YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 09 Juli 2014

Like Father, Like Son

Beberapa bulan ini aku lagi merajin rajinkan diri buat nonton film. Selain untuk nambah pengetahuan dan biar terlihat keren, juga biar bisa selalu nyambung kalo ngobrol sama Deny. Masalahnya, aku pribadi tuh bukan orang visual, gampang banget bosen kalo musti melototin layar yang paling cepat juga dua jam sekali tayang. Beda lah pokoknya kalo sama buku, seharian pun aku bisa. Nah untuk "memaksa" diri sendiri, aku punya semacam proyek Iseng Iseng Resensi yang kemaren udah sekali keluar. Jadi ceritanya aku bakal nonton 10 film, ngasih review singkat dan nge-rank nilainya dari 0-5 trus diposting di blog. Musti banget dibuat gitu biar aku lebih peka sepanjang film, mulai dari memperhatikan ceritanya, dialognya, sampe cara ambil gambarnya. Ini proyek santai tanpa deadline sih, jadi harap wajar ya kalo untuk satu edisi dibuatnya lama banget :p

Nah, beberapa hari lalu aku menjatuhkan pilihan ke film Jepang berjudul sama dengan judul postingan ini. Juara Cannes 2013. Baru aja baca reviewnya di Vampibots dan pas pulkam kemaren Deny udah punya jadi aku minta lah dan aku nonton begitu sampai di kos. Begitu nonton ya udah... aku yakin aku gak bakal sanggup nulis reviewnya. Dan aku pikir, aku musti nulis sesuatu yang lebih dari sekedar review untuk film se-perfect itu. So for now, let me tell my story.

Pertama, cuma mau bilang kalo dari segi teknis, film ini perfect. Like perfect perfect. Kayak brownies Amanda dimakan sama eskrim Populaire cokelat di siang bolong, perfect perfect. Alurnya pas banget, cepat tapi tenang. Gak ada satu adegan pun yang sia - sia karna semua gambarnya bercerita. Semua pengambilan gambar cantik dan apa adanya. Dan detilnya film ini keterlaluan deh, jatuh cinta mati matian sama ketelitian sutradaranya. Di sepanjang film, alunan piano yang lembut bikin hati jadi hangat. Cast-nya pun sangat oke bahkan dedek dedek lucu itu (duh Keita sini kakak peluk yuuuuuk). Oh iya sebagai cewek, aku juga terhibur banget sama sosok Ryota yang ganteng bingiiiits :D Dialognya sangat "daily" dan setia sama premis utama. Yah intinya secara teknis, film ini perfect buat aku. Titik.

Nah trus aku nangis aja gitu kan di akhir film. Dari pertengahan udah beberapa kali mau keluar air mata sih tapi masih bisa ditahan. Tapi beberapa menit menjelang ending itu emang nusuk banget ceritanya jadilah aku nangis. Ngejer. Aku nontonnya tengah malam so that night, I literally was crying myself to sleep. Ada kali satu jam aku nangis aja sambil dengerin lagu Home di-repeat baru akhirnya ketiduran sendiri. Paginya pas bangun... nangis lagi. Asli. Segitu gedenya impact film itu buat aku.

Nah aku tulis dong ya semua itu di Twitter. Trus dikomen deh sama Cici yang juga udah nonton film ini. Dan dia gak menemukan tuh kesedihan yang membuat dia nangis berhari - hari kayak aku. Untungnya, aku gak kayak pendukung fanatik Capres yang gak mau dikritik (ehem this sarcasm is coming for both sides). Aku malah refleksi dan nyadar satu fakta, kalo film itu sifatnya personal.

Aku malah refleksi sama kehidupanku dua puluh tahun ini, hubunganku sama anggota keluargaku yang lain. Dan, shit, aku akhirnya paham sepaham pahamnya kenapa aku bisa nangisin Like Father, Like Son berhari - hari (bahkan sambil nulis ini hati udah bergetar banget pengen nangis). Simply, karena aku tahu (walaupun tidak persis sama) perasaan setiap orang di film itu. Aku bisa memahami semua perbuatan perbuatan mereka. Sebenarnya sih gak susah buat penonton lain bisa memahami itu karna directing yang perfect dari pembuat film ini, tapi tau deh kenapa hal itu gak berlaku buat kamu Ci :p

Nah this is why Like Father, Like Son segitu personalnya buat aku

Jadi walau aku memuja setinggi langit, aku gak jamin juga sih kalian bakal sesuka itu sama film ini seperti aku suka sama film ini. Berikut beberapa poin dari film ini yang sukses buat aku kepikiran trus dan nangis trus.

1. Film ini, terutama menekankan hal di bawah ini sama aku

Dalam hubungan keluarga, cinta yang sunyi bukan berarti cintanya tidak lebih besar dari cinta yang sering diumbar

Hal itu terutama nusuk aku pas ending film, yang sukses buat aku mengeluarkan semua air mata yang udah kutahan. Keluargaku itu basically punya flow kehidupan yang sama seperti keluarga Nonomiya di film ini. Gak sama persis tapi mirip lah. We do love each other so much (you don't say but you just love them so hard, that kind of love), we talk formally in daily basis, we rarely even talk though, we know each other so well, orangtua yang sibuk dan sangat mencintai pekerjaan mereka, things like that. Bedanya mungkin cara orang tuaku mendidik ya, gak kayak Ryota yang disiplin, orangtuaku lebih longgar lah. Tapi masalah cinta sunyi aku bisa relate banget. Buat sebagian penonton mungkin melihat Ryota ini ortu yang gak sayang anak saking sibuknya. Tapi dari awal aku udah ngerasa kalo dia sebenarnya juga sayang banget kok sama anaknya, cuma emang cara pengungkapannya beda. Dia gak mau memanjakan anaknya biar anaknya gak manja, dia berusaha ngejar uang biar si anak bisa main piano, sekolah di sekolah favorit, yada yada.
Dan ketika pada akhir film terkuak seberapa besar cinta Ryota sama anaknya (damn his acting is too good. Scene nangis sambil liat kamera itu sukses bikin aku nangis juga), aku langsung teringat sama Mama dan Abahku di Rumah. They are my Ryota. And I am their Keita. And I just can't help but imagine if the same bad thing happened to me. On the other side, aku juga bersyukur aku cukup beruntung bisa memahami cinta sunyi mereka. Trus aku mikirin adek adekku, takut banget aja mereka gak seberuntung itu. Nah kan banyak banget pikiran pikiran yang timbul dari film ini. Intinya sih film ini membuat aku punya faith sama sesuatu yang udah aku sadari dari dulu, tapi gak pernah diangkat sama satu orangpun di dunia ini, sehingga kesannya gak ada dan aku jadi sering ragu sendiri. Cinta sunyi itu. That's my ultimate reason for loving this movie that much.

2. Penyesuaian hidup itu susah dan menyakitkan
Duh aku gak kebayang ya gimana kalo cerita di film ini nyata. Salah satu alasan aku nangis itu juga karna aku sedikit mencoba membayangkan gimana kalo aku yang jadi Keita. Duh sedikit aja tapi aku nangis trus jadinya. Aku kan cintaaaaa banget ya sama kedua adekku. They're like, my ultimate reason to always be good, be better, be the best. Orangtuaku gak pernah menuntut apa apa, tapi aku tau aku wajib jadi yang paling oke biar adek adekku bisa bangga sama aku. Kalo misalnya aku musti pisah sama mereka itu gimana bisa? Gak peduli aku bakal jadi anak tunggal di keluarga miliarder, tetap aja aku gak mau lepas dari mereka. Ngeliat gimana setiap individu di film ini struggle, dengan karakterisasi yang perfect, mengiris hati aja pokoknya. Titik.

3. You don't have to be your parents. And parenting style is personal.
Gak bisa dipungkiri ya, kalo kita itu versi kecil dari orang tua kita. Mau seberapa keras pun kita menyangkal, itu lah kenyataan yang ada. Dan walaupun menurut kita cara parenting ortu kita mungkin udah perfect karena terbukti di kita itu berhasil, tapi kasus setiap anak berbeda. Anak kita itu bukan kita. Di film ini ada scene di mana Ryota diperingatkan soal hal itu dan kayak petir deh buat aku karena pesan sederhana itu powerful tapi jarang diungkit.

4. Blood is thicker than any other liquids, it's true. Tapi tidak perlu memiliki pertalian darah untuk bisa saling mencintai sebegitu dalam.
Cheesy sih, bahkan cara penyampaian ini di film juga cheesy banget. Tapi aku tetap suka pesannya itu.

5. It's hard for the parents, but it's even harder for the kids
Mereka masih anak anak gitu loh yaaa. Hal hal kecil kayak penyesuaian yang aku bilang di poin kedua itu mungkin banget bisa menimbulkan trauma yang mendalam. Sampai bertahun tahun. Bikin keiris gak sih tiap dipikirin? Dan di film ini, semua kemungkinan trauma itu dapat terlihat jelas dari tatapan mata para pemainnya, even without the dialogues. Amazing huh?

6. There's no perfect solution for this issue.
That's why, having an open ending is the greatest desicion for this movie. Brilian banget lah menurutku. Itu juga salah satu alasan kenapa aku bisa puas nangis karena ya udah, ceritanya sampai di situ aja. No judging, no further explanation.

7. Film ini membuat aku teringat sama Abah, Mama, Deny dan Dana. Keluarga kecilku.
Nah di titik inilah film ini menjadi sangat personal buat aku. Aku tinggal jauh dari mereka. Sekarang lagi bulan Ramadhan, seharusnya aku lagi di rumah menghabiskan waktu bersama mereka tapi aku malah di kos, nonton film semenyakitkan ini. Gimana gak nangis? Film ini bikin aku kangen sama mereka, sama cinta sunyi kami yang mungkin hanya kami semua yang mengerti. Kangen sama keluarga disfungsional ku tapi juga keluarga yang paling mengerti aku. Dan merinding ketakutan setiap harus membayangkan kalo aku tiba tiba harus berpisah sama mereka seperti Keita yang berpisah dari keluarganya.

Jadi ya, buat siapapun aku rekomendasiin deh film ini. Mungkin kamu gak bakal segitu tersentuhnya seperti aku karena keluarga kamu mungkin gak sama seperti keluargaku dan Nonomiya. Tapi aku yakin teknis film ini sendiri udah cukup mantap sebagai kriteria film oke. So, please watch this movie. Thank me later ;)


(5/5)

Minggu, 15 Juni 2014

Lagu Galau Ala Korea

Duh kangeeeen deh nulis blog ya, so here I am. Maksain nulis di tengah malam yang indah ini.

Jadi ceritanya aku baru selesai UAS nih. Semester 6 yang tough dan hampa itu pun akhirnya terlewatkan. Halleluyaaaa! Trus malam ini juga habis nonton 3030 yang diadakan sama provider 3 yang kece berat. Terlebih gara gara acaranya gratis jadi kecenya sampe berat banget gitu haha. Acara ini semacam teater gitu kali ya, dengan kekuatan utama lighting-nya yang keren bangetzzz. Tempat show-nya kecil jadi berasa nontonnya ekslusif gitu, trus duduk lesehan dan samping kanan kiri teman semua jadi makin seru. Oh iya joke-nya so so tapi aku jatuhnya ngakak terus looooh. Gak ngerti juga kenapa. Mungkin karna suasananya udah dapet banget ya jadi aku terbawa bahagia terus :D

Oke, skip dulu kali ya tentang kehidupan pribadi. Tujuan aku mau nulis post ini juga sebenarnya mau berbagi aja beberapa lagu berbahasa Korea yang galaunya minta ampuuuun. Teriris dah sampe berdarah darah T_T Orang orang yang masih terperangkap gak mau dengerin lagu Korea just for the sake of languange barrier sih harusnya nyesal yaaa, karna udah melewatkan begitu banyak kalimat puitis yang berpotensi bikin masokis. Semakin didengarkan semakin sakit tapi juga semakin tidak bisa berhenti. Liriknya bikin kita jadi merasa punya 'temen', karena.... lagu lagu itu menyuarakan apa yang selama ini membayangi kita, tapi kita sendiri gak mau menyadarinya.

Yah intinya sih aku takjub aja sama lagu lagu Korea yang liriknya bisa dalam banget gitu. Berikut beberapa favoritku :

Love... What To Do - Yang Pa

Don't love me, don't make me love you
Like the beginning, treat me badly
Don't love me, don't make me love you
If I become crazy with happiness at just the thought of you
What do I do with this love?

My Heartache - Lee Hyun

Pernah baca tulisanku tentang unrequited love yang ini? Nah lagu ini nih kayak menerjemahkan semua yang aku bilang ke dalam platform lirik yang indah dan mengiris. Dari awal sampai akhir bagus banget pokoknya liriknya.

Turn around and look at me, stay by my side
turn your head
You only look at other places like always
you always look at far places

Living while seeing you love that other person
Do you know that is my love for you?

My heartache, only looking at you, not having you with me
I become used to it like a habit so I don’t even know that it hurts (duh bagian yang ini tuh seriusan suicidal deh)
Though tears form, I don’t say anything and I need to smile
But like a habit, I foolishly love you in front of you
So tears come

If you are suffering even once
please look at me

Don’t cry, don’t cry, I pray as I look at you
Do you know this hope of mine?

My heartache, only looking at you, not having you with me
I become used to it like a habit so I don’t even know that it hurts
Though tears form, I don’t say anything and I need to smile
But like a habit, I foolishly love you in front of you
So I smile like this

My heartache, only looking at you

Pretending not to know, pretending that it’s not, pretending I didn’t see it
This is the love that I secretly learned as I met you every single day (ini juga sakit banget eeeehhhh)
Though I long for you, I want to hold onto you, I want to just hug you
But I couldn’t even say the words, I love you, and I turned away
Though I long for you 

Dear My Family - SM Best Vocalists
Nah kalo ini lebih ke keluarga ya galaunya :)

When I can't find a place to stand
When I'm lost in a storm
The people that have given me unchanging love and courage
I send my gratitude to them
Sometimes there were times when I felt that I was alone
Looking at me crying so much in those past days
How heartbreaking it must've been for you?

