Jumat, 15 Mei 2009

3 tahun = 4 hari

Kalo ada yang tanya apa arti UAN bagi aku, kalimat diatas adalah jawabannya. Tapi kalo ada yang tanya bagaimana UAN (dan UAS) yang aku lalui beberapa hari lalu, ini adalah jawabanku :

B. Indonesia : Sebenarnya ga susah. Tapi aku kok pusing ya? *berpikir*

B. Inggris : I love english! Tapi pengecohnya boq, juara!!

Matematika : Enak. Sumpah enak. But it was still math! Yang selalu bisa buat keningku berkerut.

IPA : Garuk – garuk pala aja deh. Tapi sok jaga prinsip gak mau nyontek. Goblok. Ngarang – ngarang jawaban pun jadi pilihan terakhir. L

Agama Islam : Sedikit lebih baik daripada praktek. Sedikit. Makasih buat Vina dan Eka atas partisipasinya dalam kegiatan contek mencontek kala itu. Huhuhuh. Malu abis musti sampe nyontek gitu!

PKN : Diluar dugaan, mudah. Mungkin karena aku maksa belajar sehari sebelumnya ya?

IPS : Diluar dugaan juga. Lebih mudah. Sedikit.

TIK : Dikira bakal enak aja. Ternyata teman,, nomor 30 kebawah aku blank!! Untung ada Irene. Thanks. Oia, sekarang udah ga malu lagi nyontek. Emang butuh kan? Tapi jangan ditiru ya, anak – anak. Itu bukan sifat yang baik, sebenarnya. L

Seni Budaya : Karena udah dikasi bocoran soalnya, aku enteng aja ngisinya. Tapi begitu masuk bagian tari. Aku lupa bleh!! D**n! Untung ada Vina, Eka, Irene, Edy dan Tyas yang mau jadi korban aku. Thank you, guys!

Muatan Lokal : Tepatnya Tata Boga & Tata Busana. I hate them! Jadinya rajin belajar dan malas mencontek. Eh, kebalik. Malas belajar dan rajin mencontek. Kali ini korban keberingasan aku cuma Eka. You go, girl!! Aku doain kamu jadi ibu rumah tangga yang baik deh nantinya! Hehehe.

Well, intinya UAN dan UAS aku masih mengkhawatirkan, terutama untuk Bahasa Inggris dan IPA. Tapi, aku udah ga mo mikir ah! Udah lewat juga. Tinggal nunggu hasilnya nih.. (dagdigdug)

***

Buat teman, dimana aja kamu berada, pleaseeeeeeee.. aku mohon doanya supaya aku bisa masuk SMAN 1 Samarinda. Yep, smansa. Aku tau ini judi banget, secara smansa benar – benar diincar sama anak – anak pintar dengan ciri – ciri mata sipit dan jidat lebar (yang mana itu bukan aku banget!). Juga sama anak – anak orang kaya yang kelebihan duit ampe masuk sekolah aja musti nyogok (bukan aku juga, amit – amit jangan sampe).

Lanjut ke topik lain. Ada berita ga penting yang teman perlu dengar. Aku lagi tergila – gila dengan facebook. Hahaha. Telat ya? Tapi sutralah.. Facebook memang melenakan. Tapi beda loh sama orang – orang yang menggunakan facebook sebagai ajang cari teman (atau bahkan jodoh?) dan narsis pasang foto sana sini. Foto di facebook-ku juga cuma satu. Tok. Itu bukan karena aku ga narsis, tapi lupa cara masukinnya ;) maafkan ketololan aku deh. Ga penting. Yang penting, dengan facebook, aku dapat merasa dekat dengan orang – orang yang ga biasa.

Tidak, bukan aktor. Tidak, bukan penyanyi. Tidak, bukan magician. Tidak, bukan paranormal. Aku ga bilang aku ga bakal add Nicholas Saputra, Giring Nidji, Deny Darko, atau Ki Joko Bodo loh. Tapi pasti mereka bakal sibuk kan? Ga akan ada waktu buat aku. Dan catat teman, aku paling ga bisa dikacangin!!! Cuma dicuekin sama orang ini aja, aku udah sakit hati? Gimana sama Giring? Bisa – bisa titel aku sebagai Nidjiholic langsung gugur. Dan aku ga mau itu terjadi. Jadi, aku akan menghindarinya dari sekarang!!!

Kembali ke orang-orang-yang-ga-biasa, maksudnya adalah orang – orang yang notabene tidak (atau agak atau belum) terkenal tapi punya prestasi (atau at least potensi) yang besar menurut aku, di bidangnya masing - masing.

Dan aku udah berhasil temenan sama penulis – penulis hebat, Ika Natassa, Adhitya Mulya, Karla M. Nashar. Blogger – blogger hebat, Lisna Irawahyuni, Nugraha Adi Putra. Pesepakbola hebat, Ricardo Salampessy. Pebulutangkis hebat, Pia Zebadiah, Ariyuli Wahyu Hartanto, Andre Kurniawan Tedjono, Fran Kurniawan. Petenis hebat, Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, David Agung Susanto, Nappowan Letcheewakarm.

Hohohohohohoh... Aku senang banget! Dan ga sekedar berteman lo. Kita juga ngobrol. Singkat – singkat aja sih. Yang paling lama sama Ka Pessy. Oh God, dia baeeeeeee banget. Very humble. Tambah cinta aku sama Persipura karena ada dia. Hahahaha. Can’t wait to see you! Kalo Persisam Samarinda bisa masuk ISL tentunya. Setelah menang Divisi Utama juga pastinya.

Eh, ngomong – ngomong soal Divisi Utama, just fyi, babak 8 besar bakal diadakan di dua kota. Samarinda dan Malang. Samarinda kebagian grup K yang isinya Persisam Samarinda, Mitra Kukar, Persebaya Surabaya dan Persigo Gorontalo. Sempaja dan Segiri adalah tempat tandingnya. Pengeeeeen nonton sih. Tapi kayanya ga berani yang ada persebayanya. Takut bonek. Hehehe. Peaceee..

Kalo semifinalnya dan finalnya bakal diadakan di Palaran. Berhubung dekat dengan rumah, jadi kemungkinan bisa nontonnya sekitar 85%. Yayyy... I’m so excited! Doakan Persisam atau Mitra Kukar atau dua - duanya promosi ya! Jadi aku bisa nonton langsung ISL, dan ketemu sama Persipura, terutama Ka Pessynya, Bio dan Imanuel Wanggai. Huuuuuuuu. Pengen!

Terakhir, buat teman yang lagi nunggu hasil UAN (dan dagdigdug juga!!), I just wanna say ‘relaks aja..’! Toh, semuanya udah kejadian. Dan satu lagi, buat yang tahun ini lulus dan mau lanjut sekolah lagi, please say NO to SOGOK – SOGOKAN! Itu sama sekali gak adil buat yang belajar mati – matian untuk tes tau! Ya, juga karena salah satu dari orang – orang itu adalah aku!!! J

Okay Dit, TEBUS SMANSA!!!!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 25 April 2009

Sejarah Kelam Negeri Jiran

Sebelumnya, just for your information, postingan ini sama sekali tidak dibuat berdasarkan rasa benci dan sifat rasis. Dan juga bukan karena ingin membongkar aib negeri jiran kita tersebut. Ini semua hanya renungan. Agar kita lebih waspada dan kenangan pahit itu tidak terulang.

Ceritanya ini udah lama, acil (sama dengan tante atau bule) aku beli majalah Kartini dan aku pun baca majalah itu. Yang mana ada diberitakan soal nasib seorang Model Mongolia (selanjutnya, dia kita sebut MM). Dia menikah (jadi istri kedua) dengan seorang pengusaha Malaysia yang juga masih ada keturunan bangsawan. Singkat kisah, MM tiba – tiba menghilang.

Dan teman tau apa yang kemudian terjadi? Polisi menemukan serpihan – serpihan dari tubuh MM di sebuah tanah kosong di tempat terpencil. Ya, cuma serpihannya aja!! Karena MM tubuhnya dibom! Benar – benar deh, bom itu ditaruh di tubuhnya!!! Sampe tubuhnya samasekali gak berbentuk lagi karena hancur berkeping – keping. Gila, sadis banget ga sih itu?? Pengusaha itu pun ditangkap oleh polisi. Tapi dia tetap gak mau ngaku dan masih tampil dengan tampang gak berdosa. Dan jujur aja aku nangis. I’m not a social one. Yang kalo ada masalah sosial, langsung mewek cuma karena kasihan. Tapi ini benar - benar kejam, sadis!

