Sabtu, 11 Januari 2020

Kaleidoskop Film Indonesia x Dita Tahun 2019

Film Indonesia x Dita adalah ship paling sahih dalam 5 tahun terakhir. Dan bahkan di tahun ini resmi menggeser Kpop, karna aku jelas lebih concern baca baca di bidang ini dibanding di Kpop. Sumber informasi mulai dari Film Twitter macam Cenayang, Watchmen, Kak Djay. Trus media online Provoke (by Candra Aditya) hingga merambah ke Youtube melalui Cine Crib. Yang terakhir beda banget karna basic-nya aku suka baca, tapi yaaaa, namanya udah cocok sama gaya informannya ya jadi seru seru aja haha. Shoutout to Razak yang SELALU berhasil buat ngakak bahkan di saat lagi ngerasa patah hati parah :P


Ini aku backtrack akun akun mereka untuk data lebih akurat mengenai industri perfilman Indonesia satu tahun belakangan ini.

***

Film film paling disayangkan karna dilewatkan di bioskop :

- Kucumbu Tubuh Indahku
- Ave Maryam
- Susi Susanti : Love All
- 99 Nama Cinta
- Darah Daging
- Ambu
- Love For Sale 2
- Bumi Manusia
- Pretty Boys
- Rumput Tetangga
- Doremi and You
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Top three paling disayangkan adalah... Ave Maryam, Susi Susanti dan Ambu T_T




Selain list di atas juga melewatkan 27 Steps of May, Terlalu Tampan, Bridezilla dan Mantan Manten tapi untungnya udah ada di streaming service aja jadi kalau sekarang udah ketonton (dan bagus!!)


Aku juga melewatkan Antologi Rasa yang sebenarnya aku suka banget novelnya, tapi yaaa lempeng aja. Karna ga suka sama aktris pemeran utamanya wkwk.

***

Surprises of the year :

1. Sheila Dara
Kalau diranking paling suka dia di Bridezilla, Ratu Ilmu Hitam baru Eggnoid. Sungguh kemajuan akting dia dibanding terakhir aku liat di Sabtu Bersama Bapak.


2. Gina S. Noer
Tahun ini sembah banget sama Gina karna selain super produktif, semua juga sungguh sungguh berkualitas. Mulai dari Keluarga Cemara (duet sama Yandy yang juga ga kalah impresif di bangku sutradara), Dua Garis Biru (debutnya sebagai sutradara) dan ditutup dengan Bebas (duet sama Mira Lesmana, yang lentur banget skripnya sukaaaa)




3. Tema
Tahun ini, mulai dari tema jawara, religi, LGBT, mental health, MBA, bahkan kisah perampokan di bank juga ada. Hell, even horror pun dari yang tradisional sampai komedi juga ada (kudos banget sama Benedion, Ghost Writer is so satisfying!). Genre absurd macam Terlalu Tampan dan Eggnoid juga dihadirkan (could have been better for this one tho). Pokoknya tahun ini beragam banget untuk film Indonesia, meski tetep mayoritas yang semi FTV macam Mahasiswi Baru dan Wedding Agreement haha.


***

Most Overrated :
Perempuan Tanah Jahanam
Saking ga sukanya, aku bahkan ga masukin di list hall of fame-ku di Twitter wkwk. The last 30 minutes is a TORTURE

Tapi harus aku akui opening Perempuan Tanah Jahanam itu terbaik di 2019



Most Underrated :
SIN
I know the story is really shit but 1000000 for Mawar De Jongh. She's gonna be big I swear. Line "Aku ga mau pisah, Ga," itu sungguh.... :')


***

Untuk 2020, yang sudah pasti aku tunggu tunggu :
Abracadabra
Mekkah I'm Coming
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
The Science of Fictions
Milea : Suara dari Dilan
Ali dan Ratu Ratu Queens

***

Dari total 100an lebih film Indonesia yang tayang tahun ini, total aku udah nonton 23 film. Jauhhhh banget ya haha. 15 film nonton bioskop langsung, 3 saat hari premier dan 1 film ditonton dua kali. Sebuah pencapaian wow banget untuk seorang Fradita Wanda Sari, anak rumahan yang tinggal di Loa Janan. Dari semua film yang ditonton itu, maka ijinkanlah aku bikin list top 10 film favorit versi aku.

No 1 tentu DUA GARIS BIRU (Gina S. Noer) yang berhasil bikin aku nangis nangis berlinang air mata hampir sepanjang filmnya. Now available on iflix. Sisanya sih bebas, in no particular order.



Orang Kaya Baru (Ody C. Harahap)


Available on iflix

Paling notable tuh ceritanya yang orisinal dan tektokan dialognya yang asik. Emang ya bener kata Joko Anwar, skenario itu sungguh tulang punggung suatu film. Trus yang aku suka juga tuh akting Cut Mini dan Fatih Unru di sini.

Keluarga Cemara (Yandy Laurens)

Available on iflix

The whole movie is so wholesome I love. Ensemble cast terbaik, tapi personal favorit adalah Zara. Di sini dia bisa banget menghidupkan Euis sebagai karakter yang ga sempurna sebagai manusia, tapi sungguh mengundang simpatik. Semua lagu latarnya suka banget, terutama Karna Kita Bersama, baik yang versi BCL maupun Mhala Numata. Aku ingat habis nonton ini aku nangis ngejer setengah jam haha. 

Wedding Agreement (Archie Hekagery)

Available on iflix

Film gemes favoritku tahun ini, yang bikin aku kepincut banget sama Indah Permatasari. Filmnya cantik, padat, singkat. Sebagai adaptasi dari novel, pembuatnya jeli banget mengambil yang bagus bagus aja yang ada di dalam novelnya.

Mantan Manten (Farishad Latjuba)

Available on iflix

Aktingnya Atiqah bagus banget di sini ya ampuuuun. Trus ceritanya unik banget banget menurutku, plus eksekusinya ga kacangan. Women empowerment yang bener bener ga butuh cowok gitu loh. Ini angin segar buat aku yang hopeless romantic biar terbiasa ga baperan mulu haha.

Gundala (Joko Anwar)


Tek tokan dialognya suka banget (emang selalu jadi andalan tulisan Joko ya ini, di PTJ yang aku ga suka banget pun, tektokan dialognya tetap juara). Aku bukan orang yang biasa nonton film ginian, tapi surprisingly aku suka ternyata genre ini hehe. Paling memorable pas adegan Gundala versus Yayan Ruhiyan duh itu seru dan creepy banget!!

27 Steps of May (Ravi Bharwani)

Available on GoPlay

Tiga aktor utama (Lukman Sardi, Raihaanun dan Verdi Solaiman. Sorry Ario Bayu :P)  di film ini yaaa hands down, bagus banget!!! Baik adegan ga ada dialog (di sisi Raihaanun), maupun adegan yang penuh dialog (di sisi Verdi) semuanya tuh emosinya tersampaikan. Suka juga gimana alur film ini, roller coaster-nya dari awal, trus tengah, trus endingnya yang sangat rapi menutup ceritanya. Satu hal lagi yang paling aku suka : after effect nonton film ini yang gokil banget di aku. Karna ceritanya relatable, aku sampai dua kali mimpi buruk di hari yang sama. Nangis? Enggak loh, tapi sakitnya teringat kembali aja. Sekeren itu.

Bebas (Riri Riza)


Feel good movie banget aku sukaaaaa. Tektokan dialognya lentur. Semua cast (utama maupun cameo) bagus bagusssss ga ada yang ganggu sumpah. Penempatan musik yang cantik dan ciamik, bikin senang aja gituh. Trus poin plus karna aku ga pernah nonton Sunny, jadi aku ga ada perbandingan. Oh sama kudos sama terciptanya karakter Jojo yang unik nan relatable untuk kita semua. Dan untuk Baskara Mahendra dan Baim Wong yang sukses memerankannya.

Ratu Ilmu Hitam (Kimo Sitamboel)



To be honest, filmnya paling so so di antara yang lain di daftar ini. Tapi after effectnya sih yang wow banget di aku. Yang paling mencuri perhatian aku karakter Zara (yang lenjeh banget suka haha) dan Sheila Dara (yang misterius serem). Beberapa scene tuh cara ambil gambarnya keren. Trus credit akhir filmnya keren.

Imperfect (Ernest)



Film yang mengakhiri tahun ini dengan gemes. Aku pikir Reza udah paling gemes di Twivortiare, tapi di sini dia lebih gemssss lagi. Ceritanya relatable. Sudut pandang yang diambil mengenai woman empowerment-nya suka (meski masih ada kesan mengkotak kotakkan cewek cewek imo). Sentuhan komedi melalu geng anak kos suka banget (!!!)

***

Akhir kata, terima kasih 2019 untuk semua hiburannya yang menyenangkan. Semoga tahun 2020 lebih menyenangkan lagi amin. HAPPY NEW YEAR, GAES!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar