Rabu, 01 Februari 2012

Sorry

For everything.

For not being consistent about this and that and now, for not writing anything in January.

Mungkin gak ada yang peduli juga ya sama blog gak penting satu ini. Tapi aku, sebagai penulis dan pembaca nomor satu (yesss, I read my blog that many times), merasa penting sekali untuk tetap konsisten menulis setiap bulannya. Aku emang bukan orang yang produktif banget nulis, tapi liat aja, setiap bulan aku pasti nulis di blog ini. Sebusuk dan sesingkat apapun tulisanku. Tapi Januari ini, aku gagal *emot nangis*


To be honest, I can't even explain why I became like this.. desperate. Atau mungkin aku bisa, tapi terlalu malu aja untuk menyampaikannya. So here I am, di hari pertama bulan Februari, berusaha brainstroming apa yang salah selama ini.

Oke langsung ke pokok masalah utama, sebenarnya berat banget aku buat nulis ini tapi yeah I wanna leave it here, and just move on with my life afterward so here it is : Aku ngerasa hidup aku di 2011 itu kayak a series of failure. Nah that was it.

Mulai dari kehidupan cintaku yang... gak usah dijelaskan lagi kali ya. Udah terlalu sering kayaknya curhat gak penting tentang itu di sini :P Tapi beneran loh, luka yang lagi pedih pedihnya pas awal 2011 itu masih kerasaaa aja sampai detik ini. Haha bodoh pang aku ya, salah paham terlalu lama. Tapi ya gimana dong ya, seperti kata Raditya Dika, "Karena luka hati, terutama ketika tidak dijahit, bisa jadi tidak akan pernah kering."

Tapi masalah cinta itu jelas cuma seupil dibanding satu kegagalan lain dalam hidupku tahun lalu. Yaitu yang sakitnya paling sakit dibanding apapun. Yang rasa rasanya kalo gak aku share di sini selamanya aku gak akan bisa move on. Yaitu gagal diterima di universitas idaman. Berkali - kali.


Banyak orang nasehatin untuk terima nasib aja, let it flow. But damn, I don't want let myself flow. "Only dead fish let it flow", Sarah Palin said. I have plans. And when my plans don't fall to the right place, it just hurts so bad. Apalagi kalo liat atau dengar judge orang orang dengan pilihan universitas maupun jurusanku sekarang. Ya ampuuuunn orang orang itu bicara seakan akan masuk Kedokteran atau ITB itu semudah ngupil (gak ngerti juga kenapa aku make analogi ngupil sampe dua kali). ITS aja aku ditolak tu nah *emot nangis lagi*

Setuju banget sama kata kata Ichaung pas kita lagi ngobrol hal ini yang intinya jangan pernah berharap kalo emang gak mau kerja keras banget. Apa aku gak kerja keras makanya sampe gagal? No, aku kerja keras. Tapi kerja kerasku emang bayarannya 'cuma' Tekkim Unlam. Kerja kerasku tidak cukup untuk bisa masuk ITS, STIS maupun STAN.

Dan aku nyesal sekarang.

Huh, aku selalu benci diriku sendiri sebenarnya kalo udah bilang bilang menyesal gini. Buat aku bodoh banget orang yang sampe kayak gitu, kayak gak punya hidup aja. Kayak hidupnya ketinggalan di masa lalu. But there I said it. Aku nyesal.

Aku nyesal banget kenapa gak cukup berusaha waktu itu. Kenapa mimpi aku kurang besar dan berani sampai bahkan gak berani nyoba kedokteran. Kenapa belajar aku kurang gigih sampe aku gagal dapat ITS di Ujian SNMPTN. Kenapa aku terlalu canggung dan bodoh waktu tes wawancara STIS tahap 2 sampe akhirnya aku gagal lagi. Kenapa waktu UN aku gak berjuang keras buat MTK sampe akhirnya aku cuma dapat 5 lebih dan itu mungkin jadi penyebab utama kenapa aku gagal STIS. Kenapa aku gak cukup kuat ngelilingin lapangan bola sebanyak 5 kali dan menyebabkan aku ditendang dari tes STAN tahap 2. Kenapa aku gak punya cukup courage sama abah untuk minta uang lebih buat nyoba Mandirinya ITS. Kenapa egoku waktu itu gede banget sampe nolak nolak abahku yang nawarin UB aja buat SNMPTN tertulis.

Kenapa takdir jahat banget menggagalkan Undanganku tanpa aku tau kenapa. Aku gagal, tanpa tau kenapa!!!! Apa yang lebih sakit dari itu? Aku gagal Tertulis ITS, STIS tahap 2, STAN tahap 2, aku bisa nyalahkan diriku sendiri. Tapi gagal Undangan nyalahkan siapa? Tuhan? Aku gak mau jadi durhaka ya. Jadi tolong, kasih tau aja kenapa aku gagal. Kenapa semua anak SMANSA angkatanku gagal di saat orang lain pada ketawa ketiwi bisa masuk universitas ini dan itu dengan mudahnya. Tapi jujur perasaan bahwa di dahiku tercetak tulisan LOSER sehari setelah pengumuman masih ada sampai sekarang.  Dendamku akan jauh lebih mudah luntur seandainya aja aku tau kalo out there, there's someone to blame, even if it's my very own self. Tapi kalo gini caranya, dendam aku akan bikin mati aku sendiri. And I can't stop. It's too much pain in my ass.

Damn. Itulah dia semuanya. Mengatakan semua itu mungkin gak akan membuat hidupku kembali ke jalan yang benar. Gimanapun juga semua udah lewat. Damn, it's almost been a year! Tapi ya itu, aku sakit hati. Aku nyesal. Aku kepikiran terus. Dibalik semua ketawa ketawa aku kalo ditanya soal penolakan penolakan yang pernah aku alami, aku masih kesakitan. Banget. Dan aku gak bisa ngomong ini sama siapapun. Sama orang tuaku, aku merasa bersalah banget. Sama teman temanku aku malu. Sama orang lain, aku merasa terhina apalagi kalo ngeliat tatapan mereka. Ugh. Sebenarnya mau nulis di blog ini juga malu karna gak akan tahan baca komentar komentar orang nanti (kayak ada aja yang peduli) tapi ya daripada aku curhat trus disimpan di laptop sampai berdebu, mending dipublish aja di sini.

Ada sensasi tersendiri aja gitu ketika uneg uneg yang bikin sesak dada ini tersampaikan ke belahan dunia lain. Sedikit lega gitu. So thanks to my blog and dearest reader, you're always there :)


Jangan ngejudge ya, cukup doakan aja luka lukaku di 2011 bisa segera sembuh. Dan aku bisa melihat lebih banyak kebahagiaan di 2012. Aku doakan kalian juga akan mendapatkan berkah yang sama. Amin.

So, happy new year, everyone! Cheers! :D


Ps, baru aja aku nonton Glee episode terbaru dan ada satu quote yang aku pikir pas dengan orang gagal macam aku (Kurt dan Rachel habis ditolak NYADA juga. Ha-ha-ha.), ini Kurt's

The future used to be such an abstrack idea. Uh, and the dream was enough, you know? But now the future has the nerve to show up and it's expecting us to do something and it's not interesting in giving a lending hand.

Dan ini Rachel's

I'm actually kind of scared.  I thought the world would care more.

Oh and anyway, Rachel's damn right. *emot nangis, lagi*

Senin, 19 Desember 2011

Ingin Jatuh Cinta (dan Berkomentar) Lagi

Terakhir jatuh cinta itu kapan yaaa? Terakhir tersenyum tersenyum sendiri, mendengarkan lagu romantis sambil memikirkan dia, merasakan degup jantung gak karuan tiap ngeliat dia? Aaaa kangen banget masa masa itu :’) Kangen banget saat finally menetapkan satu gebetan, ngejar dia, cerita sama semua orang tentang dia tanpa malu malu, dan yang paling penting, jujur sama diri sendiri. Perasaan jatuh cinta dengan cara yang seperti itulah yang buat aku sebagai yang paling indah di dunia. Perasaan hina yang bisa membuat aku produktif menghasilkan belasan curhatan dengan kata – kata indah, puluhan tweet yang RT-able (yakali istilahnya sombong banget. Haha) dan airmata yang gak kehitung. Entah airmata sedih saat liat gebetan sama cewek lain atau airmata haru saat akhirnya dia senyum sama aku.

Bermula dari satu perasaan, yang akhirnya menjadi kenangan.

Tapi sekarang kisah percintaanku hambar. Rasanya semakin tua jadi semakin gengsi buat jatuh cinta. Haha bodoh ya. Seharusnya gak ada batasan umur untuk bisa ngerasain sensasi paling menyenangkan sejagat raya itu. Seharusnya trauma masa lalu gak akan menghalangi reaksi kimia itu untuk muncul lagi. Tapi rasanya kok gak bisa aja ya? Hati ini... rasanya udah mati. Cih bahasaku lebay maksimal. Tapi seriously kalo hati aku daun, maka semua stomatanya sudah tertutup. Celah seukurunan nanometer pun rasa rasanya gak ada. Iya, aku masih suka bekijilan sama cowok, nunjuk sana sini yang ganteng, tapi ya itu aku gak pernah mau jujur lagi sama diri sendiri. Tiap aku mulai ngerasa suka dikiiiit, tiap aku ngerasa hati aku akan mulai meminta balasan lagi, aku mundur. Aku cuma ngetawain diri aku sendiri dan seakan ngomong gini ke hatiku, “Udah give up aja, jelek. You stand no chance, you know that.” Menyedihkan? Iyaaaa gak usah diingatkan lagi. Tau kok :’)

Tapi aku tetap pengen buat kenangan lagi. Aku ingin jatuh cinta lagi.

Aku pikir dulu gak mungkin banget ada satu orang yang sebegitu tersakitinya sampe males mencari cinta lagi. Aku pikir tahapan itu gak ada jadi aku sendiri gak bakal ada di tahap itu (pusing, pusing deh bacanya :p). Tapi setelah baca bukunya Indra Herlambang yang Kicau Kacau (iya telat bacanya -_-), kayak ditampar, dikit. Gak sampai merah kok. Well, the point is, tahapan yang mengerikan itu mungkin ada. Cara pandang Indra di bukunya tentang cinta yang agak sinis songong gimana gitu aku banget. Fufufu. Dan walaupun sekarang tweet – tweetnya penuh dengan ungkapan cinta yang manis, Indra was there. And I am probably still there. Huaaaa ngerti aja lok? Maksudnya aku masih tersesat di tahapan itu, tapi bukan gak mungkin, seperti Indra, suatu saat nanti aku bakal bangkit dan balik lagi ke dunia normal. Jatuh cinta lagi.

Di postingan ini, gak ada keluhan untuk memojokkan pihak – pihak tertentu kok. Gak kayak dulu :) Kalo kita dijatuhin orang, boleh kita maki – maki dia. Tapi kalo kita gak bangkit karna kita sendiri ngejudge diri kita gak bisa, then we are the only one to blame. Huaaaa analoginya keren tapi kalo bahasanya acakadut gitu jatuhnya jelek juga ya? :( Anyway, pokoknya aku pengen jatuh cinta lagi!! Di sini (baca : Banjarbaru) bukannya susah buat begitu sih. Kalo boleh jujur malah mudah banget. Cowok ganteng bertebaran disini. Cowok baik, yah, gak sedikit lah alhamdulillah. Tinggal milih dan berusaha sekerasnya. Tapi emang susah ya bok, kalo gak ada niatnya. Haha.

Tapi mengutip kata Nurul aja deh, “Cowok itu gak usah dicari, ntar datang sendiri.” (!!!!)

Sebenarnya sih sangat tergoda untuk membalas kalimat itu dengan ucapan sinis sarkasme yang sadis, tapi enggak ah :) Harus ikut optimis juga. Harus ikut ikutan bilang gini juga, “Hati itu gak usah didobrak, tapi ntar juga kebuka sendiri kalo sudah ada orang yang tepat.” Ah udah ah curhatnyaaaaa. Let’s talk about some random things then.

Pertama aku pengen mengemukakan pendapat tentang isu Suster Ngesot Gadungan. Well, terlepas dari keterbatasan info yang aku dapat, aku ngerasa aneh aja. Ya masaaa mau ngasih surprise di tempat umum tapi petugas di tempat kejadian gak tau. Lucu aja kalo emang bener gak ada koordinasi gitu. Udah gitu aja komennya takut salah omong :p Yang jelas ini wajib dijadikan pelajaran ya buat yang nanti – nanti mau ngasih kejutan buat orang terkasih. Kerjasama dengan orang – orang di sekitar TKP itu penting banget!

