Minggu, 15 Februari 2015

Aku, Kanker dan Anak Indonesia

Aku punya kenangan pahit tersendiri mengenai sepak terjang penyakit mematikan itu.

Adik sepupuku, almarhum Abi, adalah satu dari anak Indonesia yang pernah mengidap kanker dan gak bisa bertahan. Dia meninggal di usia yang masih sangat muda, baru enam tahun. Adik sepupuku itu kebetulan cuma beda empat hari lahirnya sama adek aku si Dana. Jadi setiap mengenang dia selalu bikin hati aku ngilu. Kasus menyedihkan itu, bisa sedekat itu dan senyata itu :(

Belum lagi kenyataan kalau perjalanan Abi dan penyakitnya lumayan panjang. Satu hal yang membuat luka itu semakin menancap dalam di hati keluarga besar kami. Abi sempat dirawat di Balikpapan hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta. Kami cukup beruntung waktu itu karna pamannya Abi berprofesi sebagai dokter juga di Jakarta dan cukup berada sehingga seluruh biaya perawatan beliau yang tanggung. Tapi bahkan untuk meng-cover biaya yang lain keluarga acilku cukup kewalahan :(

Dan itulah mengapa hati aku bisa tiba tiba merasa kosong kalo tau anak kecil ngidap kanker.

Dan itulah juga kenapa aku mendukung sekali sama gerakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia atau disingkat YPKAI. Aku udah tau sepak terjang organisasi ini sebelum kasus Abi karena salah satu foundernya emang blogger idola aku gitu kan. Tapi jadi lebih aware lagi setelah adanya kasus Abi dan menyadari betapa "dekatnya" aku sama penyakit itu. Aku terutama suka sekali sama pesan yang dibawa, yaitu memberikan dukungan biaya maupun moril kepada korban dan keluarga serta sosialisasi mengenai betapa mahalnya penyakit ini (saking mahalnya sampai bisa memecahkan sebuah keluarga loh seriusan) kepada orang lain yang mampu dan mau membantu. Untuk lebih lengkapnya tentang yayasan ini dapat dilihat di sini. Sepak terjang, rangkaian kegiatan yayasan (salah satunya Shave For Hope yang lumayan dapat buzz dimana mana itu) sampai laporan keuangan dapat dilihat di situsnya.

Aku juga suka gimana yayasan ini memberikan beberapa pilihan membantu. Mulai dari membantu dana. Membantu tenaga untuk menemani adek adek itu di RS. Dharmais yang jadi pusat perawatan kanker di Indonesia. Hingga membantu waktu dengan menyebarkan awareness mengenai penyakit ini kepada orang orang terdekat, dari mulut ke mulut maupun melalui media blog seperti yang sedang aku lakukan ini.

Untuk yang punya niat membantu dana bisa menyetorkan uangnya langsung ke :

  • MANDIRI Cab. Rumah Sakit Kanker Dharmais a/n Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia No Rekening 117.000.160100.4
  • BCA Cab. Wisma Asia a/n Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia No Rekening 0844287778
Informasi lain mengenai yayasan ini bisa diakses melalui :

Sekretariat YPKAI
Pondok Pinang VII No.3B
Website: www.ypkai.or.id
Email : ypkai_c3@yahoo.com, Facebook : YPKAI Pita Kuning, Twitter : @ypkai_c3

Jadi, jangan ragu lagi dan pilih jalan kalian masing masing :)

Semoga dengan meningkatnya kewaspadaan kita sama penyakit ini membuat semua pengidap dapat terdeteksi sedini mungkin. Semoga dengan meningkatnya kepedulian banyak pihak juga membuat beban para penderita dan keluarga dapat sedikit terhapuskan, financially and mentally.

Selamat Hari Kanker Anak Internasional.

Selasa, 10 Februari 2015

My Future Wedding Songs

Sebenarnya udah lamaaaa pengen nulis daftar lagu lagu romantis favoritnya akuh di sini. Terinspirasi dari postingan blog cewek kece ini dan satu post di Instagram @thebridedept. Eh pas kebetulan juga kemaren sempat jatuh cinta lumayan dalam dan lagi menulis cerpen tentang seorang cewe yang juga jatuh cinta lumayan dalam (kode maksimal). So here we go, off to the list! Daftar lagu lagu paling romantis sepanjang masa yang harusnya sih wajib dinyanyikan di setiap acara kawinan. Or at least, di kawinanku nanti, wajib dinyanyiin lah pokoknya, wajib!