Sampai sekarang pun aku belum tau hukuman apa yang didapat sama pembunuh keji itu. Yaa… kalo dilihat dari ‘siapa dia’ dan ‘siapa MM’, aku pesimis hukumannya bakal setimpal.

Well, tahun – tahun berlalu, sampai akhirnya aku kembali ingat kasus itu saat tau ada model Indonesia yang punya nasib agak mirip sama MM. She’s Manohara Odelia Pinot. Mereka sama – sama model. Sama – sama nikah dengan orang Malaysia keturunan bangsawan. Sama – sama cantik. Sama – sama non-malay. Dan… untungnya tidak sama – sama mati sadis (naudzubillah jangan sampe deh).

Setau aku, sampai detik ini, Manohara masih hidup, walau aku gak tau pasti apa dia baik – baik aja. Ya, kalo kata berita, dia sering disiksa dengan tubuh mulusnya disilet dan dipaksa berhubungan badan walau lagi menstruasi. Kalo semua itu benar dan bisa dibilang baik – baik saja, aku cuma bisa bilang alhamdulillah kan? Dan bukannya su’uzon juga, tapi jujur aku sendiri selalu waswas menanti kabar dari dia. I mean, sampai sejauh ini, nasib Manohara dan MM sangat mirip kan? So, dari awal, aku selalu mendukung kalo masalah ini harus clear secepatnya. Walaupun aku gak kenal sama sekali sama Manohara dan otomatis gak bakal dapat apa – apa kalopun masalah ini selesai, aku cuma gak pengen ada yang kayak MM lagi. Satu orang udah cukup kan?

Tapi aku tau apa yang aku harapkan bakal susah terwujud. Dan harapan kalo Manohara bakal muncul dalam keadaan baik – baik saja? Ya, kemungkinannya menurutku cuma 30%. Kenapa? Karena melihat dari norma hukum di Malaysia yang cukup banyak unsur agamanya. Dan sebagaimana kita tahu, dalam Islam, saat seorang gadis menikah dia sudah menjadi 100% milik suami. Dan pasti susah buat kita untuk ngontrol itu.

Belum lagi ada pencekalan yang dilakukan pemerintah Malaysia sama keluarga Manohara. What the fuck sih? Mereka mau apa sih? Jujur, pertama dengar yang satu ini, aku gak tau lagi mau ngomong apa kecuali “JAHAT! JAHAT! JAHAT!” Aku tau ‘jahat’ itu kata yang kejam, tapi ‘tega’ terasa sangat konyol. Apalagi saat ditanya kenapa, mereka gak bisa menjelaskan! Well, masalah Manohara disekap, aku ngerti banget itu oknum, kesalahan personal, tidak menggambarkan gimana masyarakat Malaysia keseluruhan. Tapi ini kan sudah ada campur tangan pemerintah? Apa mereka benar - benar gak punya hati? Apa mereka segitu jahatnya? Sorry to say, tapi aku 1000% yakin untuk bilang iya.

Dan jalan terakhir yang dipilih keluarga Manohara adalah KBRI Indonesia di Malaysia. Yang aku paham banget kalo itu tindakan putus asa yang hampir pasti sia - sia. Karena KBRI is nothing. Oke, maaf kalo terdengar pedas, tapi KBRI itu banci, cemen, dan sama sekali gak punya gigi. Terbukti kan sama David, yang kematian anehnya masih menjadi tanda tanya??? Karena KBRI emang gak bisa berbuat apa – apa! Dengan alasan klasik, “Negara X kan punya hukumnya sendiri.”

Dan apa yang aku pikirkan itu terbukti benar saat aku dengar keterangan Da’i Bachtiar, dubes RI untuk Malaysia. Dia bilang mereka cuma berhasil dapat pernyataan tidak tertulis kalo Manohara baik – baik saja. Tapi mereka gak berhasil untuk mengorek lebih lanjut. Kurang banci apa lagi coba??? Tapi pernyataan selanjutnya malah bikin aku mau muntah, “Kami tidak bisa mengorek lebih dalam, karena masalah ini masalah rumah tangga yang bersifat pribadi.” What the fuck again?? Belum tentu ini masalah rumah tangga aja, kemungkinan ini menjadi masalah ‘nyawa’ seseorang sangat besar!!!!

Dan fakta lain yang membuat aku makin sedih adalah usia Manohara. Dia mudaaaa… banget! Cuma beda tiga tahun dari aku! Tapi dia harus melayani pria (yang gosipnya) punya kelainan seksual. Harus udah nikah sebelum usia 17 tahun.. Jujur aja, untuk bagian yang ini, Dewi, temanku, punya opini sendiri.

“1000% salah ibunya dong! Bodoh banget mau nikahin anaknya semuda itu, dengan cowo asing yang pasti gak gitu kenal kan? Gara – gara gelar bangsawan? Kayaknya terlalu murah deh kan..? Pasti ada sesuatu yang lebih mahal! Uang!” Well, mungkin yang dibilang Dewi benar. Tapi gimanapun juga, gak ada satu ibu pun yang mau anaknya menderita kan? Ibu itu mungkin juga gak akan menikahkan Manohara kalau dia tahu kejadiannya bakal seperti ini.

Ya intinya, aku masih tetap berpegang pada asas praduga gak bersalah, tapi melihat riwayat hukum dan kekejian orang Malaysia di masa lampau, sama sekali gak ada salahnya kan kalau kita sedia payung sebelum hujan? Kita gak tau apakah Manohara akan jadi the next MM atau enggak. Tapi selama itu belum terjadi, kita wajib mencegahnya kan? Bukan karena dia Indo aja ya, makanya aku semangat banget, tapi ini masalah NYAWA, euy, NYAWA! Takutnya juga kalo udah kejadian, kita semua bakal menyesal dan hubungan RI-Malaysia jadi rusak. Anyway, aku cuma pengen liat Manohara berdiri tegak dan bilang, tanpa paksaan dari siapapun, “I’m okay.” Itu aja udah bikin aku lega kok. Secara nalar aja ya, apa susahnya sih buat orang – orang Malaysia itu? Apa coba alasan mereka ngurung Manohara kalau emang kata mereka Manohara baik – baik aja? Well, cukup kali ya semuanya. Karena aku tau yang bakal aku tulis selanjutnya pasti kata – kata benci untuk negara itu. Dan sifat rasisku akan keluar. Tapi aku gak bisa disalahkan sepenuhnya, kan? Aku punya cukup bukti untuk bilang mereka gak punya hati. Ya, kan?

Terakhir, walau dengan setengah hati, aku tetap berusaha untuk bilang semua ini cuma ulah oknum. Sama sekali tidak menggambarkan seluruh rakyat Malaysia. Ya, hanya setengah hati.

Minggu, 19 April 2009

Banjir, banjir, dan banjir…

Sekolah aku kebanjiran!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

It sucks, you know? Saat masih dalam suasana ujian praktek gini eh sekolah aku malah kebanjiran. Gila, benar – benar gak asik!

Sekolah aku banjir hari Senin kemarin. Dan pada hari itu juga hari terakhir ujian praktek which is itu ulangan seni budaya alias menggambar. Tambah sumpek gak tuh? Udah aku gak bisa gambar… Eh, musti basah – basahan dan nyeker menuju kelas. Dan tentunya bukan kelas aku yang dipakai, karena airnya masuk kedalam! Jadi aku dan semua anak kelas IX A musti ngungsi ke kelas VIII B yang sumpah deh, kotor dan gelap. Bete.

Untungnya sih, aku berhasil menyelesaikan gambaran aku itu. Yang judulnya Monster. Dan sebenarnya mau aku tampilin di sini sih, tapi takut kalian muntah – muntah ngeliatnya. Soalnya I did too, to be honest.

Lanjut ke masalah sekolah-aku-yang-kebanjiran-dan-jelek-banget-itu, setelah ngumpul gambaran aku sama pengawas hari ini alias Pak Nanang yang cerewet atau recok bahasa bataknya (thanks to Mbak Ika atas infonya!), aku pun pulang jalan kaki karena lagi pengen hemat. Aku pulang dengan Saudah, Ella, Penny (mereka anak IX F) Tyas dan Eka (kalo mereka sekelas sama aku).

