Minggu, 08 Februari 2015

Pertanyaan dan Jawaban

Given the choice of anyone in the world, whom would you want as a dinner guest?

Cristiano Ronaldo and Maria Sharapova ;)

Would you like to be famous? In what way?

Tentunya ya, siapa coba yang gak pengen terkenal in a positive way? Tapi keinginan ini gak sengotot dan semimpi jaman anak anak dulu haha. Aku pengen terkenal karna nulis buku. Atau blog ini dibaca dan dinikmati kayak orang menikmati blognya kak Arman. Yah pokoknya aku maunya sih terkenal karna tulisan tulisan aku gitu :D

Before making a telephone call, do you ever rehearse what you are going to say? Why?

Hell of course! Sebagai seorang introvert (or I think I am), aku tuh semacam butuh banyak dorongan dan motivasi untuk bisa berkomunikasi sama orang. Jangankan nelpon, sms dan chat pun begitu. Aku butuh mikir sekian kali untuk mengeluarkan apa yang ada di otak. Antara males karna itu bakal ngabisin energiku dan takut salah ngomong juga sih.

What would constitute a "perfect" day for you?

Kalo dijelaskan panjang lebar bakal banyak banget kriterianya hihi. Tapi kalo boleh memilih satu kriteria aja, hari yang "sempurna" buat aku adalah hari ketika aku punya me time, setidaknya lebih dari 18 jam. Jadi selama 18 jam itu, aku bakal sendiri dan bebas mau menentukan aku mau ngapain aja. Duh iya aku se-ansos itu hahaha.

When did you last sing to yourself? To someone else?

Untuk diri sendiri ya baru tadi sore. Biasa, kegiatan nyanyi rutin di kamar mandi hehe. Untuk orang lain, udah lumayan lama. Terakhir kali pas karaoke sama anak anak.

If you were able to live to the age of 90 and retain either the mind or body of a 30-year-old for the last 60 years of your life, which would you want?

Of course, the body. Pertama, seru banget gak sih walau usia udah tua tapi badan masih sehat dan kuat. Kedua, jujur aku sering banget mikirin transformasi pikiran aku dari awal umur belasan sampe sekarang udah mau 21 tahun. And it's always fascinating to see how much this brain grows. Bertumbuh dewasa itu menyenangkan. Dan aku pengen terus merasakan pertumbuhan itu selama mungkin.

Do you have a secret hunch about how you will die?

Buat aku, topik kematian itu sesuatu yang tabu untuk dipikirkan. If it will hit you, it will. Gak ada gunanya lah dibicarakan, not to mention serem juga. Tapi aku sedikit tergerak sih tiap baca speech Steve Jobs (my favorite thing to read!) di mana dia bilang kalo kematian itu emang nyata dan gak ada salahnya dibicarakan. Anyway, untuk menjawab pertanyaan awal, enggak, aku gak punya bayangan gimana nantinya aku bakal mati.

Name three things you and your partner appear to have in common!

Oke berhubung format aku jawab pertanyaan pertanyaan ini beda dari yang seharusnya, jadi aku modif aja ya jadi tiga kesamaan yang aku harapkan ada di my future partner.
1. Cinta yang sama besar
2. Selera humor (penting banget!!)
3. Value dalam hidup

For what in your life do you feel most grateful?

Jawabanku bakal terdengar boring dan basic banget. Tapi untuk bisa hidup sehat dan berada di Kalimantan, di Indonesia, aku sangat sangat bersyukur. Untuk bisa menjalani masa kecil di Loa Janan, menjadi komuter, tinggal di pusat kota, semua masa masa pertumbuhan itu membuat aku sangat bersyukur.

If you could change anything about the way you were raised, what would it be?

Haha jujur, banyak banget. Tapi kalo boleh memilih satu aku pengen dibesarkan dengan lebih "ditelantarkan". Diingatkan kalo aku gak kaya, dibatasi uang jajan, gitu gitu lah. Biar aku gak berasa jadi princess trus dan boros banget kayak gini :(

If you could wake up tomorrow having gained any one quality or ability, what would it be?

Kemampuan untuk bisa.... ngobrol nyaman sama manusia. Sumpah ya ini kelemahan banget. Gak peduli seberapa sukanya aku sama seseorang, untuk bisa ngobrol lama itu masih berasa kayak dipaksa. Ujug ujug aku pasti dikira sombong :(

If a crystal ball could tell you the truth about yourself, your life, the future, or anything else, what would you want to know?

This might sound cheesy, but I do wanna see my future husband, even right now. Penasaran aja orang kayak gimana yang mau menerima batu macam aku ini hehehe.

Is there something that you've dreamed of doing for a long time? Why haven't you done it?

Dari SMP, setiap kali aku dilanda stres gak jelas, aku biasanya rehat sejenak, nutup mata dan bayangin lagi di Kepulauan Derawan, Berau. Berenang di Danau Kakaban atau santai di dermaga Maratua Paradise Resort. Haha ngayal abis, tapi seriusan habis itu langsung rileks loh. Unfortunately, walaupun Derawan itu satu pulau sama aku, aku gak pernah benar benar ke Derawan. Mahal, jauh dan.... rasanya aneh aja kalo impian yang udah lamaaa gitu bakal tercapai. Takutnya gak sesuai ekspektasi. Jadi aku semacam "menyimpan" mimpi ini biar bisa terus didatangi kalo lagi stres.

What is the greatest accomplishment in your life?

Menyelesaikan SMA selama dua tahun di sekolah favorit. I know, super shallow but I can't help it :p Semoga nanti nanti bakal punya jawaban yang lebih kece lagi untuk pertanyaan ini. Amin :D

What do you value most in a friendship?

Chemistry? Haha. Mengutip Ika Natassa, ada beberapa orang di dunia ini yang pantas mendapatkan perhatian aku seutuhnya, no matter how annoying the could be, gak peduli jarak yang jauh atau jarang ketemu, gak peduli kadang aku gak nyaman sama mereka (aku emang gak nyaman sama semua orang haha). Tapi kalo hati aku bilang mereka pantas, ya mereka pantas. You know who you are :*

What is your most treasured memory?

Duh banyak abis!!!! Hidupku menyenangkan banget sih ya, jadi bingung sendiri ini pilih yang mana :P Oh iya, aku pernah bilang ini di challenge Instagram, kalo masa masa paling menyenangkan buat aku adalah masa SD. Masa gak ada pikiran, masa berteman sama anak anak paling kece se-Loa Janan, masa ikutan olimpiade di mana mana, masa di mana prestasi akademik dan kepopuleran diri ada di langit ketujuh (anjir lebay abis Dit -,- Eh tapi beneran haha)

What is your most terrible memory?

Aku ingat banget, pas SD, pas bulan puasa tepatnya. Aku kan sholat terawih di Mesjid Baiturrahman. Mesjid itu jaraknya sekitar dua kilo lah dari rumahku, lumayan jauh. Jadi biasanya aku diantar aja, trus ntar pas pulang aku ke tempat nenekku dulu di belakang mesjid baru diambilin. Tapi malam itu, tempat nenekku kosong. Kayaknya orang rumah pada keluar semua gitu. Jadi aku balik ke mesjid, tapi mesjid juga udah dikit orangnya. Teman temanku udah pada pulang semua. Ujung ujungnya, karna aku takut, jadi aku memutuskan untuk pulang sendiri aja. Mau naik taksi tapi gak punya uang. Jadi aku pilih jalan kaki. Aku pikir, sepanjang jalan bakal rame aja, kan daerah situ emang padat penduduk apalagi ini bulan puasa kan. Jadi ya udah, aku jalan sepanjang 2 kilo itu, lebih tepatnya aku lari sih karena takut :p Aku gak suka banget memori ini karena itu mengingatkan aku kalo aku pernah "sendirian" dalam arti gak ada satu pun yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri, dan hal itu emang menakutkan.

If you knew that in one year you you would die suddenly, would you change anything about the way you are now living? Why?

Ini udah jadi concern aku selama beberapa tahun belakangan ini. Aku pengen selalu sholat tepat waktu, gak ada alasan lagi. Udah itu aja.

What does friendship mean to you?

Seperti yang aku bilang tadi, hati aku punya caranya sendiri untuk menyeleksi mana orang yang mau aku perjuangkan dan mana yang enggak. Dan dengan memperjuangkan, maksudku adalah aku akan sebisa mungkin selalu ada buat mereka. Menemani makan, mendengarkan curhat, menjadi tidak tau malu, berusaha menjadi detil dan personal. Jadi buat aku pertemanan itu sama dengan effort. Kalo aku udah usaha, jangan ragu lagi, you definitely got my back ;)

What roles do love and affection play in your life?

Sebagai seorang batu yang harapannya ketinggalan di masa SD, aku tuh gak terlalu mementingkan kehadiran "love and affection" ini. But, once in a while, ketika "love and affection" itu menyapa aku dalam keadaan gak terduga, aku luluh aja gitu. Gampangan banget emang :p So for me personally, love and affection is a wake up call that I'm not alone in this crazy world.

How close and warm is your family? Do you feel your childhood was happier than most other people's?

To be very honest, no, they are not. Not that I hate it, it's just okay for me. At the end of the day, I know that they love me so much and it's good enough for me. Tapi aku merasa kalo masa kecilku membahagiakan banget deh. Secara aku belum pernah merasakan apa yang orang lain rasakan, maka bisa aku simpulkan kalo masa kecilku itu membahagiakan dibanding orang kebanyakan :D Good environment, good family, good friends, good grades yada yada :D

***

Ps, pertanyaan - pertanyaan diambil dari web loveactualized.com. Buka deh, konsepnya bagus :D Buat yang punya pasangan mungkin bisa difungsikan sesuai dengan seharusnya gak kayak aku haha. Kalo aku mah sengaja aja nyontek konsepnya biar ada bahan tulisan dan berasa lagi diwawancara... sama media asing :p

2 komentar:

  1. Hahaha, suka banget ama jawaban²mu, so natural..

    BalasHapus
  2. Wah thank youuuu. Interview bohong bohongan asal gini ada juga ternyata yang respon hehe.

    BalasHapus