1. Be The One - Jeff Barnet


Lagu yang juga jadi OST Drama Korea Fated to Love You ini liriknya full english kok, gak ada hangul hangul yang memusingkan itu hehe. Sukaaaa banget sama keseluruhan liriknya yang manis kayak gulali :D Belum lagi ditambah sama suaranya Jeff Barnet yang manis kayak madu itu. Haha sumpah ya tiap dengar lagu ini langsung senyum dan merasa dicintai. Sumpah, lagu ini punya efek segitunya sama aku. I really love how this song represents the love, gak maksa, gak egois, rada abstrak, pokoknya mirip aja gitu dengan definisi aku pribadi tentang cinta itu sendiri *ea, baper, hahaha* :))


Favorite part :
"You took my heart so unexpectedly. Who knew that you would be the one? But I always knew that there was something special 'bout you. From the day that you walked into my life."

2. Thinking Out Loud - Ed Sheeran

Salah satu alasan utama suka lagu ini adalah vokal Abang Ed yang crystal clear banget. So lovable! Tapi nuansa lagu ini secara keseluruhan emang manis banget maaaak. Berasa dicintai banget deh tiap dengerinnya. Meski aku gak sepenuhnya memahami isi lagu ini tapi aku bisa merasakan cinta yang meluap luap tiap dengarnya haha ape kata lo dah Dit. Pokoknya lagu ini jadi wedding song, wajib! Gak peduli mainstream atau gimana.


Favorite part :
"But baby now, take me into your loving arms, kiss me under the light of the thousand stars, place your head on my beating hearts, thinking out loud."

3. Bila Nanti Kau Milikku - Naff

Buat aku pribadi, lagu romantis itu gak musti yang liriknya puitis njlimet dan penuh makna tersembunyi gitu. Yang gamblang pun okelah asal tetap manis. Salah satunya lagu ini. Lope lope in a very simple way :)


Favorite part :
"Kubahagia bila ragamu di sampingku. Kumerasa tenang bila tanganmu memelukku."

4. Never Seen Anything "Quite Like You" - The Script

Setelah deretan lagu galau yang menemani aku melewati masa remaja, The Script berhasil membuat aku merasa berharga dan begitu dicintai di lagu ini. Ya ampun, ini wajib banget pokoknya jadi my ultimate wedding song! Setiap bagian liriknya begitu menyentuh hati aku yang terdalam huhuhu. Pengen dicintai sebegitunya nah pokoknya. Dengerin lagu ini sampe sejuta kali gak bakal bosan kali ya haha (terutama bagian reff!).


Favorite part :
"I've seen you in jeans with no make-up on. And I've stood there in awe as your date for the prom. I'm blessed as a man to have seen you in white. But I've never seen anything quite like you tonight."

5. I Knew I Loved You - Savage Garden

I know, this song is super duper cheesy but I just can't help it. Selalu senyum senyum sendiri kalo ngedengerinnya :) Iramanya yang simple, liriknya yang manis tapi berkelas dan gak kampung sama sekali, this song just can't be missed from the list.


Favorite part :
"Maybe it's intuition. But some things just don't question. Like in your eyes, I see my future in an instant. And there it goes, I think I found my best friend."

6. Not A Bad Thing - Justin Timberlake

Lagu yang paling bisaaaa buat aku merasa dicintai. Rasanya emang lagu ini diciptain buat aku sendiri deh haha. Personal banget emang. Setiap liriknya, nyentuh banget dah ah. Bikin baper banget. Impian banget deh suatu saat ada cowok yang mau merepresentasikan seluruh bagian lirik ini ke batu macam aku. Dan ketika saatnya tiba, lagu ini wajib ada di pernikahan kami berdua :))


Favorite part :
"But I can be that guy, to heal it over time, and I won't stop until you believe it, cause baby you're worth it"

7. Everything Has Changed - Taylor Swift ft Ed Sheeran

Aku suka banget gimana lagu ini menggambarkan proses jatuh cinta sebagai sesuatu yang simple, sedikit abstrak dan tentunya menyenangkan. Ah iya, dan cinta itu candu. Dengerin aja reff-nya :D Pokoknya aku setuju banget sama gimana penggambaran cinta di lagu ini. Dan aku sih maunya "digapai" gitu juga kayak di lagu ini hehehe.


