Kamis, 17 September 2015

Curhat, Boleh?

Malam ini mau curhat curhatan ahhhh.

Pada suatu waktu, ada teman yang mengajukan satu pertanyaan, yang aku pikir gak akan pernah ditanyakan sama aku. Aku pikir, jawabannya udah jelas gitu looohh. Gak penting lah hal kayak gitu ditanyakan. But he did ask me that question. Dan itu buat aku mikir (bahkan sampai sekarang pun) kenapa sampai muncul pertanyaan itu.

Pertanyaannya sederhana banget padahal, "Emang apa sih yang kamu galauin, Dit?"

Wow, kayak hidupku sempurna aja nih sampe gak perlu galauin apa apa haha. Atau kemampuan aktingku akhir akhir ini emang bagus? Nah mengenai akting, aku juga sering bertanya tanya sama diri sendiri. Berhubung aku Cancer slash introvert (yang artinya, suka nyimpan semua muanya sendiri), aku sering akting sih emang sehari hari (nah loh aku ngaku di sini :p). Males aja bikin drama dengan perasaanku yang maunya macam macam ini. Tapi namanya manusia yang masih punya emosi, ada kalanya perasaan itu kuat banget ya. Sampe rasanya pengen meledak. Dan rasanya kemampuan aktingku gak sedahsyat Park Bo Young atau Scarlett Johansson. Jadi pada waktu waktu itu, aku bahkan gak yakin orang beneran bisa gak melihat apa apa yang sebenarnya aku rasakan. I wonder... did I act good enough? Di saat airmata udah setitik lagi mau keluar dan aku masih sok senyum, apakah mereka tau tapi berpura pura gak tau atau beneran gak tau? Di saat aku tiba tiba zoning out karna hatiku kerasa tertusuk, apakah mereka benar benar gak liat bibirku yang bergetar? But I think I acted good enough, right? :))

Aku takut banget soalnya kalo ketahuan. Males drama, males ketahuan lemahnya. Kalo aku lagi jahat dan egois, tambah males ketahuan karna aku sendiri pun tau itu salah. But I still do it anyway, because just like any other people, I do have a greed too :3

Nah hari ini aku mau buat pengecualian. Aku mau mencurahkan isi hatiku. Jadi, untuk menjawab pertanyaan kamu dan kamu, aku galau tentang banyak hal. Tentang kenapa aku gak pernah jatuh cinta ataupun dicintai (padahal hidupku udah lebih dari 20 tahun loooh. Dan banyak temanku yang udah ngomong tentang nikah nikah mulu dari tahun kemarin). Tentang kenapa aku jadi orang kaku dan judgemental dan fake dan boring dan sombong banget. Terutama bagian boring-nya ya. Ngaku deh, gak banyak yang bisa diomongin kalo cuma berduaan sama aku kan? I'm that boring one in a bunch of people, indeed. Tentang insecurity aku dalam pertemanan. Tentang hubungan aku sama Mamaku.

Mamaku itu ya, cuma punya dua harapan besar buat aku, jadi orang alim dan punya cowok. Udah, itu aja, tapi aku gak pernah bisa ngasih dua duanya. Aku gak bisa jadi alim karena aku masih punya banyak keraguan yang belum aku temukan jawabannya. Aku gak bisa punya cowok karna... ya gitu deh. Dulu aku benci Mamaku karna memaksakan apa yang gak aku suka, tapi sekarang aku selalu benci diriku sendiri karna gak pernah cukup baik untuk Mamaku. Jadi walau masih malas malasan, aku mulai belajar dandan, belajar masak, diet dan olahraga ya buat Mamaku. Setidaknya effort itu membuat dia sedikit bahagia dan gak pernah nanya nanya lagi soal cowok (atau dia udah terlalu capek, mungkin). Aku pun berusaha banget untuk gak sekasar dulu kalo ngebahas soal ini sama Mamaku. Walau tetap ya aku nangis waktu sms-an sama Mama pas nikahan teman kecilku. Aku balasnya manis, padahal di kos aku nangis sendirian, tapi Mamaku gak perlu tau itu. Aku galau tentang itu berhari hari loh, bahkan sampai sekarang.

Trus ya, setiap habis nonton drama Korea atau film romcom, aku juga galau. Atau setiap liat temanku yang lagi telponan dengan pacarnya (aku gak pernah bilang langsung karna menurutku lemah banget lah galau karna itu dan aku gak suka jadi lemah, so I try to ignore my feelings and just let go). Atau setiap ketemu tante yang nanya ada gak pacar di Banjar (hey it rhymes!). Atau setiap ketemu teman SD yang nanya gimana kisah cintaku sekarang lalu dia cerita gimana rumitnya kisah cintanya. Pas saat saat itu sih aku cuma bisa senyum aja dan tentunya mendengarkan curhat mereka to show them that I care (and I really do care, really). Tapi tetap ya, hatiku langsung tergores dikit. Cause to be very honest, I myself want to have a romantic relationship too. Itu, yang bikin galau. Aku padahal gak pernah jatuh cinta, tapi aku mau punya pacar ya karna tekanan dari mana mana itu.

