Kamis, 14 Juli 2016

Lebaran ke Pantai

Basic banget yaaaa? Hahaha tapi gak papa, at least something new, so I wanna write it here :)

Sebenarnya bukan pas lebaran juga, melainkan hari Minggunya, alias Lebaran+5. Pantainya sendiri Pantai Biru Kersik yang terletak di Kecamatan Marangkayu Kab. Kutai Kertanegara Kaltim. Kalo liat dari jauh pantainya bagus, biru biru airnya udah serupa seperti foto foto di IG. Tapi pas mendekat ya pasirnya gitu lagi gitu lagi haha. Kurang lebih lah sama pantai pantai di Balikpapan.

Jadi, apa nih yang dilakukan di Pantai, Dit?

1. Makan Besar
Perjalanan kami panjaaaang banget, hampir 4 jam karna bisa dibilang dibawa sesat sama Google Map. Jadi yang harusnya lewat jalan kota mulus (ya gak sepenuhnya mulus juga sih, Kaltim gitu, what can you expect? -_-), ini dibawa ke jalan kelapa sawit yang masih isinya tanah dan kerikil. Udahlah badan pegel, lapar juga karna belum sempat sarapan. Jadi begitu sampai di pantai, langsung misah dari rombongan yang makan bawaan dari rumah. Aku lagi kepengen gado gado gak bisa kompromi! :D

Aku jalan sama Aya dan Dana, dan setelah keliling kami memutuskan untuk makan di warung yang paling menjorok ke tepi pantai. Walau rasa gado gadonya gak jelas banget, at least dikasih bumbunya banyak dan bonus angin laut. Suka.

Ini pemandangan dari tempat makan. Itu kelihatan anjungan kayu

Selain itu pemandangannya juga langsung pantai yang penuh dengan manusia manusia. Dan ujung ujungnya ngomongin orang deh sama Aya. Gak bener banget ya :'D

2. Foto foto
Ya ini pastilah ya kudu, wajib, haha. Senangnya di Pantai Biru ini, dibanding pantai pantai lain di Balikpapan, background fotonya lebih beragam. Ada yang standar ngadep laut beralas pasir, trus ada anjungan gitu juga kayak versi mini dari anjungan yang biasa ada di Amerika (kejauhan Dit, perbandingannya -_-), trus bisa juga ke ujung anjungan biar bisa dapat full shot laut birunya.

Aya, sepupuku, di anjungan. Kami gak sampai ke ujung karna kepanasan banget LOL

Tuh yang di ujung ujung lautnya biru banget kan. Sayang di foto ini gak terlalu keliatan, aslinya kece kok

Nah ini yang aku bilang pemandangannya mirip kayak di Amerika. Kalau pernah nonton The Heirs mungkin ngerti

3. Naik kapal kecil
Ini remeh temeh banget sih, tapi aku gak pernah naik ginian. Mumpung cuma 10 ribu dan ada teman temannya yaitu sama sepupu sepupu yang lain jadi oke aja. Sensasinya mirip sama naik Banana Boat, tapi gak pake basah horeeee. Pantainya juga lagi surut, jadi walau kami musti jalan jauh sampai ke tengah, airnya gak sampai sepaha juga. Overall, ini highlight dari perjalanan pantai kali ini :))

Maunya buat beginian juga tapi siapa yang motoin haha. Satu perahu bertiga doang sama Aya dan abangnya

Ini perahu satu lagi isinya Dana, Bintang sama Erwin

4. Ngemil
Nah ini satu lagi trait dari Pantai Biru yang bikin dia plus plus dibanding pantai lain di Kaltim, jualan cemilannya macam macam :D

Mulai dari pentol (goreng, bakar, kuah, yang dicampur telor), berbagai jenis es, berbagai jenis gorengan sampai ice creaaaaam. Yang jualan makanan gede kalah deh sama cemilannya. Sumpah saking semangatnya nyicip satu satu aku jadi lupa motoin haha. Trus ya walau ini objek wisata, tapi harganya normal banget dan enak enak juga. Kemaren aku makan pentol bakar, pentol kuah, pentol telor sama es oreonya (yang ini juara banget nih! Gak jauh dari gerbang pokoknya tempatnya). Tentu porsinya kecil kecil ya, yang penting coba semua aja >.<

Trus untuk menutup, sebelum pulang aku beli ice cream cone yang rasa coklat. Nah ini agak overpriced sih tapi tetap worth it lah, karena hari itu panas banget. Lagian jarang jarang aku ke pantai tapi pegangannya es krim :)

***

Selamat Lebaran bagi yang merayakan ya. Mohon maaf lahir dan batin. Keep blogging! :D

4 komentar:

  1. makan2 ama ngemil2 emang penting banget kalo lagi jalan2 :)

    BalasHapus
  2. Nah iya setuju. Tapi aku gak sejago Koh Arman yang bisa bikin foto2 makanan jadi ngiler-able gitu haha.

    BalasHapus
  3. Kemarin aku juga sempat ditipu daya sama Google Maps. Waktu itu kami mau ke Pantai Kemuning di Bangkalan, di keterangannya si cuma 1 jam-an perjalanan doang dari Surabaya. Eh ternyata nyampe 2 jam lebih, perjalanannya juga sudah kaya lagu ninja hatori -mendaki gunung lewati lembah- nggak karuan, jalanannya belum diaspal, banyak kerikil-kerikil, lewat gang-gang sempit. Pas pulangnya kita milih buat lewat kota, so far jalannya lebih mulus dan dekat banget.

    BalasHapus
  4. Aku juga pernah Dil waktu di Kediri. Malam2 dibawa ke jalur sawah yang minim penerangan pula haha. Safe to say, kalo mau pake Google Map baeknya di dalam kota aja kali ya :)

    BalasHapus