Favorite part :
"All I know is you held the door. And you'll be mine and I'll be yours. All I know since yesterday is everything has changed."

8. Mine - Petra Sihombing ft Ben Sihombing

Lagu santai dan manis ini emang paling pas dah jadi lagu kondangan. Melodinya simple banget dan enak banget buat dibikin sing along. Walau liriknya semacam fantasi gitu hehe. Heart it!


Favorite part :
"Cause everytime you're by my side, my blood rushes through my veins. And my geeky face, blushed so silly yeah, oh yeah"

9. I'll Make Love To You - Boyz II Men

Iyeeee, lagu ini lebih ke arah cabul ya emang. Tapi kalo nikah kan liriknya relevan banget gimana dong. Trus suaranya Boyz II Men ini emang keterlaluan indahnya. Harmonisasinya juara!!! Love every part of the song. Lagu manis nan seksi ini wajib ada lah ya haha.


Favorite part :
"Girl your wish is my command. I submit to your demands. I'll do anything, girl you need only ask."

10. XO - John Mayer

Jauh lebih suka versi John Mayer. Sorry ya, Beyonce.

Feel aku dengerin lagu ini mirip kayak aku dengerin Thinking Out Loud, gak begitu mengerti lagunya, tapi rasanya hangat aja gitu pas didengerin. Lagunya manis dan akunya jadi merasa dicintai :))

Favorite part :
"In the darkest night hour, I'll search through the crowd. Your face is all that I see. I'll give you everything. Baby, love me lights out."


***

Ps, many many more songs to come in this topic yaaaa. Hihihihi. I'm such a hopeless romantic indeed. Tapi aku beneran pengen berbagi kebahagiaan nah. Karena aku yang jomblo 20 tahun aja jadi merasa dicintai tiap dengar lagu lagu tadi. Jadi kalo kalian nyasar ke blog ini karena lagi cari obat patah hati atau kalau ada yang sesama jomblo 20 tahun juga, semoga kalian jadi merasa lebih baik ya.

Minggu, 08 Februari 2015

Pertanyaan dan Jawaban

Given the choice of anyone in the world, whom would you want as a dinner guest?

Cristiano Ronaldo and Maria Sharapova ;)

Would you like to be famous? In what way?

Tentunya ya, siapa coba yang gak pengen terkenal in a positive way? Tapi keinginan ini gak sengotot dan semimpi jaman anak anak dulu haha. Aku pengen terkenal karna nulis buku. Atau blog ini dibaca dan dinikmati kayak orang menikmati blognya kak Arman. Yah pokoknya aku maunya sih terkenal karna tulisan tulisan aku gitu :D

Before making a telephone call, do you ever rehearse what you are going to say? Why?

Hell of course! Sebagai seorang introvert (or I think I am), aku tuh semacam butuh banyak dorongan dan motivasi untuk bisa berkomunikasi sama orang. Jangankan nelpon, sms dan chat pun begitu. Aku butuh mikir sekian kali untuk mengeluarkan apa yang ada di otak. Antara males karna itu bakal ngabisin energiku dan takut salah ngomong juga sih.

What would constitute a "perfect" day for you?

Kalo dijelaskan panjang lebar bakal banyak banget kriterianya hihi. Tapi kalo boleh memilih satu kriteria aja, hari yang "sempurna" buat aku adalah hari ketika aku punya me time, setidaknya lebih dari 18 jam. Jadi selama 18 jam itu, aku bakal sendiri dan bebas mau menentukan aku mau ngapain aja. Duh iya aku se-ansos itu hahaha.

When did you last sing to yourself? To someone else?

Untuk diri sendiri ya baru tadi sore. Biasa, kegiatan nyanyi rutin di kamar mandi hehe. Untuk orang lain, udah lumayan lama. Terakhir kali pas karaoke sama anak anak.

If you were able to live to the age of 90 and retain either the mind or body of a 30-year-old for the last 60 years of your life, which would you want?

Of course, the body. Pertama, seru banget gak sih walau usia udah tua tapi badan masih sehat dan kuat. Kedua, jujur aku sering banget mikirin transformasi pikiran aku dari awal umur belasan sampe sekarang udah mau 21 tahun. And it's always fascinating to see how much this brain grows. Bertumbuh dewasa itu menyenangkan. Dan aku pengen terus merasakan pertumbuhan itu selama mungkin.

Do you have a secret hunch about how you will die?

Buat aku, topik kematian itu sesuatu yang tabu untuk dipikirkan. If it will hit you, it will. Gak ada gunanya lah dibicarakan, not to mention serem juga. Tapi aku sedikit tergerak sih tiap baca speech Steve Jobs (my favorite thing to read!) di mana dia bilang kalo kematian itu emang nyata dan gak ada salahnya dibicarakan. Anyway, untuk menjawab pertanyaan awal, enggak, aku gak punya bayangan gimana nantinya aku bakal mati.

Name three things you and your partner appear to have in common!

Oke berhubung format aku jawab pertanyaan pertanyaan ini beda dari yang seharusnya, jadi aku modif aja ya jadi tiga kesamaan yang aku harapkan ada di my future partner.
1. Cinta yang sama besar
2. Selera humor (penting banget!!)
3. Value dalam hidup

For what in your life do you feel most grateful?

Jawabanku bakal terdengar boring dan basic banget. Tapi untuk bisa hidup sehat dan berada di Kalimantan, di Indonesia, aku sangat sangat bersyukur. Untuk bisa menjalani masa kecil di Loa Janan, menjadi komuter, tinggal di pusat kota, semua masa masa pertumbuhan itu membuat aku sangat bersyukur.

If you could change anything about the way you were raised, what would it be?

Haha jujur, banyak banget. Tapi kalo boleh memilih satu aku pengen dibesarkan dengan lebih "ditelantarkan". Diingatkan kalo aku gak kaya, dibatasi uang jajan, gitu gitu lah. Biar aku gak berasa jadi princess trus dan boros banget kayak gini :(

If you could wake up tomorrow having gained any one quality or ability, what would it be?

Kemampuan untuk bisa.... ngobrol nyaman sama manusia. Sumpah ya ini kelemahan banget. Gak peduli seberapa sukanya aku sama seseorang, untuk bisa ngobrol lama itu masih berasa kayak dipaksa. Ujug ujug aku pasti dikira sombong :(

If a crystal ball could tell you the truth about yourself, your life, the future, or anything else, what would you want to know?

This might sound cheesy, but I do wanna see my future husband, even right now. Penasaran aja orang kayak gimana yang mau menerima batu macam aku ini hehehe.

Is there something that you've dreamed of doing for a long time? Why haven't you done it?

Dari SMP, setiap kali aku dilanda stres gak jelas, aku biasanya rehat sejenak, nutup mata dan bayangin lagi di Kepulauan Derawan, Berau. Berenang di Danau Kakaban atau santai di dermaga Maratua Paradise Resort. Haha ngayal abis, tapi seriusan habis itu langsung rileks loh. Unfortunately, walaupun Derawan itu satu pulau sama aku, aku gak pernah benar benar ke Derawan. Mahal, jauh dan.... rasanya aneh aja kalo impian yang udah lamaaa gitu bakal tercapai. Takutnya gak sesuai ekspektasi. Jadi aku semacam "menyimpan" mimpi ini biar bisa terus didatangi kalo lagi stres.

What is the greatest accomplishment in your life?

Menyelesaikan SMA selama dua tahun di sekolah favorit. I know, super shallow but I can't help it :p Semoga nanti nanti bakal punya jawaban yang lebih kece lagi untuk pertanyaan ini. Amin :D

What do you value most in a friendship?

Chemistry? Haha. Mengutip Ika Natassa, ada beberapa orang di dunia ini yang pantas mendapatkan perhatian aku seutuhnya, no matter how annoying the could be, gak peduli jarak yang jauh atau jarang ketemu, gak peduli kadang aku gak nyaman sama mereka (aku emang gak nyaman sama semua orang haha). Tapi kalo hati aku bilang mereka pantas, ya mereka pantas. You know who you are :*

What is your most treasured memory?

Duh banyak abis!!!! Hidupku menyenangkan banget sih ya, jadi bingung sendiri ini pilih yang mana :P Oh iya, aku pernah bilang ini di challenge Instagram, kalo masa masa paling menyenangkan buat aku adalah masa SD. Masa gak ada pikiran, masa berteman sama anak anak paling kece se-Loa Janan, masa ikutan olimpiade di mana mana, masa di mana prestasi akademik dan kepopuleran diri ada di langit ketujuh (anjir lebay abis Dit -,- Eh tapi beneran haha)

What is your most terrible memory?