Silly us, karena pengen liat rumah orang kebanjiran, kami lewat rute yang jauh dan banjirnya lebih dalam daripada rute yang biasa kami lewati. Dan kejadian GAK LUCUnya adalah aku jatuh ke selokan waktu lewat gang yang banjirnya setengah lutut. Sumpah itu GAK LUCU banget. Aku jatuhnya di tengah banyak orang gitu. Huhuhuhuhhuuu. Awas ya Dah, gara – gara kamu ngajakin, kita jadi lewat sana!!

Gara – gara kejadian GAK LUCU itu, rok, short ama CD aku basah semua. Dan karena gak tahan, aku akhirnya mau buka short aku saat itu juga. Kebetulan disitu ada rumah Atul, teman sekelas aku. Tapi ternyata teman, rumah Atul kebanjiran juga! Akhirnya, melihat situasi gang yang agak sepi, aku beraniin buat buka short disitu juga! Jadi, jangan terkejut deh kalau nemuin video bokep cewe SMP yang lagi buka short di tengah – tengah gang sempit!!

Setelah itu kita mampir bentar ke tempat Saudah buat cuci kaki dan masang sepatu. Terus pulang deh ke rumah masing – masing. Dan berakhirlah sudah my impossible adventure yang GAK LUCU itu. Well, jadi ingat kejadian bolos (sumpah ini yang pertama dan satu – satunya!) aku sama Dewi, Penny dan Ocha waktu kelas VIII dulu. Hohohohohoh. Buka diary ah,,

Sabtu, 28 Maret 2009

Is it real???

Bulan Januari lalu aku liat berita di ESPN kalo MU is coming to Jakarta. No mention Indonesia, just Jakarta!

Dan aku senaaaaang banget!! Karena selama ini MU cuma bilang mau kembali lagi ke Malaysia, tanpa ada bawa – bawa nama negeri jirannya ini. Tapi aku juga sedih. Kenapa Jakarta lagi, Jakarta lagi… yang lama – lama aku sadari sebagai pemikiran yang bodoh, karena jelas aja pasti Jakarta! Karena Jakarta adalah ibukota Negara.

Dan akhirnya aku nangis – nangis sendiri. Menyesal kenapa ditakdirkan tinggal di Loa Janan yang terpencil ini. Aku juga sempat mau nekat nonton ke Jakarta.. Dan udah nanya – nanya juga sama teman disana, mau gak menampung aku kalo beneran jadi. Teman aku hayo aja sih. Tapi akhirnya aku sadar, tindakan itu adalah tindakan paling emosinal dan berbahaya.

At the end, aku pasrah aja. MU means everything to me. Tapi menonton MU dengan jarak sejauh itu dan halangan sebanyak itu terasa tidak worth it aja. Dan aku menjalani hidupku seperti biasa. Dengan sedikit asa yang masih tersisa, aku tetap berharap MU bakal terkesan sama Indonesia dan bakal kembali lagi suatu saat nanti, disaat aku sudah siap menghadapi segala rintangan. Tidak sekarang, disaat aku masih sangat kecil.

But guess what sodara – sodara acil, pakde, uda, eneng??????

Aku nonton di Lensa Olahraga dan mereka enteng aja tuh beritain kalo MU bakal berbelok ke Borneo. Aku langsung serangan jantung. Impossible. Sebenarnya aku ingin mengatakan itu, tapi aku cuma bisa bilang “amin, amin..” Dan setelahnya aku cuma bisa diam. Speechless.

Besoknya aku bilang sama teman aku, si Zai, berharap juga dia nyadarkan aku dan bilang, “Sini ku rukiyah. Ronaldo gak mungkin datangin kamu.” Tapi dia malah bilang gini yang buat aku melambung, “Iyah, Sulis juga ngomong gitu. Congrats, ya!” Dan kembali dadaku sesak. Tapi aku masih gak percaya.

Gak puas dengan Zai, aku ngasih tau Ester (salah satu red devil sejati juga) dan dia cuma bilang “Iya Dit! Aku juga baca di koran tuh!” Dan kali ini aku pingsan, eh enggak ding, aku cuma bilang, “Serius? Oh kalo gitu, kita musti dukung Ter! SMS aja ke Kaltim Post, biar semua orang tau masyarakat Kaltim suka banget sama MU!” Dan kami pun ketawa setan.

Tapi tiba – tiba aku sadar. Is it real? MU gitu loh,, beneran dia mau datang ke Kalimantan ini? Kalimantan emang indah sih, aman, tapi apa sanggup menjamu MU? Apa MU beneran mau kesini, yang ibukota provinsinya aja gak punya bandara berkelas? Apa ini cuma gossip murahan orang pedalaman? Gak lucu banget deh kalo gitu.

Aku kembali coba cari informasi. Menggali lebih dalam lagi. Kali ini sasaranku adalah om google yang baik hati. Aku ketik ‘MU,Kaltim,Juli’. Dan dadaku sesak (lagih). Hasilnya banyak. Dan yang paling bikin aku hepi adalah dari semua berita – berita itu disebutkan kalo Menegpora sendiri yang menawarkan kesempatan ini. Juga ada wacana kalo khusus penonton Kaltim bakal ada potongan harga atau mungkin aja gratis sama sekali.

Aku cuma ketawa. Gak perlu gratis, tiketnya jutaan rupiah juga aku jabanin. Walau cuma bisa ketemu sama Sir Alex juga aku rela. MU benar – benar segala – galanya buat aku. Tempat sampah stresku, penyebab senyumku, idola – idolaku.

So here I am, menabung sebanyak – banyaknya untuk nyiapin uang kalo – kalo tiket MU nanti harganya selangit, getol – getolnya latian bahasa Inggris biar bisa minta foto bareng sama Ronaldo (ato bahasa Portugal aja ya? ;) ngarep!), ngirim SMS terus ke Kaltim Post supaya orang tau kalo MU kesini itu Dita selalu mendukung, terus berdoa semoga semua wacana itu menjadi real, dan selalu siap mental kalo – kalo rencana ini gagal.

Well, sekali lagi kita gak akan pernah mendahului nasib. Teman bisa baca postingan yang ini (postingan MU & Loa Janan) dan ngeliat betapa pesimisnya aku. Tapi, we never know teman, karena sekarang aku malah nulis postingan ini. Postingan yang penuh kebahagiaan dan berbanding 100% dengan postingan itu.

Aku baca di koran paling lambat keputusan soal MU main di Palaran itu keluar dua bulan sebelum pertandingan dilaksanakan which is itu bulan Mei. So, aku gak butuh apa – apa dari teman, aku cuma minta doanya aja supaya MU beneran bisa kesini. Ke Loa Janan (FYI, Palaran, tempat rencana pertandingan ini digelar cuma berjarak tiga kilometer dari Loa Janan.)

Rencananya sih, kalo jadi, pemain MU bakal nginap di Novotel Balikpapan dan kalo udah mau tanding bakal naik pesawat ke Temindung, baru setelah itu bakal lanjut sampai ke Palaran.

Arhhhggggaahh!! Aku udah gak sabar. Dadaku sesak!!!

Jawa? Dua Kali?

Maaf, kalo postingan ini membuat teman tersinggung. Cuma curhatan hati aja. Opini sendiri aja.

Tadi aku baru aja liat iklan partai GOLKAR yang ceritanya ada dua bapak – bapak lagi mau makan di food court. Terus mereka bahas soal gado – gadonya orang Indonesia. Well, the point is ada beberapa contoh suku di Indonesia yang disebutin. Mereka adalah sunda, makassar, minang, batak, dan jawa..

Well, my question is kenapa suku yang terakhir itu disebutin dua kali?????

Aku juga gak berharap banjar atau dayak atau kutai disebutin sih,, tapi kan ada banyaaaaaak sekali suku di Indonesia. Kenapa untuk suku itu disebutinnya harus dua kali? Kenapa gak masukin orang timur, suku aceh atau suku sawang aja sekalian?????? Kenapa????

Apa karena bangsa Indonesia dominan orang Jawa? Apa karena empat dari lima presiden RI itu orang jawa? Apa karena universitas terbaik Indonesia itu adanya di Jawa? Apa karena ibukota negara ada di pulau Jawa? Apa karena Gelora Bung Karno itu ada di Jawa? Apa karena Java Jazz itu diselenggarakan di Jawa? Apa karena orang Jawa banyak menjadi TKI dan menghasilkan devisa bagi negara? Apa karena Tukul orang Jawa?

Dan mereka gak menggubris betapa banyak bahan tambang yang membuat negara kaya dari Bangka Belitung, Kalimantan? Berapa banyak hutan di provinsi itu yang dikorbankan? Berapa banyak jalan yang hancur lebur oleh truk – truk yang membawa barang berharga itu ke negeri antah berantah? Berapa banyak devisa yang dihasilkan oleh surga dunia yang bernama Bali? Bahwa Bunaken dan Danau Toba juga bisa dikembangkan lebih lagi karena memiliki modal keindahan yang diakui warga dunia? Bahwa banyak anak di pedalaman Sumatra yang jago bulutangkis dan ada jutaan anak lagi di Papua yang lihai mengolah bola? Ada jutaan perkebunan sawit di Riau yang membuat negeri ini mendapat pundi – pundi uang? Dan mereka kadang kelihatan transparan oleh pemerintah pusat. Guru – guru di pedalaman itu. Anak – anak berbakat itu. Alam – alam bisu itu.

Aku juga tau betapa orang Jawa berarti dalam setiap denyutan jantung Republik ini. Tapi please,, ada jutaan orang yang berKTP Indonesia lagi yang butuh perhatian. Masalahnya gak cukup pada busway atau pernikahan dini Syekh Puji. Indonesia lebih dari itu. Seribu kali lebih daripada itu.

Aku mohon pada siapapun yang baca, jangan pernah melihat Indonesia seperti yang ada di TV. Indonesia lebih dari itu. Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Indonesia itu luas. Dan masyarakat Indonesia itu banyak. Dan mereka sama. Bangga menjadi warga negara dan selalu ingin melihat Indonesia maju. Tapi mereka juga butuh perhatian, dukungan dan penghargaan atas apa pun yang mereka lakukan. That’s it. Dan aku yakin, menyebutkan nama suatu suku mayoritas sampai dua kali, disaat masih ada banyak pilihan suku lain, di iklan politik bertaraf nasional, sama sekali bukan tindakan yang menyenangkan orang – orang minoritas itu. Setidaknya menurutku.

Aku gak pernah bilang aku benci orang Jawa. Tapi aku benci cara orang mempresentasikan suku Jawa itu. Seakan – akan Jawa adalah segala – galanya. Seakan – akan kalau gak ada orang Jawa kita gak bakal merdeka. Tidak seekstrim itu kan?? Tapi bagaimanapun aku kenal banyak orang Jawa dalam hidupku. Teman – temanku, guru – guruku, tetanggaku. Dan aku tau mereka adalah orang – orang baik.

Terutama aku respek sama Sri Sultan Hamengkubuwono X (bener gak ya nulisnya?) Dia pernah bilang kalo sesuatu yang mayoritas tidak boleh mengintimidasi yang minoritas. Seperti halnya Islam tidak boleh terlalu dominan dan Jawa bukan berarti segalanya. Aku setuju. Tapi tetap aja susah untuk menyatakan kalo apa yang Sri Sultan omongkan udah bisa kita lihat di negeri ini, kan? Aku mau bilang itu bullshit, tapi aku gak sanggup karena aku yakin sikap yang dibilang Sultan itu sikap yang benar. Dan jauh di lubuk hati, aku berharap kebenaran itu bisa jadi kenyataan. Even I don’t know when it really happens.

Aku harap teman suka sama postingan ini, dan bahkan kalo bisa ngambil pelajaran yang tersembunyi di dalamnya.

Tapi ya udah, kalo ada yang gak suka sama postingan ini. Toh, ini juga cuma curhatan anak Kalimantan yang haus perhatian.

Postingan ini gak penting. Super gak penting, for God’s sake!

Ps, maaf kalo postingan ini sedikit (atau sangat) rasis. Aku cuma gak bisa bohongin diri sendiri, kalo the fact is I’m the rasis one. Aku sama sekali gak bangga sama sifat asli aku itu kok! Aku cuma merasa gak berdaya aja untuk ngerubahnya. Dan mungkin karena memang realita kehidupan aku yang membuat aku jadi rasis. Yakni kenyataan kalo domisili di Samarinda membuat aku gak bisa nonton MU, atau bahkan sekedar SEA GAMES. Maaf. :(