Aku galau soal hubunganku dan keluarga besarku yang kadang menyenangkan, seringnya melelahkan. Melelahkan karna jujur masih ada dendam yang aku simpan sama salah seorang dari mereka, dendam yang membuat aku susah sekali berpikir positif. Aku galau soal kedua adekku (apa yang mereka suka, gimana pergaulan mereka, apa mereka bisa merasakan sayangnya aku sama mereka). Aku galau soal masa depan, apakah aku bakal tetap di Loa Janan atau aku bisa kabur lagi entah kemana. Aku tentunya pengen kabur lagi, tapi untuk itu masih gelap banget lah.

Selain itu cukup banyak lagi yang aku galaukan. Hal hal kecil kayak aku yang masih bego naik motor, inkonsistensi nulis di blog ini maupun nulis fiksi, kemampuan bidang akademikku yang makin busuk aja, dan lain lain. Kecil tapi lama lama menjadi bukit.

Jadi, udah ya, pengecualiannya cuma buat malam ini. Besok besok aku mau akting lagi aja ahhhh :p

8 komentar:

  1. Hi dita!
    i can relate to some of those things that bother you.
    one thing i wanna share to you is that, live life the way you want it to be. Don't feel pressured to be alim, or to have a boyfriend, only to fulfill your mom's wishes. I don't think they are any of children's responsibility. You are being so hard on yourself, kasihan lo nya :) Be alim, or have a boyfriend when you really want it from the bottom of your heart.

    Be easy on yourself, love yourself more and more, and be the best version of yourself (god it's cliche and actually is easier said than done, but still, i think it's a really important life philosophy )

    cheers

    BalasHapus
  2. Banyak ya yg digalaukan.
    Hari gini belum bisa naik motor, hehehe :-P . Sepertinya banyak wanita yg bermasalah dengan motor

    Jadi diri sendiri aja, berakting hanya akan menipu diri sendiri. Lakukan apa yg menurutmu bagus untuk dirimu walaupun itu sedikit keluar dari zona nyamanmu

    BalasHapus
  3. @Lolly Ah Lol, makasih banyak ya udah mengingatkan aku sama beberapa poin penting dalam hidup. It really is cliche and soooo much harder done than said, tp kayaknya satu2nya cara ya trus melatih diri menerapkan hal2 itu :) Anyway, suka deh curhat gini dapat solusi. Thanks!!! :D

    BalasHapus
  4. @Suhendri Isss, bukan gak bisa naik motor, cuma gak jago2 T_T Wah bakal dipertimbangkan lagi deh masalah akting itu hehe. Sama keluar dari comfort zone yaaa, bener juga kayaknya sekali2 aku harus hidup lebih menantang deh hehe.

    BalasHapus
  5. Sama ya :(
    Keluarga juga udah suka tanya2 kapan nikah, Nik? padahal calon aja belum nemu hahaha. but anyway, kadang orang2 cuma suka ngelihat apa yang pengen mereka lihat aja sih Dit, jadi nggak tahu deh harus balas comment atau ditanggapi apa ya :(
    Pesanku satu aja kok, Just trying to be your best self! nggak perlu terlalu maksa kalau memang belum siap, apalagi cuma gegara lihat kanan-kiri udah mulai start duluan (yang entah bagaimana caranya :') Fighting!

    BalasHapus
  6. Makasih Niki sarannyaaa :))
    Kamu juga ya, berusaha trus buat sibuk biar lupa. Kerjakerjakerja ;)

    BalasHapus
  7. ditaaaa, duh ya orang-orang yang suka nanyain kapan punya pacar itu (atau posisi aku sekarang) kapan kawin? adalah pernyataan yang paling ngebetein. orang suka mantas-mantasin umur sama keadaan. oh kalau umur segini udah harus punya pacar, atau udah saatnya nikah, padahal mah ngga.
    jatuh cinta itu ngga bisa dipaksa, keinginan pasti ada, tp bukan berarti harus diada-adain. aku juga suka mupeng kok kalau lagi nonton drama korea tapi balik lagi jadi lempeng ketika balik ke dunia nyata, dan ujung ujungnya, daripada capek nyari orang yang bisa di-jatuh-cinta-in, kenapa kita ga sayang sama diri sendiri lebih banyak? lebih sering nyalon, belanja belanji online, atau ngga ngemol sendirian, biasanya sih kalau lagi me-time gitu bahagianya lain, dan jadi lupa sama galauin kehidupan percintaan, tapi kalau jalan-jalan sendirian gitu jangan sabtu juga sih, ntar mupeng lagi. hahaha.


    duh, jadi curhat di komen

    BalasHapus
  8. Gak papa kak curhat di kolom komen blog aku :)

    Iya aku setuju banget deh sama keadaan gak seharusnya dipantas pantasin sama umur, dan masalah kayak jatuh cinta, nikah itu harusnya personal jd gak usah terlalu kepo deh ya. Apalagi yang bukan inner circle sehari hari juga :P

    BalasHapus