Sabtu, 13 Desember 2014

These Movies Define Me

Salah satu highlight tahun ini dalam kehidupan baca membacaku selain kehadiran buku Sabtu Bersama Bapak (this book is simply the best) adalah hadirnya Linimasa yang bikin tiap hari selalu ada materi untuk dimasukkan ke otak. Udah pada tau kan ya, jadi gak perlu kujelaskan lagi. Buat yang masih bingung silahkan klik di sini.

Nah kebetulan pas akhir tahun ini, Linimasa mengadakan kuis menulis berhadiah DVD film original. Wih. Mau juga dong ya aku ikutan dengan alasan :

1. Lumayan jadi ada bahan nulis blog dan jadi 'kewajiban' biar blog ini gak kosong mulu :D
2. Hadiahnya bisa jadi kado ultah buat seseorang
3. Hadiah satunya, rencananya, mau dijadikan hadiah untuk seorang idola yang udah lama gak kedengaran kabarnya

Oke intinya saya gak modal ya, ngincar hadiahnya biar bisa dikasihkan lagi ke orang lain. Haha. Tapi ya udahlah kembali ke nomor satu aja, yang penting nulis :D

Oke jadi peraturannya kita disuruh menuliskan tentang dua film paling membekas yang ditonton di tahun ini. Hmmmm, I'm not a movie lover to begin with, jadi setahunan ini aku emang gak terlalu banyak nonton film. Tapi berhubung aku lagi ada project ini juga jadi adalah beberapa kali nonton film. Dan so far, yang paling gak terlupakan adalah dua film ini :

1. Like Father Like Son


Udah pernah mempersembahkan satu postingan khusus untuk membahas film ini aja. Haha. Langsung aja klik di sini. Jadi intinya ya, aku nonton film ini Ramadhan kemaren, tengah malam. Dan menjelang ending filmnya aku nangis ngejer. Gitu terus sampe tidur. Besok paginya pas bangun aku.... nangis lagi.

Di Linimasa juga pernah dibahas tuh film film mengenai sosok ayah. Kalo gak salah yang nulis Mas Nauval. Nah dari sekian film yang disebutkan, sebagian udah aku tonton. Sebagian lagi aku sekedar tahu premisnya. Tapi jujur, tidak ada satupun sosok ayah yang aku kenal sehari - hari (abahku sendiri tentunya) yang dapat digambarkan dalam deretan peran di film film itu. Cuma lewat pemeran utama di film ini aku menemukan "abah". Menemukan karakternya, pilihan hidupnya, cara mencintainya. Nyaris mirip banget deh. Makanya dari film ini aku sadar kalo suatu film itu bisa menjadi forever favorite mungkin karna unsur personalnya.

Di tahun ini jujur hubunganku sama Abah lagi diuji banget. We were mad at each other. We had TWO big fights in a year, dan itu bikin sakit banget. Tapi setiap kali nonton ulang film ini, aku diingatkan kembali untuk mengerti setiap keputusan yang dia ambil. Kalo aku dan beliau memang berbeda, tapi that's okay and it should be just fine. Aku gak harus menjadi dia, dan aku gak harus menganggapnya sempurna hanya karna dia ayahku. Again, film ini personal banget buat aku, jadi mungkin gak semua akan ngerti apa makna dari ocehanku barusan. Haha.

Dari segi teknis sendiri film ini udah bagus banget kok. Jadi tonton aja ya. Thank me later :D

2. Ada Apa Dengan Cinta?


Oke, aku akui ini aib.

Jadi seumur hidupku, aku baru serius nonton film ini dari awal sampai akhir tanpa hilang fokus itu ya baru baru ini aja. Ya kali waktu filmnya pertama booming kan aku masih SD dan mana peduli nonton TV. Taunya main di sungai aja haha. Ceritanya, semenjak iklan LINE Reuni AADC rame, aku dan teman teman pun kejangkit virusnya. Kita jadi mempertanyakan purnama di Jakarta dan New York itu bedanya di mana yaaaa. Trus ada si Ilham deh yang download filmnya dan ujung ujung kita nonton bareng di kosku :D

Trus ya sukaaaaa banget. Sama referensi 90-annya yang kental. Sama buku curhat (walaupun aku masih SD, tapi aku bikin ginian juga loh dulu. Sama Via dan Yuli :p). Sama puisi Rangga di akhir cerita. Sama karakter geng Cinta yang membumi banget. Sama semua lagu soundtrack-nya yang bagus (Melly Goeslaw at her best). Sama dialognya yang sampai sekarang pun masih jadi inside joke anak Chess (angkatan kuliahku).

Later, karna kecintaan kami sama AADC ini, kami buat parodinya pas Malam Keakraban Program Studi. Ilham sebagai penulis skenario dan sutradara (nah nyata kan siapa yang paling kena efeknya dari AADC haha), deretan para dubber yang casting-nya serius banget dan dipikirin seluruh Chess haha (Rahmi sebagai Cinta, Kendar sebagai Rangga, Noli sebagai Alya, Aku sebagai Maura, Meitha sebagai Milly, Brena sebagai Karmen), Brena sebagai asisten sutradara, Kendar sang sound engineer dan para pemeran pas hari H yang tinggal komat kamit aja. You guys are awesome *emot lope lope*

Ini link Soundcloud buat yang mau dengar versi dubbing-nya. Videonya nyusul kalo ada kuota haha.



Ps, jangan kaget sama twist-nya ya. Haha.

***

Yak segitu dulu kali ya postingan ini. Jangan lupa buat ikutan kuis Linimasa juga. Tinggal bikin postingan di blog/note FB tentang dua film paling membekas yang kalian tonton tahun ini trus taruh deh link postingannya di sini. Deadline-nya sampai tanggal 14 Desember 2014 jadi buruan jangan ketinggalan :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar