Jumat, 04 September 2009

Malam Yang Sibuk dan Saran Buat Siapa Aja Yang Ngaku Cinta Indonesia

Oke. Bagian pertama dari postingan ini akan terdengar boring buat kalian. Tapi menurutku ini salah satu malam paling menarik yang pernah aku punya. So, I wanna share to you all guys :p dan makasih buat yang bersedia baca. Beneran deh, cuma bagian depannya. Hoho.

Ada empat agenda utama yang mau aku lakukan untuk malam ini. And I did all very well :D Yang pertama adalah teraweh bersama kawan – kawan persekutuan. Mereka adalah Ihat, Atul dan Selvi. Setelah satu minggu dilewatkan tanpa melakukan tradisi Ramadhan itu, aku akhirnya bisa melakukan bareng mereka juga. Kenyataan kalo kami sekarang berbeda sekolah menjadi semu. Dan…… tidak seperti teraweh – teraweh bersama mereka dimana biasanya kami selalu serius (sumpah deh!), kali ini teraweh kami kacau abis. Imamnya itu loh……. Cepetttttttt banget banget nget ngomongnya! Jadi kita kayak orang hali aja gerak cepat – cepat kayak robot gedek :p dan as you know, kalau sudah ada yang aneh – aneh gitu pasti ujung – ujungnya pada ketawaan. Yooo. You’re right, kami memang masih anak anak ;) Dan puncaknya adalah saat rakaat keberapa gitu, imamnya salah! SALAH pemirsa. SALAH! Seharusnya udah tasyahhud akhir eh, dia bangkit lagi. Nah kami kan berjejer tuh beempat. Dari kiri ke kanan : Ihat, Aku, Atul, Selvi. Dan dari kami berempat cuma Ihat yang tetap ngikutin imam yang SALAH. Sedangkan kami udah garuk garuk kepala aja dalam posisi duduk. Sambil ngakak tentunya :p dan Ihat pun juga tidak kuasa dan ikut ngakak. Hahaha. Begitulah sholat kami berubah dari sholat terawih menjadi sholat terangakak *iya, aku juga ndak ngerti maksudnya.

Agenda kedua adalah nonton True Blood Session 2 Episod 2. A little bit boring si awalnya (dan sempat membuat aku mau ketiduran!), tapi untung adegan terakhirnya menyelamatkan. Well, yang kusebut boring adalah kurangnya adegan hot! XD tapi serius deh, adegan terakhirnya keren banget. Membuat mataku melotot lotot *lebay mode on. Dan makin suka aja saya sama mas Sam Merlotte. Eric si Sheriff Vampire juga makin cakep aja dengan penampilan barunya. Huhuhu. Udah ndak sabar aja nunggu episod 3’nya!

Yang ketiga, aku bertekad ingin belajar! Ngerjain tugas kek, hapalan buat ulangan kek, apa aja deh! Jjah,,, pada bingung ya nape aku jadi rajin gini? Tanya sama Allah aja dah. Aku juga ga tau alasannya nih. Hohoho. Percayalah, populasi orang bodoh masih banyak berkeliaran di muka bumi ;)

Dan yang terakhir…. Derengdengdeng… akhirnya aku bisa melakukan ritual yang sudah lama kunanti nantikan, BEGADANG NONTON MU LAGI! Oh, God. How much I miss it. Walau sekarang berbeda karena ga ada Ronaldo dan Tevez lagi, tetap aja MU berarti buat aku. Masih ada my big brother, my sweetie boy, sir moyangku, the five kokoh dan lain lain. I love them all for sure! Dan aku ndak mau dengan alasan aku sekolah di smansa aku melupakan mereka. Aku bakal tetap setia sama mereka. Titik. Walau sekarang aku cuma bisa ngomongin mereka sama Deny atau sms’an sama Edy, aku yakin aku bakal tahan. Setelah tiga tahun yang indah itu, bodoh rasanya aku meninggalkan semua kesenangan (dan kesegaran muka mereka). Hohoho. Lady Rules!

Dan keluar dari malam sibukku yang membosankan, let’s talk about Indonesia-Malaysia. Disini aku akan cerita tentang pengalaman nyata dari aku supaya mungkin kalian bisa berkaca dan ga buang buang waktu seperti yang aku lakukan dulu. Jadi gini, berhubung lagi rame dengan forum – forum atau blog ga jelas yang mempertemukan (dan menjadi ajang perdebatan panas) kita, aku cuma pengen bilang kalo dulu (beberapa bulan yang lalu) saat aku pertama kali menemukan itu semua, jujur aku juga panas. Aku balas komen orang malay itu di blog dengan kata kata kebun binatang. Aku juga debat di forum, dari yang ngomong sopan sampe ngomong kotor. Tapi setelah berdarah – darah aku ngelakuinnya, apa yang aku dapat? Nothing.

Karena ndak ada yang bisa kita dapat dengan balas menghina. Dengan hanya ngomong. Tanpa aksi. Oke, aku ga pintar jelasinnya, tapi coba baca – baca di blognya pandji deh, dan kamu bakal ngerti yang aku maksud. Kalau sekarang bukan jamannya lagi teriak ngaku ngaku kalo sesuatu itu punya kita. Kalau kita yang paling baik, keren, berbudaya, kaya dan sebagainya. Capek kalo kayak gitu mah. Kita sebagai generasi muda yang pintar pintar harusnya nyadar kalo reaksi hanya akan timbul jika ada aksi. Dunia internasional hanya akan mengakui yang mana yang benar melalui apa yang mereka lihat, dengar, dan rasa. Dan dengan semua iklan yang Malaysia buat di stasiun – stasiun TV kelas dunia (National Geographic, ESPN, Star World, Star Movies, dll) sedangkan iklan Indonesia yang 0 (serius aku ndak pernah liat iklan pariwisata Indonesia di ESPN, Star Movies atau apalah itu yang sering aku tonton (tapi ndak tau ya kalo mungkin ada di stasiun TV lain)) aku pikir amat sangat wajar kalo Malaysia lebih diakui :( actually, so hard for me to say this one. Untuk memberitakan kenyataan ini. Tapi itulah fakta yang aku dapat. Kita belum cukup menghargai apa yang kita punya. Kita belum cukup memberikan penghargaan itu. Kita belum berani keluar modal buat bikin iklan – iklan itu.

Kalo pemerintah bodoh (dengan pengertian ga bisa mengaplikasikan anggaran buat naruh iklan – iklan itu di tempat yang komersial) setidaknya ada cara – cara yang bisa kita lakukan untuk menyatakan kepada dunia seperti apa Indonesia itu :

1.Internet merajalela. Jangan cuma eksis di akun bareng teman – teman buat ngobrol yang ga jelas aja. Tapi coba ikut forum – forum luar, ceritakan sama orang luar bagaimana Indonesia. Perkenalkan kebudayaan kita. Tempat – tempat indah yang kita punya. Ndak usah jauh jauh. Apa yang ada di provinsi kita udah cukup ko. Kalo yang punya twitter, pasti most of followernya bule juga toh? sering – seringlah sharing kalo Indonesia itu hebat, keren, dsb. Atau kalau mau agak sedikit repot bikin blog yang khusus bahas tentang pariwisata atau kebudayaan indonesia seperti yang ini. Ndak usah bahas yang besar, yang di dekat dekat kita aja. Karena percaya deh, setiap daerah di Indonesia punya kebudayaan dan pariwisata yang beragam tapi sama kerennya!

2.Kalo kamu tau ada wisatawan (baik lokal maupun asing) di sekitar kamu, tersenyumlah. Itu bahasa universal yang menyatakan kalau kita tuan rumah yang baik. Jangan malu untuk menyapa duluan. Lebih baik dibilang sok kenal daripada ga ramah :p aktiflah menceritakan apa yang daerah kita punya. Buat yang masih belum tau apa potensi daerahnya, cepat cepatlah cari tau. Daripada ntar keduluan diakuin orang ;) kalo emang punya waktu, jangan ragu untuk jadi tour guidenya juga


3.Tumbuhkanlah rasa cinta sama apapun yang Indonesia punya. Ndak usah malu pakai sasirangan. Jangan langsung pindah channel kalo ada yang nyiarin acara wayang. Ga usah gengsi dengerin dangdut. Gak salah juga kalo lebih suka liga indonesia dibanding liga luar (asal ga rusuh ya!) jangan minder lah kalo mungkin kamu cuma liburan di luar kota sedangkan semua teman pada ke luar negeri. Sama sama di bumi juga tuh ^^

4.Dan terakhir (habis bingung mau nulis apa lagi :p) berhentilah teriak protes ga jelas. Do something. Belajar tari daerah kek, bikin blog tentang budaya kita kek, apalah yang intinya membuat budaya kita itu, entah bahasa, tari, adat, musik, kain atau apapun tetap abadi dan terlihat nyata kalau itu punya kita. Dengan keahlian, pengetahuan, dan keberanian serta kemauan kita untuk berbicara bahwa itu punya kita, internasional pasti bisa melihat sendiri mana yang benar. Ndak pake perang. Ndak pake teriak teriak. Seperti batik, boleh aja mereka mau bilang begini begitu, tapi kita buktikan kalo olahan kita keren dan bla bla bla, si pembeli juga pasti akan beli yang menurutnya paling bagus ko. Ya toh? Makanya diperlukan sekali yang namanya ilmu pengetahuan. Dan untuk pembacaku yang tercinta (khususnya pelajar), belajar yang baik aja deh dulu. Kenali negerimu. Cintai negerimu. Gali potensimu. Cari bakat apa yang bisa kamu sumbangkan buat negeri ini secara nyata, dan kembangkan terus bakat itu. Jaga emosimu. Marah boleh, tapi ndak perlu balas omongan ga penting para provokator. Buang buang waktu juga. Lebih baik kita berusaha melestarikan apa yang menurut kita budaya kita. Menjaganya dari kepunahan. Memperkenalkannya pada dunia internasional. Ingat, satu aksi lebih berarti dibanding sejuta reaksi ;) *beh, bahasaku lah…

Buat yang biasa baca blogku, jangan muntah lah baca postingan yang ini. Serius aku ga tau lagi harus ngomong apa untuk menggambarkan perasaanku dengan hubungan dua negara itu. Tentang reaksi orang – orang yang mukanya merah menahan marah dan kata – kata kotor yang sudah terlanjur keluar.. padahal aku tau sebagian besar dari mereka belum berusaha sekeras mungkin untuk membuktikan pada dunia kalo mereka benar – benar memiliki kebudayaan itu. Ya aku tau dulu aku juga salah satu dari orang – orang itu. Tapi sekarang, setelah paham #indonesiaunite merasukiku dan sering baca blog ini, aku mulai sadar kalo apa yang aku lakukan selama ini salah dan aku ingin berubah. Semuanya butuh proses. Dan berhubung cyber sangat dekat dengan aku belakangan ini, aku memulainya dengan itu. Contoh kecil, waktu ada acara Erau kemarin aku sempat promosiin di twitter dan facebook, emang sih ruang lingkupku masi kecil tapi setidaknya ada beberapa orang yang sudah menyatakan ketertarikan sama Tenggarong :D dan aku mau terus melanjutkan usaha aku ini. Kelak aku pengen aku bisa promosiin kalimantan lebih jauh lagi. Hopefully I can do it as soon as possible :) kalian juga ya… promosikan juga daerah kalian, lestarikan kebudayaannya, dan jaga tempat – tempat wisatanya :)

Salam Indonesia! #indonesiaunite

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar