Minggu, 07 Februari 2016

My Favorite Movies

Wow baru ingat lagi nih ternyata aku punya blog haha. Dan ternyata challenge minggu ini temanya menarik banget! Yuk lah tulis dalam satu hari, edit dalam satu hari, nuhun kalo jadinya acakadut :P

Aku bukan orang yang suka banget nonton film ya. Tapi jujur aku tuh punya kecenderungan untuk jadi movie buff. Apalagi banyak internet crush-ku itu movie lover sejati (ngikutin awards and critics, punya orang orang film idola, gitu gitu deh). Jadi mau gak mau aku selalu harus update sama film terbaru, film mana yang berpotensi jadi best film of the year dan juga perkembangan industri film dalam negeri (kalau yang terakhir memang dari keinginan sendiri hehe).

Oke kita mulai dari nominasinya dulu deh. Film film berikut adalah film yang aku simpan di hard disk, udah ditonton, dan aku sukaaa sampai mau meluangkan space hard disk buat diisi mereka. Biasanya film film ini aku bagi lagi dalam tiga kategori.

Kategori pertama adalah film ringan dengan rating semua umur (menurutku). Patokanku untuk rating ini adalah gak ada adegan ML, gak ada adegan ciuman yang lama dan gak ada adegan kekerasan yang keterlaluan. Ringan di sini berarti tanpa terlalu mikir pun kita udah bisa enjoy filmnya.


Kategori kedua adalah film film dengan rating bebas lagi tapi kontennya lebih serius. Aku pribadi lebih suka tipe yang kedua ini sih hehe. Yang kalo nonton bikin mikir berjam jam setelahnya. Film yang juga asik dibawa diskusi sama movie buff lain. Oh iya, sekedar trivia, di dunia ini aku cuma punya satu sutradara favorit. Dan tiga filmnya ada di daftar kategori ini. Ayo, bisa nebak gak siapa sutradara favorit aku? :P


Kategori ketiga alias kategori terakhir adalah film dengan rating dewasa. Berarti kemungkinan filmnya ada adegan adegan ini ya :

  • ML
  • Ciuman lama atau ada nude scene
  • Bunuh bunuh yang kejam dan berdarah darah
  • Kombinasi ketiganya
Tapi terlepas dari moralitasnya yang pasti ditentang MUI itu, good film is a good film, right? ;) I really love it when the movie speaks reality. Itu jadi alasan paling utama pokoknya kenapa aku memutuskan suka atau enggak sama suatu film.


And my top 3 would be....

  1. Wild Tales (because this movie is soooo meeee and this movie is perfect!)
  2. Pride & Prejudice (udah nonton ini puluhan kali dan tetap jatuh hati)
  3. Zathura : A Space Adventure / Like Father Like Son (alasan personal karna berasa nonton kehidupan keluargaku sendiri hehe :P)
Empat film di atas itu wajib nonton ya, people. Wajib :)

Minggu, 31 Januari 2016

My OCD Habit

Saatnya kembali ke rutinitas yang membuat otak bekerja secara rutin ini, Fradita Wanda Sari. Menyarikan dari kata kata Hendra, my friend, santai santai itu harus berjangka jangan keterusan. Haha. It's been a great 2 months, many subjects to be learned, many new friends in the process, new places and new foods to try. Sekarang aku mau fokus untuk mengembalikan kualitas hidup. Menerapkan pola pikir dan rutinitas yang, hopefully, akan membuat aku memiliki takdir yang lebih menyenangkan lagi. Apa aja kah itu? Ntar kapan kapan aku bahas di satu pos sendiri ya. Sekarang mari fokus ke challenge mingguan ini aja lagi :D

***

I don't think I actually have one, until recently I found out about this tweet. I forgot who tweet-ed it, but it's about how he (I'm so sure it's a he!) will never get interested with a girl who typed wrongly, and by wrongly, he meant the girls who write without using proper grammar.

And it just hit me so hard. It's soooo me. I'm also easily annoyed when someone writes / texts not according to basic EYD, you know, the use of intersection, the difference between 'di mana' and 'dimana' (especially in Bahasa, our own mother languange, for crying out loud). I'm indeed a grammar nazi, in a silent manner though. Because I don't like to point out people's wrong doing directly, I usually just keep it by myself. Not to mention, I will also think of the person lowly, just because I can.

Thus, I won't fall for that person, no matter how handsome he could be.

So I guess that's my OCD Habit. What's yours?

Sabtu, 30 Januari 2016

The Importance of Watching Movies

One of the most common hobbies in the world nowadays is watching movie. It's a simple activity which we can do simply by ourselves or with a bunch of friends. We can enjoy a movie not only in cinema, but now also in our own house by downloading the movies either legally or illegally. Especially with the launching of Netflix, an application which we can stream our favorite movies anywhere and anytime as long as there is a stable and fast internet connection.

Other than being a simple and fun hobby, watching movie is also believed to be very important by some people. Because through movies, we can learn a lot of things ; things we never actually approach in real life. It's like, we can experience and get the life lesson for every kind of people.

For example, we can learn that bullying is a very serious matter through the movie 'Thread of Lies'. It's a South Korean movie which tell about the hardship of a young girl whom been bullied by her junior high school friends and not being treated in a nice manner by her family. Without being a bully nor a victim, we can embrace the sadness and hopefully realize that it's not okay to share our own pain by bullying someone.

The life lesson provided by a movie is only one of the reasons of its importance. Other reasons may include that watching movie can release people's stress, or it can help people to stimulate their brain. People have their own point of views regarding this hobby and how it can actually make an impact in our daily life. Thus, the degree of importance of watching movies is different for each individual.

***

Waktu di Pare kemaren, salah satu kelas yang aku ambil adalah Writing 2 di Global English. Kelas ini diajar oleh Mr. T dan materinya tentang menulis esai. It was a loooot of fun for me, karna aku diingatkan sekali lagi betapa aku cinta untuk menulis dan membaca (literally apa aja), dan melakukan aktivitas itu in English adalah sebuah tantangan baru yang menyenangkan. Walaupun aku sering bolos (maafkan ya Mr T_T) tapi beneran deh, aku jadi jauuuh lebih bahagia menulis, diberikan teori teori, diberikan task dengan tema tertentu dan yang paling penting, diberikan deadline. Bahkan pernah nih teman satu kelasku, Sella, bilang dengan yakin kalo aku emang suka banget nulis. Keliatan kali ya, ngerjakan task tapi muka malah bening bersinar haha. Anyway, tulisan di atas adalah satu dari tugas tugas yang kami dapat. Cuma mau disombongin di sini aja sih, soalnya gak bakal bisa juga dikirim ke mana mana karna terlalu singkat dan diksinya masih itu itu saja. See you tomorrow! :D