Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2026

Thankful

Udah setahun lebih aku di kota baru, kerjaan baru, teman baru, lingkungan tempat tinggal baru. Dari semua hal yang baru, ga ada yang lebih bikin thankful selain sederetan manusia Rawr. Ga ada keraguan sedikit pun di hati aku kalau pertemuan kita murni karna kemurah hatian Allah SWT sama aku si remaja vintage yang mendadak jadi anak bawang lagi di usia 30an. Tapi beneran deh, ga bisa bayangin kalau setahun kemarin jalaninnya ga sama kalian T_T bener bener makasih ya Allah udah dipertemukan dengan sederetan orang-orang baik, pinter, menginspirasi dan sangat beragam tapi juga sangat thoughtful satu sama lain. 13 orang yang walau nanti kita akan clash (karna kerjaan kita tentu saja memungkinkan itu), tapi aku akan selalu mengingat satu tahun pertama yang kita lalui bersama ini. Semua usaha yang kita lakukan satu sama lain untuk membuat satu tahun dengan 80% ini bearable.

Dan aku mau note juga salah satu yang paling aku suka dari Rawr adalah kita semua sepakat kalau it's just another job for us. Ga ada yang naif dari kita semua. Ini kayak sederhana banget, tapi jujur sangat menguatkan aku untuk sehari-hari menjalani profesi ini. Selain Rawr, teman kelompok rolling aku juga prinsipnya sama begini, thankful juga buat mereka ^^

So here's to many more years!!! Tapi sebelum itu aku mau tulis memoar aku untuk masing-masing Rawr dari setahun berkawan. Buat kenang-kenangan <3

1. Yang satu ini bisa dibilang punya spektrum personality yang berkebalikan sama personality aku, tapi somehow kita bisa dekat karna she's such a speaker dan sebagai orang yang lebih nyaman di posisi listener aku kebantu banget haha. Makasih ya udah selalu jadi pemeriah suasana! Walau kita ga berada di spektrum personality yang sama, tapi kesamaan kita adalah punya banyak interest. Jadi somehow bisa jadi teman main ketika interestnya sama. Di Rawr ada orang-orang yang naturally gifted dan passionate soal dokumentasi (selanjutnya akan disebut Rawr Socmed), dan dia salah satunya (sungguh bersyukur!!! Makasih ya dah jadi teman aku haha).

2. Rawr terbagi antara 8 cwk dan 6 cwk. Di antara 6 cwk, menurutku semua punya kelucuannya masing-masing, dan aku suka banget sama keragaman lucu ini karna sebagai teman jadinya ga boring gitu loh. Tinggal pilih aja hari ini mau nontonin jenis komedi yang bagaimana. Si kakak ini aku nobatkan sebagai si naturally funny. In split seconds, kakak ini bisa memutuskan mau nimpalin lelucon apa dan success rate lucunya 90% menurutku. Jelas itu butuh kecerdasan di atas rata-rata sih. Kontribusi idenya di setiap ngumpul juga terbukti jadi lem perekat untuk semua.

3. Nah yang ini ril personalitynya kebalikan dari aku!!! Tipe manusia yang pasti aku kagumi dan aku mau duplikasi tapi ga akan bisa (karna emang beda aja personalitynya T_T). Berani, tegas, ga ada keraguan untuk keyakinannya sendiri. Dia juga termasuk dari anggota Rawr Socmed. Sebenarnya kalau aku lebih mudaan dikit aku pasti milih the easy way untuk ga dekat-dekat sama orang yang beda kayak dia, tapi sekarang justru orang-orang kayak dia sih yang aku syukuri ada di dekat aku. Makasih dah jadi salah satu yang paling vokal soal sisi lain negara, yang ngebuat circle kita selalu alert dan napak tanah.

4. Lucu tapi alay, alay tapi lucu. Lucunya yang tipe-tipe Emir Mahira gitu loh, lucu asal kadarnya pas wkwk. Sebagai teman main dia baik, mau tetap makan bersama kita walau selalu kita ledekin, thankful juga dia jadi samsak bersama yang menyatukan kita semua (daripada jadiin orang lain samsak, mending dia aja sih, hehe peace). Maafin kita, tapi sabar ya dan semoga lebih baik lagi ke depannya (baca: baik = kurangi tantrum dan randomnya yang bikin kita jadi emosi).

5. My twinnies!!! Walau usia kita terpaut jauh, tapi aku ke dia udah kayak aku ke Ghea, banyak banget irisannya hihi. Mana kalau karaoke atau dengerin lagu tuh selera kita mirip mirip, sama keinginan buat coba ini itu juga mirip. Tapi di luar dari kemiripan itu, menurut aku secara personality dia tuh versi lebih baik dari aku, jadi aku belajar banyak!!! Selain itu dia juga adalah bagian dari Socmed Rawr dan core hampir semua kegiatan seru yang kita jalani bareng-bareng. Truly can't be more thankful that our paths crossed! <3 Love banyak banyak!

6. Hehehe dari semuanya aku paling ga nyangka bisa akrab sama yang satu ini! Tentunya tidak lepas dari 12 orang baik lainnya, jadi kita bisa akrab jugaaa :) thank you for opening your heart to us! Karna dia mirip banget sama satu adek aku, jadi kayaknya aku bisa paham untuk bisa buka hati aja tuh pasti big deal buat dia. Dia salah satu dari 6 cwk lucu tadi, dan dia spesialisasinya di kelucuan yang garing. Bahkan udah setahun lebih tapi kalau ngobrol masih suka ga nyambung tapi tetap lucuuu hehe.

7. My fellow (Madura) satay lover!!!! Super girl banget dalam artian energinya banyak banget ga habis habis! Anak ajaib dari Utara yang walaupun introvert (menurutku), tapi kenalannya banyak dan beragam terus ga pernah kehabisan topik karna asbun. Tapi dia tuh asbun with style. Dia dan si no. 11 adalah dua orang yang kerecehannya paling ampuh buat aku ketawa hehe, makanya aku senang mepetin mereka :P Trus cerdas banget, terutama buat hubungan interpersonal juga menurutku dia exceptional, bahkan bisa meladeni si bocah tantrum *tepuk tangan

8. Kalian pernah ga punya teman yang saking kompetitifnya malah jadi lucu? Bisa lucu juga mainly karna dia ga jahat tapi emang esensi hidupnya kompetitif aja wkwk. Dia bagian dari 6 cwk itu ya btw. Dia juga bagian dari Rawr Socmed, tapi kontennya sangat niche yaitu konten BTS (keren kan Rawr Socmed ini, ada spesialisasinya). Oh iya dia juga tongsis kita semua, yang ga hanya dianugerahi kelebihan fisik tapi juga skill. Di luar itu semua, terharu deh dia masih mau gabung main-main sama kita :')

9. Kayaknya dari semuanya, orang ini yang paling lama baru akrab sama aku (ingatan tentang dia di awal itu blur bgt mohon maaf T_T ingatan mulai terbangun baru pas Latsar gara-gara dia minta tolong aku mulu buat take video wkwk). Ajaib juga dengan segala perbedaan yang ada, ternyata kita punya satu kesamaan yaitu menjadi morning person! Trus sebagai sesama observer, ada aja yang diomongin dan dibagi (baca : digosipin) di pagi hari itu. Dia juga satu di antara 6 cwk dan kelucuan dia personal favorite aku yaitu lucunya lebih ke verbal dan mulutnya sarkastik wkwk.

