Jumat, 26 April 2013

To Love A Lover Who Doesn't Love You

Pernah baca cerita di buku Marmut Merah Jambu-nya Raditya Dika yang tentang unrequited love?
Pernah baca buku Antologi Rasa dan mengikuti dinamika perasaan Harris, Keara atau Ruly?
Pernah melihat dari jarak dekat, seorang teman, mencintai teman lain, yang mencintai orang lain?
Atau mungkin malah pernah merasakannya?

Aku pernah.
Aku pernah suka sama seseorang dan beberapa kali harus menyaksikan sendiri gimana dia galau karena mencintai orang lain.
Aku pernah mencintai seorang pecinta, yang sibuk mencintai orang lain ketika aku juga sibuk mencintainya.
Pernah dengar lagu Terry yang judulnya "Kau Harusnya Memilih Aku"?
Nah begitu sudah rasanya, perasaan kita ikut tersayat ketika pecinta yang kita cintai hatinya tersayat. Dan kita tidak bisa melakukan apa - apa. Karena pecinta itu memilih yang bukan pecintanya, bukan kita.

Hari ini aku ada bilang sama Ayu, "Kepintaran juga kadang gak bagus, kalo gak pada tempatnya."
Dan hari ini juga, saat aku melihat teman temanku saling mencintai dengan arah arah yang salah, yang aku bayangkan adalah gimana sakitnya Ruly tiap hari harus mendengar curhatan Denise tentang suaminya atau Harris yang harus liat tatapan cinta Keara buat Ruly atau Keara yang selalu bisa melihat Denise di mata Ruly. Itu cerita gak jelas Denise, Harris, Ruly dan Keara cuma ada di buku karangan Ika Natassa, tapi aku hafal mati. Memori memang bisa membunuh kadang kadang.

Duh terlalu banyak yang mau dikatakan.

Intinya sih cuma pengen nanya aja. Kenapa sih cinta gak dibikin dua arah? Kita mencintai orang yang pasti akan mencintai kita balik. Ini dibikin satu arah. Dan seringnya orang yang kita cintai mati - matian, malah mencintai orang lain mati - matian. Dan orang lain itu tidak membalas cinta orang yang kita cintai kemudian kita harus menyaksikannya. Dia sedih, dia galau, dia luluh lantak. Kita menyaksikannya dan ketika kita mau menyelamatkan dia dari cinta sepihak itu, dia lebih memilih tetap bertahan dengan cintanya karna menurut dia itu yang benar. Memperjuangkan cinta yang dia punya. Seperti kita yang juga memperjuangkan cinta yang kita punya. Jahat banget ya hidup, rasa, keinginan, cinta. Semuanya jahaaaaat.

Ini seriusan bukan lagi curhat atau apa. I'm wayyyyy past that. Ini cuma buah dari terlalu banyak tahu, terlalu 'pintar', jadi kepikiraaaan aja, gimana perasaan cinta bisa membuat luka yang sebegitu dalam.

Unrequited love. Cinta yang tidak berbalas.

Bukan cuma pelakunya aja loh yang bisa sedih. Yang melihat pun sedih. Yang melihat dan tidak bisa berbuat apa apa. Karna memang cinta gak bisa dipaksakan. Gak dengan apapun, gak dengan materi, gak dengan tampang, gak dengan jaminan akan mendapat cinta yang lebih besar dari orang tersebut. Cinta itu misterius. Dan memang akan selalu begitu.

Sedih pokoknya sediiiiihhhhh.
Sedih aja lah.
Tuhan, sakit banget eh masalah beginian. Maaf ngeluh mulu tapi beneran sakit banget.
Untuk melihat maupun merasakan langsung, sakit banget aja.

People who love a lover who doesn't love you, just be strong. Just know that God loves you, in His own way :') :')

2 komentar:

  1. bener banget. seandainya aja cinta dibikin 'cuma 2 arah' kayak telepon rumah. nggak usah kayak hape-lah, biar ga ada yang ganggu. biar ga bisa disambung-sambungin ke orang lain :(

    BalasHapus
  2. Setuju banget deh, Nik. Entahlah, mungkin Tuhan punya alasan yang aku sendiri sampe sekarang gak tau juga :(

    BalasHapus