| Rawr dengan segala variannya |
Minggu, 06 September 2026
Thankful
Sabtu, 25 April 2026
Hal-Hal yang Dipelajari Saat Sendiri
Tepatnya jalan sendiri alias solo trip.
Btw, aku pernah cerita di sini, kalau tahun 2018 aku perdana solo trip dengan agenda utama nonton Konser Winner. Tentunya trip di-stretch jadi seminggu karna aku aji mumpung kesana kemari mencoret wishlist di ibukota hehe. Tahun 2022, empat tahun kemudian dari trip pertama, aku kembali solo trip. Kali ini tujuannya ke Jogjakarta dengan agenda utama JAFF17. Lagi-lagi trip dijadikan seminggu.
Dan percaya ga percaya, aku yang seumur hidup biasa sendirian, kalau solo trip gini ada sepi dan sedihnya juga lohhhh. Haha. Bahkan di tengah keramaian, ya terutama di tengah keramaian.
Hari-hari pertama solo trip tentu euforia yaa. Berada di Bandara, naik pesawat sendiri tuh sangat therapeutic buat aku. Aku berasa wow AKU BISA & AKU SUKA!! Kalau di keluarga kan aku passenger princess ya yang apa apa dah disediakan, trus kalau trip sama teman tuh aku people pleaser banget alias ga punya opini alias terima aja sama semua keputusan bersama. Jadi dengan jalan-jalan sendiri aku bisa atur pace, aku bisa memenangkan preferensi aku dari yang mainstream sampai yang paling unik dan nyeleneh sekalipun. Ini jeleknya aku sih, kalau debat itu selalu mikirnya hitam-putih, kalah-menang. Padahal ga harus dipikir gitu kan, tapi yaa, gimana ya sist ngubahnya?!?? T_T
Bagian paling kusuka tentunya bagian mengkhayal yang biasanya jadi pemicu ide cerita (dari novel-novel yang tidak pernah juga kutulis *sad
Jadi ya itulah euforianya. Terutama kalau aspek hari pertama itu include coba hal-hal baru ya seperti naik KA Bandara, coba walking tour, dll. Trus hari ketiga, grafik mulai menurun. Boleh ga sih ini percaya zodiak? Tapi aku berasa Cancer banget aja, segitunya ga bisa mengendalikan mood karna dari hari ketiga inilah kesepian melanda. Bahkan walaupun aku di tengah pasar yang penuh dengan manusia. Berasanya hampa aja. In worst case scenario, hari ketiga ke atas ini ada aja kelakuanku yang di luar nalar. Antara tiba-tiba diam doang di penginapan seharian atau ngubah itinerary. Buat aku si kaum mendang mending sih ini sangat merugikan karna kan jadi ga efisien huhu, tapi namanya liburan kan intinya pengen rileks, jadi ya udah sih. Yang penting tujuan rileksnya itu tercapai.
Fast forward ke dua hari terakhir yang aku rasakan adalah mellow. Mellow liburan ini mau selesai, jadi different kind of mellow dengan yang sebelumnya. Dan rasa mellow ini tipis aja karna yang dirasakan selanjutnya di sisa liburan adalah excited. Ngebut coba makanan X, oleh-oleh Y, nongkrong di Z. Aku semangat lagi saat bangun pagi (flow aku kalau liburan adalah aku bangun pagiii, habis subuh sudah langsung beraktivitas) sampai mengakhiri hari.
Hufttt begitulah grafik emosiku saat liburan yang turun naik sesuka hati. Penasaran kalau kalian lagi liburan sendiri apakah kayak aku atau tipe yang lempeng-lempeng aja???
Senin, 09 Maret 2026
Refleksi Terbaik Abad Ini
Tulisan di bawah ini sungguh salah satu refleksi terbaik yang pernah aku tulis soal diriku dan karakterku. Jadi walau ini sebenarnya TMI banget, aku tetap pengen taruh di blog (dan kuputuskan buat sensor sebagian teks :P). Doakan aku cepat berdamai aja ya, kalau suatu saat harapan yang satu ini bener bener ril ga bisa kegapai haha. Dari awal nyadar kok memang berat banget, dan dari awal juga selalu berharap ini romansanya cuma ada di kepala aku aja :)
***
Rasanya seperti
dihukum sama Tuhan.
Tuhan yang
saking sayangnya sama aku, selalu punya cara untuk mengingatkan kalau aku sudah
di luar batas. Dan batas yang berkali-kali aku langgar adalah menjadi sok tau.
“Oh X lucu,
kerja di Tambang, anak tunggal, I think we would work,” eh ternyata dia ga suka
sama aku wkwk.
“Y lucu,
kayaknya suka aku, kerjaan ok, ga ngerokok, suka olahraga,” lah ternyata value
hidupnya ga banget, ga cocok banget dan aku pribadi ga mau ngabisin forever
sama orang kayak dia. Takooot.
Setelah dua
yang terakhir itu, aku pikir aku yakin banget apa yang aku mau : *** dan ***. Aku, si yakin, selalu mikir kalau dua filter
ini jelas dan keliatan banget, jadi aku ga bakal tuh kecebur suka sama orang
yang lewatin bare minimum ini aja enggak. Udah beberapa kali cowo ganteng lewat,
ya karna emang ybs *** ataupun ybs ***.
But, boy
was I wrongggg.
Sekarang
tiba-tiba aja aku suka sama orang yang udahlah *** dan ***. Semua red flag lewat gitu aja, dan malah
kupu-kupunya memilih muncul di setiap kebaikan orang ini lewat di hariku. Why
oh whyyyyy. Banyak banget orang baik lain di hidup aku loh, dan entah kenapa
kupu-kupunya muncul paling banyak lewat orang ini.
Aku
berusaha merasionalisasi ini semua dengan berusaha mencari2 kenapanya. Kebetulan
ini juga bagian paling favoritku ketika lagi merasa jatuh cinta sih wkwk. Alurnya
mirip lah sama yang dulu2. Pertama, orangnya visibly banget laugh at my
jokes (yang mana bs di-counter kalau ya selera humornya aja mirip hehe).
Kedua, orangnya agak mepet ngerapet (counter-nya : bisa aja dia emang lagi
bosen dan butuh teman). Btw, bagian mepet ini awalnya aku juga merasa geer
sendiri, tapi kemudian divalidasi sama satu orang temen huhu. Kedua hal itu
dilakukan di saat aku bener2 jadi diri aku sendiri ya, makanya rasa yang
didapat itu seaman dan senyaman itu karna ya aku hidup biasa aja, tapi aku
ngerasa aku matter gitu di hidup dia T_T Karna aku merasa matter sebagai
diri sendiri, otomatis aku udah merasa paling aman dan nyaman di dekat dia. Hal
ketiga, yang biasa aku anggap sebagai bonus, adalah orangnya baik banget, ga
hanya ke aku aja. Aku liat dan dengar sendiri kebaikannya ke orang2. Sejauh
ini, tiga hal itu emang kuncian banget sih buat aku bisa suka sama orang T_T
Aku percaya
semua rasa suka, kagum, nyaman, itu datangnya dari Tuhan. Aku percaya, dengan
semua ketidakidealan yang terjadi ini pasti ada hikmah yang bisa aku ambil.
Mungkin melalui perasaan”terlarang” ini aku jadi sadar kalau semua checklist
itu ga ada artinya karna ternyata kenyamanan aku lah yang nomor satu. Dan rasa
nyaman dan aman ini yang harusnya aku perjuangkan, alias next time kalau ketemu
laki ideal tapi ga bisa buat aku nyaman dan aman ya kayaknya ga layak yaa buat
dikejar. Jadi next time aku ga hanya fokus cari cowo yg menuhin checklist
itu aja, tapi juga gimana orang itu menimbulkan perasaan2 spesifik di diri aku.
