Kamis, 12 Mei 2022

Ramadhan dan Lebaran

Pertama - tama, perkenankan aku mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri semuanyaaaa. Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman pembaca...

Seperti judulnya, aku mau bikin post yang bentuknya seperti photo essay untuk kapsul memori bagaimana aku menghabiskan bulan Ramadhan dan Lebaran di tahun 2022 ini. Ya secara garis besarnya lah ya. Mari langsung kita mulai!

Let's start with how I looked like a day before the holy month started :P

Ini kalau ga salah buka puasa hari pertama. Mamaku waktu itu buat Gorengan Platter gini yang jauhhh lebih keren dari gorengan platter kafe manapun. Semuanya enak *nangis

Fradita punya 1001 wishlist tempat makan dan GQ ini selalu jadi top list karna menunya banyak hihi. Senang banget Ramadhan kemarin ada promo diskon 25% jadi bisa traktir orang rumah makan fancy. Yang jadi star of the day tuh Truffle Pasta & Iced Popcorn Caramel Latte :9 btw, ini muka kita ga sengaja masuk jadi kontennya mereka hehe.

Nah kalau ini bukber sama si Debong, alias teman jalan dan foya-foya aku di hari biasa. Bulan Ramadhan kemarin kita beberapa kali buka di luar (ya, masih dalam rangka ngejar checklist tempat makan aku haha). Ini foto di Premium Palate yg instagrammable, star of the day sih Oriental Noodle, kopi rum dan chouxnya! Kenangan malam itu kita juga kebanjiran yang buat Deby harus nginap di rumahku dan kita malah jadi curhat2an sampai tidur jam 1 wkwk, padahal besoknya kita kerja :P

Awww sebulanan kemarin juga aku dibikin bahagia banget sama series Pachinko ini, terutama 3 episode pertama yang menurutku perfection after perfection. Dari segi akting, storytelling, pacing, production design, semuanya perfect monangesss. Pokoknya sebisa mungkin nonton 8 episodenya ya teman-teman, please ini tuh bagus banget T_T

Sama Sparkle gengsss, banyak yang berhalangan (including you, Dila, kalau baca ini wkwk). Senang banget catching up with my brightest gals, gosipin satu Samarinda. Cobain tempat baru pula ya kan di Meat Love. Trus habis itu aku jalan sama Elsa juga ke Gramed (duh tipikal waktu SMA kan kalau ke mall ya ke gramed :')) dan aku beli buku Ika Natassa terbaru, yang syukurnya, aku suka. Waktu itu jalan Minggu malam tapi ga berasa cape menyambut Seninnya.

Ini bukber keluarga disponsori pengantin baru yang adalah adikku sendiriiii. Asik AYCE. Tempatnya instagrammable juga. Highlightnya pas aku sholat maghrib karna ternyata musholla di Mesra tuh jauh dan oldies banget, walau jujur cantik :') Tapi serem, beneran :')

Buka bersama teman-teman kantor (sekali-kali ya spill kerja di mana hehe)

Nah kalau ini bukber sama teman-teman Damai yang diniatin di weekdays. Tentu saja aku bukanya pakai Starbucks dulu, sholat maghrib dulu, baru late dinner sama mereka di Solaria.

Senang sekali Ramadhan tahun ini berkesempatan coba ganja dan bumbu hitam ini di saat bersamaan. Endeus benerrr, pantes warungnya ramai. Murah pula dan nunggunya ga terlalu lama. Ini lokasinya di Cendana ya namanya Ayam Bebek Ganja Bumbu Hitam Bang Zack.

Nyobain Ganja itu sama sepupu aku, pasanganku nontonin film horor hehe. Pokoknya kalau ada film horor high profile aku pasti langsung ngajakin Faza ini. Coba tebak kita nonton apa?? Yap betul KKN di Desa Penari!! Hari pertama karna kebetulan waktu itu dah libur dari kantor jadi bisa nonton siang, dilanjut nonton Gara-Gara Warisan setelahnya. Nyoba bioskop baru juga di Mall City Centrum. Seru banget lah hari itu, nonton film2 bagus, foto2 di mall instagrammable dan ditutup buka puasa di tempat makan yang baru dan okeeee.

Nah ini wishlist nomor satu aku tahun ini. Alhamdulillah banget sama Tuhan dikabulin makan di sini. Mostly makanannya B aja sih, tapi takjub sama variannya karna banya bangettt. Favorit aku mihunnya, sushi yang pakai grilled chicken, siomay sama kolaknya. Lapis surabaya juga enak tapi perut dah begah banget pas makan ini :')

Another sepupuan time!! Kali ini dari pihak Abah aku, dan dadakan banget, habis buka diajakin, 15 kemudian langsung dah di jalan haha. Jalan sama Dia, Eva (yang lagi mudik dari Solo) dan Aya. Seru banget keliling Big Mall window shopping dan ditutup minum Teh 2 Daun andalan hehe.

My mom's prideeee. Aku gabung karna aku mau ambil yang aku suka-suka aja hehe. Buras dengan serundeng daging, dicampur dengan bakso dan tahu bakso. So yum,,, you gotta try it for yourself~

Liburan dalam rangka cuti bersama yang sangat panjang~ H+2 kita ke Batulicin via Tana Grogot. Kuliner sih B aja, tapi pemandangannya luv ya (suka aku tuh pantai2 di Pagatan dan Kotabaru!) dan jadi bisa icip icip hotel yang sekarang udah beragam banget di sana. 

Kalau foto sebelumnya di Batulicin, ini di Kotabaru, tepatnya di Siring Laut Kotabaru. Equal sama Tepian Mahakam tapi imo lebih inklusif (which is good!).

Foto ini diambil karna gemes sama barang-barang di minimarket lokal Kotabaru. Definisi bahagia itu sederhana ala aku. Akhir kata, semoga mentalitas ini bisa tetap lestari yaa.

Jauh kota di Irian Jaya,
Indah sungguh cendrawasih.
Cukup sekian dari saya,
Untuk perhatiannya, terimakasih.

Sabtu, 09 April 2022

Aku dan baju jalanku yang itu-itu saja...

Intinya sih mau pamer, udah jalan kemana aja selama ini hehe.

Jogjaaaaa, the popular Malioboro street

Beras Basah, Bontang. Lagi-lagi di sudut paling terkenalnya, si mercusuar

Ini kalau ga salah di Jatim Park, Malang 😀

Pantai Pamedas di Samboja yang banyak jajanannyaaa

Tangerang, Banten tepatnya di gudang Ikea wkwkwkw. Oh me and my odd travel destinations :P

Kelenteng/vihara tertua di Singkawang. Posisi muka gosong banget karna berani-beraninya keliling Singkawang ga pakai sunblock haha.

Ps, photo essay is so much fun!! I should do this more often.

Sabtu, 26 Februari 2022

Pindah Pindah Hotel

Agenda utama hari ketiga adalah pindah hotel yang mana ternyata ribet dan sangat money consuming T_T

Tapi gimana ya nafsu coba coba hotel sebanyak mungkin sangat menggelora (and I save the best for the last!). Aku total ke 4 hotel dengan karakteristik berbeda-beda. Yang pertama, yang sudah kureview di 2 postingan sebelumnya, Wonderloft Hostel. Dari namanya aja hostel ya berarti ini budget lah ya, tipe kamarnya dormitory yang box gitu. Sungguh ga disarankan buat yang fobia sama ruang sempit. Tipe penginapan yang disukai bule, terutama karna lokasinya di tengah Wisata Kota Tua. Disukai sama anak muda juga pastinya karna instagrammable abisss.

Di depan Wonderloft persis ada Indomaret. Penting banget.

Yang kedua dan ketiga jujur lupa namanya wkwk. Yang kedua ini judulnya Guesthouse dan lokasinya in the heart of SCBD, karna akoh mau nyoba hidup menjadi warga SCBD hahaha. Jenisnya juga dormitory tapi lebih manusiawi, dia pakai bunk bed biasa bukan kotak-kotak gitu. Beruntungnya aku 2 malam di sana sendirian, jadi ga berasa di dorm haha. Dia guesthouse syariah, dan sepertinya jadi favorit banyak warga timteng ya karna mba resepsionis fasih bahasa Arab.

Pemandangan dari jendela kamar hotel kedua

Nah yang ketiga adalah hotel jaringan Airy dan bagusss. Lokasi dekat sama GBK, bener bener within walking distance. Pertimbangan tentu karna agenda utamaku mau nonton konser di Tennis Indoor Senayan, jadi aku pilih yang paling dekat tapi harga masih terjangkau. Dan bener bener ga rugi karna malam itu kita pulang jalan kaki aja donggg hehe. Lokasi juga oke banget karna di depannya persis ada Alfamidi dan warung Makanan Padang.

Keempat aku pilih airbnb yang tetap di tengah kota tapi lebih secluded tempatnya. Aku cuma semalam di penginapan terakhir dan udah ga ada agenda kemana mana lagi makanya temanya staycation hehe.

Sneak peek untuk hotel keempat!

Oke kita kembali ke hari ketiga, di mana aku lagi lagi bangun pagi hehe. Sarapan, trus cus ke agenda pertama yaitu menjelajah museum di Kota Tua. Di antara banyak pilihan aku konsisten pilih yang berhubungan dengan Seni yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Review untuk lokasinya sih jujuuuur ga terawat T_T Di beberapa sudut berdebu dan di beberapa bagian entah kenapa lightingnya ngaco banget gelaaaap. Kalau aku bandingkan sama Art1 atau Galnas mah jauh ya T_T Museum trip kemarin terbantu menjadi menyenangkan karna ada pameran lukisan tambahan di bagian lain dari museum yang mana aku suka suka bangettt. Oh iya untuk tiket masuk jujur aku lupa bayar atau engga, tapi kalaupun bayar murah banget kayaknya. Less than 10k.

Karya lain dari Cakmin Mustamin yang kusukaaa

Minta difotoin mba2 sesama pengunjung museum hehe

Setelah itu awalnya ga niat ke museum lain, tapi entah kenapa langkah kaki membawa ke Museum Sejarah Jakarta yang berdiri megah di jantung Lapangan Fatahillah. Biaya masuk juga murah banget atau malah gratis gitu, lupa. Lucunya pas aku ke sana barengan sama rombongan anak TK jadi auto kawaii vibe-nya hehe. Museum ini jauh lebih terang dan bersih dibanding Museum sebelumnya. Setelah itu matahari udah mulai terik dan aku memutuskan mau nongkrong cantik di sebuah coffeshop.

Museum Sejarah Jakarta

Setelah ngopi bentar, aku balik ke hostel buat checkout. Nah ini bencana pertama di mana aku menyadari kalau berpindah tempat naik mobil (at any place) tuh ga murah wkwk. Dan sedihnya lagi walau dikata penginapan selanjutnya lokasi di SCBD, ternyata lokasinya di gang kecil. Ini yang aku kurang riset nih huhu. Jadi lebih lebih takut pulang kemalaman deh buat malam malam selanjutnya. Well btw, aku check in ke hotel kedua, terus langsung keluar. Rencananya siang itu mau nukarin tiket fisik di booth sponsor di Senayan Trade Center.

Sebelumnya makan siang di warung kaki lima dekat penginapan situ. Karna lokasinya dekat dengan gedung gedung kementerian, jadi ada satu pojokan kuliner yang penuh sama pegawai dengan berbagai macam pilihan makanan. Aku pilih sate tentunya hehe. Trus jalan lewat tembusan untuk ke jalan raya lewat Kementerian Riset dan Teknologi kalau ga salah. Itu weekdays ya jadi seru lah sambil liat liat orang kantoran lalu lalang. Salah satu keuntungan kerja remote area nih bestie, liburnya beda sendiri. Trus jalan kaki jauhhhh banget (sekitar 1/2 kilo) untuk ke halte Transjakarta terdekat yaitu Halte Sarinah.

Walau cape buanget tp hepiiii karna pemandangan yang begini yang dicari hehe

Rute ke Senayan dari Thamrin ini gampil banget aku liat di google maps. Senang deh. Sekitar 15 menit kemudian turun ke halte yang paling dekat sama STC. Sat set ke tempat penukarannya, sebelumnya ke Snappy dulu untuk print beberapa dokumen. Setelah itu langsung pulang karna mau siap-siap malamnya ketemuan sama teman SMA. Ketemuannya di salah satu mall dan aku terpaksa naik gojek karna penginapan ini ga friendly buat keluar malam huhu T_T

Malam itu aku pakai office look tapi sepatunya kets biar cosplay jadi mba mba SCBD yang nongkrong after office hours :P

Receh bangetttttssss tapi aku suka wekkk

Definisi good food good mood

Selalu seru ngobrol sama Wanda dari jaman kita masih seragaman sampai kembali bertemu dengan office look masing-masing. Malam itu kita ngobrol sampai jam 9an deh. Trus kita pisah di ruang gedung dan Wanda masih nungguin aku sampai aku dapat gojek huhu baik banget, makasih ya Waaan, udah ditemanin nongkrongnya.

Oke sekian cerita hari ketiga!

Ps,
Cerita hari pertama bisa dibaca di sini
Cerita hari kedua bisa dibaca di sini

Selasa, 15 Februari 2022

Jakarta Di Mata Fradita

Welcome to Day 2!!

Karna ini jalan suka suka ala aku, jadi itin dibikin super woles. Tapi tentu saja ya, karna hamba excited ujung ujungnya tetap bangun sepagi mungkin wkwk. Dan pagi itu nyempetin keliling hostel yang sepi buat foto fotoooo.

Communal space yang pagi itu masih sepiii


Bed aku yang walau seadanya tapi tetap nyaman

Habis itu menyantap sarapan jatah dari hostel, toast doang sih sama susu tapi cukup lah ya. Pas sarapan itu semeja sama mbak2 dari Chile dan ngobrol deh. Trus sedihhhh ternyata bahasa Inggrisku ga sebagus yang aku kira hahaha.

Wonderloft 80% isinya bule jadi ya harus selalu siap keminggris

Trus aku keluar deh keliling bentar mengagumi arsitektur Kota Tua di sekitaran hostel, jalan kaki menuju Stasiun Jakarta Kota. Aku udah pernah dua kali ke daerah sini, tapi baru kali ini jalan sendirian dan fokus liat pemandangannya dan aku suka bangettt huhu. Semoga sampai kapanpun daerah sini selalu dijaga keasriannya.

Salah satu landmark paling terkenal, Toko Merah


Aku si anak Kabupaten yang suka sekali suasana stasiun

Agenda utama hari ini adalah ikutan Jakarta Walking Tour yang mana aku udah reservasi untuk ikutan trip ini beberapa hari sebelumnya. Rute yang aku ambil adalah Wisata Kota Tua. Tempat ketemuan pertama di Starbucks Jakarta Kota trus kita keliling wisata Kota Tua, naik angkot ke Pelabuhan Sunda Kelapa dan diakhiri dengan minum jamu di Acaraki. Trus masih lanjut after party di Ragusa. Lots of talking and walking obviously. Btw, trip ini pay as you wish yaa, penyelenggaranya dari jktgoodguide (mereka punya beragam rute yang seru, silah cek IG-nya yaa).

Rombongan sirkus hari itu. Karna ada 2 bule, keminggris lg kitaaaa.

Setelah rombongan bubar, aku naik Gojek dari Ragusa buat ke Art 1 : New Museum. Itinku basically itin ngaco aja alias jalan sesuai mood. Tapi sebagai ratu riset, aku udah ngincer beberapa art space di trip kali ini. Nah entah kenapa siang itu aku memutuskan buat ke sini instead of Galnas or Museum Macan. Yang mana beneran ngaco karna di antara 3 itu, Art 1 ini yang bayarnya paling mahaaaal haha. Nyesal sih engga karna isinya bagus bagus banget T_T Btw, museumnya sepi pi pi karna weekdays jadi aku keliling mostly sendirian, kecuali ada beberapa waktu yang ditemani satpamnya hehe.

Koleksinya lengkap dari karya seni 2D, 3D. Tempatnya bersih dan adem.

Salah satu lukisan favoritku. Pokoknya semakin realis aku makin suka.

Dari situ aku kembali mengandalkan Gojek untuk ke stasiun KRL terdekat. Cieee udah makin jago nih ceritanya membaca rute hehe. Tapi sebelum itu aku iseng late lunch ke Kwetiaw Sapi Mangga Besar 78. Verdict? Aku ga suka huhu. Tapi vibe warungnya yang pecinan gitu aku suka bangaaaat.

Trus naik KRL dari Stasiun Mangga Besar ke Jakarta Kota, yang mana beberapa kali transit dan transitnya cape banget hadehhh. Salut dah sama Jakartans, sungguh. Nyampe masih terang jadi sisa hari mau dihabiskan jalan jalan aja ke Lapangan Fatahillah yang ramai sekali sore itu. Ndilalah, di depan sebuah gedung lagi ada pameran lukisan. Ih gemesss, aku kan baru menyadari ya kalau aku suka juga liat seni lukis (dulu aku mikirnya aku suka seni kontemporer aja karna unik hehe) jadi muterin di situ. Mau masuk ke museumnya (Museum Seni Rupa dan Keramik) tapi ternyata udah tutup.

Booth favoritku, pelukis dari Klaten

Detilnya gokiiil

Kalau ini mainnya di perspektif. Cakeup!

Tentu saja si penakut ini sebelum maghrib sudah sampe hostel lagi hehe. Ga makan malam lagi karna tadi lunch-nya kesorean. End of Day 2!

Cerita hari pertama pertama bisa klik di sini.

Minggu, 13 Februari 2022

My First Solo Trip!

Tapi bukan ke Solo yaaaa.

...

Hehe belum apa apa udah dibuka dengan joke bapack bapack. Hari ini karna agak luang mau berceritera soal pengalaman solo trip ke luar pulau pertama aku. Walau sebenarnya kalau dipikir sih aku udah pernah solo trip juga tahun 2016 waktu 1 1/2 bulan di Pare, tapi itu lebih ke homestay kali ya. Kan stuck di satu tempat aja dan tujuannya pun belajar. Nah solo trip yang mau aku ceritakan di sini lebih ke liburan aja gituuuu. Tujuan utamanya sih nonton konser Winner, tapi karna sudah berduit (wkwk) dan kebetulan ada cuti jadi aku stretch jadi semingguan dengan rute sesuka hati. Oh the joy of a solo trip.. *mata berkaca-kaca*

Beberapa highlight dari trip ini adalah naik transportasi umum, ke art space dan pindah pindah hotel. Alias hal-hal yang ga pernah kulakukan kalau jalan sama keluarga hehe.

Oke mari kita langsung ke cerita hari pertama. Aku berangkat lewat Balikpapan penerbangan siang. Nyampai di Jakarta juga masih siang dan aku yang senewen ini takut mau naik bis/gocar gitu, jadi aku pilih pesan di Gojek tapi pilihan taksi argo. Dan pas bayar kaget sendiri karna mahal juga yaaaa X_X Sungguh ini solo trip kelebihan duit jadi tidak ada perencanaan finansial yang mana bikin trip ini jadi super boncos untuk hal-hal yang gak perlu.

Outfit Orang Tanpa Derita (referensi dari novel Home Sweet Loan hehe) hari pertama

Hari itu aku drop barang dan check in di hotel pertama, Wonderloft Hostel yang lokasinya di Kota Tua. I'll give this one 4,5/5 rating karna ok banget lokasinya, within walking distance ke Stasiun Jakarta Kota. Ada Indomaret persis di depan. Hotelnya bersih, showernya kencang dan bahkan dapat sarapan (walau cuma roti dan susu) dengan rate yang masuk akal. Anyway, habis itu langsung cus ke Ikea. Hehe art space pertama kitaaaaa.

Kamar mandi komunal Wonderloft yang sungguh recommended

Ikeaaaaa

Ya versi lebih gedenya Ace Hardware & Informa lah ya, ga segitu wownya juga. Highlight buat aku justru lunch-nya hehe. Sebagai first timer tentu aku cobain the most famous one, Swedian Meatballs. Enak, tapi B aja karna aku ga suka mashed potato-nya. Trus ada comot Kroket Udang dan ini yang enak bangettt. Banyak banget sih yang masih pengen dicoba, next time masih mau lagi ke Ikea buat makan makan hehe. Terakhir aku makan dessert chocolate ice cream yang enak banget huhu bahagia!

What I ate that day

Pulang dari Ikea adalah momen bersejarah karna aku mau naik KRL untuk pertama kalinya!! Yay!!!

Karna stasiun terdekat terlihat lumayan jauh (cek ginian aku pakai Google Maps btw), aku pesan Gojek aja. Trus ternyata beneran jauh dan kita tuh lewat jalan kampung yang mana menurutku mirip banget sama setting film Preman Pensiun gitu. Nah akhirnya sampailah kita di stasiun dan karna ini belum rush hour jadi rute pun masih lengang. Verdict nyobain KRL seruuuuu. Hehe. Nyampe Jakarta Kota udah gelap, dan aku pun jalan cepat ke hostel karna si cemen ini senewen kan kalau jalan sendiri takut kenapa-kenapa.

Monas dari dalam KRL

Eh tapi sempat berhenti di depan Museum Bank Indonesia buat makan siomay di gerobak yang mangkal di sana hehe.

First dinner of the trip!

End of Day 1!!