10. Satu lagi yang personalitynya beda sama aku tapi karna mirip sama orang yang dulu pernah kutaksir jadi rasanya familiar banget banget :P Salah dua manusia paling Jawa yang pernah kukenal. Pemberani parah, gen Z nya gen Z banget wkwk. Aku belajar banyak dari dia sih, dia juga kayaknya belajar banyak dari aku, karna gap umur kita terasa banget :P Kita juga sama-sama punya interest ke olahraga, semoga punya lebih banyak kesempatan olahraga bareng ya! Oh satu lagi yang aku suka dari dia adalah dia tuh efektif banget dalam hal finansial! Sungguh aku harus belajar lebih banyak nih sama dia huhu.

11. Ini satu orang lainnya yang kerecehannya juga selalu ampuh buat aku ketawa hehe, sepaket sama no 7. Kesehariannya khas Sumatra banget yang walaupun anaknya sopan dan kalem tapi kejujuran nomor satu bahkan ke strangers dan lebih lebih ke kenalan yang udah akrab (aku suka tipe yang begini by the way!!!). Kita punya satu ritual kecil tiap pagi and I can't be more thankful about that! <3 Menurut aku juga dia emoji berjalan karna gerak geriknya ekspresif banget. Oh satu lagi, kata aku dia anak teknik sejati sih.

12. Dari 8 orang cwk di Rawr, dia yang paling sering absen (eh no 10 juga sih wkwk). And I love the fact that we collectively don't take it personally. Namanya teman kerja ini ya, kalau momennya asik ya asik, kalau ga asik ya feel free to disconnect for a while. Senangnya, dan bersyukurnya, pas kita gabung lagi ya tetap membaur, bener-bener present, and I truly think that it's more than enough! Karna jarang ngobrol, jadinya malah kalau ngobrol seru karna ada aja fakta baru terungkap. Salah satu teman yang nyambung diajak ngobrol lagu timur (yay) dan ga canggung saat berkaraoke (penting).

13. Our representative soft boy! Ga hanya soft boy dari tutur kata dan perilaku, tapi hatinya juga paling melankolis menurutku. Dia ga fotogenik samsek dan juga ga jaim, jadi walaupun fisiknya intimidatif kita tetap nyaman sama dia. Semua itu ditambah lagi dengan dia yang lucunya random, suka tiba-tiba live report lah (in another universe, harusnya teman aku ini jadi reporter). Tipikal manusia yang ngomong seperlunya, tapi kalaupun lagi ngeriung gitu dia bisa masuk juga dan kasih celetukan lucu yang (lagi lagi) random.

I love you, Rawr!

Rawr dengan segala variannya

Sabtu, 25 April 2026

Hal-Hal yang Dipelajari Saat Sendiri

Tepatnya jalan sendiri alias solo trip.

Btw, aku pernah cerita di sini, kalau tahun 2018 aku perdana solo trip dengan agenda utama nonton Konser Winner. Tentunya trip di-stretch jadi seminggu karna aku aji mumpung kesana kemari mencoret wishlist di ibukota hehe. Tahun 2022, empat tahun kemudian dari trip pertama, aku kembali solo trip. Kali ini tujuannya ke Jogjakarta dengan agenda utama JAFF17. Lagi-lagi trip dijadikan seminggu.

Dan percaya ga percaya, aku yang seumur hidup biasa sendirian, kalau solo trip gini ada sepi dan sedihnya juga lohhhh. Haha. Bahkan di tengah keramaian, ya terutama di tengah keramaian.

Hari-hari pertama solo trip tentu euforia yaa. Berada di Bandara, naik pesawat sendiri tuh sangat therapeutic buat aku. Aku berasa wow AKU BISA & AKU SUKA!! Kalau di keluarga kan aku passenger princess ya yang apa apa dah disediakan, trus kalau trip sama teman tuh aku people pleaser banget alias ga punya opini alias terima aja sama semua keputusan bersama. Jadi dengan jalan-jalan sendiri aku bisa atur pace, aku bisa memenangkan preferensi aku dari yang mainstream sampai yang paling unik dan nyeleneh sekalipun. Ini jeleknya aku sih, kalau debat itu selalu mikirnya hitam-putih, kalah-menang. Padahal ga harus dipikir gitu kan, tapi yaa, gimana ya sist ngubahnya?!?? T_T

Bagian paling kusuka tentunya bagian mengkhayal yang biasanya jadi pemicu ide cerita (dari novel-novel yang tidak pernah juga kutulis *sad

Jadi ya itulah euforianya. Terutama kalau aspek hari pertama itu include coba hal-hal baru ya seperti naik KA Bandara, coba walking tour, dll. Trus hari ketiga, grafik mulai menurun. Boleh ga sih ini percaya zodiak? Tapi aku berasa Cancer banget aja, segitunya ga bisa mengendalikan mood karna dari hari ketiga inilah kesepian melanda. Bahkan walaupun aku di tengah pasar yang penuh dengan manusia. Berasanya hampa aja. In worst case scenario, hari ketiga ke atas ini ada aja kelakuanku yang di luar nalar. Antara tiba-tiba diam doang di penginapan seharian atau ngubah itinerary. Buat aku si kaum mendang mending sih ini sangat merugikan karna kan jadi ga efisien huhu, tapi namanya liburan kan intinya pengen rileks, jadi ya udah sih. Yang penting tujuan rileksnya itu tercapai.

Fast forward ke dua hari terakhir yang aku rasakan adalah mellow. Mellow liburan ini mau selesai, jadi different kind of mellow dengan yang sebelumnya. Dan rasa mellow ini tipis aja karna yang dirasakan selanjutnya di sisa liburan adalah excited. Ngebut coba makanan X, oleh-oleh Y, nongkrong di Z. Aku semangat lagi saat bangun pagi (flow aku kalau liburan adalah aku bangun pagiii, habis subuh sudah langsung beraktivitas) sampai mengakhiri hari.

Hufttt begitulah grafik emosiku saat liburan yang turun naik sesuka hati. Penasaran kalau kalian lagi liburan sendiri apakah kayak aku atau tipe yang lempeng-lempeng aja???

Senin, 09 Maret 2026

Refleksi Terbaik Abad Ini

Tulisan di bawah ini sungguh salah satu refleksi terbaik yang pernah aku tulis soal diriku dan karakterku. Jadi walau ini sebenarnya TMI banget, aku tetap pengen taruh di blog (dan kuputuskan buat sensor sebagian teks :P).  Doakan aku cepat berdamai aja ya, kalau suatu saat harapan yang satu ini bener bener ril ga bisa kegapai haha. Dari awal nyadar kok memang berat banget, dan dari awal juga selalu berharap ini romansanya cuma ada di kepala aku aja :)

***

Rasanya seperti dihukum sama Tuhan.

Tuhan yang saking sayangnya sama aku, selalu punya cara untuk mengingatkan kalau aku sudah di luar batas. Dan batas yang berkali-kali aku langgar adalah menjadi sok tau.

“Oh X lucu, kerja di Tambang, anak tunggal, I think we would work,” eh ternyata dia ga suka sama aku wkwk.

“Y lucu, kayaknya suka aku, kerjaan ok, ga ngerokok, suka olahraga,” lah ternyata value hidupnya ga banget, ga cocok banget dan aku pribadi ga mau ngabisin forever sama orang kayak dia. Takooot.

Setelah dua yang terakhir itu, aku pikir aku yakin banget apa yang aku mau : *** dan ***. Aku, si yakin, selalu mikir kalau dua filter ini jelas dan keliatan banget, jadi aku ga bakal tuh kecebur suka sama orang yang lewatin bare minimum ini aja enggak. Udah beberapa kali cowo ganteng lewat, ya karna emang ybs *** ataupun ybs ***.

But, boy was I wrongggg.

Sekarang tiba-tiba aja aku suka sama orang yang udahlah *** dan ***. Semua red flag lewat gitu aja, dan malah kupu-kupunya memilih muncul di setiap kebaikan orang ini lewat di hariku. Why oh whyyyyy. Banyak banget orang baik lain di hidup aku loh, dan entah kenapa kupu-kupunya muncul paling banyak lewat orang ini.

Aku berusaha merasionalisasi ini semua dengan berusaha mencari2 kenapanya. Kebetulan ini juga bagian paling favoritku ketika lagi merasa jatuh cinta sih wkwk. Alurnya mirip lah sama yang dulu2. Pertama, orangnya visibly banget laugh at my jokes (yang mana bs di-counter kalau ya selera humornya aja mirip hehe). Kedua, orangnya agak mepet ngerapet (counter-nya : bisa aja dia emang lagi bosen dan butuh teman). Btw, bagian mepet ini awalnya aku juga merasa geer sendiri, tapi kemudian divalidasi sama satu orang temen huhu. Kedua hal itu dilakukan di saat aku bener2 jadi diri aku sendiri ya, makanya rasa yang didapat itu seaman dan senyaman itu karna ya aku hidup biasa aja, tapi aku ngerasa aku matter gitu di hidup dia T_T Karna aku merasa matter sebagai diri sendiri, otomatis aku udah merasa paling aman dan nyaman di dekat dia. Hal ketiga, yang biasa aku anggap sebagai bonus, adalah orangnya baik banget, ga hanya ke aku aja. Aku liat dan dengar sendiri kebaikannya ke orang2. Sejauh ini, tiga hal itu emang kuncian banget sih buat aku bisa suka sama orang T_T

Aku percaya semua rasa suka, kagum, nyaman, itu datangnya dari Tuhan. Aku percaya, dengan semua ketidakidealan yang terjadi ini pasti ada hikmah yang bisa aku ambil. Mungkin melalui perasaan”terlarang” ini aku jadi sadar kalau semua checklist itu ga ada artinya karna ternyata kenyamanan aku lah yang nomor satu. Dan rasa nyaman dan aman ini yang harusnya aku perjuangkan, alias next time kalau ketemu laki ideal tapi ga bisa buat aku nyaman dan aman ya kayaknya ga layak yaa buat dikejar. Jadi next time aku ga hanya fokus cari cowo yg menuhin checklist itu aja, tapi juga gimana orang itu menimbulkan perasaan2 spesifik di diri aku. Dan perasaan itu menurutku ga akan timbul kalau dari awal aku ga jujur sejujurnya dengan menjadi diri aku sendiri. Aku yang berisik, kadang2 sarkastik, nerd dll lah dari yang baik sampai yang jelek. Jadi penting banget ya Dita, untuk selalu jadi diri sendiri!!! Ga usah terlalu self aware gitu lah mau ketemu laki2 manapun wkwk.

Udah sih, mudah2an itu hikmahnya ya.

Maafin ya Tuhan sama sikap sok tauku. Insya Allah aku fokus sama perasaannya aja, karna toh orangnya juga ga mungkin bisa digapai kan. Makasih hukumannya yang walau bikin meringis ini, tapi disampaikan dengan manis. Udah lama kayaknya ga ngerasain kupu2 di perut, jadi jujur sehappy itu sih akhirnya ngerasain lagi :’)

Sabtu, 31 Januari 2026

Life is Far From Boring

Untuk memperingati ultah ke-30, aku bikin proyek seru seruan sendiri yang judulnya seperti di atas. Life is far from boring. Terinspirasi dari video kolase kecantikan Han Sohee dan Adinia Wirasti dengan latar lagu Gemintang Hatiku, Fradita mikir "mau juga ih dibikinin begitu". Tapi karna sadar diri ga akan ada juga yang mau bikinin, jadi aku bikin sendiri deh hehe. Hidup itu simple, kalau ga ada yang akan melakukan hal itu buat kamu, ya udah kamu lakuin sendiri aja :P

Di perjalanan, ngumpulin video dan foto untuk template itu malah jadi momen refleksi aku 30 tahun ke belakang. Aku merasa aku sangaaaat disayang Allah :') Dikelilingi keluarga dan teman-teman baik, dikasih rejeki stabil finansial, sesekali traveling ke luar kota dan nonton konser, lancar dalam berkarir, punya hobi dan komunitas yang sehat. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Mau aku tulis memento juga di sini untuk foto dan video yang akhirnya aku pilih biar ada kenangan arti dari momen-momen itu lebih dalam lagi :)

Disclaimer, tentu tidak ada hidup yang sempurna ya karna kisah cintaku ampas sekaliiiii :)))) Tapi ya literally cuma itu loh yang ampas jadi ya mana mungkin aku sedih berlarut karna itu aja ya kannn :))))

Oh iya, proyek ini menurutku menantang banget karna aku harus merangkum 30 tahun hidupku ke dalam template video yang cuma berdurasi 16 detik. Jadi sebenarnya banyaaak sekali bagian dari hidupku yang tidak tertuang, terutama soal "people". Padahal apalah arti hidupku tanpa orang-orang di dalamnya ya kannn? So, shoutout to my parents, my brothers and sister, my nephew, my friends and colleagues, even my crushes for being there for me throughout the last 30 years!



Kalau ditanya makanan favorit sih aku punya banyaaaak. Ada Sate Ayam, Bubur Ayam, Pasta, Burger, Risol. Tapi ada satu spesifik makanan yang aku tuh SECINTA itu, tapi tetap harus rela dalam setahun cuma punya waktu kurang dari 30 hari menikmatinya. Dan makanan itu adalah kue Bingka Berandam yang Acilnya hanya jualan pas bulan Ramadhan! Bingka Berandam ini adalah kue basah khas Banjar ya, dia tuh lembut, manis tapi tetap ada gurihnya. Video ini aku buat beberapa waktu setelah aku lulus kuliah dan kembali ke Loa Janan for good. Happyyyy sekali waktu itu punya kesempatan hari-hari makan ini lagi, setelah 4 tahun merantau di Banjar. Btw, di Banjar ada juga yang jualan ini tapi surprisingly ga nemuin satupun yang seenak Acil yang jualan di Loa Janan. Waktu kerja di Damai dulu juga sempat ada masa-masa ga bisa nikmatin ini tiap hari :') Trus 5 tahun nikmatin kembali, eh sekarang aku merantau lagiiii :') Emang bener banget ungkapan yang bilang, BE PRESENT, karna heyyy waktu tuh emang ga bisa diulang kembali!!! Video ini aku masukkan ke dalam proyekku karna berhasil menangkap potret Fradita yang happy sesederhana makan makanan enak hehe. Ya pokoknya aku tuh gitu tauuu, bahagiaku sederhana aja :P


Salah satu fakta mengejutkan yang aku temukan di ultah ke 30 tuh adalah... aku suka belajar :P
Tentu saja asalkan subjek pelajarannya aku tertarik yaaa. Dan di masa-masa ini saat sebenarnya ga ada kewajiban juga buat belajar hal baru (well, kecuali pekerjaan karna pekerjaan aku mewajibkan aku buat selalu update sama isu dan teknologi baru), aku bakal tetap kulik hal-hal seperti parenting, film Indonesia, politik, skincare, finance, yaaa karna aku tertarik aja. Dan yang beberapa tahun terakhir ini juga aku dalami adalah... Islam <3 Rediscovering Islam as an adult feels sooooo magical huhu, makanya aku masukkan momen ini juga ke dalam proyekku. Di foto itu aku habis nge-resume 1 episode Tafsir Al Mishbah, makanya di foto juga terlihat ada Al-Qurannya, karna konsepku aku ngaji dulu (ayat yang dibahas per episode), baca terjemahannya, baru ngeresume dari penjelasan videonya. Selain itu di tahun lalu aku juga mulai kelas ngaji/bahasa Arab. In between, dalam beberapa tahun terakhir aku pun lumayan sering baca buku literatur Islam.


