Minggu, 22 Maret 2009

Kenapa Manchester United?

Jujur, kalau ditanya gitu aku pasti bakal bingung jawab gimana. Tapi yang jelas.. okay, let me explain for the first time.

Pertama – tamanya tuh aku tau soal MU dari Beckham. Tau Beckham kan? Pangeran sepakbola cakep yang naujubilah glamornya. Ya, aku salah satu dari groupies yang mengellingi hidupnya. Padahal waktu itu aku baru kelas 3 SD. Haha. Aku tau kedengaran silly ya? Anyway, waktu itu yang aku tau tentang MU cuma satu kalimat. MU itu kepanjangan dari klub sepakbola Inggris, yaitu Manchester United. That’s it. Tapi itu udah WOW banget karena MU adalah satu – satunya klub sepakbola yang aku kenal saat itu.

Ceritaku tentang MU pas kelas 3 SD tadi berakhir pas Inggris gagal lolos ke semifinal Piala Dunia 2002. Ya, kegilaan aku dengan Beckham cuma berbilang harian. Dan begitulah, aku cuma tau kalo MU itu sekedar klub bola.

Semuanya kembali berlanjut pas pra Piala Dunia 2006. Aku yang ngedengar dari gosip sana sini, bakal ada Piala Dunia lagi, jelas excited dong! Bayanganku tentang Piala Dunia udah terbangun dengan bagus banget. Tau apa poinnya? Bakal ada ratusan cowo – cowo cakep yang berebut bola! Hahaha!

Udah kebayang tuh mau reuni sama Beckham, Ballack, dll. And, that was exactly I said. Ada banyaaaak sekali cowo – cowo cakep dengan skill mengkilap. Akhirnya, karena penasaran dengan mereka – mereka itu, aku bikin aja listnya. Nama dan asal pemain – pemain bola itu.

Oia, ada yang ketinggalan, beberapa bulan sebelum Piala Dunia dimulai, aku ada nemu koran yang isinya tentang seorang pemain Portugal yang ngunjungin seorang anak Aceh yang berhasil selamat dari tsunami. Nah, kebetulan anak itu memakai kaus tim sepakbola Portugal pas ditemukan. Dan tau gak gimana tampang tuh pemain. Cakep banget sumpah! Akhirnya, karena penasaran aku catat namanya dan cari tau klubnya. Kalian pasti tau dong siapa pemain yang aku maksud? Yep, He’s Cristiano Ronaldo.

And then, aku tanya sama Deny, adekku, Ronaldo itu main di klub apa? Liga apa? And he answered my question. And I really surprised, when he said Manchester United and Liga Inggris. Benar – benar kenangan lama bersemi kembali! Dan aku lebih terkejut lagi begitu tau kalo nomor yang dipakai Ronaldo dan Beckham itu sama, which is 7. Dan ya udah, satu dua kali aku nonton pertandingan MU untuk melototin Ronaldo yang ternyata gak seganteng di koran itu. Tapi itu cuma nemanin Deny duang si, dan itupun gak sampe abis. Toh peraturannya aku juga gak begitu ngerti.

Back to World Club 06, karena aku udah punya relasi dengan bola yaitu adekku dan Edy, teman sekelas di SMP, aku merajalela aja tanya sama mereka. Ini main dimana? Yang itu main dimana? Kenapa sih bisa sampai penalti? Offside itu apa? And many more. Walau kadang, aku juga suka cari info sendiri. Aku baca sana sini. Aku nonton sana sini. I learned everything about football. And when I said everything, it means EVERYTHING!!! Ini juga yang membuat aku suka sama bola selain kemampuannya membuat stresku ilang, sepakbola itu benar – benar mencakup semua ilmu. Mulai dari psikologis, kesehatan sampai fashion. Kamu bisa temukan di sepakbola.

Waktu itu udah hitungan bulan aku kenal bola, aku menjadi orang yang rajin nongkrongin MU (koreksi, aku masih belum jadi fan) karena emang MU itu enak banget ditonton dan pemainnya cakep – cakep. Tapi aku juga suka liat Chelsea, Arsenal atau Liverpool. Istilahnya, aku belum menetapkan pilihan mau jadi the blues, liverpludian, the gunner, ato devils. Sedangkan Deny udah jadian ama Chelsea. Edy juga udah bangga banget menunjukkan ‘kebiruannya’ itu. Kalo ditanya, aku tetap bilang, aku suka Cristiano Ronaldo bukan MU.

Dan ketika akhir musim, dimana MU berhasil menjadi Juara Liga Inggris, aku mulai menata hati. Aku berketetapan akan menetapkan pilihan sebelum kick off musim depan dimulai. Bagaimanapun juga, cuma satu klub yang akan mendapatkan hatiku sepenuhnya. Dan pencarian jati diriku pun dimulai.

Aku mulai mikir kalau Arsenal, aku cuma suka Fabregas cs sekedar tampang. Walau permainan mereka bagus banget. Pasti ujung – ujungnya aku cuma bilang “kamu terbuat dari apa si Van Persie???” plus mata yang dibuat berbinar – binar. Dramatis abis!

About Liverpool…. Ini alternatif yang bagus banget, tapi aku mulai berpikir tentang banyak hal. Banyak banget yang gak bisa membuat aku bertahan dengan Liverpool. Stabilitas yang kurang, histori yang terlalu dibangga - banggakan dan fansnya yang gak gitu gahar. So, I said no to the reds.

Dan Chelsea? Apa yang salah dengan Chelsea? Klub dengan pemain – pemain yang hebat, ada si cakep Frankie Lampard disana, kipernya mantap abis, dengan pelatih terbaik menurut aku (Jose Mourinho), tapi itulah… Chelsea was so perfect… Dan itu yang membuat aku jadi penasaran dengan historinya. Yang ternyata was a big zero. Chelsea was nothing. Chelsea ‘idup’ cuma karena uang dari orang Yahudi. So, thanks but no, Chelsea!

Dan MU, seperti yang tadi aku bilang. I love the way they play. Tapi kadang – kadang aku cuma heboh sama Ronaldo aja. Begitu bola berpindah, aku langsung noleh ke lain. Lagipula saat itu aku kurang suka sama Sir Alex dan Rooney. Tapi aku langsung berubah saat aku beli buku biografi Cristiano Ronaldo. Dia gak seperfect yang aku kira ternyata. Entah kenapa sejak saat itu, walau Ronaldo lagi gak main, aku masih setia nonton MU. Dan selalu terpukau sama cara bermain mereka. Dan, pencarianku pun berakhir. Karena sekarang, hatiku udah sepenuhnya jadi milik MU.

Menurut kalian, sampai kapan aku bisa bertahan sama MU?

Karena jujur aja, sekarang udah 2 tahun dengan suka duka, cedera – cedera dan kemenangan dimana – mana. But, I still there. Di sudut kamar sambil diam – diam ngomong “you can do it, guys!”.

Aku orang yang bosenan. Aku tau itu. Aku emang keliatan addict dari luar. Tapi aku sendiri gak yakin aku akan tetap jadi ‘devil’ dalam jangka waktu satu tahun kedepan. Terutama karena aku udah 96% tau tentang bola, aku punya banyak banget partner untuk ngomongin bola, aku udah nemuin semua jenis kecakepan pemain bola di dunia. Cuma masalah offside yang belum aku pahamin.

Kenapa aku curhat kayak tadi? Well, karena aku kadang merasa bosan dengan bola. Kadang aku nyuri – nyuri waktu buat tennis atau bulutangkis. Semua orang bisa pergi dari bola, dari MU, toh pemain bisa pindah klub dan pasti suatu hari nanti juga pensiun kan? But me?

Cuma satu hal yang benar – benar bisa membuatku tenang kalo aku udah mikirin putus dari sepakbola. Yaitu kebiasaan aku kalo malam Minggu, pake tanktop dan hotpants duduk di kasur kamar sambil teriak “Go United! 7-0 ya, guys!” My habit. Hehehe. Dan satu lagi, walau malamnya aku udah nonton pertandingannya ampe abis, aku pasti bangun pagi dan nonton semua berita olahraga dan liat tanggapan mereka tentang MU tadi malam. Baik atau buruk.

Tapi ya… kalaupun suatu saat nanti aku akan membiarkan MU dan atau Sepakbola sebagai sebuah sejarah, aku ingin perpisahan yang baik – baik. I mean, putus bukan berarti musuhan kan? Aku pengen seperti yang dibilang Karel Poborsky (kalo gak salah tulis nama). He said, “I love football. But, sekarang saya berada di titik jenuh. Sudah saatnya saya berhenti sejenak dan melupakan apa itu sepakbola. Tapi saya gak akan pernah lupa sama sepakbola.Hal paling berharga yang membuat saya merasa berharga. Hal yang mengajarkan saya banyak hal. Hal yang memberikan saya banyak hal. Sungguh, saya gak akan pernah melupakan sepakbola. Gak akan.”

Dan aku akan menambahkan, “Football means everything to me. Butuh waktu yang sangat, sangat lama kalau aku mau serius ninggalin bola. Dan lukanya pasti akan sangat, sangat dalam. Tapi aku janji. Aku gak akan pernah benci sama kalian. Aku janji.”

By the way, sekarang aku udah mulai jenuh, tapi aku makin mantap sama MU. Aku udah gak mikirin “Ronaldo main gak?” Sekarang kalo ditanya jawabanku bukan, “Aku suka Ronaldo, bukan MU,” tapi udah berganti jadi, “Aku suka MU, tapi Ronaldo juga sih. Hehehe.”

Dan walau sekarang Ronaldo emang bikin eneg mulu, aku cuma butuh waktu satu menit untuk noleh ke belakang dan liat gimana jasa – jasanya dari aku yang cuma ‘kenal’ sama MU jadi berubah ‘suka’. He is so precious. Dan teng, aku sudah bisa memaafkan semua kelakuan setannya. Paling enggak dia bermain bagus di lapangan, itu justifikasi kalo Ronaldo mulai ngoceh sana sini kaya beo ngajak kawin. Huahahah.

Waduh, waduh, besok ulangan dan aku yang awalnya cuma iseng mo nulis satu dua kalimat malah jadi 3 lembar HVS gini. Hehehe. Emang kalo ngomongin bola gak ada matinya. Akupun karena terlalu sering gaul dengan bola, pernah nulis novel (kecil – kecilan) yang ada bolanya which is ‘Relativity Story’, nekat nonton Nokia Football Crazy padahal tuh acara sepenuhnya English dan aku musti naikin volume tinggi – tinggi, nempelin telinga di speaker, dan buka – buka kamus kayak orang kesetanan demi ngartiin satu dua kalimat. Bodoh banget gak tu?

Udahan ya, tangan aku udah capek banget ngetik. Lagipula besok ulangan IPA, mate! Pelajaran yang aku bego banget! Bisa – bisa kalau pertanyaannya apa itu sistem reproduksi? Aku bakal jawab sistem pertahanan 4-4-2. Siapa yang menemukan gaya gravitasi? Cristiano Ronaldo Dos Santos Aveiro.

Oh yes, I’m a football freak dan ‘devil gila’!

4 komentar:

  1. penggemar MU to?
    dulu aku juga smpat jadi penggemar MU, ngikut2 kakak2 yang cowok pada suka bola kan...

    lama-lama cuma suka beckhamnya aja...hihih

    BalasHapus
  2. @ anna fardiana

    itu yg namanya naluri wanita, mbak..
    ;)

    BalasHapus
  3. buset deh, cinta banget ama bola.. good!

    ada niat jadi pemaen bola? komentator pertandingan bola? atau pembawa acara siaran bola?.. bagusnya disalurin tuh hobby-nya, jadi someday punya profesi yg bener2 lu sukai.. :)

    good luck!

    BalasHapus
  4. ada sih..
    pengen jadi pembawa acara siaran bola..
    tapi keanya fisikly jauh deh.
    hehe.

    BalasHapus