Dan perasaan itu menurutku ga akan timbul kalau dari awal aku ga jujur
sejujurnya dengan menjadi diri aku sendiri. Aku yang berisik, kadang2
sarkastik, nerd dll lah dari yang baik sampai yang jelek. Jadi penting banget
ya Dita, untuk selalu jadi diri sendiri!!! Ga usah terlalu self aware gitu lah
mau ketemu laki2 manapun wkwk.
Udah sih,
mudah2an itu hikmahnya ya.
Maafin ya
Tuhan sama sikap sok tauku. Insya Allah aku fokus sama perasaannya aja, karna
toh orangnya juga ga mungkin bisa digapai kan. Makasih hukumannya yang walau
bikin meringis ini, tapi disampaikan dengan manis. Udah lama kayaknya ga
ngerasain kupu2 di perut, jadi jujur sehappy itu sih akhirnya ngerasain lagi
:’)
Sabtu, 31 Januari 2026
Life is Far From Boring
Untuk memperingati ultah ke-30, aku bikin proyek seru seruan sendiri yang judulnya seperti di atas. Life is far from boring. Terinspirasi dari video kolase kecantikan Han Sohee dan Adinia Wirasti dengan latar lagu Gemintang Hatiku, Fradita mikir "mau juga ih dibikinin begitu". Tapi karna sadar diri ga akan ada juga yang mau bikinin, jadi aku bikin sendiri deh hehe. Hidup itu simple, kalau ga ada yang akan melakukan hal itu buat kamu, ya udah kamu lakuin sendiri aja :P
Di perjalanan, ngumpulin video dan foto untuk template itu malah jadi momen refleksi aku 30 tahun ke belakang. Aku merasa aku sangaaaat disayang Allah :') Dikelilingi keluarga dan teman-teman baik, dikasih rejeki stabil finansial, sesekali traveling ke luar kota dan nonton konser, lancar dalam berkarir, punya hobi dan komunitas yang sehat. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Mau aku tulis memento juga di sini untuk foto dan video yang akhirnya aku pilih biar ada kenangan arti dari momen-momen itu lebih dalam lagi :)
Disclaimer, tentu tidak ada hidup yang sempurna ya karna kisah cintaku ampas sekaliiiii :)))) Tapi ya literally cuma itu loh yang ampas jadi ya mana mungkin aku sedih berlarut karna itu aja ya kannn :))))
Oh iya, proyek ini menurutku menantang banget karna aku harus merangkum 30 tahun hidupku ke dalam template video yang cuma berdurasi 16 detik. Jadi sebenarnya banyaaak sekali bagian dari hidupku yang tidak tertuang, terutama soal "people". Padahal apalah arti hidupku tanpa orang-orang di dalamnya ya kannn? So, shoutout to my parents, my brothers and sister, my nephew, my friends and colleagues, even my crushes for being there for me throughout the last 30 years!
As a big big fans of Transum, tentu saja harus ada foto aku selfie dengan setelan ternyaman yaitu jaket, masker dan headset hehe. Selain soal transum, potret ini juga menangkap kecintaan aku sama traveling. Mau itu sendiri (yang bikin aku punya kebebasan melakukan apapun), sama keluarga, sama teman, sama strangers, ke city, ke alam, kulineran, dll dsb. Oh iya specifically juga traveling yang road trip ya lewat darat, yang mana kita bakal berhenti tiap makan dan sholat, dan jadinya punya waktu buat observing dari satu titik ke titik lain di Indonesia :D
Ini video BTS pas aku fotobox sendiri H-1 ultah ke-30. Udah lamaaaa banget punya keinginan mau fotobox sendiri, nah baru pas itu kejadian. Kebetulan ada 1 film menarik di bioskop dan ada Selfie Time yang baru buka di Big Mall, jadilah siang itu aku agendakan. My Salon Premiere juga baru buka, jadi sebelum fotobox kita cobain deh cuci catok di sana biar lebih paripurna. Tidak lupa dress up centil pakai baju seksi dikit (Fradita banget wkwk). Meskipun pas udah dijalani ternyata ga seseru itu fotobox sendiri ya wkwk. Aku masih prefer ramean lah kalau fotobox, yang penting udah ga penasaran lagi aja gimana rasanya fotobox sendirian.
Kalau disuruh milih salah satu pemotretan aku yang paling cantik tuh ya ini deh, waktu foto2 random di sebuah hostel di Balikpapan sama Ayuning. Paduan antara pencahayaan bagus, outfit ok dan karna Ayuning jago plus aku nyaman berada di dekat dia. Kegiatan ini juga lumayan Fradita core nih, suka bikin pemotretan ala ala. Bukan yang 1 background, 1 pose dan fotonya bejibun yaaa. Kalau aku tipikal yang suka eksplor set, eksplor gaya, hasilnya liat nanti aja. Thanks to my teenage years yang dihabiskan dengan bolak balik majalah Gogirl, Girlfriends dan Kawanku ^^
I loveeee this candid pic of mine taken by Mba Ani. Love how tiny I looked. Love the background (sinefil sekali bukaaaaan). Love the way I carried so much stuff at once (anak perempuan pertama sekali bukaaaan). Love how I sipped my favorite drink of all time. Sebuah foto yang sangat representatif untuk menggambarkan Fradita di kala weekend.
I'm not much of a beach person, tapi sekalinya ketemu yang bagus banget ya aku tentunya langsung jatuh cinta. Masalahnya kan pantai bagus di Indonesia itu menurutku harus effort ya hehe. Sejauh ini aku baru puas sama Kepulauan Derawan, Biduk-Biduk dan Bira. Mesti lebih sering berkelana sih ini artinya karna aku jarang wisata ke pantai ^^ Yang ke Biduk-Biduk terutama aku masukkan di proyekku karna itu salah satu jalan-jalan paling impulsif dan paling "ngepas", to the point kita ada tuh momen makannya Indomie aja dan di pinggir jalan. Tapi karna sama teman-teman juga itu aku paling lepas, tiap hari mandi ga pernah di kamar mandi, selalu nyebur wkwk. Terus di foto ini juga pose aku awkward banget tapi ga lepas dari ambisi aku untuk selalu memanfaatkan properti yang tersedia on the spot :)
Di suatu maghrib di Banjarbaru, aku nemu spot ini sama Rahmi pas lagi keluar jalan beli makan. Kebetulan palette warnanya itu mirip sama baju yang lagi aku pakai dan sebagai orang yang tumbuh besar mengidolakan Diana Rikasari, tentu saja aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lagi-lagi bikin pemotretan ala-ala hehe. I really love colors (thanks to Diana's influence, and maybe SNSD too), dan foto ini menurutku sangat merepresentasikan kecintaan aku itu.
Beberapa tahun terakhir, aku tuh sangat into skincare. Kayaknya kembali lagi ke kesukaan aku sama warna di mana produk skincare sekarang kan packagingnya lucu-lucu banget ya. Makeup dan wewangian juga packagingnya lucu, tapi aku paling suka skincare karna urgensinya menurutku paling tinggi di antara tiga itu. Trus di-combine sama nasionalisme aku (yang sebenarnya ga pernah ga ada wkwk), aku ngerasa aku bisa all out dukung produk lokal tuh dari sini, karna industrinya kan lagi growing juga. Eh ndilalah sekarang isu ini pun makin dekat sama kerjaanku sehari hari. Tuhan baik sekali lah, ngaturin semuanya itu :))
Another photo from Biduk Biduk trip. Foto ini lumayan menggambarkan style aku sehari2 yaitu jeans dan kaus, trus kausnya juga sangat sinefil ya yaitu official merchandise Visinema. Trus juga representasi lagi lah aku tuh sesuka itu jalan jalan loh ^^
Definitely not a good cook, but I like to experiment in the kitchen. Dengan catatan harus sendirian aja bersama musikku, hence the headset :P Aku tuh jarang banget masak, tapi ini salah satu momen langka pas aku lagi pengen duplikasi resep nasi bakarnya Chef Devina hehe. Masih terus berdoa suatu hari aku bisa punya dapur yang bener-bener punyaku sendiri jadi aku bisa memaksimalkan kegemaranku ini bereksperimen dalam hal masak-memasak. Aku selalu berpikir kalau aku punya dapur sendiri aku bakal suka kegiatannya, dan kalau jam terbangku tinggi tuh aku beneran bisa masak yang enak gitu lohhhh.
Tipikal hidup Fradita di malam hari dengan buku-bukuku, hotpantsku, dan semua warna warni di kamarku :)
Foto diambil pas aku pertama kali ke event Big Bad Wolf dan happy sekali waktu itu liat satu GOR besar isinya buku semua. Ini foto candid dari Rahmi yang menurutku sangat representatif sama hidupku yang mostly dihabiskan dengan sok akrab sama anak-anak ini hehe. I'm awkward with babies, tapi anak-anak SD yang udah bisa diajak ngomong gitu aku sukaaaa. Pokoknya Fradita banget lah ini fotonya, hidup dikelilingi buku-buku :)
I love it when a single photo can capture so many things about me in a frame. Ada aku yang suka baca buku, yang suka colors, yang suka traveling.
Senin, 20 Mei 2024
Q & A
Lagi butuh refresh otak, jadi mau main game seru-seruan aja di blog ini..
Rabu, 15 Mei 2024
Ikhlas
Minggu, 10 Maret 2024
Kita Punya Kita (Dan Tuhan)
Harus banget nih nulis tengah malam daripada makin lama dipendam dan ga jadi apa-apa.
Oh iya shoutout dulu untuk Kopi Pandan-nya Left Side yang ga hanya enak tapi terbukti tokcer buat terjaga sampai jam segini. Ini kedai kopi yang lokasinya di Samarinda Seberang ya, kopinya tidak overpriced (!!!) dan sekali lagi beneran enakkk. Dia ada cemilan asin dan makanan berat, seandainya ditambah cemilan manis pasti lebih mantap lagi.
***
Jadi beberapa waktu belakangan aku tuh banyak dengar cerita orang-orang yang kecewa dengan harapannya sendiri. Ada yang antar pasangan, orang tua ke anak dan juga sebaliknya. Orang-orang itu pikir, di circle terkecil harusnya mereka didukung. Harusnya ketika mereka memberikan 100%, maka mereka menerima juga 100%. Tapi tentu saja dunia tidak berjalan semau mereka :)
Tidak ada seorang pun yang punya kewajiban untuk menyelamatkan kamu. Tidak orang tua-mu, tidak anakmu, tidak pula pasanganmu. Perenungan ini membuat aku teringat aturan di pesawat terbang di mana dalam keadaan darurat, orang tua wajib pasang masker udara dia sendiri dulu baru menyelamatkan anaknya. Prinsipnya dengan menyelamatkan dirimu, kamu bisa menyelamatkan orang.
Lalu pikiran aku nyambung ke film Anatomy of A Fall yang baru-baru ini aku tonton. Ada satu adegan film di mana terjadi pertengkaran suami istri di mana sang suami merasa istrinya egois karna mengutamakan kebutuhan pribadinya, sedangkan istrinya merasa suaminya lah yang egois karna melakukan sesuatu dan menuntut orang lain menghargai itu. Membantu, tapi berharap mendapat balasan. Membantu, tapi merasa jadi korban ketika bantuannya tidak dihargai. Membantu, tapi tidak ikhlas. "Your generosity concealed something dirtier and meaner" yang artinya "Kemurahan hatimu itu bisa melihat segalanya menjadi lebih buruk" (credit to Klik Film).
Buat apa coba membantu orang lain, jungkir balik, kalau akhirnya kamu jadi hancur berkeping-keping?
Kita hanya punya diri kita sendiri untuk merasa cukup. Dan itu cukup.
In my case, aku percaya aku juga punya Tuhan. Tuhan yang menjaga aku. Tuhan yang memeluk aku di saat aku sendiri merasa kesulitan memeluk diriku sendiri. Tuhan yang menemani aku di setiap langkah hidupku. Tuhan dan diriku sendiri itu, cukup. Jangan biarkan orang lain mengelabui kamu hal yang sebaliknya.