Aku ingat banget, pas SD, pas bulan puasa tepatnya. Aku kan sholat terawih di Mesjid Baiturrahman. Mesjid itu jaraknya sekitar dua kilo lah dari rumahku, lumayan jauh. Jadi biasanya aku diantar aja, trus ntar pas pulang aku ke tempat nenekku dulu di belakang mesjid baru diambilin. Tapi malam itu, tempat nenekku kosong. Kayaknya orang rumah pada keluar semua gitu. Jadi aku balik ke mesjid, tapi mesjid juga udah dikit orangnya. Teman temanku udah pada pulang semua. Ujung ujungnya, karna aku takut, jadi aku memutuskan untuk pulang sendiri aja. Mau naik taksi tapi gak punya uang. Jadi aku pilih jalan kaki. Aku pikir, sepanjang jalan bakal rame aja, kan daerah situ emang padat penduduk apalagi ini bulan puasa kan. Jadi ya udah, aku jalan sepanjang 2 kilo itu, lebih tepatnya aku lari sih karena takut :p Aku gak suka banget memori ini karena itu mengingatkan aku kalo aku pernah "sendirian" dalam arti gak ada satu pun yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri, dan hal itu emang menakutkan.

If you knew that in one year you you would die suddenly, would you change anything about the way you are now living? Why?

Ini udah jadi concern aku selama beberapa tahun belakangan ini. Aku pengen selalu sholat tepat waktu, gak ada alasan lagi. Udah itu aja.

What does friendship mean to you?

Seperti yang aku bilang tadi, hati aku punya caranya sendiri untuk menyeleksi mana orang yang mau aku perjuangkan dan mana yang enggak. Dan dengan memperjuangkan, maksudku adalah aku akan sebisa mungkin selalu ada buat mereka. Menemani makan, mendengarkan curhat, menjadi tidak tau malu, berusaha menjadi detil dan personal. Jadi buat aku pertemanan itu sama dengan effort. Kalo aku udah usaha, jangan ragu lagi, you definitely got my back ;)

What roles do love and affection play in your life?

Sebagai seorang batu yang harapannya ketinggalan di masa SD, aku tuh gak terlalu mementingkan kehadiran "love and affection" ini. But, once in a while, ketika "love and affection" itu menyapa aku dalam keadaan gak terduga, aku luluh aja gitu. Gampangan banget emang :p So for me personally, love and affection is a wake up call that I'm not alone in this crazy world.

How close and warm is your family? Do you feel your childhood was happier than most other people's?

To be very honest, no, they are not. Not that I hate it, it's just okay for me. At the end of the day, I know that they love me so much and it's good enough for me. Tapi aku merasa kalo masa kecilku membahagiakan banget deh. Secara aku belum pernah merasakan apa yang orang lain rasakan, maka bisa aku simpulkan kalo masa kecilku itu membahagiakan dibanding orang kebanyakan :D Good environment, good family, good friends, good grades yada yada :D

***

Ps, pertanyaan - pertanyaan diambil dari web loveactualized.com. Buka deh, konsepnya bagus :D Buat yang punya pasangan mungkin bisa difungsikan sesuai dengan seharusnya gak kayak aku haha. Kalo aku mah sengaja aja nyontek konsepnya biar ada bahan tulisan dan berasa lagi diwawancara... sama media asing :p

Minggu, 18 Januari 2015

Sebuah Puisi

Terinspirasi dari sebuah kue valentine dan percakapan orang orang stres menjelang UAS OTK 2.

***

Hari ini aku mencintaimu.
Seingatku, kemaren aku juga masih mencintaimu.
Aku lupa kapan awal mulanya ingatan itu ada, tapi yang jelas, beberapa minggu ini ingatanku nyata sekali, bahwa aku mencintaimu.

Aku selalu tidak tahu kapan, tapi aku selalu bisa menjawab mengapa.
Karena untuk mencintaimu itu semudah hujan turun di bulan Januari.
Alasanku sederhana, dapat dirangkum singkat dalam tiga kata.
Pertama, keindahanmu, yang tidak cukup untuk memabukkan dunia, tapi lebih dari cukup untuk memabukkanku.
Tapi keindahanmu tidak ada apa apanya dengan selera humormu. Iya, selera humormu. Kemampuanmu untuk membuatku tertawa dan kemampuanmu untuk tertawa atas humorku. Satu kualitas remeh yang tidak banyak aku temui di dunia ini. Kamu, pelawak nomor satu di hatiku.
Tapi mungkin alasan terbesarku adalah alasan terakhir ini. Kebaikanmu.
Alasan paling umum yang bisa diterjemahkan menjadi apa saja. Tidak perlu aku jabarkan di sini bagaimana kebaikanmu dapat menyentuh hatiku. Tapi percayalah, kebaikanmu adalah pengingat terbesar mengapa aku mencintaimu.
Itulah tadi tiga alasan yang menjadi semakin kuat sejalan dengan intensitas interaksiku denganmu. Hari demi hari.

Tapi selain mengingat bahwa aku mencintaimu, aku juga selalu mengingat bahwa kamu mencintainya. Ingatan yang harusnya saling mengeliminasi, tapi aku terlalu egois untuk mempertahankan keduanya.
Dan itulah tentang aku, orang yang hari ini mencintaimu.

Jika besok aku lupa, tolong ingatkan aku dengan cintamu... pada orang lain.
Iya, cintamu, bukan cintaku. Cintamu yang bukan untukku. Ingatkan aku sebelum aku ingat pada cintaku sendiri. Cintaku yang kini nyata sekali hanya untukmu.
Ingatkan aku supaya aku tau rasanya... membencimu.

Karna sungguh, adakah emosi lain yang bisa aku rasakan agar aku bisa membunuh ingatanku bahwa di suatu waktu aku pernah mencintaimu?

Kamis, 08 Januari 2015

Iseng Iseng Resensi (Vol III)

Katy Perry : Part of Me
Sekedar informasi gak penting, I always have soft spot for concert documentary, even the shitty one like I AM. Anyway, film ini sendiri sih baguuuuussss banget ya, jauh dah dari I AM. Walau ada satu hal yang kurang ditonjolkan sih, padahal aspek itu biasanya sukses buat aku nangis, yaitu reaksi penonton pas nonton konsernya Katy. Tapi kekurangan itu gak mengurangi air mataku kok, karena ada banyak momen hebat lain. Mulai dari pertumbuhan karir Katy, little fanmeeting at backstage (so adorable she is!!), sampai puluhan quote spontan dari Katy. Nyata dah kenapa banyak orang bisa relate sama lagunya, she’s so true to herself! Dokumenter ini punya flow yang pas dan ending yang cukup bagus. Wajib nonton deh biar terinspirasi!

One of my favorite quotes

Dial M For Murder
Film kedua Hitchcock yang kutonton setelah Psycho dan menurutku pribadi sih, aku lebih suka Dial M For Murder ini. Filmnya penuh ketegangan jadi sepanjang film sering banget nahan kedip (lol ini beneran). Aku suka sama akting ketiga pemeran utamanya yang sharp dan natural. Terutama yang paling menarik perhatian ya jelas si Grace Kelly yang cantiiik banget di film ini. Flow filmnya smooth dan endingnya lumayan sesuai ekspektasi. Sayang aja sih film ini menurutku terlalu fokus sama cerita jadi gak begitu peduli sama pengambilan gambar.

Salah satu dialog paling ngena

Suicide Club
Ekspektasinya nonton ini sih bakal ngerasain feel J-Thriller macam Confessions atau Battle Royale, nyatanya malah dibuat pusiiiing sama deretan artsy scene-nya yang well... artsy. Cantik sih, khas Asia, mungkin meaningful juga tapi aku kurang bisa nangkep sih L Mungkin otak aku aja kali ya yang gak nyampe. Padahal beberapa adegan awal sangat menjanjikan, auranya horror banget. Tapi semakin banyak adegan yang makin lama makin random malah bikin ilfeel. Trus juga adegan disturbing-nya lumayan ganggu. Intinya sih aku nonton ini kayak dikasih makanan hambar gitu, gak ada kasih kenang kenangan rasa sedikitpun (dan ujung ujungnya pas ending aku ketiduran :p)

