Jumat, 14 Februari 2020

20 Resolusi di 2020

Terinspirasi dari video Fathia Izzati yang iniiii


Aku buat versiku sendiri haha. Anjir udah setua ini masih bikin list aja ya, belum jelas pula bakal sepatuh apa dan ini pun udah Februari. Tapi menurut aku momen 2020 ini pas banget dengan aku yang.... pindah kerja!!! Setelah 3 tahun di tempat sebelumnya, yours truly akhirnya memberanikan diri melangkah memulai lembaran baru. Bukan yang banting setir samasekali, tapi ini kerjaan juga ga persis sama dengan kerjaan sebelumnya. Yang mana artinya adalah belajar lagi (and this is one important point) :P

Oke langsung aja aku mau note di sini resolusi resolusi aku yang aku rasa jauh banget berbeda dengan resolusi belasan tahun lalu (seingatku aku pertama bikin resolusi gini tuh 2007). Now, it's much more detailed and realistic imo.

1. Ga menunda Sholat 5 waktu

2. Beraktifitas langsung setelah Solat Subuh
Ada jeda cukup panjang antara habis Subuh dan jam masuk kerjaku di tempat baru jadi bisa santai kayak di pantai sebenarnya. Bandingkan sama tempat dulu yang harus udah standby depan bis jam 6 lewat 20 menit kalau ga mau ketinggalan dan dijulidin orang orang haha.
Beraktifitas ini dalam bentuk treadmill 10 menit, mandi dan menyiapkan bekal sendiri).

3. Minum jamu 1 kali seminggu (Kamis)

4. Ikut Majelis Taklim 1 kali seminggu (Selasa malam di mesjid dekat rumah)
Sebenarnya ada beberapa pilihan majelis, tapi aku sengaja pilih yang dekat rumah dengan beberapa alasan. Pertama, aku jadi bisa sholat berjamaah lagi (sesuatu yang akan selalu aku rindukan dari Damai), trus aku juga jadi jalan kaki dengan jarak yang lumayan (sesuatu yang juga aku kangenkan dari Damai). Dan yang paling utama... aku jadi bisa mampir ke Indomaret kalau mau jajan (aku kalau ga disengajakan gini ga mungkin sok jajan soalnya haha).

5. Ngaji 1 kali seminggu (Jumat malam)
Ga ada batas minimal atau maksimal, aku cuma mau punya rutinitas yang berfaedah haha

6. Stick to monthly budget
Aku udah punya blue print untuk pengeluaran monthly jadi yok rajin catat cashflow yok

7. Konsisten jualan pulsa (omset minimal 500 ribu sebulan)

8. Mulai jualan kaus kaki
Say it with me, tahun ini akan jadi tahun Dita mulai berjualan online. Masih dengan prinsip yang sama, jualan barang yang aku suka. Sungguh ga tau apakah strategi ini bisa relevan, tapi seperti Tokopedia bilang ya, mulai aja dulu (btw jualannya ga di Tokopedia, I'm planning to be very local about my business).

9. Masak resep baru 1 kali seminggu

10. Ngajar TOEFL preparation
I'm also being very specific about what I can offer to the studs. Tapi ini masih dalam tahap preparations banget sih, tapi aku targetkan tahun ini juga udah mulai eksekusi. AMIIIIN.

Ps, kerjaan baruku ini super santaiiiii. Makanya aku ga pernah permasalahkan gaji yang cuma setengah dari kerjaan lama haha. Dan maka dari itu juga aku WAJIB plan banyak hal untuk mengisi kekosongan waktu biar waktuku tidak terbuang sia sia ceunah.

11. Volunteer untuk baca membaca atau acara film Indonesia
Sebenarnya lebih oke sih kalau aku inisiatif bikin bikin yaaa. Tapi sungguh aku belum sampai ke arah sana. Tahun ini targetnya kalau bisa, wajib berpartisipasi. Udah itu aja dulu :P

12. Showing less skin and body shape
Meaning... no more belanja baju yang ga sesuai prinsip itu ya Dita haha. Tapi cari batik buat kerja yang panjang dan bagus kok susah ya di Samarinda hiks, need to work on this later.

13. Ngerjakan 20 soal CPNS + 10 soal TOEFL setiap malam

14. Konsisten sedekah
Aku punya 2 yang aku pengen jadikan rutinitas bulanan di tahun ini. Ga banyak samasekali, tapi aku mau rutinkan.

15. Bikin thread salon di Samarinda

16. No more nasi after 7 PM, unless eating out

17. Rutin skincare sama satu produk
So far, it's Emina yang Miss Pimple. Aku harap bisa rajin step by stepnya.

18. Belajar basic make up
Basic means eyeshadow, maskara, lip sama bedak aja. Haha basic banget yaaa, yang penting pengen lebih sering pakai tahun ini untuk naikin jam terbang. Same goes with jilbab :)

19. Treadmill 10 menit sepulang kerja

20. Konsisten invest di properti (monthly) dan emas (2 new item this year)


**

Sudah terlihat jelas kah betapa ambisnya sayaaaa???? Haha.

Jadi teringat percakapan sama seseorang yang aku ceritakan mimpi mimpi aku (I don't usually talk about this, so you know this one is special) dan dia bilang "wow kamu ambisius sekali yaaa". Haha. Emang ya. Tapi di satu sisi, semakin tua, aku sebenarnya semakin santai ketika gagal (nangisnya tetap sih haha). Tapi emang dari sananya kalau nyetting goal itu ga pernah santai :P

So yeah, let's embrace 2020!!! ;)

Ps, aku mau share juga video video Fathia yang aku suka dan menurutku penting untuk ditonton sama sebanyak mungkin orang.



Sabtu, 11 Januari 2020

Kaleidoskop Film Indonesia x Dita Tahun 2019

Film Indonesia x Dita adalah ship paling sahih dalam 5 tahun terakhir. Dan bahkan di tahun ini resmi menggeser Kpop, karna aku jelas lebih concern baca baca di bidang ini dibanding di Kpop. Sumber informasi mulai dari Film Twitter macam Cenayang, Watchmen, Kak Djay. Trus media online Provoke (by Candra Aditya) hingga merambah ke Youtube melalui Cine Crib. Yang terakhir beda banget karna basic-nya aku suka baca, tapi yaaaa, namanya udah cocok sama gaya informannya ya jadi seru seru aja haha. Shoutout to Razak yang SELALU berhasil buat ngakak bahkan di saat lagi ngerasa patah hati parah :P


Ini aku backtrack akun akun mereka untuk data lebih akurat mengenai industri perfilman Indonesia satu tahun belakangan ini.

***

Film film paling disayangkan karna dilewatkan di bioskop :

- Kucumbu Tubuh Indahku
- Ave Maryam
- Susi Susanti : Love All
- 99 Nama Cinta
- Darah Daging
- Ambu
- Love For Sale 2
- Bumi Manusia
- Pretty Boys
- Rumput Tetangga
- Doremi and You
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Top three paling disayangkan adalah... Ave Maryam, Susi Susanti dan Ambu T_T




Selain list di atas juga melewatkan 27 Steps of May, Terlalu Tampan, Bridezilla dan Mantan Manten tapi untungnya udah ada di streaming service aja jadi kalau sekarang udah ketonton (dan bagus!!)


Aku juga melewatkan Antologi Rasa yang sebenarnya aku suka banget novelnya, tapi yaaa lempeng aja. Karna ga suka sama aktris pemeran utamanya wkwk.

***

Surprises of the year :

1. Sheila Dara
Kalau diranking paling suka dia di Bridezilla, Ratu Ilmu Hitam baru Eggnoid. Sungguh kemajuan akting dia dibanding terakhir aku liat di Sabtu Bersama Bapak.


2. Gina S. Noer
Tahun ini sembah banget sama Gina karna selain super produktif, semua juga sungguh sungguh berkualitas. Mulai dari Keluarga Cemara (duet sama Yandy yang juga ga kalah impresif di bangku sutradara), Dua Garis Biru (debutnya sebagai sutradara) dan ditutup dengan Bebas (duet sama Mira Lesmana, yang lentur banget skripnya sukaaaa)




3. Tema
Tahun ini, mulai dari tema jawara, religi, LGBT, mental health, MBA, bahkan kisah perampokan di bank juga ada. Hell, even horror pun dari yang tradisional sampai komedi juga ada (kudos banget sama Benedion, Ghost Writer is so satisfying!). Genre absurd macam Terlalu Tampan dan Eggnoid juga dihadirkan (could have been better for this one tho). Pokoknya tahun ini beragam banget untuk film Indonesia, meski tetep mayoritas yang semi FTV macam Mahasiswi Baru dan Wedding Agreement haha.


***

Most Overrated :
Perempuan Tanah Jahanam
Saking ga sukanya, aku bahkan ga masukin di list hall of fame-ku di Twitter wkwk. The last 30 minutes is a TORTURE

Tapi harus aku akui opening Perempuan Tanah Jahanam itu terbaik di 2019



Most Underrated :
SIN
I know the story is really shit but 1000000 for Mawar De Jongh. She's gonna be big I swear. Line "Aku ga mau pisah, Ga," itu sungguh.... :')


***

Untuk 2020, yang sudah pasti aku tunggu tunggu :
Abracadabra
Mekkah I'm Coming
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
The Science of Fictions
Milea : Suara dari Dilan
Ali dan Ratu Ratu Queens

***

Dari total 100an lebih film Indonesia yang tayang tahun ini, total aku udah nonton 23 film. Jauhhhh banget ya haha. 15 film nonton bioskop langsung, 3 saat hari premier dan 1 film ditonton dua kali. Sebuah pencapaian wow banget untuk seorang Fradita Wanda Sari, anak rumahan yang tinggal di Loa Janan. Dari semua film yang ditonton itu, maka ijinkanlah aku bikin list top 10 film favorit versi aku.

No 1 tentu DUA GARIS BIRU (Gina S. Noer) yang berhasil bikin aku nangis nangis berlinang air mata hampir sepanjang filmnya. Now available on iflix. Sisanya sih bebas, in no particular order.



Orang Kaya Baru (Ody C. Harahap)


Available on iflix

Paling notable tuh ceritanya yang orisinal dan tektokan dialognya yang asik. Emang ya bener kata Joko Anwar, skenario itu sungguh tulang punggung suatu film. Trus yang aku suka juga tuh akting Cut Mini dan Fatih Unru di sini.

Keluarga Cemara (Yandy Laurens)

Available on iflix

The whole movie is so wholesome I love. Ensemble cast terbaik, tapi personal favorit adalah Zara. Di sini dia bisa banget menghidupkan Euis sebagai karakter yang ga sempurna sebagai manusia, tapi sungguh mengundang simpatik. Semua lagu latarnya suka banget, terutama Karna Kita Bersama, baik yang versi BCL maupun Mhala Numata. Aku ingat habis nonton ini aku nangis ngejer setengah jam haha. 

Wedding Agreement (Archie Hekagery)

Available on iflix

Film gemes favoritku tahun ini, yang bikin aku kepincut banget sama Indah Permatasari. Filmnya cantik, padat, singkat. Sebagai adaptasi dari novel, pembuatnya jeli banget mengambil yang bagus bagus aja yang ada di dalam novelnya.

Mantan Manten (Farishad Latjuba)

Available on iflix

Aktingnya Atiqah bagus banget di sini ya ampuuuun. Trus ceritanya unik banget banget menurutku, plus eksekusinya ga kacangan. Women empowerment yang bener bener ga butuh cowok gitu loh. Ini angin segar buat aku yang hopeless romantic biar terbiasa ga baperan mulu haha.

Gundala (Joko Anwar)


Tek tokan dialognya suka banget (emang selalu jadi andalan tulisan Joko ya ini, di PTJ yang aku ga suka banget pun, tektokan dialognya tetap juara). Aku bukan orang yang biasa nonton film ginian, tapi surprisingly aku suka ternyata genre ini hehe. Paling memorable pas adegan Gundala versus Yayan Ruhiyan duh itu seru dan creepy banget!!

27 Steps of May (Ravi Bharwani)

Available on GoPlay

Tiga aktor utama (Lukman Sardi, Raihaanun dan Verdi Solaiman. Sorry Ario Bayu :P)  di film ini yaaa hands down, bagus banget!!! Baik adegan ga ada dialog (di sisi Raihaanun), maupun adegan yang penuh dialog (di sisi Verdi) semuanya tuh emosinya tersampaikan. Suka juga gimana alur film ini, roller coaster-nya dari awal, trus tengah, trus endingnya yang sangat rapi menutup ceritanya. Satu hal lagi yang paling aku suka : after effect nonton film ini yang gokil banget di aku. Karna ceritanya relatable, aku sampai dua kali mimpi buruk di hari yang sama. Nangis? Enggak loh, tapi sakitnya teringat kembali aja. Sekeren itu.

Bebas (Riri Riza)


Feel good movie banget aku sukaaaaa. Tektokan dialognya lentur. Semua cast (utama maupun cameo) bagus bagusssss ga ada yang ganggu sumpah. Penempatan musik yang cantik dan ciamik, bikin senang aja gituh. Trus poin plus karna aku ga pernah nonton Sunny, jadi aku ga ada perbandingan. Oh sama kudos sama terciptanya karakter Jojo yang unik nan relatable untuk kita semua. Dan untuk Baskara Mahendra dan Baim Wong yang sukses memerankannya.

Ratu Ilmu Hitam (Kimo Sitamboel)



To be honest, filmnya paling so so di antara yang lain di daftar ini. Tapi after effectnya sih yang wow banget di aku. Yang paling mencuri perhatian aku karakter Zara (yang lenjeh banget suka haha) dan Sheila Dara (yang misterius serem). Beberapa scene tuh cara ambil gambarnya keren. Trus credit akhir filmnya keren.

Imperfect (Ernest)



Film yang mengakhiri tahun ini dengan gemes. Aku pikir Reza udah paling gemes di Twivortiare, tapi di sini dia lebih gemssss lagi. Ceritanya relatable. Sudut pandang yang diambil mengenai woman empowerment-nya suka (meski masih ada kesan mengkotak kotakkan cewek cewek imo). Sentuhan komedi melalu geng anak kos suka banget (!!!)

***

Akhir kata, terima kasih 2019 untuk semua hiburannya yang menyenangkan. Semoga tahun 2020 lebih menyenangkan lagi amin. HAPPY NEW YEAR, GAES!!!!

Jumat, 08 November 2019

Laporan Mingguan


Kamis Jumat kemarin sepertinya jadi dua hari paling menyenangkan di penghujung tahun ini.

Capek banget?? Iyaaa. Ada sedihnya?? Adaaa. Tapi ya, elemen elemen paling vital untuk membahagiakan dalam hidupku tuh ada banget di dua hari itu.

Balikpapan, salon, buku, solo travel, road trip, teman lama, dedek bayi, kucing, jajan.

Aku rekap secara chronological order di sini deh biar dikenang sepanjang masa. Note that this post is gonna be full of Rupiahs karna aku mostly pengen track sekali weekend tuh aku keluar duit berapa :P

Jadi jam 7 pagi aku berangkat naik Bis dari site menuju Samarinda. Sekitar jam 10 lewat dikit udah nyampai. Karna tadi pagi bangun kesiangan dan ga sempat sarapan, jadi aku beli donat Zaki dulu. 6 donat, 18 ribu, buat aku sendiriiii. Haha. Trus di sekitar situ juga kopdar sama istri karyawan untuk kasih uang dari site. Eh rejeki, mbaknya nawarin untuk barengan ke tempat tujuan selanjutnya jadi ga perlu pesan gojek hehe.

Berhubung tiga harian ini mager banget keramas (iya ampun, kebiasaan jelek), jadi rencananya aku mau cuci rambut dulu di salon. Catok juga sekalian biar cantikan dikit (karna besoknya kan mau ke event besar hehe). Ke Salon Karin di Antasari (ini jagoan banget kalau mau cuci catok karna hasilnya bagus dan harganya affordable). Di situ juga aku sempatin Gofood Amplang buat jadi oleh oleh untuk ciwi ciwikku di Balikpapan.

Nyalonnya 50 ribu (plus 5 ribu beli air mineral botol). Amplangnya 120 ribu sama ongkir. Amplangya beli di Usaha Devi. Enak banget btw!!!

Habis cantik, lanjut gojek (antiklimaks haha) menuju Indomaret IR Sutami tempat ngetem bis kedua terakhir. Should have gone to Seberang (tempat ngetem terakhir) biar ngetemnya ga terlalu lama T_T Bisnya dapat yang non AC jadi bayar 30 ribu. Trus pas ngetem terakhir aku jajan pentol rebus sama pentol telor habis 7 ribu hehe.

Cussss ngebis lagi 3 jam-an. Nyampe jam setengah 4 udah rembes banget ya Allah. Sempat mikir mau nonton Love For Sale 2 (teteuppp haha) tapi mengurungkan niat karna nanti jalannya kemalaman. Jadi nunggu Rahmi aja setengah jam-an di terminal. Trus habis ketemu langsung merengek kelaparan haha, dan diajak ke Lapangan Merdeka. Makan batagor (10 ribu), salome (8 ribu) dan minum es sirup (2 ribu) dan air mineral dingin (5 ribu). Bahagia banget karna enak semua.
Pulang, mandi, trus jalan lagi mau nengokin Nelli yang baru melahirkan dan punya dedek bayi :D

Jauhhhh banget rumahnya btw haha jadi jalan hampir sejam sendiri.

Di rumah Nelli ada 3 jam-an kali.

Pulang dari tempat Nelli itu udah jam setengah 11 tapi kita masih sempat sempatnya singgah di lalapan buat late dinner. Salah satu temenku, Ayu, kerja di lab dan pulang jam setengah 6 malam jadi tadi tuh dia ga sempat makan. Pulang malam lagi dehhh haha. Enaknya jadi bujang berpenghasilan ~~~

Lanjut ngobrol. Curhat curhat, makan enak. 32 ribu untuk 1 porsi lalapan ayam + minum. Eh jam 11an tiba tiba hujan aja dong T_T

Kita tunggu sekitar 15 menitan untungnya udah lumayan reda. Yaudahlah kita blas aja kan.

Nyampe rumah Rahmi udah mau jam 12 malam. Lanjut lagi aku curhat sampai mau jam 1. Haha kesempatan banget ketemu jadi aku puasin curhatnya T_T Dan karna itu.... jadi kebangun siang aja dong, harusnya jam 8 aku udah ready di Dome, tapi jam setengah 7 baru bangun buat mandi hehe. Sarapan nasi kuning sama Rahmi :)

Trus ya kita ke Dome. Targetku mau empat jam di sana, apa daya kakiku jompo dan mataku sepet liat orang banyak. Jadi totalnya sekitar 2 jam aku di sana. Menurutku udah cukup keliling ya, tapi BBW ini ternyata sama aja dengan pameran buku pada umumnya. Kebanyakan isinya ya buku stok lama, buku yang baru dikit banget dan itu pun pasti rebutan sama pemburu yang lain. 2 jam itu aku memutuskan beli enam buku dengan total kerusakan 425 ribu. Worth it gila yaaa karna itu bukunya tebal tebal dan 4 dari 6 itu english books yang mana biasa dapat dengan harga 200 ribu sendiri.

SEKILAS BOOK HAUL :

Aftercare Instructions
Aku suka judulnya dan sinopsisnya. Kalau baca english books itu sebisa mungkin aku baca yang genre teenlit karna menurutku itu yang paling ringan gaya bahasanya (menyesuaikan sama kemampuanku haha).

The Trap
Aku sukaaaaa sama genre misteri macam Gone Girl tapi ga punya referensi penulis oke di dunia kepenulisan barat sana. Jadi murni pick up buku ini karna genre dan sinopsisnya cukup meyakinkan. Semoga oke ya.

Fireworks
Suka (BANGET) sama covernya. Udah itu aja alasan belinya haha.

Everything Eventual
Dari dulu selalu penasaran sama buku Stephen King tapi takut ga suka. Tapi ini diberanikan beli kumpulan cerita pendeknya.

The Naked Traveler 2
Beli karna bukuku hilang haha. Dan diskonnya juga lumayan (meski buku lokal diskonnya ga segede buku luar).

Perempuan
Another Quraish Shihab’s book for me. Padahal bukunya yang tentang jilbab juga masih masuk to-read list haha. Tapi ini lagi #nowreading dan bagussss.

Trus abis itu aku kelaparan dan lagi pengen makan burger. Pergilah kami ke Wendy’s di Daun Village. Wendy’s ini yang enak emang cuma burgernya dan ice cream pudding-nya. Total kerusakan 142 ribu, udah termasuk traktir Rahmi itu ice cream dan aku tambah makan baked potato (yang ternyata ga enak TT).

Trus yaaa aku pulang diantar Rahmi ke tempat ngetem. Lagi lagi dapat bis AC jadi keluar uang 30 ribu saja. Trus aku beli air mineral botol juga 5 ribu.

Habis itu pulang deh T___T

Pulangnya aku masih mampir ke rumah dan belanja keperluan buat di mess + belanja jajan di pemberhentian Separi tapi aku lupa gitu spend apa apa aja wkwk. Next time bikin laporan harian gini lebih detil lagi deh janji :P

Ps, semoga selalu bisa rutin ke Balikpapan yaaa. Disempetin mumpung teman teman di sana masih pada single dan ga pakai mikir mau jalan kesana kemari.

Minggu, 13 Oktober 2019

Shihab & Aku & Shihab

Udah cerdas ga tuh pemilihan judulnya? :P

Jadi dalam rangka cuti untuk kesekian kalinya (ini jujur sedih ngetiknya haha), aku punya beberapa proyek pengembangan diri. Mulai dari nonton film sebanyaknya (target sih 2 file video / film satu hari ya. Targettt haha), ngabisin semua reading list (baru boleh beli buku baru lagi!!), ikut Mama ke majelis taklim, menghidupkan blog ini lagi dan nontonin Shihab dan Shihab.

Target awal sih mau pacaran wkwk how naive I was. Tapi more on this later lah ya, ntar aku keterusan curhat kan ga lucuuuu.

So, daripada cuma nonton selewat selewat gitu aja, aku mau nulis apapun itu yang aku rasakan setiap aku habis nonton satu video web series Najwa Shihab dan Abinya tersebut. Here we go :


Jawabannya Adalah Cinta



Cinta di pembahasan kali ini tentang cinta antara lawan jenis. Menarik sekali, bukaaaannn?? Haha.

Bahasan favoritku tentang tingkatan cinta dalam Islam. Dan definisi praktis dari mencintai sesuatu karna Allah (good question, Zaskia!!). Dan juga nasihat Quraish mengenai menikah dulu vs memperbaiki diri dulu. Huhuuuu praktikal banget aku tertampar. Oh sama cara membedakan sesuatu itu hati yang bergetar atau sekedar bisikan setan (clue : kalau melanggar aturan agama ya jelas itu setaaaan, sederhana banget ya tapi sungguh aku tercerahkan :'))

Zina, Cambuk dan Rajam dalam Islam


Judulnya clickbait banget ya ga sih hehe,

Padahal intinya sih hukum dalam Islam (in general). Emang ga populer topiknya tapi justru karna ga biasa jadi buka wawasan buat aku. Beberapa poin yang aku suka :
  • Adil itu seimbang, bukan sama
  • Jangan biarkan kebencian pada suatu kaum membuatmu tidak adil
  • Ketentuan untuk menghukum dalam Islam (ini mencerahkan banget karna yang kita tau selama ini cuma kulit luar tok. Hal hal gini yang membulatkan tekad untuk terus belajar, membaca, karna ilmu sungguh seluas samudera, ga ada ujungnya :'))
Islam yang Disalahpahami



Banyak sekali bahasan di episode ini yang "tabu" dan jarang dibicarakan. A must watch.

Memaafkan Haruskah Melupakan?



Ini tema yang sangat penting (!!!!). Aku paling suka bahasan yang jadi judul ini, yaitu memaafkan dan melupakan. Pertanyaan pertanyaan di episode ini juga sangat praktikal jadi tuh bener bener kebayang akan dipraktikkan sehari hari.

Keragaman Kehendak Tuhan



Aku sukaaaa banget judulnya. Dan lima menit pertama (part 2) dimana Abi Quraish Shihab menjelaskan dengan sederhana dan terstruktur arti dari judul tersebut. Terus disambung beliau menjelaskan 2 prinsip yang akan selalu aku ingat ingat : terkait dua orang/kelompok yang berbeda agama/prinsip, pilihan terbaik cuma dua. Bekerja samalah dalam kebaikan, atau kalau tidak bisa bekerja sama, berlombalah dalam melakukan kebaikan.

"Orang yang beragama itu ramah."
"Orang bijak menemukan sisi positif pada sesuatu yang buruk."
"Kemanusiaan mendahului keberagamaan."
"Paling tidak, tersenyumlah."

Dan aku auto senyum di kalimat terakhir. Hehe. Jadi kepikiran beberapa hari lalu ketemu Ika. Ika ini temanku yang baiiiiikkkk banget. Muslimah sejati. And she has that smiley face, sesuatu yang aku iri banget dan sungguh pengen aku duplikat. Tapi aku tuh anaknya malas senyum huhu ga benar iniiii. So here's the resolution number 1 : senyummmmm! :)

CINTA





Ini sungguh topik populer di Shihab & Shihab haha. Ini aku suka karna kerasanya feel-good banget. Banyak senyumnya aku nonton ini tuh :))

Wajib tonton ini ya. You'll feel happy and smiley right after :D

Rabu, 09 Oktober 2019

Penang : Sebuah Mimpi

Entah kenapa, pergi ke Penang adalah salah satu mimpi tertua aku dalam hal wisata.

Emang mau ngapain Dit, ke Penang??? Kebayangnya sih mau jalan jalan bego aja menenangkan diri, tapi once in a while aku baca artikel artikel tentang kota itu dan pengen resume di sini deh tempat tempat yang menarik untuk didatangi.

Mari yang sudah pernah ke Penang berbagi ceritanya juga ya.

1. Clan Jetty


2. Penang Peranakan Mansion


3. Restoran Hameediyah


4. Kek Lok Si


5. Restoran Tai Tong

Must try : dimsum my loveeee



6. Sarapan di China House

Must try : the cakes, milkshake gula Melaka

7. Restoran Jawi Peranakan


8. Hin Bus Depot


9. Little India

Must try jajanan : Samosa, Chapati


10. Hawker Center

Ini khas banget ya di seputaran Malaysia-Sing, and I loveeee it. Aku suka banget pengalaman makan enak rame rame sama banyak orang haha.


Georgetown Lane ga disebut yaaa, karna rencananya mau nginap di sana #halugaadabatas #haha

Post disarikan dari artikel Destinasian yang ini