Isu kedua adalah masalah Sondang dan ITB. Soal Sondang ini sih aku gak begitu ngeh sama alasan dia sampai bakar diri gitu, tapi yang jelas begitu aku dengar beritanya yang kepikiran adalah soal orang tuanya. Pikir sendiri aja lah gimana perasaan mereka. Apapun alasan Sondang, bunuh diri ya bunuh diri. Mengingat tingkah orang Indonesia yang anget anget tai ayam, kayaknya sebuah nyawa benar benar gak worth it deh buat dibayarkan untuk sebuah perhatian. Dan soal ITB, ya suka suka mereka dong mau ikut aksi apa enggak. Solidaritas itu juga pake otak. Aku gin kalo diajakin demo, mikir mikir dulu impactnya gimana, worth it gak, ada pihak yang dirugikan gak, dll. Yah walau aku agak ragu juga sih anak – anak fakultasku yang lain bakal sama kayak aku apa enggak. Boooo, disini banyak yang anarkis. Serem! Terus pake ngasih hadiah yang gituan? Really? Gak ada cara yang lebih elegan apa ya :)

Dan yang terakhir tentang.... Jambul Khatulistiwa Gorong Gorong Sudirmannya Syahrini!! *guling guling dari Pal 6 sampai Martapura* Dah, udah gak tau lagi deh mau ngomong apa soal mbak yang satu ini. You just rock!

Ps, I’m coming to my hometown on 23rd December dalam rangka minggu tenang (I knooooowww, stupid banget kedengarannya, minggu tenang malah jalan – jalan) dan ada acara keluarga. So, see you soon, home ;)

Minggu, 27 November 2011

How's Life?

Itu pertanyaan template aku dah kalo lagi ngobrol sama teman teman yang nun jauh di sana. Yang entah udah berapa hari gak ada ketemu. I know, pasti bagi banyak orang itu pertanyaan basi. Tapi buat aku sih satu kalimat itu maknanya dalam banget. Satu kalimat itu, seakan menunjukkan kalau kita udah gak berada di dunia yang sama, gak berada di jalan yang sama.


Duh jadi mellow. Kangen sekangen kangennya sama kalian, sparkle!! Sama Libels, sama 026, sama Loa Janan dan semua muanya!


My life itself is so so. Dibilang oke ya kadang bikin pengen nangis nungging – nungging juga kok. Dibilang menyedihkan ya terus buat apa itu ketawa – ketawa yang jelas ada setiap hari? :P Yang jelas life has its up and down moment. Hidup aku emang baru tiga bulanan disini, tapi serasanya udah lamaaa banget. Aku udah pernah kehilangan dompet, udah pernah tersesat dan malah menemukan jalur baru, udah pernah salah beli beras (90k for 5kgs! Wtf?), udah pernah ngendarain motor ke Banjarmasin sendiri (jalannya sih sama teman – teman yang lain, tapi aku full bawa motor pulang pergi) demi untuk ngemall aja! Terus aku juga udah UTS dan *jengjeng* resmi jadi panitia buat acara Musda BKKM-TKI Juli 2012 nanti. Booow, takut. Itu event regional Kalimantan-Sulawesi dan aku kan gak punya pengalaman organisasi samasekali :( Tapi bismillah aja lah ya. Semoga ini jadi awal yang baik buat nanti – nanti. Amin. Btw, aku kebagian jadi seksi acara loh. Hayo yang pernah ngerasain pengalaman di section itu boleh banget loh bagi bagi B)


Ohya buat yang pengen jadi anak kos (I usually call my ‘kos’ as ‘rumah susun’ though, soalnya lebih mirip kesana sih) here I tell you things. Kadang hidup itu berasa susaaah banget loh. Udah capek di kampus. Tugas numpuk, laporan numpuk, belum lagi kalo ada ujian dll. Tapi begitu kembali ke kos masih harus nyapu lah, nyuci lah, setrika lah, masak lah. Capek banget loh jadi anak kos, capek banget loh mandiri itu. Jadi buat kalian yang masih bisa leha leha di rumah, syukurin banget dah :P Tapi jangan takut, at some point, jadi anak kos dan hidup mandiri itu banyak menyenangkannya juga kok. Percaya deh :D


Satu hal yang paling aku sesalin so far, adalah aku gagal gabung ke KSR-PMI. Males banget deh aku bahas alasannya disini. Yang jelas alasannya aku banget, cemeeeen banget. Gak banget banget deh. Jadi secepatnya aku harus cari pengganti KSR, biar aku ada kegiatan! Jadi mahasiswa kupu – kupu itu beneran deh, serasa aib banget :( Terus kalo les Inggris, kayaknya aku nunggu pulang ke Samarinda aja, biar bisa dapat tempat les yang lebih ‘sesuatu’. Halah haha. Terus aku ada niat juga mau ikut les Komputer Teknik tapiiii agak garing ya kalo aku ikut sendirian. Duh gini dah dilema orang cemen yang gengsian -_- Cemen ikut sendiri tapi gengsi mau ngajak teman karena takut dikacangin -___-


Aku juga ada mau ikut fan basenya supporter MU di Banjarbaru ini tapi masih mikiiiirrr. Dari dulu aku emang cita – cita banget bisa ngumpul sama sesama Red Devils mania gitu, tapi dalam wadah United Indonesia. Sedangkan yang aku tau disini cuma ada United Army. Nah loh. Liat aja deh nanti jadi ikut apa enggak. Aku masih punya waktu sampai Desember ini kok buat memutuskan.


Intinya ya, dari kehidupan mandiriku yang baru seumur jagung ini adalah : terlalu banyak rencana, minim eksekusi. Jadi ayoooo Dita, jangan malas malasan dan ngendep di kos aja kerjaannya. Do something! Go fighting! Waja sampai kaputing! :D

Tentang Teknik Kimia (1)

Pertama – tama, aku mau cerita soal materi – materi apa aja yang ada di semester 1 ini. Berhubung masih dipaketin, jadi untuk para maba, sama semua. Totalnya ada 22 SKS dengan 1 SKS buat praktikum. So here’s the review :

1) Kimia Organik. Ini matkul cuma dua SKS tapi yang paling menguras hati dan bak mandiiii. Beneran dah ini matkul yang paling aku gak suka sampe ke ubun – ubun. Asli, abstrak. Duh, sebenarnya gak boleh ngeluh ya, tapi kadang – kadang pengen give up aja kalo udah belajar matkul ini karena gak ngerti – ngerti :( Dan terbukti pas UTS kebobrobokanku di matkul ini. Huhu. Doain lama – lama aku terbiasa dengan matkul ini deh ya, karena aku tau kok kalo ini penting. Cuma ya itu, malesin. Matkul ini sendiri belajar tentang kimia yang kayak alkana, alkuna, alkil halida, dkk. Banyak gambar – gambar struktur gitu, terus lebih ke hafalan dibanding ke hitungan. Dan lebih ke imajinasi. Nah bukan aku banget kan? T_T

2) Fisika Dasar. Aku cinta fisikaaaa! Beneran! Tapi waktu SMA aja. Disini kok aku ngerasa fisika jadi kayak disusahin ya? Apa yang berasa mudah pas SMA disini malah kayak diberat – beratin. Sampai mau tenggelam rasanya belajarnya T_T Materinya sih sebenarnya kurang lebih aja sama yang ada di SMA, tapi kecepatan pengajarannya lebih ditingkatkan. Yang sebenarnya sih gak masalah banget ya, secara aku masih suka kebawa – bawa aroma aksel gitu. Haha. Fisdas ini tiga SKS, jadi gak usah dibayangin ya sekali belajar berapa jam. Enek, enek dah! Sad to say, tapi fisdas ini matkul kedua yang paling aku gak suka. Entah karena dosennya atau materinya yang emang belum sampai bagian favoritku (dari dulu entah kenapa emang paling gak suka itu sama kinematika, dinamika, dan arah – arahan gitu!) tapi ya begitulah adanya!

3) Agama Islam. Yang ini sih walau tiga SKS, so far belum terlalu membebani. Salah satu highlight di hari Selasaku malah, setelah sebelumnya harus berhadapan dengan Kimia Organik dan Fisika Dasar. Kalo di matkul ini, Tekkim 2011 gabung sama Teknik Lingkungan 2011, jadi lumayan rame di kelas. Materinya setingkat lebih tinggi lah dibanding apa yang pernah dipelajari di SMA, tapi lumayan ngantukkin juga. Eyaaa.

4) Kimia Analisis. I kinda love this subject. Bagian reaksi reaksi itu sih lumayan malesin, tapi hitungannya asik dan kegiatan analisisnya kayaknya berguna banget buat nanti – nanti. Materinya kebanyakan tentang reaksi, larutan, titrasi, endeskay endeskoy. Matkul ini cuma dua SKS, jadi jam belajarnya pun pas pas aja, gak begitu lama maupun singkat. Dosennya pun lumayan menyenangkan yang di paruh pertama, sering ngasih tugas (though I hate it, aku tau itu berguna dan sangat membantu).

5) Bahasa Indonesia. I loooove this subject! Hoho bukan subjectnya sih, tapi mungkin dosennya. Sangat asik, sangat muda. Dan walaupun anak teknik, tetap ya kemampuan berbahasa yang baik itu penting juga, saudara – saudara! Apalagi dalam nulis laporan, harus banget gak ada typo. Hehe. Kuliah tiga SKS jadi terasa asik – asik aja. Tapi itu baru yang sampai sekarang loh. Gak tau deh kalo nanti – nanti matkul ini jadi serem juga kayak yang lain :P Materinya sama banget kayak pas persiapan SNMPTN jadi gak begitu kagok ngikutinnya. Dan btw, kuliah ini sama kayak Agama Islam, juga gabungan. Kami gabung sama Tekling (again!), Sipil dan Tambang campuran.

6) Ilmu Kealaman Dasar. Banyak yang bilang ini matkul gaje. Tapi aku sih suka – suka aja. Banyaknya tiga SKS jadi lumayan bikin ngantuk juga. Kuliahnya pun gabung sama Tekling (again again!) dan Arsitektur. Materinya agak abstrak, tentang alam gitu. Kalo aku bilang sih lebih mengarah ke Biologi gitu kali yaaa. Lucunya, disini sang dosen masih pakai alat sejenis proyektor yang pake kertas itu loh. Haha. Hare geneee. Tugas jarang, tapi ada satu tugas yang lumayan membebani. Yaitu bikin makalah dan deadlinenya sampe sebelum UAS nanti dan punyaku setengah jadi pun belum. Ah jadi bete ngingatnya! -_-

7) Kimia Dasar. Mirip sekaliiii sama Kimia yang ada di SMA. Cuma dua SKS, jarang bikin repot, tapi bingung sekalinya pas UTS. Karena baru nyadar kalo jarang latihan soal! Jeder jeder. Ya pokoknya kalo yang suka sama Kimia pas di SMA sih ya pasti suka matkul ini. Tapi kalo aku sih biasa aja.

8) Matematika. Judulnya aja sama, tapi beda sekali ternyata sama yang ada di SMA. Materinya asal comot yang susah aja. Fungsi, limit, diferensial dan integral. Noh belajar itu aja sampai mampus!!! Tapi alhamdulillah sekali, aku dapat dosen yang okeeee menurutku. Bagian fungsi dan limit sih masih agak bingung, tapi diferensial jadi ngerti banget banget! Padahal aku kan gak punya dasar samasekali tentang itu di SMA (blame the short time I had!) tapi everything went well. Ya mudahan aja hasil UTSku gak mengecewakan dan sesuai dengan harapan aja lah ya. Soalnya sudah agak suka sama subject ini dan gak siap kalo sampai dikecewakan lagi kalo sampai liat nilainya.

9) Praktikum Kimia Dasar. Ini praktikum cuma satu SKS tapiiii udah lumayan bikin repot, bikin ribet dan bikin pusing :)) Pengalaman pertama kali yeee, dengan laporan, asistensi, lab dan sebagainya itu. Tapi kalo dipikir pikir praktikum ini menyenangkan loh. Selain belajar praktek, juga belajar tentang teamwork, tentang toleransi, which is sesuatu banget buat orang egois macam aku ini. Haha. Lewat praktikum ini juga jadi lebih mengenal beberapa kakak tingkat yang buat aku juga penting banget karena bisa saling share pengalaman. Materi praktikumnya sendiri juga sebenarnya sederhana aja tentang kimia dasar gitu, tapi mudah – mudahan aja ya ini jadi awal yang bagus buat praktikum – praktikum selanjutnya nanti. Amin :)

Sampai jumpa di postingan - postingan tentang Teknik Kimia yang selanjutnya :))

Selasa, 18 Oktober 2011

Malam Hari Sebelum Pengumuman STAN

I did fail once di tahap kedua, waktu STIS itu. Dan rasanya? Sakiiiiittt bangettt. Aku gak pernah tau rasanya putus (who am I kidding? Pacaran aja belum pernah), tapi mungkin sakitnya sama kayak itu. Dan kalo yang ini gagal juga? Beh aku gak tau. Mungkin rasanya bakal kayak diputusin karena cowokku selingkuh sama cewek lain yang jauh lebih cantik :(

Aku tau kalopun aku gagal apa penyebabnya. I didn’t do my best. Waktu STIS dulu juga gitu, waktu tes IQ aku gak fokus jadi gak bisa jawab banyak. Apalagi waktu tes wawancara, asli jadi kayak orang bodo. Oke fine, aku tau aku yang emang bodo karena takut duluan. Aku takut gagal. Semua orang sudah senang aku berhasil dan aku takut mengecewakan mereka. At the end? Iya aku beneran mengecewakan mereka :(

Waktu STAN ini juga, sebelum berangkat buat tes tahap kedua di Jakarta, aku udah janji sama diriku sendiri. Apa yang dulu terjadi gak akan terulang lagi. I would do anything to give my best, I said. Tapi toh pada kenyataannya aku jadi takuuuuttt banget dan mendadak give up duluan pas tesnya. What a coward! Kalo ingat itu aku jadi paham banget kalo sampe besok aku punya alasan buat nangis. There’s no one to blame but me :(

AKU BODOH BANGET.

Sebodoh Telkomsel sekarang nah. Jahat banget sama anak kos kesepian kayak aku. Bikin aku sedih, bikin aku gak tenang semalaman :( Sumpah ya kalo besok sinyalnya masih kacau gini, aku mau ganti kartu aja gak mau tau!!! Mana hujan lagi, seakan akan alam semesta udah bilang kalo aku bakal menderita terus.

Mana aku homesick lagiiiii.

Aku sedih mamaku kemaren minta aku pulang tapi aku dengan jahatnya bilang gak bisa. Kan kalo libur bukan berarti bisa segampang itu juga kan pulang? Iya Banjarbaru - Samarinda secara geografi dekat, tapi kenyataannya engga. Call me pelit, tapi buat aku pulang itu mahal. Ada saat saat tertentu yang urgent aja baru aku berhak pulang. Kejam? Emang. Kalo gak gitu buat apa aku kuliah jauh? Aku harus belajar susah, at its lowest point malah kalo bisa.

Mana akhir akhir ini banyak masalah lagi. Trus disini aku jadi takut banget sama cowok, jadi gak ada sesuatu yang bisa jadi penyemangat lagi. Aku sedih nah. Aku disini ngerasa aku ‘ketinggalan’ jauh banget dari orang orang. Dan parahnya aku gak tau gimana caranya supaya bisa ngejar mereka. Sering juga aku ngerasa bebodoan. Buat aku dulu itu lucu, tapi sekarang ga lagi tuh. Yang ada tiap kejadian aku malah jadi sedih berkepanjangan :(

Aku gak pengen mengecewakan orang orang dan diri aku sendiri lagi nah intinya.

Aku tau sakitnya dan aku gak pengen ngerasain hal itu lagi. Gak mau nah gak mau. Sama seperti gak maunya aku suka sama orang, ngarep sama orang, tapi eh orang itu malah ngelirik temanku. Aku tau sakitnya dan aku gak pengen ngerasain hal itu lagi.

Dan sekarang aku lagi dengerin Home nya Michael Buble. Asli lagu ini menohok bangeeet. Udah sekian kali aku dibuat nangis sama lagu ini dan dibuat kangen mama, kangen abah, kangen Deny, kangen Dana, kangen Loa Janan, kangen Samarinda, kangen rumah :( Berikut liriknya yang nampar itu :

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmm

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not come along with me
‘Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come and gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home
And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home

Let me go home
It’ll be allright
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Mahasiswa perantauan mana coba yang baca kalimat yang fontnya tebal terus gak ingat sama orang tuanya? :(

Aku beruntung banget punya orang tua yang sangat liberal. Dari SMA aku udah dibolehin pilih sekolah sendiri, seaneh apapun pilihanku, asal resiko ditanggung sendiri. Dan aku selalu end up milih apa yang berlawanan dengan kemauan mereka. Iya gak usah diingatkan lagi, aku memang jahat :(

Intinya doakan aku besok bisa tabah ya menghadapi apapun yang mungkin terjadi. Amin.

***

Pengumumannya udah keluar. Dan bener loh aku gak lulus. Fix dah hatiku hancur.

Pembaca