As a big big fans of Transum, tentu saja harus ada foto aku selfie dengan setelan ternyaman yaitu jaket, masker dan headset hehe. Selain soal transum, potret ini juga menangkap kecintaan aku sama traveling. Mau itu sendiri (yang bikin aku punya kebebasan melakukan apapun), sama keluarga, sama teman, sama strangers, ke city, ke alam, kulineran, dll dsb. Oh iya specifically juga traveling yang road trip ya lewat darat, yang mana kita bakal berhenti tiap makan dan sholat, dan jadinya punya waktu buat observing dari satu titik ke titik lain di Indonesia :D


Ga ada foto sama "people" tapi ada foto sama kucing aku dong, Melon, hehe. Adopting him is one of the biggest changes in my life. Dari Melon, aku belajar bertanggung jawab sama satu nyawa di hidup ini. Dari mulai perawatan sehari-harinya dia, vaksin, steril, dan yang paling peer menurutku adalah ngajak main dia tiap hari. Karna kan aku udah mencerabut dia nih dari akarnya sebagai hewan liar dengan dia tinggal di rumah, jadi rasanya ga adil banget kalau aku anggurin sehari-hari :')


Ini video BTS pas aku fotobox sendiri H-1 ultah ke-30. Udah lamaaaa banget punya keinginan mau fotobox sendiri, nah baru pas itu kejadian. Kebetulan ada 1 film menarik di bioskop dan ada Selfie Time yang baru buka di Big Mall, jadilah siang itu aku agendakan. My Salon Premiere juga baru buka, jadi sebelum fotobox kita cobain deh cuci catok di sana biar lebih paripurna. Tidak lupa dress up centil pakai baju seksi dikit (Fradita banget wkwk). Meskipun pas udah dijalani ternyata ga seseru itu fotobox sendiri ya wkwk. Aku masih prefer ramean lah kalau fotobox, yang penting udah ga penasaran lagi aja gimana rasanya fotobox sendirian.


Kalau disuruh milih salah satu pemotretan aku yang paling cantik tuh ya ini deh, waktu foto2 random di sebuah hostel di Balikpapan sama Ayuning. Paduan antara pencahayaan bagus, outfit ok dan karna Ayuning jago plus aku nyaman berada di dekat dia. Kegiatan ini juga lumayan Fradita core nih, suka bikin pemotretan ala ala. Bukan yang 1 background, 1 pose dan fotonya bejibun yaaa. Kalau aku tipikal yang suka eksplor set, eksplor gaya, hasilnya liat nanti aja. Thanks to my teenage years yang dihabiskan dengan bolak balik majalah Gogirl, Girlfriends dan Kawanku ^^


I loveeee this candid pic of mine taken by Mba Ani. Love how tiny I looked. Love the background (sinefil sekali bukaaaaan). Love the way I carried so much stuff at once (anak perempuan pertama sekali bukaaaan). Love how I sipped my favorite drink of all time. Sebuah foto yang sangat representatif untuk menggambarkan Fradita di kala weekend.


I'm not much of a beach person, tapi sekalinya ketemu yang bagus banget ya aku tentunya langsung jatuh cinta. Masalahnya kan pantai bagus di Indonesia itu menurutku harus effort ya hehe. Sejauh ini aku baru puas sama Kepulauan Derawan, Biduk-Biduk dan Bira. Mesti lebih sering berkelana sih ini artinya karna aku jarang wisata ke pantai ^^ Yang ke Biduk-Biduk terutama aku masukkan di proyekku karna itu salah satu jalan-jalan paling impulsif dan paling "ngepas", to the point kita ada tuh momen makannya Indomie aja dan di pinggir jalan. Tapi karna sama teman-teman juga itu aku paling lepas, tiap hari mandi ga pernah di kamar mandi, selalu nyebur wkwk. Terus di foto ini juga pose aku awkward banget tapi ga lepas dari ambisi aku untuk selalu memanfaatkan properti yang tersedia on the spot :)


Di suatu maghrib di Banjarbaru, aku nemu spot ini sama Rahmi pas lagi keluar jalan beli makan. Kebetulan palette warnanya itu mirip sama baju yang lagi aku pakai dan sebagai orang yang tumbuh besar mengidolakan Diana Rikasari, tentu saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lagi-lagi bikin pemotretan ala-ala hehe. I really love colors (thanks to Diana's influence, and maybe SNSD too), dan foto ini menurutku sangat merepresentasikan kecintaan aku itu.


Beberapa tahun terakhir, aku tuh sangat into skincare. Kayaknya kembali lagi ke kesukaan aku sama warna di mana produk skincare sekarang kan packagingnya lucu-lucu banget ya. Makeup dan wewangian juga packagingnya lucu, tapi aku paling suka skincare karna urgensinya menurutku paling tinggi di antara tiga itu. Trus di-combine sama nasionalisme aku (yang sebenarnya ga pernah ga ada wkwk), aku ngerasa aku bisa all out dukung produk lokal tuh dari sini, karna industrinya kan lagi growing juga. Eh ndilalah sekarang isu ini pun makin dekat sama kerjaanku sehari hari. Tuhan baik sekali lah, ngaturin semuanya itu :))


Another photo from Biduk Biduk trip. Foto ini lumayan menggambarkan style aku sehari2 yaitu jeans dan kaus, trus kausnya juga sangat sinefil ya yaitu official merchandise Visinema. Trus juga representasi lagi lah aku tuh sesuka itu jalan jalan loh ^^


Definitely not a good cook, but I like to experiment in the kitchen. Dengan catatan harus sendirian aja bersama musikku, hence the headset :P Aku tuh jarang banget masak, tapi ini salah satu momen langka pas aku lagi pengen duplikasi resep nasi bakarnya Chef Devina hehe. Masih terus berdoa suatu hari aku bisa punya dapur yang bener-bener punyaku sendiri jadi aku bisa memaksimalkan kegemaranku ini bereksperimen dalam hal masak-memasak. Aku selalu berpikir kalau aku punya dapur sendiri aku bakal suka kegiatannya, dan kalau jam terbangku tinggi tuh aku beneran bisa masak yang enak gitu lohhhh.


Tipikal hidup Fradita di malam hari dengan buku-bukuku, hotpantsku, dan semua warna warni di kamarku :)


Foto diambil pas aku pertama kali ke event Big Bad Wolf dan happy sekali waktu itu liat satu GOR besar isinya buku semua. Ini foto candid dari Rahmi yang menurutku sangat representatif sama hidupku yang mostly dihabiskan dengan sok akrab sama anak-anak ini hehe. I'm awkward with babies, tapi anak-anak SD yang udah bisa diajak ngomong gitu aku sukaaaa. Pokoknya Fradita banget lah ini fotonya, hidup dikelilingi buku-buku :)


I love it when a single photo can capture so many things about me in a frame. Ada aku yang suka baca buku, yang suka colors, yang suka traveling.


Walau jumlahnya dikit dibanding foto-foto (berusaha) cantik, tapi aku tuh punya juga ya foto bizarre macam begini wkwk. Aku masukkan juga di proyek ini sebagai penanda kalau aku bisa konyol dan aku ga malu punya jejak digital kekonyolan itu. Foto ini juga menunjukkan banyak banget personality aku. Ya tiba tiba ada papan tulis di kamarlah, ada poster Winner segede gaban di samping kasur (harus banget di samping kasur, biar bangun2 liat sayang2ku! :P), a little bit of pink, a little bit of yellow.


Born and raised in Samarinda, I am always proud of it. Dan foto ini salah satu representasi nyata dari kebanggaan aku itu. Dengan segala perih-perihnya, semua keironisan dari eksploitasi yang aku saksikan sehari-hari #foreversad I love the people, I love the heterogeneity, I love the food. Btw, background Jembatan Mahakam dan Big Mall (fav mall in the city!) itu aku dapat pas naik Kapal Wisata Pesut. Fun fact, dari semua jenis wisata di Samarinda, ini masih jadi top of mind aku buat dikenalin ke turis. Selain itu yang jadi favoritku juga adalah Islamic Center dan kuliner nasi kuning di malam hari.


