Jumat, 02 Mei 2014

Mourn. Cry. And Move On.

Hello.

Beberapa minggu ini terasa lebih mellow dibanding hari hari biasanya. Bahkan beberapa kali aku dibuat nangis.

Dunia emang makin ganas ya. Orang orang makin kejam. Takuuuuuut banget, memikirkan bahwa aku, atau adik adikku, atau siapapun kesayanganku akan bersinggungan dengan orang orang jahat itu :(

1. Kasus pelecehan anak SD di JIS.
Ya ampuuuuun bacanya tengah malam setelah penasaran liat link beritanya bertaburan di Twitter. Membaca dan membayangkan bagaimana tingkah laku anak itu setelah mengalami semua kejadian yang dia alami. I just can't. Membayangkan itu anakku, adikku, I just can't. Aku punya dua adek cowok kan, jadi nyesss aja pas bacanya.

Membayangkan anak itu bilang sama Mamanya kalo dia tahan tahan kencing sampe ngompol karena takut kalo ke WC ada orang jahat.

Ya ampun itu matahin hati bangetttt. Anak kecil sampe ketakutan gitu :(

2. Kasus hilangnya Pesawat MH370
Gak mau muluk muluk mikirin soal berbagai teori konspirasi kenapa pesawat itu bisa hilang, aku mikirin yang ditinggalkan aja udah beberapa kali nangis :(


Baca link di atas dan tengah malam nangis tersedu sedu ingat Abah :(

Terakhir, hari ini, waktu liat grafik ini.


Aku gak tahan ya Allah... They're human too, just ordinary people like me. Ada anak tiga tahun yang ditinggalkan ayahnya dan selalu nanya "where is daddy?", itu Mamanya jawab gimana cobaaaa? T_T Trus ada yang lagi liburan, business trip, ngunjungin keluarga, everybody is human and it's scary because they're real like real real. It's just so sad to even think about it :(

3. Kasus tenggelamnya kapal Ferry Sewol di Korea
Terutama kenyataan kalo ada satu kelas yang lagi school trip, terus mayoritas dari anak anak SMA itu harus meregang nyawa di kapal itu.

Basah, gelap, sunyi, dingin. Berjam jam, karena keadaan cuaca dan posisi kapal emang susah banget untuk dilakukan evakuasi.

Ya ampun anak anak SMA loh, gak kebayaaaang T_T

Trus juga kenyataan kalo kapten dan beberapa kru kapal sengaja menyelamatkan diri duluan dan meninggalkan semua penumpang lain di kapal yang jelas jelas bakal tenggelam. Nah kan sedih kenapa ada orang orang yang sebegitu tega :(

Baca netizenbuzz berhari hari dan nangis juga beberapa kali T_T

Terutama artikel yang ini, some personal stories of the family... T_T Trus bayangin jadi diver yang menemukan ratusan mayat juga bikin ngilu hati :( : http://netizenbuzz.blogspot.com/2014/04/updates_24.html





Heartbreaking photos are heartbreaking.....

4. Kasus Mendikbud yang mengabaikan kemampuan anak anak bangsa sendiri. Kemampuan anak SMA untuk menulis esai dan kemampuan anak SMK untuk bikin mobil.

Ini lebih menyebalkan daripada menyedihkan sih. But I was cried once I read this : http://tolakujiannasional.com/2014/04/24/surat-terbuka-untuk-bapak-menteri-pendidikan-dilematika-ujian-nasional/

Teringat sama ketakutan aku tiga tahun yang lalu. Ketakutan semalam sebelum UN, saat aku gak tau harus ngapain besoknya. Jujur tanpa kepastian atau bohong dengan segala resiko yang ada. Peluang untuk curang udah terbuka lebar, jauh sebelum hari H. Aku bukan tipe yang apa apa curhat sama Mama, tapi jujur malam itu aku gak tahan banget dan akhirnya setengah nangis bilang sama Mama masalahku. Mamaku tipe orangtua liberal yang selalu membebaskan anaknya memilih sendiri berbagai keputusan dalam hidupnya. Jadi malam itu aku disuruh mengikuti hatiku. And I did. Aku memilih jujur tanpa kepastian.

Ketakutan selama UN, ketakutan tidak menggunakan HP di saat semua orang di sekelilingku menggunakannya. Ketakutan waktu mengerjakan mata pelajaran MTK, mata pelajaran yang aku akui merupakan kelemahanku. Dan kemudian ketakutan sehari sebelum Pengumuman. Ketakutan tidak lulus, ketakutan mengecewakan banyak orang dan tentunya ketakutan mengecewakan diri sendiri. I'm definitely not an easy person to be pleased. Dan kalo sesuatu gak sesuai dengan keinginanku, akunya lebay keselnya and it sucks. Sakitnya awet bertahun tahun.

Dan setelah nilai keluar dan walau aku terbukti lulus, ketakutan itu tidak hilang begitu saja. Ketakutan mengecewakan seluruh dunia dengan nilai nilaiku yang hancur dibanding nilai orang lain. Ketakutan aku gak akan bisa ikut bersaing dengan nilai Matematika sehancur itu.

Ketakutan yang cuma disebabkan satu hal. UN. Dan segala kehancuran sistem yang menyertainya.
Trus baca itu, baca komentar merendahkan Menteri Pendidikan (orang yang harusnya jadi panutan kita semua dalam hal pendidikan) mengenai anak anak bangsa itu, it just made me lose faith in that person.

***

So what can we do then? Berdoa. Berdoa untuk hati hati yang pernah merasa tersakiti agar disembuhkan dan dilapangkan. Berdoa untuk trauma trauma yang ada agar dihilangkan seiring waktu berjalan. Berdoa agar tidak ada lagi cerita menyedihkan mengenai orang orang jahat. Berdoa untuk dunia yang lebih baik.

Dan kembali mengulangi kalimat yang menjadi judul postingan ini.
Mourn. Cry. And Move On.

2 komentar:

  1. aku baru baca ini dan perasaan kita hampir sama 99%nya.. :( soal jis, aku sampe sekarang gak mau baca beritanya.. tiap stasiun tv nayangin aku ganti. tapi lama-lama aku tau beritanya. remuk deh hati ini, banget :(

    soal pesawat dan kapal feri juga sama. membayangkan orang-orang yang hilang dan mereka yang ditinggalkan :(

    lalu soal UN yang menurutku sudah diambang ketidawajaran.. dan bapak terhormat yang sudah diambang ketidak warasan. gila sistem di indonesia ini gila.

    BalasHapus
  2. Nah bener kak bikin sedih banget kan semuanya? :(

    BalasHapus