Sabtu, 13 Januari 2018

New Year New Job

Ya ga baru baru banget sih sebenarnya, karna udah kehitung 6 bulan kerja di sininya :P

Jadi aku belum cerita ya, aku sekarang udah ga nganggur lagi. Entah disadari atau enggak, makin ke sini aku tuh makin jarang nulis mengenai hal hal yang terlalu pribadi di blog. Aku ga ngerti juga gimana, tapi defense mechanism aku makin kuat aja dari hari ke hari haha. Bahkan di blog yang harusnya jadi tempat sampah paling ampuh juga aku jadi membatasi diri.

Tapi mari buka buka kartu lah yuk. Aku mau berbagi identitas diri terbaru ini juga mana tau ada orang orang yang tertarik sama rutinitas baruku. Atau ada rekan rekan yang kerja di industri yang sama dan bisa relate.

Jadi sekarang aku kerja di industri pertambangan baru bara. Harusnya ga mengejutkan karna aku tinggal di Kalimantan :P Tapi buat aku ini benar benar tidak terbayangkan sebelumnya karna aku kerja di bidang yang ga ada Tekkimnya. Nyasar jadi mbak mbak Administrasi hehe. But yeah, menurutku ini jalan Tuhan banget. Rejeki Allah yang emang sudah ditakdirkan di aku.

Dari awal tahun lalu mencoba mendekatkan diri di lingkungan tambang. Walau itu susaaaah banget, terutama untuk manusia introvert kayak aku. Buka diri ke orang tuh bikin otak berdarah banget huhu. Kemudian sempat jadi tenaga harian di satu perusahaan, eh gak lama ada lowongan untuk pekerjaan tetap di tempat sekarang aku bekerja. Meski sistem dan lingkungannya sangat berbeda di bayangan aku (berdasar tambang pertama) tapi ya aku pasrah aja. I just try to do my best, lagian ini sungguh bukan career path yang aku pengenin huhu.

Karna kerja jadi bawahan ga enak banget T___T

Di sini aku di bagian administrasi. Mainly urusan man power (absensi, urusin makannya, cutinya, klaim kesehatannya) dan filing dan jadi seksi umum. Ya bersih bersih, ya nyetok keperluan bapak bapak mekanik itu. By the way, aku jadi mbak admin di bagian Plant. Bagian plant ini adalah "bengkel raksasa" yang ngurusin unit unit di tambang batu bara. Mulai dari dump truck (unit paling gede yang sungguh mengingatkan aku sama Bumble Bee) sampai unit support semacam genset dan tower lamp). Jadi isinya mekanik, mostly bapak bapak. Dari 148 man power, aku jadi satu satunya cewek.

Kebayang malesin banget kan T_T

In my first few days, I was so frustrated and mentally exhausted. It's getting a lot better now, but I still think I suck and this life is just not it, not for me.

But then again, the money is so good lol.

Klasik banget ya. Padahal kerja di industri ini bikin aku jadi sering mengurut dada. Sebagai manusia yang cukup idealis, ada banyak sekali hal yang aku temukan yang tidak sesuai sama value hidup aku. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar pasti udah ngerti ya. But... it's even dirtier than I ever thought it'd be haha.

Anyway, aku kerja 12 jam sehari (7 to 7) dan punya roster kerja 13-2, dimana 13 hari kerja dan 2 hari dapat day off. Dengan jarak 4 jam dari rumah, otomatis aku cuma punya waktu 2 hari 1 malam untuk benar benar menikmati istirahat. Dengan jam kerja ga manusiawi begitu, aku untungnya dijatah cuti periodik per 3 bulan sekali selama 2 minggu. Bisa banget kalau mau liburan panjang gitu. Plus, aku tinggalnya literally di hutan yang mana aku bisa kekep duit aku. This whole job is just pretty good deal for now, I can't resist.

Trus mau cerita apa lagi ya?

The work environtment is kinda so so. My team is nice, the bosses are sometimes demanding but it's still normal, the seniors are all just very kind and helpful (there are some annoying people tho)

<3 p=""> Aku tinggal di dormitory bersama 3 mbak mbak lainnya (another trivia fact : di tambang ini, kecuali tim katering, cuma ada empat titisan hawa di antara 500an manusia). Sekamar 4 orang dengan 1 kamar mandi, buat orang yang sangat privat seperti aku ini semua benar benar cobaan haha. Well, that's life I guess. Not there to please anyone and anything *menghela nafas*

Oke kayaknya buka kartu cukup sampai di sini. Kapan kapan cerita lagi kalau ada hal menyenangkan / lucu / menginspirasi di tambang haha.

Semangat pagi!

Minggu, 03 September 2017

Missing You

I missed a lot of things…
One man said to me once,

“let’s become double busier but one hundred times happier..”

It’s kinda sad that I can’t feel the latter, like him.
I’m busy, I’m not really happy…

But at least the money is good :)

I don’t wanna be trapped though. This circle and my daily routine could become a root for depression. That’s the last thing I want in my life :(

I miss you……..
My friends, family, especially my old self…
Dita, a junior high school student who spends most of her time on Tumblr or Dita, an unemployed kid who waste her days on site like Asianjunkie.

I kinda have a (serious) plan for near future. Pleaseeee wish me well on this one. I really really wanna get what I want this time. And for once, it seems possible. It’s kinda crazy on theory but it really is possible T_T

What’s you been up to these days, folks?

Ps, banyaaaaak peer banget dalam hal bersosialisasi dengan teman teman Loa Janan dan Samarinda hiks. Satu satu ya guys T_T

Jumat, 23 Juni 2017

My Biggest Dream in Life

Sebagian koleksi yang dulu ada di kamar kos

Kalo ada satu mimpi keduniawian yang konsisten aku dengungkan dari SD sampai sekarang, itu adalah ini : meningkatkan minat baca masyarakat Loa Janan. Buset, udah kayak judul penelitian apa gitu ya. Hehe. Caranya menurutku cukup sederhana, yaitu dengan menambah resource untuk bacaan bacaan itu sendiri.

Jadi awal mulanya gini. Dari aku kecil dulu, aku tuh emang udah sukaaaa banget sama membaca. Apa aja. Be it koran, majalah Bobo atau bahkan berbagai jenis buku sejarah. Nah aku kan tinggalnya di Loa Janan tuh, berjarak 13 kilometer dari ibukota Provinsi Kalimantan Timur dan bentuknya masih desa banget sih menurutku. Waktu aku kecil dulu ada satu kios majalah (tok) dan sekarang malah ga ada samasekali. Not to mention, in general minat baca masyarakat Samarinda dan sekitarnya emang rendah banget. Di seluruh wilayah kota, kios majalah bisa dihitung jari, toko buku juga sama aja. Oh dan kebanyakan orang ke perpustakaan umum daerah ya buat wifi gratis :"

Minat yang kurang berdampak juga sama supply yang kurang. Jadi sekarang aja aku kalau mau beli hal sesimpel majalah Gogirl (sebut merk ya, majalah kesayangan akuuuu. Ga dibayar juga rela promosi hehe) ya musti ke Samarinda kota. Kalau novel dan buku bacaan paling dekat ya Gr4media di Big Mall (yang juga di Samarinda kota zzz). Capek di jalan hiks. Makanya mimpi untuk Loa Janan punya satu tempat buat orang yang suka baca berkumpul itu ga pernah padam.

Aku bilangnya "tempat" karna masih ngambang banget sih di aku. Idealnya bikin perpustakaan atau toko buku. Tapi kalau emang kepepet ya bikin kios majalah atau rental buku aja bakal senang banget. Sumpah, ga ada tempat ginian di Loa Janan T_T Sedih ga sih, sebagai manusia yang hobi baca dan nikmatin buku. Dari aku masih piyik sampai sekarang semuanya dinikmatin sendirian :') Aku sering mikir kan kalau ada perpustakaan, aku pasti bakal sering datang (kayak dulu 4 tahun aku di Banjarbaru, aku sering ke Perpustakaan baca majalah gratis haha), thus bakal hapal deh sama manusia manusia yang beredar di sana juga. Atau kalau aku bikin kios majalah kan aku jadi tau warga warga mana yang suka baca. Kios majalah juga yang bisa PO buku deh (trus aku beliin di toko buku di Samarinda) biar jangkauannya makin luas. Trus kalau familiar muka, mungkin bisa kenalan dan jadi ada teman deh diskusi bacaan :'D

Duh bayanginnya aja udah senang. Receh ga sih? :')

Aku yakin sih tempatnya ga bakal rame dan pasti defisit kalau dari pendanaan (misal mutar uangnya cuma dari perihal baca membaca ini saja), tapi aku optimis bisa membentuk komunitas. Pasti. Aku yakin dari sekian banyak manusia di Loa Janan, aku pasti ga sendirian sesuka ini sama buku. Pasti ada yang sama cintanya dan mereka bakal meramaikan. Pasti :))

Jadi usahanya apa nih Dit, biar mimpinya bisa terwujud??

Belum ada hahaha. Well, udah ada sih, tapi untuk sementara masih basis digital dulu. Untuk mimpi mengenai "tempat" itu masih jauh kayaknya T_T

Basis digital di sini aku ada bikin akun Instagram (idealnya mungkin Facebook ya, I'll think about it later) yang membahas buku buku yang aku baca. Nah jadi datanya ditaruh di situ, semacam mini review gitu dari semua buku yang aku miliki. Maunya sih akun itu jadi "perpustakaan" digital pribadi, di mana orang bisa liat koleksi bukuku. Maunya juga akunnya dikenal masyarakat Loa Janan yang suka baca, jadi mereka tau referensi buku buku yang bisa dipinjam di sana. Terus bisa kontak aku by direct message kalau ada buku yang mau dipinjam. I will gladly help ^^

Sistemnya lemah banget emang, karna pakai asas kekeluargaan. Tapi ya aku rasa cukup ideal lah ya. Cuma tinggal konsisten update akunnya aja dan promosi akunnya ke target market aku. Masih peer banget kalo ini mah ^^

So, this is how I define my biggest dream in life. Cemen. Tapi aku tau aku bakal bahagiaaaaa banget kalau impian ini terwujud. Doakan ya :))

What's yours? Spill! :D

Ps, akun instagram buat fangirling buku milikku itu @dita.reads Berkunjung yaaaa ^^ Trus kalau mau liat koleksiku yang lebih lengkap lagi bisa klik akun Goodreads aku di sini.

Minggu, 04 Juni 2017

A Quote

"Something deep and meaningful can be important but that doesn't mean it has longevity. Not all relationships need to last. Most shouldn't.

Something that ends can still be something beautiful."

Sumber : Blog Mbak Adinda

***

Hi Mbak, if someday you ever read this, I am a big fans of your writing :)

Reading your blog nowadays made me so sad. I wish for anything that you've been through, you'll have strength to make it at the end of the day. Be happy :')

Ps, buat sayang sayang role model aku dan sumber kebahagiaan selama satu tahun ini, quote di atas juga buat kalian, dan aku, dan kita yang cuma fans-nya oppars~

Kamis, 01 Juni 2017

Berbeda

You know what, I'm back!!!!!!

I miss blogging so much, been out of the loop, doing so many new (and exciting) things. Bahkan jalan jalan ke blog blogger blogger favorit aja udah jarang banget. Padahal aku kangeeeen. Kangen banget. Kemarin malam aku sempat browse beberapa postingan terbaru aja dan ya lumayan sih jadi update sama banyak hal. I'm so glad many of my favorite people stay doing good :)

Aku? I'm good too :)

Well, actually, not that good, but I'll keep some things on my real life diary haha. Nyebelin gak? :P

Aku sebenarnya tipe yang lebih suka bikin postingan campur campur tapi khusus kali ini aku mau coba bikin pos dengan tema yang intact sesuai judul. Fingers crossed!

Perbedaan. Bukan hal yang baru ya tentunya. Kayaknya beberapa kali aku udah pernah nulis dengan tema serupa juga. Tapi semakin tua, kata ini, semakin apa ya... semakin terasa nyata? Ketika aku udah memasuki usia di mana ga pakai seragam, jam tubuh berbeda beda bahkan dengan manusia seumuran, perbedaan itu literally ditemukan di setiap detik dan di setiap momen.

It used to confused me a lot. Kalau masih sekolah formal nih ya, kita bangun kurang lebih di waktu yang sama, menggunakan pakaian serupa, makan dan jam tidur teratur. Ekspektasi sama kehidupan kurang lebih. Pencapaian juga kurang lebih. Ketika semua kenormalan itu hilang dari hidup aku, aku merasa sangat tersesat. Seriusan ga tau mau kemana. Jalan untuk "naik" atau "turun" itu somehow blur. I'm actually really scared. Still scared too until now, but I keep making peace with myself. I just simply wanna be happy hikshiks.

Ga ngerti ya? Haha.

Jadi sekarang, semuanya udah ga ada standar lagi sih di aku. Kalau aku berani pasang ekspektasi dengan standar kesuksesan tetangga tetangga sebelah, yang ada aku bisa meledak hancur haha (I was so close being like this to be honest, I don't know, maybe the possibility is still big even now lol).

Kita berbeda. Aku, kamu, kita. Gak ada yang lebih rendah atau tinggi.

Jadi, salah satu yang nge-trigger aku nulis ini adalah percakapan sama seseorang. Dari perspektif aku nih ya, he's wayyyyyy better than me. Ga perlu dijelaskan dari segi apa ya haha, tapi pokoknya dia ga seharusnya merasa iri atau minder sama aku. Enggak. Ga masuk akal banget. Aku ga terima!! Haha. But he said something in that tone and I was so bothered. It kept spinning around my head until I decided to write this.

Sumpah ga pantas loh, menurutku T_T

Tapi kemudian, aku jadi kepikiran kalau sesungguhnya aku juga sering melakukan hal serupa *kemudian tertampar* *kemudian refleksi kalau di dunia di mana terlalu percaya diri itu racun, gampang minder itu juga jelek loh* *kemudian trying to find my balance and keep trying my best to go on finding greater things in life*

Okay, I just cried, adulting is very hard T_____T

And mind you, I'm a human who can keep singing 22 for a few months now, not even eligible to sing Twenty-Three or Palette haha. Tua di otak emang, nyet :P

If IU (and GD) could get through this phase of life, I can do it too!!

Okay this rambling is getting out of control, I should stop now :'D

Ps, I'll try my VERY BEST to keep this online journal alive and kicking! :D