Hehe, aku tuh lumayan tertutup sama what kind of career that I have, padahal sebenarnya aku happy kali loh sama apa yang aku punya dari 2017 ini. 8 tahun kerja di industri yang lumayan beririsan dengan industri ekstraktif (hiks) dan mainly ngurusin administrasi, aku seperti menemukan passionku. Ngurusin administrasi (beresin dari yang berantakan jadi rapi), routine work, kerjaan yang lumayan 50:50 antara ngurusin angka dan orang, back office (jadi ga perlu berpenampilan menarik). Dan jujur aja, emang uangnya gurih di industri itu. Foto ini sendiri terasa monumental aja buat kenangan 30 tahun Fradita hidup. Trus ini juga salah satu bukti value yang aku punya dalam hidup yaitu walau kerja ujan-ujanan dan becek, belain pakai jas hujan, aku tetap masih jalanin rutin dan masih sempat-sempatnya minta foto buat mengabadikan kerecehan yang terjadi. Mungkin kayak hal kecil, tapi etos kerja yang gitu tuh rasanya core value aku banget uwuuu.


Meski ga kelihatan, foto ini diambil pas aku nonton konser Tulus. Bahagiaaaa sekali waktu itu. Di usia dewasa ini kan jarang-jarang ya bisa suka sama satu album, nah ini aku suka sama semua lagu di album Manusia T_T Bener-bener deh bisa nonton konser ini tuh aku merasa dicinta banget sama Allah. Karna timingnya rasanya pas banget dan semua lagu yang dibawakan tuh aku tau dan mostly aku suka. Waktu itu juga aku sebenarnya udah pasrah nonton sendiri, karna sounding sama beberapa teman ga ada yang mau nonton huhu. Tapi last minute Dana akhirnya mutusin buat nonton, jadi deh aku bisa punya foto ini. Pulang pergi juga sama Dana jadi orang rumah ga ribet. Tapi gongnya tetap adalah guest starnya Dere! Yang lumayan aku tau juga lagu-lagunya! Trus aku juga suka di foto ini aku pakai kutubaru, jenis kebaya favorit aku.


Foto kedua aku sebagai passenger princess!! Yang mana cukup menjelaskan lah ya betapa aku sangat suka peran itu hehe. Mau naik bis, pesawat, mobil, truk, motor, apapun, yang penting aku jadi passenger princess ^^


Apalah arti hidup tanpa kebahagiaan - kebahagiaan kecil? Buat aku bikin video seru-seruan dengan ngelakuin challenge konyol sama teman-teman itu udah cukup banget buat nambah nafas kehidupan. One breath at a time! Aku ingat video ini diambil di kosan pas aku kuliah di Gg. Purnama. Udah berbulan-bulan aku liat tempat sampah yang gede banget itu dan mikir sendiri ini kayaknya kalau aku masuk muat deh hehe. Nah malam itu kebetulan jadwal kita (aku, Ayuning, Rahmi) kayaknya kosong dan tempat sampahnya juga kosong, jadilah video legend ini diambil.


Aku suka banget nyalon. Sukanya tuh level di mana aku suka semua jenis treatment yang ada, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dari yang enjoyable (creambath) sampai yang bikin meringis (facial). Sukanya juga di level aku sangat adventurous, aku bisa ke salon yang muahal banget sampai yang salon rumahan yang handuknya apek wkwk. Saking adventurousnya, agenda salon juga biasa masuk di itineraryku kalau ke luar kota. Momen di foto adalah waktu aku cobain Salon Rinjani pas lagi solo trip di Jogja.
Trivia 1 : Karna kecintaanku sama salon ini, film Joko Anwar favoritku masih A Copy of My Mind
Trivia 2 : Salon yang paling kucinta sejauh ini : Salon Annisa di Banjarbaru dan Salon Kirei & Salon Marwah di Samarinda.


Ingat banget foto ini diambil pas aku nonton Sri Asih di hari pertama tayang, jadi ini fotonya diambil pas weekday tepat setelah pulang kantor. I love playing dress up and I love watching movies, dan menurutku dua hobi ini bisa banget dikawinin kalau karakter filmnya tuh kuat banget jadi bisa aku translasikan ke baju apa yang akan aku pakai pas nontonnya :) 


Harus banget memasukkan foto Fradita sama Sate, makanan favoritku sepanjang masa. Shoutout untuk Sate USAI sate paling enak di Samarinda!!!


Salah satu momen paling membahagiakan di hidup aku sebagai fangirl Film Indonesia yang sukses adalah saat berhasil naik haji ke JAFF Jogja hehe. Banyak banget hal di foto ini yang aku suka sih, mulai dari pohon kamboja di belakangnya, my pink kutubaru, my skinny jeans, tas Samarinda kesayangan, ah semuanya suka deh. Btw, di hari itu aku take foto banyak banget dibantu sama Mey, dan surprisingly bagus semuaaa. Bener2 deh chemistry aku sama Mey sebagus itu apa gimana haha, makasih banyak Meyyy! Setelah semingguan bolak balik Empire sendirian, di hari terakhir bisa ditemani menikmati vibenya ^^


Ya harus ada lah ya representatif selfie pakai filter IG di proyek ini hehe :P

Senin, 20 Mei 2024

Q & A

Lagi butuh refresh otak, jadi mau main game seru-seruan aja di blog ini..

What is your idea of perfect happiness? Perfect dessert to accompany my white coffee

What is your greatest fear? Ga bisa memberikan hidup yang layak buat anak-anakku maupun anak-anak di sekitarku

What is the trait you most deplore in yourself? Moody

What is the trait you most deplore in others? Orang yang tebang pilih dalam menegakkan aturan

Which living person do you most admire? My parents

What is your greatest extravagance? Nonton film Indonesia

What is your current state of mind? Restless, harusnya ada satu hal yang bisa aku selesaikan tapi belum punya keberanian buat menghadapi konsekuensinya. Makanya aku alihkan dengan nulis blog post ini :(

What do you consider the most overrated virtue? Doing things fast :P

On what occasion do you lie? Ketika ditanya ortu keluar duit berapa buat beli beli wkwk

What do you most dislike about your appearance? Kalau harinya lagi buruk ya semua aja rasanya salah. Badan gendut, muka kusam dan bertekstur, rambut terlalu ikal dll. Tapi kalau hari baik tetap merasa cantik dan sempurna kok :)

Which living person do you most despise? Semua oknum di pemerintahan RI yang jahat-jahat, termasuk bystander nih ya. Sorry not sorry.

What is your favorite journey? So far, Jogja Solo Trip in 2022. 

What is the quality you most like in a man? Kindness

What is the quality you most like in a woman? Kindness

Which words or phrases do you most overuse? Sebagai anak yang menghindari konflik banget, kayaknya sih kata "OK" ini paling overused di aku haha.

What or who is the greatest love of your life? Allah SWT

When and where were you happiest? Today, insya Allah.

Which talent would you most like to have? Singing :")

If you could change one thing about yourself, what would it be? To be more fun as a human!!!

What do you consider your greatest achievement? Udah berhasil bikin budgeting!!! Butuh bertahun-tahun check up dan penyesuaian, tapi sekarang bisa dibilang udah settle banget buat sistemnya yayyy.

If you were to die and come back as a person or a thing, what would it be? Pengen hidup jadi kucing

Where would you most like to live? Balikpapan, with the love of my life

What is your most treasured possession? My books

What do you regard as the lowest depth of misery? Pas nganggur :(

What is your favorite occupation? Somewhere in the back office

What is your most marked characteristic? People pleaser and high achiever kind of person

What do you most value in your friends? Kejujuran

Who are your favorite writers? Almira Bastari

Who is your hero of fiction? Eli di Series 90 Hari Mencari Suami keren banget sihhh

Which historical figure do you most identify with? Hmmm siapa ya, ga ada kepikiran siapa siapa

Who are your heroes in real life? My parents.

What are your favorite names? Widuuuu. I think it's cool that my high school friends come up with this name to me

What is it that you most dislike? Injustice

What is your greatest regret? Not saying "I love you" enough

How would you like to die? Di masa-masa aku paling merasa sayang dan disayang Allah SWT

What is your motto? "Being the best in this moment puts you in the best place for the next moment."

Rabu, 15 Mei 2024

Ikhlas

Dulu aku pikir aku secegil itu karna aku Cancer dan lanji aja, tapi akhir-akhir ini aku menyadari kekuatan iri.

Aku jadi bisa segila ini karna aku pengen juga apa yang orang lain punya. Dan menurutku dibanding aku daydreaming bolak balik ya mending aku tuh usaha, turun langsung ke medan perang. Walau ada kemungkinan luka-luka, karna akhir-akhir ini iman aku juga kuat jadi aku merasa selalu dijaga Tuhan hehe. Tapi ya intinya itu, aku kejar dihalalkan karna gambaran berumah tangga buat aku indah. Ada prosesi pernikahan yang meriah, double income, bermesraan, dan keturunan yang akan kami wariskan hal-hal baik. Semuanya indah. Naif banget memang, mana mungkin ada hal sempurna di dunia.

Lucu banget karna sebenarnya ga sekali dua kali Tuhan kasih aku gambaran susahnya, tapi emang tenggelam sama indahnya hehe. Nah beberapa minggu ini, malah berkebalikan. Yang susah-susah itu kelihatan bertubi-tubi mengubur yang indah. Satu tonjokan terakhir rasanya begitu dekat. Dan akhirnya aku sadar, kadang masalah tidak perlu datang bertumpuk untuk meledak, kadang satu sentilan pun cukup buat kita menyerah. Dan itu menakutkan :(

Ya masa aku mau menjalani hal rapuh begitu sama orang yang dari awal aku paksa-paksa :(

Baru-baru ini aku pernah bercuit di Twitter kalau mau menikah itu harus yakin 100%. Tapi keyakinan bulat begitu aktualnya juga akan bernilai 50% karna 50% lagi adalah ketentuan Allah SWT. Atau ya mungkin persentasenya ga 50:50 tapi walau hanya 0,01%, ketentuan Allah itu ada dan ga bisa diingkari. That's why we pray and have faith. Bayangin kalau kamu (atau pasangan kamu) aja belum bulat, belum mengerjakan PR kalian sebelum nikah, takut ga sihhhh. Atau misalnya dia jahat jadi dia pura-pura. Atau dia ga enakan jadi dia urung menolak. Aku ga mauuu.

Aku maunya kita dua orang yang sama-sama dengan sadar melangkah ke arena Benteng Takeshi itu wkwk.

So for now, I let go.

I let go because I think I've done enough.

I let go because I have limit, and everyone should have limit, no?

Minggu, 10 Maret 2024

Kita Punya Kita (Dan Tuhan)

Harus banget nih nulis tengah malam daripada makin lama dipendam dan ga jadi apa-apa.

Oh iya shoutout dulu untuk Kopi Pandan-nya Left Side yang ga hanya enak tapi terbukti tokcer buat terjaga sampai jam segini. Ini kedai kopi yang lokasinya di Samarinda Seberang ya, kopinya tidak overpriced (!!!) dan sekali lagi beneran enakkk. Dia ada cemilan asin dan makanan berat, seandainya ditambah cemilan manis pasti lebih mantap lagi.

***

Jadi beberapa waktu belakangan aku tuh banyak dengar cerita orang-orang yang kecewa dengan harapannya sendiri. Ada yang antar pasangan, orang tua ke anak dan juga sebaliknya. Orang-orang itu pikir, di circle terkecil harusnya mereka didukung. Harusnya ketika mereka memberikan 100%, maka mereka menerima juga 100%.  Tapi tentu saja dunia tidak berjalan semau mereka :)

Tidak ada seorang pun yang punya kewajiban untuk menyelamatkan kamu. Tidak orang tua-mu, tidak anakmu, tidak pula pasanganmu. Perenungan ini membuat aku teringat aturan di pesawat terbang di mana dalam keadaan darurat, orang tua wajib pasang masker udara dia sendiri dulu baru menyelamatkan anaknya. Prinsipnya dengan menyelamatkan dirimu, kamu bisa menyelamatkan orang.

Lalu pikiran aku nyambung ke film Anatomy of A Fall yang baru-baru ini aku tonton. Ada satu adegan film di mana terjadi pertengkaran suami istri di mana sang suami merasa istrinya egois karna mengutamakan kebutuhan pribadinya, sedangkan istrinya merasa suaminya lah yang egois karna melakukan sesuatu dan menuntut orang lain menghargai itu. Membantu, tapi berharap mendapat balasan. Membantu, tapi merasa jadi korban ketika bantuannya tidak dihargai. Membantu, tapi tidak ikhlas. "Your generosity concealed something dirtier and meaner" yang artinya "Kemurahan hatimu itu bisa melihat segalanya menjadi lebih buruk" (credit to Klik Film).

Buat apa coba membantu orang lain, jungkir balik, kalau akhirnya kamu jadi hancur berkeping-keping?

Kita hanya punya diri kita sendiri untuk merasa cukup. Dan itu cukup.

In my case, aku percaya aku juga punya Tuhan. Tuhan yang menjaga aku. Tuhan yang memeluk aku di saat aku sendiri merasa kesulitan memeluk diriku sendiri. Tuhan yang menemani aku di setiap langkah hidupku. Tuhan dan diriku sendiri itu, cukup. Jangan biarkan orang lain mengelabui kamu hal yang sebaliknya.

Alasan terbesarku menulis ini adalah biar jadi pengingat buat diriku sendiri bahwa menaruh harapan pada orang lain akan menjadi kesalahan terbesar. Bukan satu dua cerita, tapi hampir semua cerita kekecewaan muaranya dari situ.

Akhir kata, semoga kita semua jadi orang yang lebih baik dari kemarin. Dan terutama kita harus jadi orang lebih baik untuk anak-anak kita maupun semua anak di sekitar kita. Semoga kita ga pernah jadi orang dewasa yang menggantungkan harapan kepada mereka. Amin.

Jumat, 30 September 2022

Perih

I don’t know what I’m doing, I’m not even sure what I’m feeling.

Rasanya,,, rasanya masih dominan sakit dan sedih. Sakit dan sedih karna cinta (yang aku pikir aku rasakan) tidak dibalas. Rasa ini mirip kala aku excited nge-chat teman mau bahas satu topik tapi dia (menurutku) tidak membalas dengan excitement yang sama.

Aku sadar banget kalau udah gitu bukan orang yang salah. Tapi harapanku yang salah. Atau aku yang mungkin salah mengira mengenai respon itu.

Mungkin dari awal memang aku yang salah mengira.

Tidak pernah ada ketertarikan. Tidak pernah ada sesuatu untuk dikagumi. Jadi ya sudah, tidak ada yang perlu dikejar lagi.


***


Tulisan 1 bulan lalu yang sekarang dibaca ulang dan bikin aku mikir "wow bijak sekali ya aku", hehe. Padahal seingatku nulis ini sambil nangis sesenggukan dengar lagu Adinda-nya Numata.

Ya udah sih ditaruh di sini biar ada kenangan untuk kesekian kali Fradita patah hati lagi haha.