Alasan terbesarku menulis ini adalah biar jadi pengingat buat diriku sendiri bahwa menaruh harapan pada orang lain akan menjadi kesalahan terbesar. Bukan satu dua cerita, tapi hampir semua cerita kekecewaan muaranya dari situ.
Akhir kata, semoga kita semua jadi orang yang lebih baik dari kemarin. Dan terutama kita harus jadi orang lebih baik untuk anak-anak kita maupun semua anak di sekitar kita. Semoga kita ga pernah jadi orang dewasa yang menggantungkan harapan kepada mereka. Amin.
Jumat, 30 September 2022
Perih
I don’t know what I’m doing, I’m not even sure what I’m feeling.
Rasanya,,, rasanya masih dominan sakit dan sedih. Sakit dan
sedih karna cinta (yang aku pikir aku rasakan) tidak dibalas. Rasa ini mirip kala aku excited nge-chat teman mau bahas satu topik tapi dia
(menurutku) tidak membalas dengan excitement yang sama.
Aku sadar banget kalau udah gitu bukan orang yang salah.
Tapi harapanku yang salah. Atau aku yang mungkin salah mengira mengenai respon
itu.
Mungkin dari awal memang aku yang salah mengira.
Tidak pernah ada ketertarikan. Tidak pernah ada sesuatu
untuk dikagumi. Jadi ya sudah, tidak ada yang perlu dikejar lagi.
***
Tulisan 1 bulan lalu yang sekarang dibaca ulang dan bikin aku mikir "wow bijak sekali ya aku", hehe. Padahal seingatku nulis ini sambil nangis sesenggukan dengar lagu Adinda-nya Numata.
Ya udah sih ditaruh di sini biar ada kenangan untuk kesekian kali Fradita patah hati lagi haha.
Selasa, 24 Agustus 2021
Ending Scene
We tried, but it just didn't work out :)
Sedih sih, tapi dipikir pikir, terharu juga ada orang yang mau nyoba sama aku meski ya, endingnya ga sesuai harapan.
Aku hidup udah bertahun tahun untuk menyaksikan sendiri puluhan kisah manis yang palsu, tapi aku yakin apa yang dulu kita jalanin bukan satu di antaranya. The moments are real, the feelings are real.
Kamu yang baik sekali, semoga selalu jadi orang baik dan jujur seperti yang selama ini aku kenal. Aku paham, tidak pernah ada satupun tindakan kamu yang berniat nyakitin perasaan aku bahkan sampai titik ini. We simply just didn't work out. Tapi kamu baik, semoga Tuhan juga selalu memberikan jalan yang baik untuk kita kemana pun kita melangkah.
With love,
M.
Selasa, 01 Desember 2020
(Bukan) Cinta Pertama
Dalam rangka mau menghapus memori ini di laptopku (dan kalau bisa juga hatiku wkwk, habis ketahuan ih ternyata dia tidak pernah serius jugaaaa jadi ngapain dipikirin terus ya kan ☺) maka mari dicopas di sini aja note di Word alias digital diary akooohhh. Hehe.
Rabu, 09 September 2020
Kontemplasi
Sabtu, 27 Juni 2020
Another Milestone
I want to be a beautiful memory to you
I hope you can always remember
Our memorable days
Like a beautiful painting
Without any regrets
To me, you were the sunlight
That warmed my lonely heart
Like the dazzling jewel, on your small fair hand
Our promise will be eternal
To me, you will always be remembered
As a lush yet sad song in my heart
In your beautiful shining eyes, I want to be the countless stars and shine forever
Like a sunset
I want to be a beautiful memory to you
I hope you can always remember
Our memorable days
Like a beautiful painting
Without any regrets
Minggu, 22 Maret 2020
Jatuh Cinta Sendirian
| Favorite part! |
Tidak akan cerita panjang lebar karna memang ga mau cerita. Tapi akan meninggalkan jejak di sini sebagai pengingat untuk #SalahinZodiakAja
Kamis, 29 Agustus 2019
Lagu Latar
Kesimpulan :
Aku kangen hehe.