Ini adegan favoritku deh. Adegan kedua favorit pas opening di stasiun itu

7500
Film tentang bencana di sebuah pesawat komersil memang selalu menarik buat aku pribadi. Mulai dari Flight Plan sampai Snake On The Plane gak pernah bosan aku tonton berkali kali :p Film jenis ini ngeri ngeri sedap secara aku aktif pake pesawat juga kan, setahun bisa beberapa kali terbang. Nah waktu nonton film ini aku benar benar buta sama ceritanya (hal yang sangat jarang terjadi saudara saudara, secara aku suka baca movie blog :p) jadi gak tau ini film jenis bencananya gimana, genrenya thriller atau malah horor. Tapi ketidaktahuan itu seru juga, karna film ini punya flow yang pas sama otakku, jadi gak ada ngantuk yay :D Pertengahan agak draggy dan nyebelin karna genrenya nanggung sih tapi untung film ini ditutup dengan ending yang lumayan asik. Recommended deh :D

Salah satu scene paling menegangkan sepanjang film

The Snow White Murder Case
I looooove this kind of movie. Tau film ini juga dari Deny yang rekomendasikan karna dia tau ini film pasti aku suka hehe. Suka banget sama gimana film ini bercerita secara linear dan gak terlalu Asia yang rumit rumit gitu. Suka sama twist dan pesan moral (yang sangat menendang!!!) di akhir. Salah satu hal menakjubkan lain dari film ini adalah endingnya yang samasekali gak maksa. Inovasi teknologi dengan memasukkan potongan tweet tweet itu walaupun visioner tapi rada ganggu deh. Mengenai akting pemerannya ya so so lah, gak ada yang terlalu menonjol. Semuanya cukup bagus kok untuk mendukung ceritanya yang keren. Yah intinya ini film sederhana dengan pesan moral yang nendang dan harusnya sih ditonton sama semua orang, terutama orang yang suka ngegosip :p

Adegan pembuka yang super creepy!!

Before Sunset
Kalo boleh jujur, aku salah satu dari sedikit orang yang merasa kalo Before Sunrise itu agak overrated. Tidak seperti banyak orang yang merasa kalo Jesse dan Celine itu long lost soulmate yang karakternya dihubungkan karet anti putus, aku merasa mereka cuma dua orang asing kesepian, di tengah perjalanan yang ingin sekedar membuang waktu. Oh yeah judgme me all you want. Makanya jarak aku menonton film lanjutannya cukup jauh karena jujur takut kecewa.
Tapi gilak yaaaa, film sekuel lain tidak bisa lebih bagus dari ini. Dialognya dari awal sampai akhir mengalir lancar. Jawaban film pertama dituntaskan, ada sedih, ada ketawa, ada marah dan emosi yang terpancar maupun terluapkan. Ada cerita remeh temeh sampai topik paling berat, masa depan. And of course, the love is definitely there. Aku bener bener bisa dibuat empati sama kedua tokoh utama. Bahkan keindahan Paris pun ketutup sama kekuatan naskah dan akting yang ada. Kudos banget lah buat Linklater, Ethan Hawke dan Julie Delply :)

This emotional scene in the car always got my weak heart :3

Timeline
Nonton ini atas rekomendasi Dhani. Ceritanya ya standar film Thailand lah, romantis romantis FTV gitu. Chemistry antara dua pemeran utamanya gak gitu kerasa sih, cuma ya akting pemeran ceweknya itu bagus banget!!! Walaupun dia gak cantik tapi aku bisa banget mendalami perasaannya (bukan karna aku pernah mengalami hal yang serupa loh ya bukaaaan). Bagus banget lah aktingnya! Sedangkan semua pemeran lain sih busuk perasaanku aktingnya :( Apalagi si cowok, udah karakternya emang busuk dari sananya lagi. Huh kzl. Ceritanya bener bener sesuai judulnya, ya kayak timeline kehidupan. Nyeritakan pemeran utama dari kecil sampai dewasa. Yang bete sih, si pembuat sering kehilangan fokus jadi aku kadang bingung premis utamanya apa sih. Anyway, bagian perantauan dan mengejar impian dan mengejar cinta itu ngena banget. Terima kasih atas pesan moralnya walaupun rada maksa hehe.

Ps, setelah dikasih perspektif baru tentang karakter si cowok dari Ilham jadi gak begitu benci lagi sih. Malah jadi benci diri sendiri hahahaha.
  
Ini adegan bikin nangis :(

Ilo Ilo
Salah satu film terbaik yang aku tonton di 2014. Dan merasa nistaaaa banget baru tau ada film sebagus ini di tahun 2013 lalu. Film Singapura lagi cooooy. Film debut Sutradaranya lagi. Gila aja dah. Anyway, premis film ini sebenarnya sederhana banget, tentang satu keluarga beranak satu di Singapura yang punya pembantu baru. Secara umum, pemainnya pun cuma empat yaitu si anak, ayah, ibu dan sang pembantu. Tapi sumpah ya film ini dibuat dengan sangat sangat detil. Sekelas lah sama Like Father Like Son. Wajar banget kalo dapat penghargaan Cannes juga :D Gak ada satu pun adegan yang wasted time, trus penggambaran waktu di dalam filmnya juga rapi, dan yang paling kece, semua karakter penting dan perasaan mereka benar benar digali dan dapat dijadikan pelajaran moral buat aku sebagai penontonnya. Yaitu, setiap orang punya masalahnya masing masing. Wajib tonton lah wajiiiib!

Adegan WTF bangeeet. Haha.

Modus Anomali
To be very honest, aku gak full nonton film ini. Aku nonton separuh awal dan langsung skip ke ending karna udah ngantuk banget tapi penasaran sama twist-nya. Curang? Iyaaa I know. Tapi selain cerita twistnya yang emang the best itu, film ini gak memberikan banyak hal. Eksekusi petualangan Rio Dewanto di hutan cuma tegang di awal awal. Karakternya samasekali gak membuat aku simpatik karna kesedihan dia terasa over dan dibuat buat. I mean, iya itu hutan dan kamu sendiri, tapi kamu cowok gitu loh. Masa dari awal langsung emosional tanpa ada mikir pake kepala jernih gitu sih? Gak believable karakternya. Akting Rio waktu kalut juga kacau banget, belum lagi ditambah sama languange barrier yang cuma bikin kaku. Eh tapi aktingnya di lain kondisi malah bagus bangeeet deh. Apalagi menjelang akhir cerita. Creepy! Pesan moralnya juga dapet banget. Wajib juga deh pokoknya nonton film ini trus diskusikan endingnya sama aku ya hihi. Ada satu hal yang ngeganjel dan butuh orang lain untuk berbagi :p

Ps, mungkin karna ekspektasi atau saking cintanya, aku jauuuuh lebih mudah mengkritisi film negeri sendiri. Pengen deh suatu hari nanti nonton film Indonesia yang benar benar perfect dan gak perlu aku kritisi dari segi apapun :)

Opening yang bikin teriak. Haha. Seriusan aku teriak pas adegan ini

Gone Girl
Nonton ini atas rekomendasi semua orang. Literally, semua orang yang aku hargain seleranya menyebutkan kalo film ini sebagus itu. Dan akhirnya pas dikasih tau Yasqi kalo dia punya nih film ya gak pake tunggu tunggu lagi deh. Langsung copy, paste, dan nonton hari itu juga. Padahal besok UAS PAP. Hahaha.  Anyway, filmnya ya gue banget deh. Suspense-nya, gambar gambar cantiknya, hubungan adik dan kakak (ini nyentil banget sumpah, karna aku juga punya dua adik yang akan selalu aku cintai no matter what they did), aktingnya Ben Affleck yang hot dan gak perlu diragukan itu lagi haha. Bahkan adegan romantisnya yang sedikit banget itu pun sangat efektif. Ciuman di saat yang tepat, lamaran di saat yang tepat :))) Dialognya? Jangan ditanya ya. Secara ini film diangkat dari sebuah novel, jadi tentunya dialognya sangat quoteable.
Aku sih cukup dodol ya, udah tau twist film ini sebelum nonton. Tapi jujur itu gak mengurangi tegangnya dan ketipunya aku sih. Aku masih gak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah *self keplak* Iya, film ini secerdas itu. Buat kalian yang mau nonton aku sarankan jangan terlalu banyak tau aja ya. Pasti sensasi nontonnya bakal lebih asik lagi :D All in all, buruan nontoooon. This movie is that good.

Di adegan ini aku bisa relate banget sama Amy. And damn it's creepy.

***


Ps, pilihan film aku di seri Iseng Iseng Resensi kali ini beragam banget ya asal negaranya haha. 5 film dari Amerika dengan berbagai genre, satu film festival dari Singapura, satu film mainstream romance dari Thailand, satu film hipster dari Indonesia dan dua film Jepang bergenre thriller (see? I’m a sucker for J-thriller :D). Semua pilihan itu random ya sesuai mood saat mau nonton :D

Untuk yang ingin baca serian Iseng Iseng Resensi lainnya klik di sini : I dan II