kali aku kena jebakan dikacangin. Entah karena aku boring atau jelek atau simply karena orang orang itu emang brengsek, tapi rasanya udah terlalu sering air susuku dibalas sama air tuba. Nah karena itulah aku jadi kurang suka memulai percakapan (atau sekedar tersenyum dan bertatapan!) sama orang lain. Terutama sama cowok ya. Aku tahu ini gak sehat banget. Tapi fakta dari jaman SMP udah terlalu banyak, yang membuat aku pada kesimpulan di atas. Nah jadi itulah tentang aku.

Trus tibalah pada satu hari, tanggal 3 Januari tadi. Hari itu aku bakal balik lagi ke Banjarbaru, setelah liburan seminggu di kampung halaman Samarinda. Nothing special really happened until the plane was getting ready to take off. Waktu itu aku duduk di 31F, window seat. Seperti biasa, aku bawa ransel yang ditaruh di atas kursi kan. Trus aku duduk lah. 31D udah terisi sama bapak bapak berbatik. Gak lama, 31E juga terisi sama cowok anak IPDN. Ketahuan soalnya dia pake seragam. Dalam hatiku mungkin dia salah satu penumpang transit, yang nanti bakal langsung terbang ke Bandung dari Banjarbaru.

Singkat cerita, pesawat take off. Bahkan sampai di titik ini, belum ada hal yang spesial. Cowok 31E pasang headset dan dengarin Adele (ketahuan karena volumenya kenceng banget -_-) dan aku baca majalah. Semuanya terasa normal saat itu. Tapi jujur kalo dipikir lagi, pemandangan anti sosial gitu bisa aku pecahkan dengan segampang bertanya, "Mau ke mana? Bandung atau Banjarmasin?" secara penerbangan pagi itu punya dua tujuan berbeda. Atau aku bisa bercanda bodo mengenai lengannya yang berkali kali nabrak lenganku. Sambil curcol betapa sempitnya tempat duduk di pesawat itu. Tapi aku menatap pun tidak. Aku cuma berpikir dengan egois bahwa aku gak akan mendapatkan respon sesuai yang aku harapkan dan aku gak suka itu. Trus di seat depan ada dua teman ceweknya, kan sedih ya kalo responnya dia bakal buruk. Ada kemungkinan jadi bahan gosip orang loh soalnya. Lagian kami gak saling kenal dan kemungkinan besar gak akan pernah bersinggungan lagi di dunia yang luas ini. Yaudah deh jadi aku lanjut baca dan akhirnya menutup mata karena emang ngantuk banget.

Tapi gak bisa tidur dan beberapa kali terbangun. Mendapati cowok 31E sesekali melirik. Dan aku tetap gak bergeming untuk membuka percakapan atau bahkan sekedar balas melirik. Yes, I was that cold. Thatttt cold, with the capital C-O-L-D. Bahkan mungkin lebih bengis dari Alexandra di buku Divortiare. Tapi Alex wajar sih bengis, dia janda yang udah merasa tersakiti, lah akuuu? Aku ini apaaaa? T_T Gak ngerti lagi deh. Ujungnya, waktu aku terbangun untuk kesekian kali, majalah yang ada di depan tempat dudukku udah berpindah tangan ke cowok 31E. Dan lagi lagi aku gak memanfaatkan kesempatan untuk sekedar menoleh dan tersenyum dan membahas isi majalah travel yang menarik itu. Tentang afrika di Jawa atau karnaval keraton di Monas.

Aku selalu menganggap gestur kayak gitu sebagai kijil,ganjen, dll. Tapi kalo boleh mendefinisikan ulang, kejadian di seat 31 hari itu membuka mata aku sama satu kata ajaib yang akhir akhir ini aku lupa keberadaannya : ramah. Aku pikir aku udah cukup ramah. Tapi ramahku pilih kasih. Mostly cuma sama manula dan anak anak. Padahal semua orang berhak mendapatkan sifat itu. Nah itu satu pelajaran terbesar dan mudah mudahan gak akan kulupa.

Kembali ke penerbangan Balikpapan-Banjarbaru, waktu itu udah mau landing dan cuaca lagi buruk banget. Turbulen berkali kali. Aku cuma bisa diam diam takut, cowok 31E tidur dan keadaan pesawat sunyi banget. Gak berapa lama pesawat akhirnya sampai di Syamsudin Noor. Bapak 31D langsung beranjak. Aku jadi galau sendiri, apalagi pas ada pengumuman kalo penumpang transit cukup diam di tempat. Mampuslah kataku dalam hati. Musti banget nih akhirnya ngomong sama mas mas itu.

Gak lama kemudian aku akhirnya ngomong juga deh.

“Misi, mas.” Singkat dan dingin. Gak pake senyum pula. Sumpah ini nulisnya malu banget karna jadinya aku cenderung gak sopan ya? Atau emang udah gak sopan? Huhuhuhu. Masalah gak berhenti sampai di situ karena tentunya masih ada ransel di kabin atas untuk diambil. Biasanya sih aku minta tolong pramugara/i buat ngambilin. Tapi berhubung seat 31 itu di tengah, jadilah agak susah biar bisa manggil mereka. Jadi ada kali beberapa menit aku blank di aisle seat. Sampe seorang bapak bapak berkupiah lewat. Mukanya baik jadi aku dengan pedenya langsung minta bantuan. Nah kebongkar lagi ya aibku yang suka hitung hitungan dalam hal apapun termasuk minta bantuan. Duhhh tapi penolakan itu sakit banget sih jadi hitung hitungan itu selalu perlu boy!

Eh ternyata ditolak loh....karena dia juga udah bawa kardus. Crap banget gak sih? Aku cuma bisa nelan ludah dan nunggu pramugari bantuin aja. Keadaan pesawat udah mulai sepi waktu ada ibu ibu lewat. Entah kenapa aku feeling aja mau minta bantuan dia. Eh.... ditolak lagi karena dia merasa gak cukup tinggi juga. Sumpah waktu itu badan udah begetaran nahan tangis T____T

Beneran loh. Tulisan ini samasekali gak dibikin lebay. Tapi mungkin akunya kali ya yang lebay.

Tapi sumpah cuma itu yang aku rasakan saat itu. Mau nangis mau nangis mau nangis. Tapi otakku bilang tahan tahan tahan. Jadinya ya apalagi kalo gak badan begetar getar gitu. Rasanya nusuk banget, cuma masalah fisik (yang tentunya bikinan Tuhan asli!) gini tapi nasibku jadi terlunta lunta. Berjuta kali aku janji sama diri sendiri kalo gak bakal mau lagi naruh barang di kabin atas di masa depan. Tapi, ini bukan masa depan, ini hari ini. Dan masalah bertambah ketika si Ibu bilang, “seharusnya minta tolong cowok.”

Hatiku langsung kayak diseret tank. Disetrum. Disiram asam sulfat.

Lupa deh kapan terakhir kali minta tolong sama cowok tanpa hitung hitungan. Lupa kapan terakhir kali memasrahkan diri sama seorang cowok. Lupa kapan terakhir kali memandang cowok sebagai lawan jenis yang seharusnya dihadapi, diajak ngobrol, diberi perhatian, duh too much information ya lama lama :p

Intinya aku merasa hancur karna secara tidak langsung tersadarkan bahwa udah lama kepercayaan diriku sebagai cewek di hadapan cowok nilainya nol. N-O-L. Lupakan deh soal pedekate atau berusaha mendapatkan pasangan. Untuk minta tolong aja takut ditolak tu nahhhhh.

Dalam hitungan detik dari perkataan si Ibu, mas IPDN langsung berdiri dan tanpa diminta langsung ngambilin tasku.

Jleb pangkat sejuta. It was so sudden, I can’t even smile properly. Aku cuma bilang makasih, masih dengan getar getar kecil nahan nangis, dan berlalu. Itu puncak dari segala luka luka yang ada di hari itu. Asliiiii. Aku mending dijahatin deh daripada dibaikin gitu T_T

Dear Mas IPDN, that simple thing you did, remind me that good people actually still exists. Orang baik yang mau membantu (or maybe, menerima) orang lain apa adanya, terlepas dari fisik, selera, mental aku yang rusak, benar benar apa adanya. Satu satunya hal yang harus aku lakukan adalah mencari, usaha. Have faith. Keluar dari zona nyaman. Berani meminta, membuka pintu. Memiliki lagi kepercayaan diri yang sama tingginya dengan semua cewek di dunia ini ketika berhadapan dengan lawan jenis. That simple.


Jadi intinya, postingan ini ditulis sebagai self note biar aku bisa jadi orang yang lebih baik lagi ke depannya. Terimakasih 3 Januari. You will be unforgettable day for sure.

Selasa, 04 Maret 2014

Iseng Iseng Resensi

5 Centimeter Per Second
Suprisingly, aku sanggup aja menghabiskan film ini sampai habis. Bukan aku banget soalnya haha. Dari ketiga chapter, paling suka chapter kedua yang intinya tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Aduh itu nampar banget. Apalagi pas adegan satu hari di mana si pemeran cewek mau nyatain cinta. Trus trus dia kan akhirnya nyadar diri aja ya kalo cowoknya itu gak suka dia tapi si cowok ini emang naturally baiiiiik banget. Jadi dengan tersedu – sedu dia memohon biar si cowok gak usah baik baik sama dia biar dia gak kegeeran.Epik deh pedihnya :’( Buat beberapa cewek (aku termasuk tentu saja) emang lebih baik dijahatin deh daripada dibaik baikin gitu :( Pergantian antar frame yang lambat emang membosankan tapi gambar gambarnya indah banget. Konfliknya sederhana banget ya anyway, tapi menyentuh deh. Yah gak rugi rugi banget kok ditonton.

Ini adegan yang kubilang menyayat hati itu. See? Gambarnya bagussss

Flu
Sukaaaaaa banget sama film ini. Suka banget suka banget! Suka tema besarnya yang bisa menyentuh aku banget. Hell, who am I kidding? Tema tentang pandemik penyakit gini harusnya bisa lebih menyentuh banyak orang dibanding zombie atau monster dari luar angkasa kan? Kan? Terutama suka sama gimana film ini mengemas sebuah konflik penyakit menjadi konflik politik nan menggemaskan. Gak tau boy, harus mihak yang mana dan itu nyiksa yet mengasikkan sekali!! Gimana sutradara bisa menjaga tensi juga perlu diacungin jempol. Di beberapa bagian aku bahkan agak susah mengatur nafas karena tegangnya film ini. Trus beberapa adegan awal waktu penyebaran virus itu thrilling abis. Bikin parno liat orang batuk jadinya. Beberapa detil yang “Korea banget” juga aku suka, seperti balas dendam, cara mati yang bikin shock, dll. Korea banget!
Suka sama semua akting pemainnya, terutama anak kecil yang jadi scene stealer itu. Kamu lucu sekali nak :’) Mungkin beberapa hal yang bikin annoying adalah banyaknya adegan yang “too good to be true”. Tapi over all, aku sih suka banget film ini. Recommended! (Ah iya, aku beberapa kali nangis nonton ini. Udah sih mau bikin pengakuan itu aja :p)

This is my kind of leader :)

12 Angry Men
Salah satu hal yang wajib di-mention kalo ngomongin kebaikan film ini adalah humornya. Keselip, berkesan remeh padahal punya arti yang daleeeem. Yang paling kuingat pas mereka mendebatkan tentang kredibilatas seseorang sebagai saksi. Keren banget deh konklusi dari debat mereka di situ (dan juga beberapa bagian perdebatan lainnya). And also, this movie is beautifully shot. Dengan setting dan cast minim begitu, menakjubkan banget deh gimana film ini tidak membosankan dari sisi visual. Aku juga suka dinamika emosi di film ini dan antiklimaks in a good way di akhir. Kekurangan mungkin ada pada scoring yang hampir sama kayak film film jadul lainnya (duh sorry but “jeng jeng” sound is too much). Overall, aku pribadi suka sama film dengan jenis cerita gini jadi ya recommended.

One of the best shots
Prisoners
Kayaknya aku terlalu banyak berharap deh dengan film ini, jadinya agak kecewa gitu terutama sama endingnya. Nyebelin abis, men! Twist yang dikasih lumayan, tapi motifnya itu loh, gak meyakinkan banget huhu. Jadi agak agak antiklimaks gitu, padahal tensi dari awal udah dibuat tinggi banget. Anyway, aku suka sama gimana film ini mendeskipsikan “depresi”, dari akting akting pemainnya, ‘warna’ filmnya, semuanya dibuat sekelam mungkin and I love it because it’s so relevant. Terutama suka sama karakter Jake Gylenhall di sini. Karakter polisi perfeksionis dibawakan cukup baik (not perfect though) sama dia. Trus kudos juga deh sama make up-nya yang cukup total. Salah satu film wajib tonton 2013 kata sebagian besar orang and I’d say I agree for the dark athmosphere.

Make up nya keceee!

Pitch Perfect
I love this. Like love love love love this! Mungkin ini subjektif banget ya karena aku emang suka jenis film/series pop musical semacam Glee atau High School Musical tapi film ini keren abis deh beneran! Suka gimana film ini menceritakan kehidupan kampus di Amerika tanpa menjadi terlalu condong ke satu sisi. I mean, anak anaknya biasa banget. Super ordinary, gak kaya, gak pintar, gak cantik/ganteng, tapi bertalenta semua di bidang musik and they’re fun. Emang sih, untuk beberapa karakter keliatan banget cuma tempelan. Anyway, scene stealer di sini yang menjadi favorit aku adalah rapper keturunan India di grup Treblemaker, he’s hot, he’s a good rapper and he’s cute too! Kalopun gak tertarik nonton filmnya, boleh banget deh dengarin OSTnya aja. It’s that good!

Look how happy they are :) Ini waktu nyanyi lagu Party in The USA

Blackfish
Kasusnya sama kayak Prisoners nih, akunya over expected duluan. Jadi kalo boleh jujur, aku kurang suka film ini. Sebagai film dokumenter, dia udah bagus sih ngambil angle-nya, yaitu biar kita bisa lebih memahami mengenai binatang yang luarnya nampak unyu walau sebenarnya berbahaya dan sebenarnya lagi hidup mereka tuh menyedihkan. Tapi tampilannya messy banget. Dan terlalu banyak narasumber. Jadi nontonnya gak fokus gitu. Trus filmnya one-sided. Emang beralasan sih ya,karena pihak SeaWorld sendiri dari awal pembuatan film gak mau diwawancara and that actually speaks a lot, but still. Pengennya kan kayak The Imposter gitu yang bisa melihat sesuatu dari kedua sisi. Overall, not really recommended.

Bagian SeaWorld cuma segini hehe

The Breakfast Club
Aku suka gimana film ini membawa emosi penonton dari melihat lima orang pemerannya sebagai ordinary teenagers dengan karakter yang stereotipe, menjadi lima orang spesial dengan masalahnya masing masing. Dan humornya juga juara deh! Smooth gitu di sepanjang film. Chemistry di antara semua pemain kerasa dan aku paling suka chemistry antara basket case dan si atlit, so sweet! Open ending emang pas banget untuk mengakhiri film ini, bikin penasaran tapi juga bikin lega, karena si sutradara gak membuat judge sama kelanjutan cerita anak anak ini. Beberapa bagian agak membosankan juga sih tapi overall worth the watch kok.

Argo
Satu slot pujian khusus aku persembahkan buat adegan pertama dan terakhir film ini. Thriller! Agak bete sih di beberapa bagian karena membosankan dan sometimes ceritanya terlalu memojokkan sisi Iran. Technically speaking, suka sama bagian design product yang cantik banget menggambarkan Iran di jaman dulu. Suka gimana humor kecil dan pahit diselipkan di sana sini, dan juga sama the most memorable quote “Ar-go fuck yourself” yang kehadirannya selalu terasa pas. Dari awal aku tau sih film ini bukan tipeku, jadi untuk bisa bertahan nonton sampai akhir aja udah hebat.

Don Jon
Ini mungkin versi lebih berwarna dibandingkan Shame yang suram. Playful, dinamis, modern, etc etc. Tapi buat aku sih ini film way too extreme. Bahkan untuk seorang aku loh ya hahahahaha :p Sebenarnya pesan moralnya kuat sih tapi stereotipe di berbagai sudut film ini membuat aku merasa sang sutradara (which happened to be Joseph Gordon Levitt himself) berusaha terlalu keras membeberkan fakta. Beberapa adegan repetitif yang dibuat biar menarik malah jadi menjemukan. Dari segi akting, tiga pemeran utama di sini sudah cukup bagus memainkan perannya masing masing. Tapi jujur paling terkesan sama Scarlett Johansson. Resmi deh dia jadi salah satu aktris favoritku :D Dia termasuk konsisten dan pilihan perannya pun beragam. Di sini dia jadi cewek seksi yang konservatif and gotta say that she did it perfectly.

About Time

This movie is so sweet it melts my heart. Sukaaaa banget gimana ceritanya mengalir gitu aja, gak lebay gak dramatis tapi tetap enak dinikmati. Suka gimana karakter para tokohnya yang unik dan manusiawi saling bersentuhan satu sama lain. Suka sama semua momen sederhana yang dibuat indah dan bermakna. Terutama suka sama karakter Tim sebagai seorang manusia. Hubungannya dengan abah mamanya dan adiknya. Aku bisa relate banget, sebagai sesama anak pertama dalam keluarga. Tersentuh banget pas si Tim berusaha untuk membantu hidup adiknya bagaimanapun caranya huhu. Konsep time travelnya banyak bolong sih, tapi gak terlalu ganggu kok.

Awww suka banget sama hubungan Tim dan Kit Kat

Rabu, 19 Februari 2014

Wishlist

Lagi galau gak jelas beberapa hari ini. Bawaannya jadi terlalu sensitif, jauh lebih bego dari biasanya, jauh lebih pelupa dari biasanya dan yang paling parah.... jadi merasa gak berharga.

Dan malam ini dengan random-nya mau nulis wishlist. Entahlah ya apa suatu saat nanti satu/lebih keinginan keinginan di bawah ini akan terpenuhi, tapi mari kita berprasangka baik dulu deh ya :p Anyway, semua isi wishlist aku liat dari Gogirl edisi Februari. Gotta love Gogirl for sure! Setelah berkeinginan berabad abad, akhirnya November tahun lalu aku mulai langganan majalah itu loh. Pernah mention dong ya, kalo Gogirl ini majalah paling favoritku di atas Girlfriend dan Kawanku. Dan gak menyesal samasekali! Karna jadinya ada yang ditunggu tiap bulan J Trus bonusnya bagus bagus, tampilannya selalu memanjakan mata dan infonya juga selalu berguna. Way to go, Moran’s girls! J Aku ambil langganan yang satu tahun dan kayaknya sih bakal perpanjang. Walau harganya lumayan juga buat mahasiswa tapi worth it kok worth it :p

  • Nexcare buat nutupin jerawat yang lagi mateng matengnya!! Duh padahal ini jadi bonus loh tapi aku dengan dodolnya ngilangin aja gitu loh. Tapi emang kecil banget sih -_-       
  • Classic Mini Bag! Wkwk suka suka ya namanya wishlist :p Kemaren ada juga liat di blognya Diana Rikasari, kece deh. Pengennya sih Coach : Legacy Mini Tanner Leather Crossbody 
  • Crop skirt-nya Picnic yang ada di fashion spread “Hit List”!!!
  • Team Delevingne Sweater-nya Picnic. Duhhhh simple but cool lah.
  •  Aviator Sunglasses dari Forever21. Ini keren banget deh dan clingggg gitu kalo dipake. Suka.   
  • \Fossil’s Memoir Flap Checkbook.Gak pernah suka dompet panjang tapi jadi pengen punya juga deh liat design yang satu itu.  
  • Semua sepatu di halaman 141. Haha serakah banget yeee. Coba liat sendiri aja deh halaman yang itu, semuanya minta dibeli emang :p
  • The Attic’s Clutch. Kebetulan lagi butuh banget nih tas semacam ini buat acara formal        
  • Really need to go to Uniqlo someday.     
  • Pore Forever. Nah ini kalo emang liat aja ya wajib beli dah (!!!). Sample yang di majalah ini sih hidung jadi kinclong banget habis makainya.
  • Nonton film In Secret. Aktor aktornya itu loh, ada Tom Felton, Elizabeth Olsen dan sinopsisnya juga sepertinya oke. Semoga ketika waktunya tiba gak mengecewakan aja J



Yah itu aja lah dulu. Sekian ngayal babu hari ini. Dan terimakasih kalo ada yang mau nyumbang untuk memenuhi keinginan keinginan di atas J