Selasa, 27 Oktober 2009

Hari - Hari Paling Gila dan Ga Terbayangkan

Hai all… jumpa lagi dengan saya Dita disini :DD Oke, pertama – tama saya ingin mengucapkan WELCOME ISL MUSIM 2009/2010. Selamat buat Persiba Balikpapan dan Bontang FC yang berhasil bertahan musim lalu serta Persisam SAMARINDA (hahaha) yang bisa nembus musim ini (dengan bantuan aku sebagai supporter tentunya :p). Hope you all guys make me smile all ‘the musim’ along. Amin. Terus bawa nama KalTim yah akang akang. Hahaha.

Well, I’m not being here to tell you about ISL thingy, but I wanna share you my impossible experience being pelajar.asing (again!). As you know, you guys, aku sekolah di SMA Negeri 1 Samarinda, yang jaraknya dari rumahku sekitar 20 kilometer. Dari SMP ku, cuma aku dan satu temanku yang sekolah disana. Mungkin untuk beberapa orang, apa yang aku lakukan biasa aja, tapi untuk aku pribadi, semua hal yang aku lakukan untuk bersekolah di SEKOLAH UNGGULAN PROVINSI itu sama sekali ga mudah (I mean, untuk seseorang bermental kerupuk seperti aku).

So, walaupun dari awal, aku tahu akan ada beberapa resiko dan konsekuensi yang aku dapat dari keegoisan aku dalam memilih sekolah, aku tetap aja shocked ketika benar – benar menghadapinya. Aku pikir, wajar kalo nanti akan ada saat – saat dimana sekolah terasa sangat jauh, waktu tidak adil dan badanku hancur lebur meleleh karena kecapekan. And I decided it. I took the risk. Lagipula saat itu ada Sekar, ada mamaku, ada Laskar Pelangi. Aku pikir kalo orang lain bisa, kenapa aku tidak? Kalo orang lain tidak lemah, tentu aku juga kuat kan?

Tapi saat aku sudah menjalaninya, aku akhirnya sadar kalo aku tidak sekuat itu. Dan di saat – saat seperti di bawah inilah, tanpa sadar aku menangis. Terlalu naif kalau dibilang tidak menyesal, terlalu muna kalau dibilang tidak merasa sakit hati dengan Sekar, jadi disini aku ingin menegaskan bahwa aku memang MENDERITA. Tapi aku tetap bulat dengan keputusanku tentang smansa. Tentang aksel. Karena aku tau dibalik semua airmata yang tumpah saat ini, nanti aku akan tertawa. Aku akan tersenyum. Aku akan bahagia, karena nanti aku bisa dengan bangga menyebutkan sama anak cucuku kalo aku sekolah di SMANSA. Hahaha. Can’t wait for that ;p

Well, here we go, HARI HARI PALING GILA DAN GA TERBAYANGKAN SELAMA AKU MENJADI PELAJAR ASING :

1. Pertama kali aku kehujanan dalam perjalanan berangkat ke sekolah. Waktu itu sekitar satu bulan aku habiskan sudah di SMANSA. Dan berhubung waktu itu aku masih cemen dalam hal mengendarai motor (jahh.. bahasamu dit!), aku musti berangkat sekitar jam setengah enam, karena takut terlambat dan etc. Malangnya nasib, ga sampe lima menit aku naik motor, HUJAN TURUN DENGAN DENGAN DERASNYA! Masi untung buat aku, pas hujan, aku udah sampai di daerah sekitar toko aku yang ditinggali sama acil aku. Jadi aku berhenti disana. Gedor – gedor acil aku minta dibukain pintu. Tapi acil aku itu ga dengar :((( dengan muka panik abis karena di sekitar masi gelap dan di daerah situ termasuk daerah rawan tindak kejahatan (iiiiiihhh), aku telepon abahku minta jemput. Untungnya abahku mau. Trus aku diantar, motorku ditinggal di toko, dan pas pulangan abahku masih baik mau jemputin aku…