Selasa, 24 Agustus 2021

Ending Scene

We tried, but it just didn't work out :)

Sedih sih, tapi dipikir pikir, terharu juga ada orang yang mau nyoba sama aku meski ya, endingnya ga sesuai harapan.

Aku hidup udah bertahun tahun untuk menyaksikan sendiri puluhan kisah manis yang palsu, tapi aku yakin apa yang dulu kita jalanin bukan satu di antaranya. The moments are real, the feelings are real.

Kamu yang baik sekali, semoga selalu jadi orang baik dan jujur seperti yang selama ini aku kenal. Aku paham, tidak pernah ada satupun tindakan kamu yang berniat nyakitin perasaan aku bahkan sampai titik ini. We simply just didn't work out. Tapi kamu baik, semoga Tuhan juga selalu memberikan jalan yang baik untuk kita kemana pun kita melangkah.

With love,

M.

Selasa, 01 Desember 2020

(Bukan) Cinta Pertama

Dalam rangka mau menghapus memori ini di laptopku (dan kalau bisa juga hatiku wkwk, habis ketahuan ih ternyata dia tidak pernah serius jugaaaa jadi ngapain dipikirin terus ya kan ☺) maka mari dicopas di sini aja note di Word alias digital diary akooohhh. Hehe.

1. “Masa pemandangannya aja yang cakep, orangnya ga cakep.” 

2. Waktu siangnya aku update status kucing trus malamnya dia juga update status kucing 

3. Random ngajakin makan bakso dan traktir (walau malam sebelumnya aku kasih sekotak Nasi Padang, jadi mungkin balas budi aja ya. But I’d like to think otherwise) 

4. A very long chat about his feelings so I know he trust me 

5. Malam terakhir satu site, nungguin aku habis sholat Maghrib, dan beneran traktir bakso 

6. “Besok duduk sama aku ya.” Malam itu juga habis makan bakso, dan waktu itu dia dikasih tau satu teman kalau aku suka 

7. “Yaudah ayo sini bobok sama aku.” 

8. His photographs of his meals, his toys, his hobby sessions 

9. The moment he called me and we talked about 40 minutes

Seperti judul blog ini, aku pun ga yakin apakah ini benar cinta pertama wkwk. But one thing for sure, banyak sekali hal baru yang aku lalukan semenjak suka ini. Aku benci, like benciiiii banget teleponan, tapi sama kamu aku pernah belain beli paket telepon biar bisa telponan. Aku masak dan ngasih makanan ke kamu (dengan 1001 cara hehe). Trus....

Trus selanjutnya aku kembali tulis di diary aku aja ya hehe #nyebelin

Rabu, 09 September 2020

Kontemplasi

Mau pake lu-gue di post ini. Ga ngerti kenapa.

Gue tau lu ga mungkin kujuk kujuk baca ini.

Gue tau waktu ga mungkin keulang kembali.

Tapi ijinkan gue nulis ini, di sini, di platform yang bisa dibaca siapa aja sebagai pengingat kalau orang yang udah nembak lu 3 kali (atau mungkin lebih ya?) ini sebodoh itu soal relationship. Dia ga pernah pacaran, jarang sekali mau membuka hati. Dan naif sekali mikir kalau diajak makan bareng sekali = orang jatuh cinta dan suatu saat bakal ngajak nikah.

Sebodoh itu. Di usia 25 tahun.

Tapi ya, manusia belajar hal baru setiap hari. Dan di tahun 2020 yang busuk ini gue belajar hal itu.

Prosesnya menyakitkan banget lagi, udah beberapa minggu dari awal tahun gue habiskan weekend dengan nangis sambil on repeat lagu lagu Hanin Dhiya. Gue percaya proses jadi walau kedengarannya menyedihkan, ya gue jalanin aja semuanya circle patah hati ini. Gue yakin pasti sembuh kok. Been there done that.

Seperti yang udah disebut di atas, gue nembak lebih dari sekali. Karna hati gue selalu bergumam, “I can fix this, I can fix us,” padahal yaaaa, ada beberapa hal yang di luar kendali kita. That, another thing I learn from all this.

Gue heran aja ada orang yang gak suka tapi tidak lantas menjadi benci (dengan semua hal annoying yang gue lakukan ke elo). Itu membuat gue… makin suka. Wkwk. Tapi ya elo ga suka. Titik. Seharusnya gue berhenti di situ. It’s life. Tapi karna kenaifan gue, gue bener bener jatuh ke lumpur dan mempermalukan diri lebih lebih lagi haha. Sumpah naif banget gue memandang perasaan manusia sebagai hitam putih, padahal jenis manusia kayak lo memang mungkin. Dan lo ga salah, enggak.

Gue naifnya keterlaluan.

Sama dengan keterlaluan bodohnya gue di pertemuan terakhir kita. Yang pure lo minta tolong, gue provide. We could’ve started something totally new from that point. Or not really. Tapi gue bisa membuat sesuatu yang lebih dari apa yang udah gue lakuin pada saat itu. Kalau gue pengen memenangkan hati seseorang. Mungkin bukan elo (for now, or maybe ever), tapi akan gue jadikan pelajaran kalau suatu saat gue sayang sama orang lain.

- Waktu lu nanya “ga bawa jaket?” bakal bilang, “Iya ga bawa, lupa.” Siapa tau dipinjamin kan haha. That could lead to another thing 😉

- Gue bawain bekal pudding & buah buat dia. Instead mikir bekal itu buat dia di jalan, gue bakal buka tuh bekal dan makan bareng selama hampir sejam kita ngobrol saat itu. Makan bareng itu kunci dari banyak hal ya kan.

- Suruh dia sebut satu kata yang gue penasaran banget pronounce-nya karna selama ini cuma disebut di-chat. Gue bakal paksa manja manja gemeush wkwk.

- Nahan biar dia ga balik. Karna itu emang yang gue inginkan. Dan cowo mana sihhh yang ga senang kalau dibutuhkan ya kan 😊 I know he’d love it

- Pertama ketemu bakal nyemprot nyemprot dia pake hand sanitizer and you know what I'd do after hehehe


Ps, wow the old Dita is kinda back!!! Emang butuh proses ya dari yang sumuk galau sampai akhirnya nulis dan jadi punya kesimpulan gini. Ayoooo Ditaaaa, sedikit lagi pasti bisa suka sama sesuatu yang baru lagi dan dadanya ga sakit tiap liat trigger 😊

UPDATED 17/11/2020
Tuhan baik banget kasih kesempatan kedua bahkan ketiga untuk manusia penakut ini hehe. Alhamdulillah semuanya sudah terlewati dengan ya, begitulah. Tidak sempurna, tapi menurutku sudah cukup penuh kedewasaan. All is well, Dita. You've done enough :)

Sabtu, 27 Juni 2020

Another Milestone

Sebenarnya detil2 Dita mengejar ini banyak banget yang bisa di-point out tapi jujur bahkan di diary ini pun aku malu ngejelasinnya wkwk. It’s pretty much a never ending cycle of me chasing him. Of me being needy to him. Of me being fully present to him. Of him not loving me back.

*** 

Dan kembali ke agama ya, salah banget kalau menyianyiakan waktu dengan aku yang meratapi hubungan sepihak ini, so let’s not disappoint Him. And let’s truly love yourself too this time. 

***

Itu yang aku harapkan dari diri aku kalau aku ingat dia (I won’t paint him as an evil one because he really is not) dan aku harap itu juga yang dia pikirkan kalau dia ingat aku. Sejijik jijiknya dia sama aku, semoga dia juga ingat aku orang yang menyenangkan to flirt around, yang tulus baik ngasih dia makanan bukan hanya karna aku suka, yang baik ke semua orang seperti apa yang dia mungkin ingat mengenai aku jaman kita masih jadi rekan kerja dulu. Tapi ya setiap ada pertemuan PASTI ada perpisahan dan perpisahan kita dalam hal flirting maupun dalam hal harapan harus diakhiri sesegera mungkin. 

***

Like a sunset
I want to be a beautiful memory to you
I hope you can always remember
Our memorable days
Like a beautiful painting
Without any regrets

To me, you were the sunlight
That warmed my lonely heart
Like the dazzling jewel, on your small fair hand
Our promise will be eternal

To me, you will always be remembered
As a lush yet sad song in my heart
In your beautiful shining eyes, I want to be the countless stars and shine forever

Like a sunset
I want to be a beautiful memory to you
I hope you can always remember
Our memorable days
Like a beautiful painting
Without any regrets

Minggu, 22 Maret 2020

Jatuh Cinta Sendirian

Sebenarnya udah bolak balik mendengarkan lagu ini dari dulu, baik versi Taeil maupun Luna. Tapi malam ini shuffle playlist nyetel lagi. Terus aku iseng cek translationnya di Youtube. Terus nangis sampai capek hehe.


Favorite part!

Tidak akan cerita panjang lebar karna memang ga mau cerita. Tapi akan meninggalkan jejak di sini sebagai pengingat untuk #SalahinZodiakAja


***

Nangis gapapa, sedih gapapa. Akan selalu ada orang orang baik yang bikin video parodi dan upload di Youtube trus bikin bahagia lagi deh. Terima kasih ya, orang orang baik! :)



Kamis, 29 Agustus 2019

Lagu Latar

1. Jatuh Hati - Raisa

Kalau bisa mengarang ngarang alasan kenapa aku mulai suka (there’s no specific reason, actually), adalah ketika aku mendengarkan banyak sekali cerita tentang dia. Dia yang begini, dia yang begitu. A cerita tentang masa lalunya, B cerita tentang kebaikannya, C cerita tentang kebiasaannya. Kemudian ketika aku mulai memperhatikan dan melihat sendiri semua itu, aku menjadi jatuh hati (as cringy as it sounds lol).


2. Definisi Bahagia Piano Version - Vidi Aldiano, Andi Rianto

Aku ingat banget, di beberapa malam paling membahagiakan dalam hidupku, aku dengarin ini dan…. Aduh relatable banget haha. Terutama bagian opening. Malam malam itu, beneran debar kencang bergema di dada. This is the first time ever in my life wkwkwk. Sespesial itu emang :):) Setiap merasa sukanya berbalas, aku suka banget dengerin ini. Inginnya SELALU dengerin ini, tapi hidup tuh beneran ga melulu bahagia aja haha.


3. Suatu Saat Nanti - Hanin Dhiya

Waktu rasa ini masih berupa benih banget, I remember I listen to this song nonstop for hours, untuk membunuh itu semua. Masih jadi lagu andalan aku sih, bahkan sampai detik ini. Aku ingat satu malam di saat fisik aku capek banget, dan aku pikir kita selesai, aku dengerin lagu ini semalaman. Lagu ini pengingat, kalau di titik awal, aku cuma pengagum yang diabaikan, seperti tokoh utama di lagu ini. Dan itu gapapa. Hak aku untuk suka dan hak dia untuk mengabaikan. Ga ada yang salah, semuanya normal. Tapi ya sedih aja haha. Tapi yaaaa, sekali lagi, beginilah hidup yang normal dan aku harus terima itu semua.





Kesimpulan :

Aku kangen hehe.

Selasa, 11 Juni 2019

Ingin Jatuh Hati

Sesungguhnya... judul yang lebih tepat adalah... aku ingin settle.

Iya.. aku... mau settle :P

Akhir akhir ini hobi aku untuk melepas lelah pulang kantor tuh buka status WA dan liat status teman teman (kebanyakan teman kantor) yang update tentang anak dan suami/istrinya. Adem gitu liatnya. Kek orang orang ini, yang biasanya becanda haha hihi doang ga ada serius seriusnya, ternyata ga kalah sama jarak dan godaan untuk selalu ingat anak istri di rumah. Bikin senyum banget. Bikin aku (diam diam) punya faith sama manusia dan hubungan serius.

Dulu waktu awal awal kerja, beberapa kali aku bahkan bilang kalau bisa, aku ga akan pernah mau nikah. Marriage... feels so scary. Not peaceful at all. Ya dari masalah kesetiaan lah, betapa besar tanggung jawab kalau suatu saat mau punya anak (kalau yang ini sampai sekarang masih menakutkan haha) sampai rasa bosan natural yang mungkin nanti bakal dirasakan. Kesetiaan sih terutama.

Dan ya, kenyataan kalau aku anaknya ga menarik banget. Emang ada yang mau ngabisin seumur hidupnya sama aku yaaaa? Haha.

Tapi once in a while dalam hidup, ada beberapa momen di mana aku mendesis pelan..

"I want this. I think I can survive that life."

Waktu liat InstaStory mbak Diana di mana dia ditungguin depan pintu sama anak anak dan suaminya waktu mandi. Duhhhh itu hangat banget. The feeling of you being wanted, needed and loved altogether. Aku sampai screen cap loh padahal ya buat apa juga haha. But I long that. I truly long that. Dan aku mau diingatkan bahwa bahagia dengan hal sesederhana itu mungkin, thus I saved that moment.

Aku ga percaya sama alasan menikah untuk menyempurnakan agama so skip that haha. Tapi ngeliat beberapa teman aku yang benar benar kelihatan happy dan (menurut aku) jadi orang yang lebih baik setelah berkeluarga, adalah alasan yang lebih meyakinkan aku. Aku tau kita semua ga bisa mengandalkan menikah untuk jadi solusi. So many of my friends did it so they can stop working and to be honest it's sad. Betapa menyenangkan dan menggiurkannya hidup seperti itu, tapi aku ga mau. Dengan menikah kita juga pasti ga akan dapat manis manisnya aja. Pasti banyaaaaak sekali tantangannya, dan ini yang jarang diupdate sama orang orang itu jadi kita jomblo sini mana tau :P Tapi semakin dewasa, semakin aku pikir aku berani mengambil resiko itu. Well yeah let's see.

Oh dan beberapa minggu lalu aku nonton Aladdin.

Aduh, filmnya, pecah.

Di beberapa bagian, membuat aku ingin sekali menjadi kuat untuk diri sendiri (all hail the song Speechless, women empowerment to the fullest!), tapi di sisi lain juga berhasil membuat aku makin tergelitik untuk settle in. The whole magic carpet ride scene, man, I feel like crying. Dari dulu udah suka lagu A Whole New World (liriknya cerdas banget jadi double meaning naik magic carpet sama nikah ya gaaa?) tapi dipadu dengan visual Jasmine dan Aladdin, duh, tambah gremet. Paling suka adegan yang Jasmine pegangan dan sandaran sama Aladdin. Subtle tapi uwu.

Dan sekarang ga bisa tidur dan jadi nulis ini karna Disney akhirnya release potongan film yang dimaksud *cry in happinessss*


Btw, nulis ini sungguh ga ada spesifik nama di dalam pikiran ya. Tapi akhir akhir ini memang ada satu dua orang yang bikin bahagia aja gitu kalau berinteraksi. Sesuatu yang jarang sekali aku bisa rasakan haha. Jadi aku bersyukur sekali untuk itu. Dan aku ga mau melewatkan ini semua begitu aja. For once, aku mau coba lebih terbuka.

Ini di luar dari pikiran pikiran ingin settle itu yaaa. Haha. Pengen settle ga ada deadline-nya kok. Aku mau mengalir, ga dibikin target biar ga beban. Tapi beneran setelah di lingkungan ini lebih dari setahun, mengenal begitu banyak individu, orang orang ini terpilih jadi deretan teratas yang sering bikin bahagia. I do really hope that I could keep one for life. Wish me luck, maybe? ;)