Dear Mom - SNSD
Duh ini lagu bikin sediiiih banget jadi ingat Mama :(

For some reason, today I'm worn out and tired
Remaining alone in my room, hugging a pillow
Touching my phone, my heart is, for some reason, lonely today
Startled by the sudden ringing of my phone
I hear my mother's worried voice, asking me if I have eaten
Those normally annoying words are different today
Those forgotten promises are being remembered (bahkan scene ini pun relevan banget buat aku :()

Though I've made hurtful, wrong choices, you silently watched over me from behind (ya Tuhaaaan ini masa masa SMA banget ya Tuhan T_T)

I was shy and couldn't often express
That mother, I do love you

Mistake - SNSD

Ini lirik juga brengsek banget bikin nyesss nya. Walau aku gak bisa relate secara langsung, tapi pedihnya lirik lagu ini terlalu indah untuk dilewatkan

I’m still at the same spot/place
I’m weary from wandering by your side
Even today, as I was wandering
Day has passed again and again.
Now I’m here
You know. You know that my heart is hurting
Watching you laugh/smile makes my heart ache more

It’s my mistake for not making you love me more
It’s my mistake for loving you more than you love me
It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.

How much longer must I cry
As I’m trusting that promise/ I’m only trusting/ believing that promise
You lied to me to wait for you
Even my greedy side(for his love) has grown weary/tired
You know. You know that my heart is hurting/aching
You can’t just ignore and laugh/smile like that.

I knew I couldn’t have you
But my heart(my love for you) just kept growing
It’s my mistake for
Waiting by myself
Regretting by myself
Loving you.

Even though my heart was hurting/aching
It’s my mistake for not letting you go/forgetting you

I’m such a fool
I knew I would get hurt and couldn’t let go
it’s my mistake
Even though it could be all my fault/mistake
That’s ok. As long as you’re there…

Always…
Please forgive me for being like this.
(forgive the person) Who loved you

Mamam tuh cinta berlebihan.

I Love You - SNSD's Taeyeon

You are turning back
Is even tear not enough
To hold you back?


Love Sick - SNSD-TTS

Hello him, this song is for you. That you from four years ago...

It was the first time feeling like this
My entire heart has been taken from me
What do I do? What should I do?
In front of you, I become ice
I ruin it all with good-for-nothing words
You might have thought
that I was stupid
Why did you make me like this
Give it back to me,
my heart that you took without knowing
Why did you come inside without permission,
without warning and shake me up?
You burn me up and make me cry
I pray every day for the day you will look back to me
Can’t you see me as a woman? Is it already too late?
It was the first time I got to know love
I can’t hide this face
Everything about me was caught
What do I do? What should I do?
When I see you, I turn white
I run away like a child
You might have thought
I was arrogant and strange
Why did I change like this?
(OMG thissss fuck this one!)
Will it get better if
I’m love sick like a cold?
What happens if I’m love sick again?
Please take it away,
this love that opened my eyes to you
Why did you come to me without caution,
without sound and shake me up?
You make me want you and be in pain
I hope every day for the day you will finally acknowledge me
Can’t it be fulfilled just once? I’ve waited for a long time

It was the first time I got to know love

Untuk menutup, nemu komen ini deh di note FB berisi lirik lagu That Man, salah satu lagu Korea galau juga. Cucok banget untuk motivasi menghilangkan languange barrier.

"What's left unsaid could be heard. Listen to it."

Kamis, 08 Mei 2014

Updates

Newly owned hair.

Long and straight and fake :p

Haha iseng aja sih update blog ini sekalian nyombong sama rambut baru. Udah lamaaaaa banget sejak terakhir kali ganti gaya rambut gini jadi ya gak papa kali yah. Maaf ya rambut, harus membuat kamu menderita lagi untuk sesuatu yang fake begini, tapi seriusan udah capek banget rambut ikal. Dan entah kenapa kemaren lagi super impulsif aja sampe nekat ke salon buat smoothing :p Anyway, aku smoothing di Salon Annisa Banjarbaru dan salon ini bagus banget deh buat perawatan rambutnya. Very recommended.

Oh iya sekarang aku juga lagi getol untuk hidup lebih sehat. Gak makan malam. (Berusaha sekaliiiii) gak makan gorengan (walau kadang gagal juga hiks). Perbanyak makan sayur, buah. Olahraga sedikit sedikit. Intinya lagi diet lah (more on this subject later ya. Panjanglah ceritanya kenapa seorang Dita bisa diet juga akhirnya). Jujur susah banget untuk tetap termotivasi secara konstan. Tapi ada beberapa orang deh yang jadi panutan tiap aku merasa lemah iman. Mulai dari kakak kakak SNSD, Krystal, adek kelasku di SMA dulu yang IGnya penuh dengan sayuran, dan tentunya.... Diana Rikasari.

Seriusan kemaren lagi bad mood seharian terus iseng baca postingan lama nya Kak Diana dan gak bisa berhenti. Everything about her is just amazing. As a fashion blogger, gak usah ditanya ya style-nya, juaraaaa. Dia ngehias apa aja selalu jadi indah. And as a blogger in general, semua tulisannya aku suka :') Walau semuanya ditulis dengan bahasa Inggris tapi aku gak pernah kesulitan bacanya. Gak pernah membosankan. Tulisannya selalu simple, playful tapi somehow berisi dan inspiring. Terimakasih ya kak Diana sudah begitu banyak memberikan pikiran pikiran yang begitu membuka pandangan aku sendiri sama kehidupan. Walau sekedar curhatan kakak atau pikiran lewat dari kakak :) Aku sebagai fans nih ya paling doain supaya selalu sehat, bahagia, diberkahi dan sukses. Salam buat Shahmeer hehehehe :))

Ah ya mengikuti trend beberapa bulan belakangan, aku masih sangat rajin nontonin Drama Korea :p They are just so sweet and addicting I can't stoooop :p

So far, udah nonton :
The Heirs


Emang Krystal sama Dodo deh yang paling kinclong :*

Alasan nonton sih karna ada Krystal ya hahahaha. My ultimate bias in Kpop World. Tapi seriusan deh kalo bisa berubah fisikly, aku pengen kayak Krystal aja gak pengen yang lain. Not even Miranda Kerr, Kate Middleton or Leighton Meester. Cukup Krystal aja. Trus kan kami seumuran ya jadi aku ngerasa lebih dekat aja sama Kris ini dibanding idola idola ku yang lain yang seringnya aku panggil kakak (halo kakak Sharapova, SNSD Unnie, kak Trinity, kak Ika, kak Jun Ji Hyun hihihi ikrib semuaaaa).


Kayaknya nanti nanti boleh deh share soal Krystal ini, terutama fashion style dan gaya photoshootnya :D

Trus makin lama makin suka deh sama ceritanya yang menceritakan hidup orang kaya. Sama Choi Young Do yang brengsek nan memabukkan. Sama Bona x Chanyoung yang lucu sekali. Dan tentunya sama pasangan favorit aku di Drama ini, Lee Hyo Shin Sunbae dan Rachel. They just fit to each other. Bikin pengen punya cerita cinta semanis mereka ya kaaaaan.

Ada satu quote yang perfect banget menggambarkan hubungan dua orang ini "He saw through her and she look up on him"

Ditinjau dari OST nya sih aku kurang suka ya The Heirs ini. Trus kadang ceritanya menyebalkan karena terlalu mengawang dan pemeran utamanya tukang PHP semua -_- Tapi ending The Heirs ini salah satu ending terbaik yang pernah aku tonton karena kerasa real walau menohok abis (kontradiktif banget emang sama ceritanya selama 19 episode ke belakang). Sedih aja sih kenapa sayang Dodo forever alone gitu. Jadi pengen ke Seoul trus nyulik gitu kan jadinya :p

Man Who Came From The Stars


Agak males sih majang posternya yang menurutku gak menarik.


Nonton ini karena : Cheon Song Yi, Cheon Song Yi, Cheon Song Yi.


Haha anti mainstream banget ya tapi aku emang jauuuuuh lebih jatuh cinta sama Song Yi daripada sama Do Min Joon, si pemeran utama cowoknya. Pas pertama pertama aja aku males nonton dengan alasan "ih males banget, cowoknya muda ceweknya tua, gak suka cerita berondong gitu." Tapi trus liat Deny nonton pas adegan si cewek lagi patah hati dan... langsung tertohok. Haha patah hatinya cewek di mana mana sama aja ya :')

Trus mulai nonton deh dan sukaaaaa sekali sama idenya yang fresh dan tidak biasa. Suka sama pengambilan sudut pandang drama ini. Suka sekali sama sindiran sosial di sana sini. Suka sama bagian cerita Se Mi maupun Hui Kyung yang tragis tapi terasa real banget di kehidupan aku. Paling benci sama si Jae Kyung aja sih, kok ada manusia sejahat itu -_-

Endingnya agak antiklimaks sih tapi yaudahlah ya.

Dan OST nya bagus bagus sekaliii. Semuanya aku suka. Mulai dari You Are My Destiny-nya Lyn yang menggetarkan hati. Hello-nya Hyorin juga bagus. Trus ada juga lagu dari Sung Si Kyung, K-Will dan Just yang bagus bagus semuaaaa. Recommended banget deh semua lagu yang jadi OST drama ini. 

Anyway, dugaan aku salah. Cerita cinta di film ini samasekali bukan cinta berondong. Haha. 

Fashion-nya juaraaa abis deh Song Yi ini


The Prime Minister and I

Menteri Park itu yang ujung kanan. Ganteng kaaan?

Nah ini yang terbaru nih. Nontonnya karena lagi butuh yang manis manis dan kebetulan cuma ini drama Korea yang ada di laptop. Lagian backgroundnya aku banget deh. Cerita cinta dengan cowok yang jauh lebih tua. Haha.

Secara cerita maupun akting maupun rating maupun hal hal teknis sih kebanting banget sama dua drama di atas. Tapi nonton ini samasekali gak rugi karena udah menginspirasi aku untuk menetapkan satu wish yang kepengen banget aku capai beberapa tahun ke depan. Trus ceritanya juga manis sekaliiii. Nonton ini jadi pengen punya anak, pengen punya keluarga :)) Belum habis sih nontonnya jadi belum bisa cerita banyak. Anyway, walaupun cowoknya tua tua tapi menurutku tetap ganteng ganteng deh apalagi Menteri Park :D Kalo OST nya sih gak seru. Fashion-nya asik nih, Yoona jadi kayak Kate Middleton gitu pilihan outfitnya.

Pengen punya anak juga pokoknya. Bocah bocah Korea kenapa lucu banget sih.

Yah ini kenapa dari yang mau nyombongin rambut malah jadi ngebacot? :p

Sekian dulu deh postingan ini. Sampai juga di lain kesempatan. Have a good weekend.

Jumat, 02 Mei 2014

Mourn. Cry. And Move On.

Hello.

Beberapa minggu ini terasa lebih mellow dibanding hari hari biasanya. Bahkan beberapa kali aku dibuat nangis.

Dunia emang makin ganas ya. Orang orang makin kejam. Takuuuuuut banget, memikirkan bahwa aku, atau adik adikku, atau siapapun kesayanganku akan bersinggungan dengan orang orang jahat itu :(

1. Kasus pelecehan anak SD di JIS.
Ya ampuuuuun bacanya tengah malam setelah penasaran liat link beritanya bertaburan di Twitter. Membaca dan membayangkan bagaimana tingkah laku anak itu setelah mengalami semua kejadian yang dia alami. I just can't. Membayangkan itu anakku, adikku, I just can't. Aku punya dua adek cowok kan, jadi nyesss aja pas bacanya.

Membayangkan anak itu bilang sama Mamanya kalo dia tahan tahan kencing sampe ngompol karena takut kalo ke WC ada orang jahat.

Ya ampun itu matahin hati bangetttt. Anak kecil sampe ketakutan gitu :(

2. Kasus hilangnya Pesawat MH370
Gak mau muluk muluk mikirin soal berbagai teori konspirasi kenapa pesawat itu bisa hilang, aku mikirin yang ditinggalkan aja udah beberapa kali nangis :(


Baca link di atas dan tengah malam nangis tersedu sedu ingat Abah :(

Terakhir, hari ini, waktu liat grafik ini.


Aku gak tahan ya Allah... They're human too, just ordinary people like me. Ada anak tiga tahun yang ditinggalkan ayahnya dan selalu nanya "where is daddy?", itu Mamanya jawab gimana cobaaaa? T_T Trus ada yang lagi liburan, business trip, ngunjungin keluarga, everybody is human and it's scary because they're real like real real. It's just so sad to even think about it :(

3. Kasus tenggelamnya kapal Ferry Sewol di Korea
Terutama kenyataan kalo ada satu kelas yang lagi school trip, terus mayoritas dari anak anak SMA itu harus meregang nyawa di kapal itu.

Basah, gelap, sunyi, dingin. Berjam jam, karena keadaan cuaca dan posisi kapal emang susah banget untuk dilakukan evakuasi.

Ya ampun anak anak SMA loh, gak kebayaaaang T_T

Trus juga kenyataan kalo kapten dan beberapa kru kapal sengaja menyelamatkan diri duluan dan meninggalkan semua penumpang lain di kapal yang jelas jelas bakal tenggelam. Nah kan sedih kenapa ada orang orang yang sebegitu tega :(

Baca netizenbuzz berhari hari dan nangis juga beberapa kali T_T

Terutama artikel yang ini, some personal stories of the family... T_T Trus bayangin jadi diver yang menemukan ratusan mayat juga bikin ngilu hati :( : http://netizenbuzz.blogspot.com/2014/04/updates_24.html


Heartbreaking photos are heartbreaking.....

4. Kasus Mendikbud yang mengabaikan kemampuan anak anak bangsa sendiri. Kemampuan anak SMA untuk menulis esai dan kemampuan anak SMK untuk bikin mobil.

Ini lebih menyebalkan daripada menyedihkan sih. But I was cried once I read this : http://tolakujiannasional.com/2014/04/24/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-dilematika-ujian-nasional/

Teringat sama ketakutan aku tiga tahun yang lalu. Ketakutan semalam sebelum UN, saat aku gak tau harus ngapain besoknya. Jujur tanpa kepastian atau bohong dengan segala resiko yang ada. Peluang untuk curang udah terbuka lebar, jauh sebelum hari H. Aku bukan tipe yang apa apa curhat sama Mama, tapi jujur malam itu aku gak tahan banget dan akhirnya setengah nangis bilang sama Mama masalahku. Mamaku tipe orangtua liberal yang selalu membebaskan anaknya memilih sendiri berbagai keputusan dalam hidupnya. Jadi malam itu aku disuruh mengikuti hatiku. And I did. Aku memilih jujur tanpa kepastian.

Ketakutan selama UN, ketakutan tidak menggunakan HP di saat semua orang di sekelilingku menggunakannya. Ketakutan waktu mengerjakan mata pelajaran MTK, mata pelajaran yang aku akui merupakan kelemahanku. Dan kemudian ketakutan sehari sebelum Pengumuman. Ketakutan tidak lulus, ketakutan mengecewakan banyak orang dan tentunya ketakutan mengecewakan diri sendiri. I'm definitely not an easy person to be pleased. Dan kalo sesuatu gak sesuai dengan keinginanku, akunya lebay keselnya and it sucks. Sakitnya awet bertahun tahun.

Dan setelah nilai keluar dan walau aku terbukti lulus, ketakutan itu tidak hilang begitu saja. Ketakutan mengecewakan seluruh dunia dengan nilai nilaiku yang hancur dibanding nilai orang lain. Ketakutan aku gak akan bisa ikut bersaing dengan nilai Matematika sehancur itu.

Ketakutan yang cuma disebabkan satu hal. UN. Dan segala kehancuran sistem yang menyertainya.
Trus baca itu, baca komentar merendahkan Menteri Pendidikan (orang yang harusnya jadi panutan kita semua dalam hal pendidikan) mengenai anak anak bangsa itu, it just made me lose faith in that person.

***

So what can we do then? Berdoa. Berdoa untuk hati hati yang pernah merasa tersakiti agar disembuhkan dan dilapangkan. Berdoa untuk trauma trauma yang ada agar dihilangkan seiring waktu berjalan. Berdoa agar tidak ada lagi cerita menyedihkan mengenai orang orang jahat. Berdoa untuk dunia yang lebih baik.

Dan kembali mengulangi kalimat yang menjadi judul postingan ini.
Mourn. Cry. And Move On.

Selasa, 15 April 2014

Galau di Malam Selasa

I think I just need to write more so I can be sane enough in this crazy world. Lately been busy with college stuff, friendship issue, and Soshi too. Haha asik ya gak ada boy nya di daftar kesibukan. Soooo, mari nulis mari nulis! Sekarang bahas lagu lagu yang ada di playlist ku dulu ya :p


  • Love Song For No One - John Mayer
I started to love this man ever since I knew that two of my favorite people (lebih tepatnya my favorite writers. Haha orang orang favoritku emang biasanya juga merupakan penulis favoritku. Ya maaf sini anaknya gampang banget jatuh hati sama rangakaian kata :p) love him to death too. Dan dari sekian banyak rekomendasi, ini salah satu lagu JM yang aku suka selain Your Body is A Wonderland, Who Says, Perfectly Lonely dan Edge of Desire. Liriknya ngolooook banget buat jomblo haha. Tapi aku juga suka sisi optimisnya yang unik dan fresh dan JM banget. Lagu ini cocok didengarkan buat para single on daily basis biar selalu bersemangat dan berasa ada temannya. Even John Mayer once felt lonely too :D



  • Total Eclipse of The Heart - Ost Glee
Oh goshhh, listening to this song reminds me of howwww much I loved Glee. Sekarang sih males banget nontonnya. Meh abis. Tapi dengerin lagu lagu covernya sih tetap ya hehe. Glee itu paling gemilang pas season 1-3. Tapi begitu season 4, begitu dia nyeritain kehidupan Rachel di New York ya kelar dah, hilang fokus. Sama kayak Gossip Girls juga, habis anak anak itu lulus ya udah gak jelas lagi ceritanya ngarah ke mana :( Lagu ini cocok didengarkan tiap lagi pengen menyayat hati aja. Vokalnya Rachel sama Jessie di sini emang golden banget deh. Always love this couple's chemistry, sometimes even better than Finchel's (terutama pas adegan diteplokin telor ituuuu).



  • Dengan atau Tanpamu - Jimmy
This song represents the word 'flawless', flawlessly. Cintaaaa banget sama suara Jimmy, sama flow lagu ini, sama maknanya. Emang lagu lagu FTV itu paling bisa ya menembus rongga rongga hati yang terdalam haha. Anyway buat yang gak tau Jimmy, dia ini salah satu finalis Indonesian Idol loh. Lagu ini cocok buat para pencinta di mana pun kalian berada :)



  • Selalu Ada Cinta - Indri AFI
Entahlah ya ini subjektif atau gimana, tapi aku cintaaaa banget sama lagu ini. Indri AFI FTW! Indri ini finalis AFI circa 2005, salah satu angkatan AFI yang paling aku suka sampe beli albumnya haha. Ya gitu deh diriku ya, kalo udah suka sesuatu ya sukaaaa banget. Nah AFI ini salah satu korbannya. Dan Indri ini salah satu finalis yang paling aku suka of all time. Suka banget suaranya tiap nyanyi apa aja, jadi no wonder ya lagunya di album AFI ini aku puja banget. Lagu ini cocok didengarkan tiap pengen dengar suara yang bagus karena seriusan deh suaranya Indri bagus banget. Trus buat yang pengen santai menikmati sweet moment atau lagi jatuh cinta lagu ini cocok banget deh.



  • Trebles Finals - Ost Pitch Perfect
I said this one and I wanna say it again, I love Pitch Perfect! Terutama sama lagu lagunya ya. Terutama lagi sama grup yang namanya Treblemaker. Itu cowok cowok bikin eargasm banget deh emang haha. Dan penampilan di Final ini asik banget deh. Mulai dari ballad-nya, rap-nya, semuanya enak didengar. Live action-nya juga enak ditonton. Bikin joget joget sendiri pas nonton :D Lagu ini cocok didengarkan buat pecinta film musikal atau grup glee macam diriku. Kalo suka lagu mash up juga bisa nih. Dan iya, jangan lupa ya nonton Pitch Perfect, totally recommended!



  • Jauh Mimpiku - Peterpan
Tiap dengerin lagu ini, otomatis pikiran langsung menerawang ke Bali, memikirkan Melya, Chandra, Mia dan Johan. Tiap dengerin lagu ini langsung kebayang cafe dan rumah sakit berganti gantian. Langsung keingat sama batas tipis perasaan. Haha, lagu ini emang jadi semacam sountrack pas aku bikin cerita tentang empat orang di atas, yang judulnya "Semua Tentang Kita". Waktu aku lagi suka sukanya sama Peterpan.

Tiap denger lagu ini langsung pengen nangis deh, membayangkan jadi salah satu dari mereka yang mana cintanya gak berbalas. Melya suka Chandra, Chandra suka Mia, Mia suka Johan dan Johan suka Melya. Nah jahat banget ya aku bikin ceritanya. Haha. Duh jadi pengen nulis fiktif lagi kaaaan. Kangen masa masa nangis bego saking mendalami cerita :') Lagu ini cocok didengarkan setiap kali merasa galau. Simple as that.


  • Made In The USA - Demi Lovato
Dulu diriku sempat jadi die hard fans-nya Disney Teen Shows gitu loh. Nonton sitkomnya tiap hari (hello David Henrie!), nonton HSM berkali kali sampai mabuk. Dan tentunya juga nonton Camp Rock berkali kali. Gak nonton yang kedua sih btw, pas jaman yang kedua keluar udah dimonopoli sama Chuck Bass :p Nah, dulu sih alasannya nonton Camp Rock demi cowok di bawah ini aja




Tapi Demi selalu aku ingat deh dengan ekspresinya pas nyanyi yang total tapi ganggu itu dan suaranya yang oke pas nyanyiin This Is Me. Still best of all her songs :) Demi ini salah satu penyanyi USA favoritku deh karena dia itu gak attention seeker. Lady Gaga, Miley Cyrus ya suaranya bagus tapi gak enak dilihat video klipnya. Nah kalo Demi enggak. Lagu ini cocok didengarkan di saat lagi santai aja. Karna lagu ini seriously very easy listening. Dan liriknya juga manisss banget, cocok deh buat yang jatuh cinta. Hehe.

Now, let's talk about current issues, shall we?

Pertama, Indonesia baru aja menyelenggarakan Pemilu Anggota Dewan tanggal 9 kemaren. Dan aku dengan tragisnya golput aja gitu. Derita banget ya, padahal ini kan Pemilu pertama buat aku dan aku tuh udah niat pengen berpartisipasi bahkan sejak SD kelas 6 :( Tapi ya semoga aja hasil pemilu ini barokah buat Indonesia ya. Biar kita punya negara lebih baik lagi ke depannya :) 

Trus masalah bully di Twitter, duh beberapa orang itu emang arogan dan songong begitu kok. Jadi sabar aja ya :( Aku juga gak ngerti kenapa sebagian (sebagian aja loh, karena sebagian lagi aku juga suka) punya banyak fans padahal menurutku mereka sama kosongnya sama kebanyakan orang. Makanya aku pribadi sih berusaha untuk lebih banyak baca dan menyerap informasi aja. Zaman sekarang ilmu sesat makin banyak di mana mana :D

Daaaaan, Running Man is coming to Indonesiaaaa *kayang kayang kesenangan*

Sama PJS, sama Rio, duh aku bahagiaa banget deh. Kalo boleh jujur juga pas pertama kali baca beritanya langsung nangis. Haha cengeng ya tapi beneran deh excited. Gak mungkin bisa ke Jakarta buat ketemu langsung, tapi aku bakal puas aja kok ntar nonton di RCTI sama SBS.

Akhir kata, see you very very soon Unnie and Oppa. Enjoy Jakartaaaa! :D