2. Besoknya, aku baru keluar dari pintu rumah saat hujan akhirnya turun :( takut banget aku awalnya abah ga mau ngantar. Tapi untungnya abah mau :) SIALNYA AKU, abah ga mau jemput :(( jadi pulangan terpaksa aku naik angkot (yah bayangin aja sana… naik angkot dari samarinda ke loa janan. Actually not a good experience). Rute seharusnya adalah naik angkot biru ke pasar pagi, naik angkot G1 terus sampai Sukamaju dan sampai sana lanjut naik angkot tahi cicak (hitam putih) sampai rumah. Tapi BODOHNYA AKU, karena takut sama preman pasar pagi (sumpah aku takut banget sama preman), aku milih untuk naik taksi HIJAU, bukan taksi G1 yang warnanya MERAH. So aku turun di dekat jembatan. DAN NYEBRANG JEMBATAN MAHAKAM ITU JALAN KAKI AJA GITU LOH. Dan buat kalian yang mungkin berpendapat , “alah, jembatan mahakam aja tuh! Dekat aja itu ndul!” siap siap aja kalian aku tabok! Karena sumpah dah, JEMBATAN ITU TERNYATA PANJANG SEKALI dan DI BEBERAPA BAGIAN ADA BESI YANG RENGGANG DAN BUNYINYA MERESAHKAN HATI. Well, kalo ga ingat dosa, mungkin saking prustasinya, aku akan loncat aja. Hahaha. *ketawa pasrah* Satu lagi reader, karena aku takut nyebrang, sedangkan jalanan di Samarinda Seberang itu benar – benar neraka, maka aku harus jalan jauhhhhhhhhh banget sampai dapat zebra cross dan akhirnya berani nyebrang. Fiuuuuuh. It was a long day for me, I know :)

3. Pertama kali aku kehujanan waktu pulang. It was a nightmare. Langit udah keliatan mendung saat bel pulang berbunyi. Dan sepanjang perjalanan sampai ke tepian aku hanya berdoa supaya gak hujan. Tapi sayangnya doaku belum dikabulkan Allah. Hujan turun waktu aku sampai di tepian. Aku pun stop. Pakai jas hujan untuk pertama kalinya. Dan waktu itu hujan kerasa deraaaaaaaaaas banget. Tepat saat itu juga aku liat bensin aku mau habis. Damn. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti aja di POM BENSIN GUNUNG LIPAN. Dan nunggu disana lama banget. Padahal waktu itu pulsaku lagi habis, ndak bisa fesbukan jadinya. Dengan terpaksa sms curhat sama Dewi. Tambah deh pengen nangis baca balasannya :’(

4. Pertama kali hampir nabrak orang (alhamdulillah masih hampir :)) waktu itu aku mau pulang. Agak sore itu. Soalnya aku habis les MTK sama Bu Erna. Nah berhubung waktu itu rada – rada pusing jadi agak se’deng bawa motornya. Alhasil pas perempatan dekat Bank BPD aku hampir nabrak orang. I mean, HAMPIR BANGET! Tinggal 2 cm’an gitu mamen. Doh. Asli, abis itu aku ndak berani lagi laju laju --‘

5. And the last, yang baru baru aja kejadian adalah pertama kali ngeliat orang rame – rame karena ada tabrakan pas perjalanan pulang. IT WAS THE HELL EVER! Karena ngeliat anak SD yang ditabrak itu digendong orang aku jadi NANGIS SEPANJANG PERJALANAN PULANG. Ndak bisa ditahan – tahan lagi kayak biasanya. Ya aku tau semuanya konyol. Tapi entah gimana caranya, pas aku ngeliat anak itu, aku seperti merasa melihat diriku sendiri. Dan tiba tiba aja ada suara – suara yang dengan kejamnya maki – maki aku, “TUH DIT! ENAKLAH SEKOLA DI SAMARINDA? KAMU BAKAL PUNYA RESIKO TABRAKAN KAYAK TADI? … DASAR KAU ORANG EGOIS, MENTINGIN DIRI SENDIRI AJA BIAR BISA SOMBONG! COBA PIKIRIN KALO ANAK TADI ITU KAMU, MAU JADI APA KAMU? MAMAMU? ADE ADEMU? MAU JADI APA KAMU KALO MISALNYA PINCANG DAN NDAK BISA LANJUT DI SMANSA? MAKAN TUH KESOMBONGANMU SENDIRI!” Gimana aku ndak nangis coba??? Kalo kata Icha si itu artinya mataku dibukakan sama Allah. Jujur ndak ngerti aku maksudnya. Tapi apapun itu, aku udah puas nangis. Ngeluarin semua emosi aku yang terpendam. Alhamdulillah :)

Oke……. Sekian dulu curhatan dari saya yayaya? Lain kali kita akan bertemu lagi. Hehe. Oia pesan hari ini adalah jangan takut dengan jarak dan waktu, karena sesungguhnya mereka itu RELATIF :DD (kata Einstein sih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar