Minggu, 11 Oktober 2009

Happy Update :D

Pakabar semua!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Wah maap ya kalo kita lama tak bersua. Setelah selesai baca postingan ini, pasti ngerti deh kenapa. Hehe. Oke, pertama – tama, saya sebagai blogger yang cantik jelita, sangat sombong dan rajin menjamah hape, ingin sekali mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BUAT ANDA YANG MERAYAKANNYA!!!Tahu – tahu telat, tapi mau gimana lagi, baru sekarang bisa mengucapkannnya :(



Oke, biang dari menghiatusnya aku dari kehidupan blog yang gemerlap adalah aku beneran masuk AKSEL lohhhhhhhhhhhh. Hahaha. Aduh, ndak nyangka banget aku sama kenyataan satu itu. Secara, sapa sih aku? Masuk lewat jalur reguler, dari sekolah pinggiran yang gak dikenal, anak kerajinan yang walaupun rumahnya paling jauh tapi datangnya paling pagi, tapi ya gitu deh. Takdir Tuhan siapa yang tahu. Jadi resmilah sudah aku diterima di aksel dan akan menjalani dua tahun aja masa SMA. Dengan gaya belajar sampai jungkir balik dan setiap hari harus menahan iri sama kepintaran teman teman yang lain. Well, sounds so not to be happy update right? Hehehe.



Nah, makanya ada blog ini. Untuk memfasilitasi aku dalam menuangkan stresku dalam bentuk tulisan. Hehe. So, it’s the right time to share what I got in aksel class :



1. More pressure. Less time. Dan itu membuatku stres kalo boleh jujur :( apalagi pas seminggu pertama. Udah badan remuk, kepala pusing, ga kenal semua teman disitu. Semua campuran itu membuat aku menderita asli dah. Well, bukan rahasia juga kalau dimana – mana, yang namanya anak kelas sepuluh, pasti selalu punya peer dan ulangan. Di reguler juga gitu sebenarnya. Tapi kalau di aksel, peer dan ulangan ditambah lagi sama pressure tentang deadline. Dan itu sangat MENGERIKAN saudara – saudara!



2. Maap kalo terdengar kejam, tapi kesan pertama yang aku tangkap dari teman teman baruku dari aksel adalah most of them hatinya TERLALU SENSITIP. Mulai dari suka nangis karena hal sepele, sampai yang nangis meraung – raung. Ya ga semuanya sih, tapi ada loh yang kayak gitu. Bleh, kalo aku malas banget sih ya (bahkan cuma untuk ngeliatnya). Untungnya, setelah lebih kenal lagi, ternyata mereka asik asik juga ko. Ada yang logatnya lucu. Ada yang mendok. Ketawanya juga khas – khas. Hehe. Yang jelas si mereka semua pintar pintar banget cing. Ah, kadang berasa bodo sendiri aku disana :p Senangnya karena kami cuma dua puluh empat orang dan akan menjalani dua tahun bersama, maka aku HARUS bisa adaptasi sama mereka secepatnya. And I did :D



3. Guru – gurunya diambil dari guru – guru yang memang berkompeten. Apalagi guru MTK nya (Bu Erna Gultom). Pak Puguh emang gak jelek (walau galak bangetttt), tapi Bu Erna benar benar asik. Cepat ngerti aku diajar sama dia. Ya walaupun ada juga guru yang nyebelin, gaje, cepat banget jelasinnya dan parahnya dia megang pelajaran yang emang dari sananya sudah susah yaitu fisika! Nama ibunya Ibu Badriyah. Dan sumpah gaje banget nih ibu.



4. Satu – satunya kenyataan yang paling sedih dari konsekuensi aku masuk aksel adalah aku harus benar – benar berpisah dari X-2. Gilanya pas hari – hari terakhir (bahkan sampai sekarang) aku malah bedekat sama bagiannya. Ya sama bagian Cita. Sama Seira dan Ririn. Sama cowo – cowonya. Apalagi sama Nana dan Windy. Bah, udah kayak orang gila aja kalo olok – olokan kami :p dan harus aku akui kalo aku MISS THEM EXTREMELY!!! Emang sih, kelas kami tetap dekat seiprit, ga kayak Wanda atau Jane yang emang jadi jauh banget sama kelasnya. Tapi tetap aja sedih musti pisah sama mereka :(



Well, kayaknya itu aja deh dulu yang mau aku curhatin soal kelasku yang baru. Oia, berhubung ini kelas sepuluh yang kesepuluh jadi kelas kami disebut X-10. Lucu banget aja namanya menurutku. Selain itu, nomor absenku juga 10 kan. Jadi semuanya nyambung gitu. Haha. Oke, itu aku yang kurang kerjaan aja merhatiinnya :p anyway, aku angkatan aksel yang kedelapan dan insya Allah yang paling sukses :) dan tema kelasku SPARKLE. Kepanjangannya aku lupa. Tapi yang jelas intinya adalah gemerlap aksel gitu. Pas pembentukan tema juga senang banget rasanya, anak – anaknya pada kreatip. Keren lah kelasku ini. Titik. Yang baca ndak boleh protes. Haha.



Oke, beralih ke topik lain. Sekarang aku lagi keranjingan nonton TRUE BLOOD di MAX. Sumpah anjing nih serial keren banget. Temanya, akting pemainnya, alurnya, adegan bokepnya (iyuuuhh..), dan semuanya dah pokoknya keren. Nonton ini kayak naik roller coaster aku. Kadang dukung si A, kadang benci amit – amit sama si A. Dulu tergila – gila sama Sam Merlotte si perubah bentuk, trus tiba – tiba kesengsem sama Eric sang vampire dan sekarang lagi suka banget nget sama Hoyt yang chubby imut imut. Hahaha. Tell me I’m stupid, tapi buat aku Twilight ndak ada apa – apanya ah dibanding True Blood. Perasaan aku nonton Twilight ya biasa aja, ngeliat Edward Cullen juga biasa aja. Tapi kalo udah nonton True Blood? Aw aw aw… heboh sendiri aku dibuatnya. Hahaha.



Btw, True Blood lagi masuk season yang ke 2. Udah nyampe pertengahan gitu deh. Well, dibanding season pertama, True Blood yang ini jauh lebih kompleks, ganas (dalam berbagai segi) dan gak masuk diakal. Tapi yah karena sudah terlanjur basah, dan hapal mati sama cerita dan karakter pemainnya (yang menurut aku semuanya manusiawi dan gak kayak dubuat – buat), aku nikmatin aja semuanya. Partner terbaik curhat tentang True Blood tentu saja RABIATUL ADAWIYAH (teman SMPku). Haha. Dialah sesama die-hard fan of True Blood yang selalu excited mendengar repetanku yang cerita detail dari adegan satu ke adegan lainnya. Kasian sih dia, tipi dirumahnya cuma satu dan amat sangat tidak mungkin dia nonton True Blood di saat keluarganya yang lain ada. Well, kalau kamu penonton True Blood juga kamu pasti tahu kenapa. So, aku yang punya banyak kebebasan dengan tipi sendiri di kamar selalu berusaha memberi dia kabar terbaru :) sekaligus menjerumuskan dia lebih dalam. Haha.



Sebenarnya ironis kalo kamu melihat kami berdua. Kami punya dua kehidupan. Kehidupan untuk menyenangkan orang banyak dan kehidupan untuk memuaskan hasrat kami sendiri. Kami (aku dan Atul yah maksudnya) termasuk murid yang pandai di sekolah (ini cerita masa SMP). Kami bersaing. Kami saling licik – licikan. Kami ga pernah mau kalah dan selalu berusaha menjatuhkan satu sama lain. Aku membencinya di arena. Aku membencinya karena dia pintar, dia cantik, dia terampil, dan dia tidak seganas aku (dia lebih sopan literally). Hal yang sama mungkin juga dia rasakan. Aku gak tau pasti. Tapi yang jelas kami saling membenci di arena. Semua orang tau itu.



Tapi di luar, kami semua orang yang biasa saja. Dia bukan lagi malaikat yang nyaris tanpa cela. Ditengah kekaguman banyak orang sama apa yang kami punya (silahkan bilang aku sombong, tapi aku yakin banyak orang setuju kalo aku bilang kami termasuk murid pintar XP), kami juga remaja biasa yang sebagian otaknya penuh dengan bokep. Kalau aku sering baca situs porno, maka dia sering sms’an sama om – om beristri. Disaat aku cerita satu film dengan adegan ciuman yang hot, Atul pasti menimpali dan memberikan satu rekomendasi film lain yang tidak kalah hotnya. Begitulah hubungan kami. Kami melakukan itu semua tidak diam – diam, tapi memang tidak banyak orang yang tahu. Karena yang mereka liat dari kami cuma nilai raport kami yang berkejaran satu sama lain dan perdebatan kami saat menyelesaikan soal matematika. Mereka tidak melihat kalau kami berdua mempunyai something bad in common badly. Dan memang kami tidak ingin terlalu mengumbar semua itu, kecuali dengan kami – kami saja, karena secara tidak sadar kami terus jaga image kami untuk menyenangkan orang banyak tadi. Well, begitulah kehidupan people :) tapi kami masih mending loh. Kami ga mencoba rokok seperti banyak teman SMP ku yang lain, kami ga pernah minum – minum atau pacaran pegang – pegangan seperti mereka. Kami cuma senang nonton film Hollywood yang bokepnya maksa dan artistik dan saling berbagi cerita tentang itu. That’s it. Well, sebenarnya bukan hanya aku dan Atul aja sih. Ada juga yang namanya DEWI SUSANTI, dia juga sebenarnya pintar tapi sama otaknya seperti kami. Hahaha.



Finally, kayaknya aku udah puas nih numpahin semua unek – unek dan perasaanku. Terimakasih ya kalo ada yang mau baca dan syukur – syukur mo komen. Ahahaha. Didoakan murah rejeki dan sehat selalu :D



See you on the next post my reader ^^



Ps, ada banyaaaaaaaaaaaaaak banget teman akselku yang ngundurin diri. Katanya mereka ga tahan sama pressurenya. Aku juga sih, jujur aja seminggu kemarin sempat sakit dan disaranin mama buat keluar juga :( but I didn’t want it. Aku pikir aku udah jatuh ke lubang ini, ya udah jalani aja. Ga ada salahnya juga aku masuk sini. I mean, aku cuma butuh waktu untuk adaptasi, sama guru guru, sama teman teman, sama pressurenya dan lain lain. Hopefully ya guys and gals, aku bisa cepat menemukan comfort zone aku disana. Tempat dimana aku bisa percaya diri, gokil gokilan sekaligus berprestasi setinggi mungkin :D



The last, HIDUP SPARKLE! (aksel angkatan ke-8 di Smansa) Semoga kita bisa menjalani dua tahun mendatang dengan selamat sentosa. AMIN :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar